PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 245. RENCANA ANTHONY BERHASIL


“Tapi aku sudah meminta pada ayahku juga untuk mencarikan orang lain untuk menggantikan Anthony untukmu. Maafkan aku Jenderal Robert tapi aku tidak mau dia pergi kemanapun.”


“Baiklah kalau memang itu mamumu.” Robert menganggukkan kepalanya dan itu adalah suatu kemenangan bagi Anthony.


“Kau sungguh-sungguh tidak akan menyuruhnya pergi kan?” Irene memastikan.


“Iya, aku tidak akan menyuruhnya pergi, kau tenang saja.Maaf ya karena aku tidak tahu kalian sudah merencanakan sesuatu!”


“Terimakasih Jenderal Robert! Kau memang calon mertua yang terbaik!” puji Irene setelah Robert membatalkan niatnya membawa Anthony.


“Ayah! Maafkan aku sudah merepotkanmu.” ucap Anthony basa basi.


“Kau pintar juga Anthony! Aku tidak tahu ini akal-akalanmu atau memang wanita itu yang mengacau datang kesini!” Robert mendengus,


‘Kalau begini aku harus menggunakan cara lain untuk membawa wanita itu! Bagaimanapun juga harus aku harus mendapatkan Dante! Karena dia tidak boleh hidup lagi.’ gumam Robert didalam hatinya.


‘Oh iya aku pergi dulu sekalian aku mau mengecek kamar sebelah. Bagaimana menurutmu kalau aku pindahkan dia ke rumah sakit militer saja?” tanya Robert yang masih belum kehabisan akal untuk bisa membawa Bella keluar dari pengawasan Anthony.


“Ayah! Kau tidak bisa melakukan itu! Aku sudah memanggil Dokter Anna dan berkonsultasi dengannya dan dia mengatakan padaku kalau harus memperlakukan Bella berbeda. Jadi tolong jangan lakukan hal yang aneh-aneh ayah! Biarkan aku menyelesaikan bagian pekerjaanku sendiri selama aku masih sanggup.” Anthony langsung menatap Robert dengan serius. Anthony bahkan tidak peduli lagi pada keadaannya yang tanpa sehelai benangpun.


Sedangkan Irene tadi sudah duluan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut saat Robert masuk tapi karena pikiran Anthony tidak fokus selimut yang menutupi tubuhnya tersibak karena tanpa sengaja dia tepis akibat marah pada ayahnya. Anthony hanya fokus pada Bella sekarang jadi dia tak ingin Bella dibawa kemanapun oleh Robert.


“Kau yakin kau sudah membicarakannya dengan Anna?”


“Iya ayah! Aku sudah membicarakannya dengan Anna dan biarkan aku mengerjakan pekerjaanku disini ayah. Untuk yang satu ini aku mohon jangan dicampuradukkan dengan urusan pribadimu. Ini adalah tanggung jawabku dan biarkan aku yang menyelesaikan tanpa ada gangguan dari pihak manapun.”


“Apakah kau mengerjakan suatu pekerjaan di villa ini?” tanya Irene tiba-tiba, dia penasaran dengan pembicaraan ayah dan anak itu. Anthony melirik Irene dan mengangguk sambil tersenyum, tidak ada keinginan Anthony untuk membohongi wanita iu. Karena dia juga tidak mau ada masalah dengan Irene.


“Jenderal Robert Kane! Aku rasa kau harus memberikan sedikit kelonggaran pada Anthony-ku! Biarkan dia mengerjakan sesuai dengan rencananya. Kalau memang nanti dia gagal kan nanti bisa dibicarakan setelah Anthony benar-benar menyerah. Tapi sekarang tolong jangan melakukan intervensi apapun dalam pekerjaan Anthony!” ujar Irene menolak tegas perintah Robert pada Anthony.


Dengan terpaksa Jenderal Robert memberikan senyum pada Irene dan mengangguk, ”Baiklah kalau memang menurutmu seperti itu. Aku tidak akan terlalu mencampuri pekerjaan Anthony!”


‘Anthony! Kau sudah mulai licik sekarang dan mulai memanfaatkan sesuatu untuk kepentinganmu sendiri! Sikapmu kadang-kadang memang sama buruknya seperti ayahmu!’ bisik hati Jenderal Robert yang tahu rencana Anthony yang sengaja memanfaatkan Irene.


Sejujurnya Jeff kurang suka dengan sikap Anthony yang sekarang tapi berhubung disamping Anthony ada Irene sekarang dan ayah Irene adalah presiden dan orang yang paling ditakuti oleh Robert saat ini, dengan terpaksa dia tidak melakukan apapun pada Anthony dan membiarkan anak yang sudah diurusnya sejak bayi itu selamat dari tekanan sekarang karena bantuan kekasihnya Irene.


“Kalau begitu aku akan kembali ke kantor, Anthony! Aku akan mengatur kembali siapa yang akan menggantikanmu!” Robert akhirnya pun mengalah didepan Irene.


“Maaf karena aku merepotkanmu ayah!” Anthony mencoba berbasa basi.


“Nikmati saja waktu kalian berdua!” Robert tidak lagi menunjukkan kemarahannya. Dia pun keluar dari kamar Athony dan membiarkan mereka menyelesaikan urusannya dengan Irene.


“Apa aku cukup membantu Anthony?”


“Hmmm!” Anthony mengangguk dan tersenyum pada Irene, “Kau sangat membantuku Irene! Setidaknya ayahku tidak akan mengacak-acak pekerjaanku sekarang.” ucap Anthony lagi.


“Aku senang sekali aku bisa berguna untukmu Anthony!” ucap Irene yang bucin berat sama Anthony pun rela melakukan apapun untuk pria yang dicintainya itu. Lalu dia kembali dalam dekapan Anthony.


‘Ya Tuhan! Masa sih aku harus bersama dengan anak manja ini seumur hidupku?’ Anthony berusaha untuk menahan diri karena hari ini Irene sudah banyak membantunya jadi dia berusahan menyabar-yabarkan dirinya.


“Maksudnya?”


“Sesuatu yang tentu saja kau inginkan bukan?” jawab Anthony dengan tangannya yang sudah bergerak kebawah milik Irene.


“Ehm...tentu saja! Ini enak banget, aku mau Anthony!” ujar Irene manja.


“Kalau begitu biar aku puaskan dirimu, Irene!”


CUP


Dan siang itu pun dengan terpaksa Anthony melakukan olahraga tempat tidur yang sebenarnya tidak ingin dia lakukan tapi dia tetap melakukannya bahkan membuat Irene sangat bahagia. Dengan sepenuh hati Anthony melakukannya supaya tidak ketahuan Irene kalau dia melakukannya dengan terpaksa.


“Apa kau sudah selesai Anthony?”


“Sudah satu jam tiga puluh menit, pinggangku rasanya pegal!”


“Biasanya kau melakukannya lebih dari dua jam Anthony!” Irene mengerucutkan bibirnya.


“Hari ini aku lelah sekali, banyak pekerjaan yang harus aku urus. Kita lakukan ronde kedua nanti saja ya? Bagaimana menurutmu?” jawab Anthony sedikit meringis.


“Ya sudah, terserah saja, mau bagaimana lagi. Meskipun aku masih pengen tapi….tidak apa-apa.” jawab Irene bicara sambil ngos-ngosan.


“Tadi kau sudah dapat banyak sekali Irene? Masih belum puas?”


“Masih pengen, aku tidak pernah puas denganmu Anthony! Selalu pengen lagi.”


“Kalau begitu ayo teruskan….”


“Eeehh….tapi aku lelah. Aku istirahat dulu ya Anthony?”


“Hahahaha….sama saja denganku. Kau diamlah disini sebentar ya. Aku harus ke kamar sebelah untuk mengantarkan telepon.”


“Siapa yang ada dikamar sebelah?”


“Orang yang harus kuurus. Dia adalah orang yang menjadi tawanan dari keamanan federal.”


“Ah begitu? Kalau begitu aku istirahat dulu ya, aku lelah sekali.”


“Kau mau aku mengambilkan makananmu, Irene?”


“Tidak Anthony! Aku tidak mau makan, aku tidur saja. Mungkin satu atau dua jam lagi, bagaimana?”


“Ya sudah. Kalau begitu kita makan sama-sama nanti ya.”


CUP


Tak lupa Anthony memberikan kecupan didahi Irene sebelum dia berdiri dan mengambil bathrobe lalu bergegas keluar dari kamar. “Kau menyusahkan aku saja Dante!” ucap Anthony sedikit ngos-ngosan dan kelelahan karena aktivitas olahraga sian yang baru saja selesai. “Eh, kenapa juga aku mau disuruh-suruh Dante? Dia juga ngapaian perintah-perintah aku? Aissss…...awas saja kau nanti ya Dante.”