
Ucapan Sarah membuat Dante berpikir. Anak ini memang masih berumur belasan tahun tapi bisa berpikir kritis sekali. Sungguh Dante tidak menyangka dan memang keinginan Dante adalah membersihkan nama ayahnya.
‘Yang dikatakan Sarah itu benar! Kau harus membantu! Ini juga bisa menjadi celah untuk memperbaiki hubunganmu dengan semua pihak. Nama orang tuamu akan kembali baik!’ tulis Anna.
‘Lalu bagaimana setelah aku menolong? Apakah nasibku akan sama seperti ayahku? Dikejar-kejar oleh kalian semua untuk mendapatkan informasi tentang pembuatan senjataku? Aku tidak mau membuat kesalahan yang sama seperti ayahku. Mempercayai mereka begitu mudah!’ tulis Dante.
‘Barack! Kita tidak pernah bekerja sama dengan pihak manapun.’
‘Ya, tapi sekarang kau bekerjasama dengan mereka, Dante! Aku tidak selamat kalau Manuel tidak menolongku. Kami tidak akan selamat kalau adikmu tidak punya sahabat seperti Anna. Gadis itu sangat pintar sekali.’ tulis Barack di ponselnya.
Mendengar ucapan Barack, Dante kembali berpikir karena memang Barack adalah orang yang paling dekat dengan Dante.
Dia adalah teman yang bisa mengerti pemikiran Dante dan selama ini saat Dante membuat senjata, Barack lah yang selalu ada disisinya. Karena mereka berdua paham apa yang harus mereka lakukan untuk berkolaborasi.
‘Memang apa yang kalian rencanakan? Masuk ketempat itu dan mati bunuh diri?’ Dante mencoba bicara lagi melalui tulisan di ponselnya.
‘Tentu saja tidak! Mungkin disana ada jalan keluarnya, Dante! Mungkin disana kita bisa menemukan sesuatu untuk menghentikan semua ini.’
‘Ya bisa juga! Itu semua mungkin! Aku memang tadi ingin mencari itu di laboratorium. Jika mereka bisa mengatur pikiran seseorang dari jauh bisa mengendalikan dan bisa bicara dengan seseorang dari jauh berarti ada tombolnya disana.’
‘Dan tombol itu adalah tombol untuk menghentikan pembicaraan. Mungkin tombol itu juga bisa membuat orang-orang ini kembali sadar atau bisa saja tombol itu bisa membuat mereka semua diam menjadi patung dan mati selamanya!’ Dante kembali mencoba berpikir karena memang sama konsepnya seperti chip yang ada ditubuh Dante dan teman-temannya.
‘Dante, apa yang kau pikirkan?” tanya Barack saat melihat Dante hanya diam saja.
‘Barack! Apa kelemahan chip kita?” Dante melirik sambil memikirkan kesehatannya yang membuat Barack menelan salivanya.
“Kau tidak bisa menjawabnya Barack?” tanya Dante kemabli karena temannya tak kunjung menjawab.
“Bukankah kau takut kalau pilot itu bukan manusia?” tanya Barack.
Mendapat pesan seperti itu dari Baarck lalu Dante pun mengangguk, “Lalu tuliskanlah.” ujarnya lagi.
‘Kelemahannya dia bisa membunuhmu kalau menggunakannya dan memberikan radiasi terlalu berlebihan. Kita ini bukan manusia yang bisa bertelepati Dante! Kita menggunakan mesin dan ini cukup berbahaya bagi diri kita!’
‘Selain itu apalagi?” Dante bertanya lagi.
‘Dia juga bisa dimatikan! Kalau ingan jam yang kau gunakan dan apa kau ingat juga kalung yang dipakai Sarah?’ tanya Barack menulis di ponselnya yang langsung dibaca Dante.
Dante menjawab dengan anggukan kepala.
‘Kalau benda itu tidak menempel dan mendengar jantungku maka aku akan mati! Bukankah begitu?’
‘Kau benar Dante!’ Manuel menimpali.
‘Jadi ada benda seperti itu untuk menghancurkan manusia android ini?’ mereka saling bertukar pesan. Ini mereka lakukan untuk meminimalisir jika pesan ini bocor pada seseorang.
‘Ada Dante! Sudah pasti ada!’ Manuel menunjukkan ponselnya pada Dante. Mereka bertiga duduk bersebelahan sekarang dan saling bertukar ponsel.
Mereka bicara dan membaca satu pesan satu sama lain dengan ponsel masing-masing.
‘Baiklah! Anggap aku percaya itu. Jadi menurut kalian pasti ada kelemahan yang bisa aku cari?’
‘Aku rasa ada satu tempat disana yang bisa kau datangi, Dante.’ tulis Manuel. Dante pun menatap Manuel memikirkan tempat apa yang dimaksud oleh pria itu.
Sedangkan Manuel pun sedang memikirkan hal yang sama sehingga dia tidak menunggu lama lalu menulis pesan lagi. ‘Ada satu ruangan yang tidak bisa dimasuki siapapun di laboratorium mereka di Meksiko!’
‘Jadi maksudmu disanalah ruangan kontrol itu? Kemungkinan besar ada rahasia disana bagaiaman cara menghentikan perang manusia android ini?’ tulis Dante.
‘Jadi sekarang aku harus berangkat ke Meksiko? Tempat dimana aku tidak punya backingan sama sekali! Tapi kalau aku tidak bisa menyelesaikan masalah ini maka ini tidak akan pernah selesai.’ Dante sebenarnya malas jika harus berurusan terus menerus dengan Jeff hingga akhirnya dia pun setuju.
‘Baiklah, aku setuju denganmu!’ ucap Dante tidak lagi menulis namun mengucapkannya.
Dia memasukkan ponselnya kembali kesaku celananya begitu juga dengan Barack dan Manuel. Sedangkan Vince dan Sarah hanya memandang orang-orang yang sedang berdiskusi singkat itu.
“Apakah pembicaraan kalian sudah selesai?” tanya Anna setelah dia melihat ketiga orang itu sudah menyimpan ponsel mereka masing-masing.
“Apa yang kau pikirkan Dante?” tanya Anna lagi.
Dante menggelengkan kepalanya, “Kita sudah mau sampai.” ucapnya setelah dia melihat kearah mansionnya sambil memicingkan matanya.
“Mobil siapa yang keluar itu Dante?”
Pertanyaan itu membuat Dante menengok juga kearah yang ditunjukkan.
“Aku tidak tahu itu mobil siapa.” ucap Dante kemudian dia merasakan sesuatu yang aneh dengan helikopternya dan melirik kearah pilot.
‘Hampir saja helikopter ini jatuh dan apa yang diambilnya itu?’ Dante melihat sesuatu. “Barack menunduk!” teriaknya. Langsung menundukkan Barack dan Anna dan semuanya pun ikut menunduk.
DOOOOR!
“Cepat! Segera ambil alih helikopternya!” dengan cepat Dante membuang pilot dengan menendangnya keluar dari helikopter. Dan dia segera duduk dibangku pilot dan menutup pintu
“Ah gila! Hampir saja aku kena!” ujar Dante.
“Aku tahu Dante! Tapi siapa yang membocorkan ini? Siapa yang mengganti pilotnya jadi android?”
“Kenapa kau tanya padaku?” dante yang masih berputar diatas rumahnya dengan helikopter.
“Dante, mobil siapa yang tadi keluar dari mansionmu? Mobil itu langsung berubah menjadi pesawat! Dia bisa terbang sama seperti mobilmu!” Barack kembali meminta penjelasan.
“Aku tidak tahu! Coba kau hubungi siapa yang ada dirumah.” jawab Dante. Tapi sebelum Dante menurunkan helikopternya.
DUUUAARRRR
“Bella, Alex, Anthony………”
“Apa kau bilang dante?” Barack mendengar suara teriakan Dante pun langsung bertanya.
“Barack! Siapa saja yang ada dirumah itu?” pekik Dante yang membawa helikopter tapi dia melihat kobaran api dibawah. Dante bergidik ngeri melihatnya, dia takut terjadi sesuatu pada keluarganya.
“Dante, mansionmu hancur semuanya!” kata Barack dan dia bicara pelan.
“Telepon seseorang disana yang bisa kita hubungi!”
“Eh, iya sebentar aku telepon.” Barack mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi salah satu teman mereka.
Begitupun Vince yang melakukan hal yang sama segera menghubungi Anthony. Hanya Manuel yang diam saja dan dia sudah duduk di kursi co-pilot menemani Dante didepan. Mencoba mengimbangi dan membantu Dante.
“Siapa yang memasukkan kerumahmu semua ini Dante?” tanya Manuel tapi tidak dijawab pria itu.
“Apakah orang rumahku sudah bisa dihubungi?” justru Dante bertanya balik tentang itu.