PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 495. DUA WANITA


“Operasi? Operasi apa ini?” Sarah kebingungan sendiri lalu dia menatap Barack. “Jelaskan padaku ada apa ini sebenarnya Barack?”


“Dia namanya Rodrigo bukan Barack! Dasar wanita bodoh! Dari tadi kau bising sekali! Kenapa kau terus menerus memanggil pacarku dengan nama itu? Memangnya kau siapanya dia?” protes Gabriella yang semakin emosi dan tidak senang dengan keberadaan Sarah.


Barack memang sengaja tidak menceritakan apapun pada Sarah kalau dia memang Barack. Karena dimobil itu ada orang lain, dan Manuel yang datang menjemput Barack saat itu ternyata membawa Gabriella bersamanya. Dan Manuel terpaksa memborgol tangan Gabriella yang selalu dekat dengan Barack. Dan ini akan mengacaukan fokus Barack.


“Dia itu Barack! Aku tahu dia itu siapa. Kenapa kau memanggilnya Rodrigo?” Sarah sangat ketus dan dia tidak mau menyerah begitu saja apalagi dia sangat yakin sekali kalau pria yang bersamanya sekarang adalah Barack, pria yang dirindukannya selama ini.


‘Aduh Sarah! Bising sekali! Pantas saja Dante marah padamu. Dari dulu kau tidak berubah dan tetap saja membuat keributan!’ Barack mengeluh dihatinya.


‘Tapi bagus juga kau ada. Setidaknya aku bisa membuat Dante sekali-kali mendapat shock therapy darimu. Pasti kau membuat Dante pusing setiap hari makanya dia selalu menyuruhku cepat kembali dan membawamu pergi. Hahaha…..’ Barack tertawa didalam hatinya membayangkan bagaimana kehidupan Dante selama ini dengan adanya Sarah dirumah itu.


“Dari dulu aku mengenalnya sebagai Rodrigo! Kami sudah lama saling mengenal. Lebih dari lima tahun kami berhubungan!” ucap Gabriella mencoba memprovokasi Sarah.


“Apa katamu? Lima tahun? Tidak mungkin! Kau itu wanita pembohong!” Sarah langsung menggelengkan kepalanya dan menatap tajam pada Barack.


“Barack……katakan padaku. Perempuan itu berbohong iyakan? Kau tidak mungkin bersamanya selama lima tahun! Katakan Barack!” ujar Sarah memaksa Barack untuk memberi penjelasan.


Tapi Barack tidak mengatakan apapun, dia hanya fokus menyetir karena dia harus mengikuti mobil yang ada didepannya. Sekarang mobil yang dikendarai Barack berada di posisi keempat yang mobil yang mengejar Anthony.


‘Tentu saja Gabriella mengatakan bahwa dia mengatakan sudah berhubungan denganku selama lima tahun. Karena itulah ingatan yang diprogram Manuel. Manuel sengaja membuat ingatan baru dikepala Gabriella dan sekarang wanita itu mengira kalau kami berhubungan selama itu. Aduh….kenapa jadi begini?’ Barack mulai galau.


‘Ini akan jadi bumerang bagiku nanti! Bagaimana aku menjelaskannya pada Sarah? Aku tidak akan mudah untuk menjelaskan padanya, dia tidak akan percaya padaku! Ini benar-benar gawat! Ini bisa merusak hubunganku dan Sarah!’ Barack pun semakin frustasi memikirkannya.


Dia berbicara sendiri didalam hatinya. Diamnya Barack membuat Sarah semakin melawan Gabriella.


“Kau jangan dekat-dekat dan mencari kesempatan untuk mencuri perhatian Rodrigo ya!”


“Aku tidak melakukan itu! Dia memang kekasihku! Kau lihat kalung ini baik-baik, kalung ini akan menyala ketika aku berdekatan dengan Barack! Tidak mungkin kalau dia bukan Barack! Aku tahu Barack dan pria ini adalah dia. Mungkin sekarang dia dalam kondisi terdesak makanya dia tidak bisa bicara jujur.” ucap Sarah.


“Jangan menipuku, kau wanita sialan! Rodrigo sudah bersama denganku selama lima tahun dan kami pun sudah tidur bersama sejak lama. Kami tinggal bersama layaknya suami istri! Malam-malam kami selalu kami habiskan dengan bercinta.” Gabriella pun tak mau kalah. Dia menggeser tubuhnya agar semakin dekat dengan Sarah.


“Nona Gabriella! Tolong jaga sikap anda.” Manuel lamgsung memegang kedua tangan Gabriella karena wanita itu semakin dekat dengan Sarah.


“Lepaskan aku Manuel! Wanita ini pasti ingin merebut Rodrigo dariku! Aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi! Aku akan membunuh wanita ini dengan tanganku sendiri.” Gabriella pun mulai mengancam dan tatapan matanya semakin merah karena emosi.


“Kalian berdua diamlah! Aku tidak konsentrasi kalau kalian berisik terus!” Barack pun bicara dengan nada tinggi sambil melihat dari kaca spion. ‘Motor? Dibelakangku ada motor dan yang mengendarai Dante? Dia mengikutiku pakai motor?’ pikir Barack. Dia memperhatikan motor dibelakangnya sambil menggelengkan kepalanya dan terus melajukan mobilnya.


‘Dengan posisinya seperti itu akan membahayakannya! Dia akan dengan mudah terkena peluru! Apa kau tidak bisa berpikir Dante? Kenapa kau memilih mengendarai motor?’ Barack mengkhawatirkan Dante saat ini setelah melihat sahabatnya itu berada dibelakangnya. ‘Ah, kau masih Dante yang aku kenal dan untunglah kau naik keatas bukit itu.’


Hati Barack menjadi tenang setelah dia melihat motor yang dikendarai Dante pergi menuju kearah atas bukit. Dia pun menghela napas lega dan tersenyum tipis.


“Aku tidak akan membiarkanmu terus-terusan memanggilnya Barack.” Gabriella berteriak lagi.


“Karena dia memang Barack-ku! Aku akan terus memanggilnya begitu.” balas Sarah.


“Sembarangan kau bicara! Dia bukan Barack-mu!” teriak Gabriella lagi.


“Rodrigo! Kau tidak bisa menyalahkan aku. Wanita tidak tahu diri ini, kenapa kau tidak menembaknya saja? Dia menyusahkanku Rodrigo!”


“Gabriella jaga sikapmu!” Barack bicara tanpa menoleh kebelakang. Lalu dia memberikan sebuah senjata kepada Manuel. “Kau pegang senjata ini, kalau mereka saling serang lagi maka langsung tembak saja!”


“Rodrigo! Kau menyuruh Manuel menembakku? Apa kau lupa siapa kakakku?”


“Itu senjata obat bius, Gabriella! Aku pusing dengan kalian berdua. Kalau kalian tidak bisa tenang maka aku tidak bisa menyetir.” Barack mencoba menyabarkan dirinya menghadapi kedua wanita itu. Dia hanya ingin fokus mengemudikan mobilnya.


“Kau mau memberiku obat bisu? Apa salahku padamu? Aku sudah menunggumu disini.”


“Aku tidak menyuruhmu untuk menungguku dan aku juga tidak pernah menyuruhmu untuk menyusulku! Kau yang datang sendiri kesini.” protes Barack yang semakin pusing.


“Itu karena aku sangat merindukanmu. Makanya aku meminta Manuel untuk mengantarku kesini.” kata Gabriella.


“Diamlah! Jangan mengganggu konsentrasiku menyetir.” kata Barack dengan nada tinggi. Lalu dia membelokkan mobilnya menyeberangi jembatan.


‘Sepertinya ada lagi yang menguntit. Pesawat itu? Eh bukan…..itu helikopter sepertinya milik federal kan?’ Barack menatap kearah atas melalui jendela depannya dan mulai memikirkan jalan menyelamatkan diri.


“Awas kau ya wanita murahan! Wanita bodoh dan murahan sepertimu tidak boleh dekat-dekat dengan Rodrigo! Hanya aku kekasihnya dan dia milikku.” ancam Gabriella pada Sarah.


“Aku sudah diam dari tadi dan mendengarkan pembicaraan kalian saja dari tadi. Tapi kau saja yang melihatku dan merasa kesal sendiri! Itu artinya kau yang bodoh dan murahan!”


Sarah yang kembali kesal pun membalas perkataan Gabriella. “Pria ini memang Barack! Aku mengingat dia dan aku sangat mengenalnya. Katakan padaku, apa buktinya kalau dia bukan Barack? Apa bisa kau buktikan padaku?”


“Dia adalah Rodrigo! Dia adalah kekasihku yang sudah bercinta denganku selama lima tahun.”


“Hei kalian bisa diam tidak!”


Doooorrrr Doooorrrrr….


Akhirnya Manuel benar-benar menembakkan senjata itu pada Sarah dan Gabriella.


“Kenapa tidak kau lakukan dari tadi. Makin pening kepalaku mendengar keduanya berisik.” ucap Barack dan kini suasana didalam mobil benar-benar hening saat kedua wanita itu sudah terdiam dan tertidur lelap setelah terkena obat bius.


“Berapa lama mereka berdua akan tertidur?” tanya Manuel.


“Aku memberi obat bius itu untuk menidurkan mereka selama dua jam.” jawab Barack.


“Kau membeli obat bius dosis tinggi.” ucap Manuel meringis.


“Hmmmmm! Aku memang mempersiapkan itu untuk menyelamatkan seseorang.”


“Siapa yang mau kau selamatkan makanya kau menyiapkan senjata ini?”


“Seandainya aku harus menembak, mungkin temanku sendiri seperti Dante atau siapapun yang ingin aku buat tertidur. Tidak mungkin aku menembak mereka dengan senjata asli.”