PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 522. PERCOBAAN LAIN


Tanpa mereka ketahui, ada beberapa orang dirumah Dante yang masih menjalin komunikasi dengan Jake. Walaupun bukan informasi detail tapi mereka masih berkomunikasi dengan pria itu dan dari sanalah Jake menyimpulkan sesuatu untuk berjaga-jaga.


“Barack apa yang harus kita lakukan sekarang?” Sarah bergetar kuat dan ketakutan. Dia mempercayai semua perkataan Jake.


“Sarah, tenanglah!” ucap Baracak yang juga kebingungan untuk berpikir. Sulit baginya untuk berpikir jernih kalau Sarah sudah seperti itu! Tapi kali ini dia terpaksa harus berkonsentrasi.


“Rodrigo katakan padaku siapa dia?” tanya Gabriella yang panas hatinya saat dia melihat Sarah merangkul lengan pria itu dan Barack yang sangat melindunginya.


“Gabriella!” Barack melirik pada wanita itu dengan serius tapi tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya dia mematung dengan berpikir. ‘Tunggu dulu! Bukankah suara Gabriella terdengar kedalam sana ya? Dan Gabriella adalah satu-satunya kelinci percobaan milik Jeff? Apakah Jeff akan membiarkan Jake menghancurkan Gabriella?’ Barack masih berpikir lalu dia menatap Manuel.


“Manuel! Siapa saja orang yang sudah mendapat perlakuan seperti Gabriella di laboratorium?” secara terang-terangan Baracl bertanya sambil menatap Manuel.


“Perlakuan apa?” Gabriella yang tidak paham apa yang terjadi pada dirinya pun bertanya karena Jeff hanya melakukan percobaan tapi menutupinya dengan lasan keseluruhannya dari Gabriella.


“Hanya Gabriella! Kenapa Barack?” Manuel bicara tapi tatapannya mengarah pada Jake.


Barack pun tersenyum lalu dia melirik pada Jake.


“Apa kau yakin kau berani menekan tombol itu?”


Barack bertanya dengan senyum lebarnya.


“Tentu saja? Kenapa memangnya?” Jake menimpali.


“Tidakkah kau tahu kalau Gabriella hanyalah satu-satunya percobaan? Apa kau pikir Jeff akan membiarkan Gabriella mati?” senyum pun merekah diwajah Barack dan dia kembali mengacungkan senjatanya kearah pria itu.


“Rodrigo!” Gabriella kembali memanggilnya.


“Manuel, tolong kau urus dulu semua yang ada dibelakangku!” ucap Barack mendekati Jake.


“Hahahaha!” Jake kembali tertawa sambil mengeluarkan ponselnya. “Kau tidak tahu satu hal.”


“Satu apa maksudmu?” Barack masih berjalan mendekati meja walaupun masih ada jarak sekitar dua meter lagi tapi dia bisa melihat foto ditangan Jake lalu Barack pun berhenti.


“Tatiana! Kau masih ingat wanita ini? Dia baru saja masuk keruang operasi! Dan dia baru saja mendapatkan perlakuan yang sama seperti ini.” ujar Jake terkekeh.


“Dia dengan sukarela ingin melakukan itu. Apa kau yakin kalau Gabriella masih menjadi alasan aku tidak bisa menekan tombol ini?”


DUUUUAARRRRR!


(Sesaat setelah Dante menutup sambungan teleponnya dengan Manuel)


‘Barack…..ehm kau tidak meresponku! Atau memang sinyalnya terlalu lemah? Karena aku berada jauh dipermukaan bumi? Sulit bagiku untuk berkomunikasi denganmu kalau sudah begini. Atau memang teknologinya belum sempurna?’ Dante ingin mencoba berkomunikasi dengan Barack seperti saat dia ingin mempertemukan Henry dengan pihak federal.


Tapi dia memasangnya bersama dengan teman-temannya yang lain dan ini akan memberikan efek buruk bagi kesehatan mereka dan Dante tahu akan hal itu. Hingga dia hanya bisa memandang layar ponselnya sampai seseorang datang menghampirinya.


“Aku sudah mengecek semuanya Tuan Dante! Tidak ada masalah dan tidak ada yang disembunyikan disini! Hanya ada satu pramugari yang masih hidup yang tadi kita temu dan pilot serta co pilotnya.”


Vince sudah kembali dan menjelaskan semuanya pada Dante.


“Bagus! Tolong kau pastikan lagi pada Anthony agar jangan berbelas kasihan karena mereka bukanlah mahkluk yang harus dikasihani.”


“Baik Tuan Dante! Tapi memang agak sulit jika memberitahu pada adikmu tentang ini. Dia bukan orang yang dingin dan setega anda. Hatinya sangat lembut seperti kapas walaupun dia seorang pria.”


Senyum timbul diwajah Vince ketika dia bicara dan Vince sudah siap untuk menelepon.


“Dia baru akan berani dan lebih tega jika sudah kehilangan.” ujar Dante sebelum Vince memencet nomor telepon Anthony.


“Jangan meneleponnya didekatku! Jauh-jauhlah dariku!” kata Dante yang membuat Vince pun menjauh dan bicara dengan Anhtony.


“Baik Tuan Dante!” ucap Vince singkat.


Sedangkan Dante melemparkan pandangannya keluar jendela, dia tidak bisa memaksakan dirinya untuk menghubungi Barack. Karena jika dia tetap melakukan itu maka dia akan merasa kesakitan didaerah jantungnya. Dan itu bisa berakibat fatal baginya.


‘Aku harus berpikir sekarang! Kalau aku memaksa untuk bertemu dengannya, yang ada aku bisa kena gagal jantung saat ini juga! Tapi tidak ada yang bisa kuajak diskusi sekarang. Aku harus berpikir sendiri karena aku tidak boleh menceritakan pada Vince apa yang tadi dikatakan Manuel. Sebelum aku membuat keputusan, dia tidak boleh panik. Aku belum tahu kondisi dipesawat ini.’


Yang ditakutkan Dante adalah situasi yang tidak bisa ditebaknya. Dia adalah orang yang sangat berhati-hati dalam bersikap dan menempatkan dirinya. Mereka bisa memasukkan tiga orang ke mansion Dante yang memiliki tingkat keamanan tinggi dan canggih yang tidak bisa dianggap remeh. Tentu saja ini menjadi pertimbangan Dante untuk menjaga dirinya dan legi sigap.


Dante mencoba memikirkan jalan keluarnya sendiri. ‘Aku jadi pusing memikirkan ini semua! Sekarang semua orang-orangku dalam kondisi terpecah belah, mereka harus menyelesaikan berbagai macam permasalahan ditempat yang berbeda. Barack sibuk dengan urusannya melindungi Sarah dan Anna! Disana memang ada Manuel tapi aku tidak tahu apakah bisa mempercayai pria itu?’


‘Dan aku juga tidak tahu apakah mereka kesulitan atau tidak? Sedangkan disatu sisi Nick harus memberikan aku back up dari ruang pengendali. Dia juga harus mengamankan rumahku tapi dia hanya bisa mengamankan dari penyerangan luar saja. Kalau penyerangan dari dalam apalagi penyusup seperti manusia android tadi, ini bisa menjadi malapetaka!’


Dante memijat keningnyaa tapi pandangannya tetap kearah luar jendela dimana dia bisa melihat matahari pagi baru saja terbit. ‘Indah sekali! Sudah lama sekali aku tidak melihat matahari terbit seperti ini. Apalagi dari atas pesawat! Sesuatu yang langka padahal aku bisa melakukannya setiap saat tapi baru pertama kali ini aku lakukan setelah berpuluh-puluh tahun!’


Dante sejenak fokus menikmati indahnya sinar matahari dan melepaskan kepenatannya sejenak. Hangatnya sinar matahari itu masih bisa dilihat oleh mata, mengubah kegelapan menjadi terang.


‘Panas matahari memberikan kehidupan yang tidak pernah disadari oleh manusia dan kadang dilupakan oleh mereka karena kesibukan mereka.’ Dante bicara lirih sambil tersenyum.


‘Panas!”kata-kata itu kembali terulang dipikiran Dante membuatnya mengingat sesuatu tentang matahari! Energi panas yang dihasilkan matahari terjadi karena adanya pembakaran. Suhu matahari yang panas bisa menjadi pintu masuk dirinya ketempat kediaman Jeff. Dia bisa menciptakan panas dan membuat semua orang menuju ke titik itu!


Dante memikirkan sesuatu, senyum pun muncul diwajahnya dan dia menatap Vince yang baru saja selesai menelepon dan sudah kembali. Vince sedang berjalan menghampiri Dante lalu berkata,


”Tuan Dante, saya sudah bicara dengan Anthony! Dia sedang mencoba mencari apakah ada pasukan disana.”


“Maksudnya pasukan manusia android?” tanya Dante serius.