
“Tidak boleh. Kau harus dirumah menjaga Alex! Aku harus mengurus pekerjaanku dan aku harap kau jangan membuat masalah dirumah.” perintah Dante tegas. "Jangan petnah melupakan janjimu untuk selalu menjaga dan menyayangi anakmu."
“Aku tidak pernah membuat masalah.” ucap Bella dengan cemberut. “Apa kau akan pergi dengan wanita itu?” tanya Bella lagi memicingkan matanya. Ada rasa tidak suka dihati Bella, dia takut jika wanita itu akan melakukan hal buruk.
“Sudah jangan banyak tanya. Aku hanya memintamu agar tidak membuat masalah dirumah oke?”
“Masalah apa memangnya yang kubuat dirumah? Aku tidak pernah membuat masalah, aku hanya bermain bersama anakku saja!” balas Bella protes.
“Kau hampir saja membunuh temanku Barack!” ujar Dante mengalihkan topik pembicaraan.
“Apa kau bilang? Aku? Kapan? Aku tidak membunuhnya. Aku bahkan tidak pernah bicara dengannya kecuali waktu itu di kelab malam VIP.” ucap Bella tapi saat dia melihat perubahan ekspresi diwajah Dante akhirnya dia mengatupkan bibirnya.
‘Aduh, dia marah ya karena aku menyebut-yebut tempat kerjaku dulu?’ bisik Bella didalam hatinya.
“Dengarkan aku Belinda! Kalau kau melepaskan kalung itu dari leher Sarah maka chip yang ada didalam kalung itu akan mati dalm tiga puluh menit! Dan kau tahu kalau chip dikalung itu mati maka pasangan chipnya yang ada didalam tubuh Barack juga akan mati! Itu akan mempengaruhi jantung Barack! Jika Barack tidak kuat, akan mengakibatkan shock dan gangguan jantung serta stroke karena pembuluh darahnya pecah. Kau paham maksudku?”
Bella menelan salivanya memikirkan hal seperti itu bisa terjadi membuatnya ngeri membayangkan meskipun sebenarnya dia tidak paham bagaimana cara kerja kalung itu. “Memangnya ada hal seperti itu ya?” tanya Bella heran.
“Aku akan menceritakannya padamu lain waktu.”
“Tapi….”
CUP!
“Aku lelah! Jangan banyak bertanya lagi, kau harus membantuku menghilangkan lelahku dan manjakan aku sekarang.” ucap Dante.
“Ehm….Dante.” Bella kaget dan sebelum dia bicara lagi Dante sudah menutup pintu kamar sesaat mereka masuk kedalam kamar mereka yang berada didalam bunker itu.
“Sssstttt...” Dante menyuruh Bella diam dan langsung mendorong tubuh Bella ke pintu. Deru napas pria itu tidak beraturan sehingga Bella yang tadinya ingin bicara pun akhirnya diam menatap pria didepannya.
KREEEKKK….Dante merobek pakaian Bella membuat wanita itu membelalakkan matanya. Dia terhenyak dengan perbuatan pria itu.
‘Kenapa dia merobek pakaianku? Bukankah dia bisa membukanya perlahan seperti biasanya? Aduh….dia ini kenapa sih tumben Dante sikapnya begini?’ bisiknya didalam hati. Belum hilang keterkejutannya, Dante kembali merobek semua pakaian dalam yang dikenakan Bella.
‘Kenapa pakaian dalamku juga dirobeknya semua? Aihssss kalau begini ceritanya, sepertinya dia akan bermain hot!’ Bella sudah mulai bersemangat dengan pikiran-pikirannya.
“Belinda, bisakah kau menjamin kalau kau hanya menjadi milikku sekarang?” tanya Dante tiba-tiba.
“Ehm….aku….ten….sssshhhhh.” baru akan menjawab, Bella malah mendesah dengan sentuhan nakal tangan pria itu. Bella bahkan semakin menikmati setiap sentuhan tangan dan bibir pria itu.
‘Uhhhh cara Dante memandangiku membuatku jadi gila! Dia memandangku seolah aku adalah wanita paling cantik yang diidamkannya.’ Bella terpesona dengan pandangan mata Dante yang teduh dan penuh kasih sayang.
Dante memperlakukan wanitanya sangat hati-hati, hingga getaran-getaran itu membuat tubuh Bella menggeliat dan menyengat bak terkena aliran listrik tang mengalir keseluruh tubuhnya.
“Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku Belinda?” ulang Dante lagi sambil mencium bagian favoritnya. Dia terus membuai Bella yang semakin hanyut dan terbuai dalam rayuan Dante.
“Eeehhh….Dante apa aku mau cari mati jika aku membiarkan orang lain berada dihatiku? Sedangkan aku sudah menjadi milikmu?” jawab Bella disela-sela kesadarannya yang tersisa. Dia mencoba mengatur napasnya yang semakin memburu.
"Aku sudah jatuh cinta padamu sejak pertama kali meskipun aku tidak bisa melihat wajahmu saat itu. Tidak mungkin aku mencintai orang lain lagi." jawab Bella sejujurnya.
“Kenapa kau keluar dari kamarmu tadi?” tanya Dante mengalihkan lagi topik pembicaraan.
“Kau harus tegas pada siapapun yang memusuhimu dirumahku, Belinda! Kau adalah nyonya dirumah ini! Kau punya hak dan kuasa dirumah ini!” ucap Dante mengangkat wajahnya setelah membuat banyak tanda merah di tubuh Bella.
“Tapi Dante?”
“Kau berhak melakukan apa saja asal tidak melanggar semua perintahku. Kau harus bersikap tegas dan lakukan apa saja yang kau mau pada Katarina atau siapapun itu yang mengganggumu. Kau paham?”
“Iya. Aku paham!”
“Bagus….sebagai kewajibanmu sebagai istriku, kau harus ingat Belinda, kau adalah milikku! Seluruh tubuhmu adalah milikku! Jangan pernah memberikannya pada laki-laki lain! Dan jangan pernah berhubungan dengan wanita manapun untuk menyalurkan hasratmu!” ucap Dante dengan tegas.
“Ihhhh….aku ini masih normal! Aku tidak menyimpang Dante. Ihhhh....mana mungkin aku menyukai sesama. Membayangkan saja aku merasa jijik.” Bella agak meringis saat Dante memencet kedua tombolnya dengan kencang. ‘Apa maksudnya memencet sekencang itu?’
Dante tidak memberi ampun dia kembali melakukan kegiatannya. Lalu dia menunjuk ke dada Bella dan berkata, “Disini! Di hatimu ini juga hanya boleh ada aku! Belinda, hatimu juga adalah milikku!”
“Aku akan melakukan apapun untukmu Dante! Jangan pernah meragukanku. Aku tidak akan melakukan semua itu, aku akan setia padamu dan anakku.” ucap Bella.
“Bisakah kau memegang janjimu itu?” sorot mata Dante tajam menatap wanita didepannya. Dia tidak mau kejadian seperti Tatiana terulang kembali kelak.
“Iya! Aku bisa.” jawab Bella dengan cepat menganggukkan kepalanya.
“Bagus!”
“Dante….”
“Aku lelah Belinda! Bisakah kau berikan aku sesuatu yang bisa menghilangkan rasa lelahku?”
“Ehm….tapi apa yang kau mau Dante?”
“Buka pakaianku!”
Bella pun segera melakukan apa yang di inginkan pria itu. Dia mulai membuka kancing kemejanya. ‘Aku sudah sering melihatnya tanpa pakaian tetapi kenapa rasanya masih penasaran? Dia ini benar-benar membuatku tergila-gila.’
“Belinda, kau harus bisa menjaga jarak dengan wanita itu selama dia ada dirumah kita. Aku khawatir dengan temperamennya itu.” ucap Dante lagi mengingatkan Bella.
“Maksudmu istri Jeff itu kan?”
“Hmm! Aku akan mengusirnya setelah aku menyelesaikan urusanku dengannya! Aku masih ada urusan yang harus kuselesaikan dengannya. Jadi jangan pernah berpikiran negatif tentangku. Aku tidak akan pernah melirik wanita lain selain dirimu! Kau paham Belinda?”
Semua ucapan Dante itu tidak ditanggapi oleh Bella karena dia sedang menikmati apa yang dilakukan Dante padanya.
“Kau paham Belinda?” tanya Dante ulang sedikit kesal karena Bella mengacuhkannya dan hanya fokus pada kegiatan mereka.
“Ahh…...sakit Dante….jangan dicubit begitu!” protes Bella.
“Kau tidak menjawab pertanyaanku. Perhatikan aku kalau sedang bicara denganmu.” ucap Dante.