
Tangan Anthony memang sangat lihai mempermainkan seorang wanita sehingga membuat irene sudah menggila padahal hanya sentuhan di area dada saja yang dilakukan Anthony. Rasa terbakar didalam dirinya sekarang membuat Irene tidak ingin melepaskan orang yang sangat dirindukannya itu apalagi Anthony membalas dengan lembut namun kuat, sehingga permainan bibir itu menjadi sesuatu yang sangat ditunggu oleh Irene.
“Kau sudah puas?” tanya Anthony setelah irene melepaskan bibirnya yang terasa kram setelah beberapa menit tak pernah lepas tautannya dari bibir Anthony.
“Hmmm….belum Anthony! Itu kan baru satu kecupan saja, aku juga ingin yang lainnya Anthony! Ayollah berikan aku yang lain. Bagaimana kalau kita bermain sekarang? Sudah lama sekali aku tidak bermain denganmu bukan?” ucap Irene padahal milik Anthony sudah berada didalam miliknya.
“Kenapa kau tidak bisa menungguku sampai enam bulan lagi?” Anthony berbisik setelah memberikan Irene kecupan ringan ditelinganya.
“Apa? Enam bulan katamu Anthony?” Irene cepat-cepat menggelengkan kepalanya. “Kau pergi selama tiga bulan saja aku sudah meriang Anthony! Aku kesal sekali dengan ayahmu. Kenapa dia harus mengirimmu ketempat yang tidak bisa aku kunjungi? Sekarang kau menyuruhku menunggu enam bulan lagi. Aku tidak mau Anthony!”
“Tapi ayahku mau mengirimku ke white house sekarang! Aku akan bertugas disana selama enam bulan. Kau tahu artinya apa kan bekerja di white house? Tak ada lagi waktuku luang dan kita tidak mungkin bisa bertemu. Hmm…..itu artinya kita akan bertemu lagi enam bulan tepat saat kita akan menikah.”
“Apa katamu?” Irene langsung membelalakkan matanya dan menggelengkan kepala dengan mata yang sudah mau menangis mendengar ucapan Anthony.
Dia tak rela dirinya membiarkan Anthony pergi apalagi saat ini dia sedang menikmati sesuatu yang memang diinginkannya selama empat bulan terakhir!
“Aku tidak setuju!” jawab irene langsung tanpa basa basi meraih handphonenya diatas nakas.
“Hei, apa yang sedang kau lakukan? Kau menulis pesan pada siapa?” tanya Anthony dan tangannya memijat dada Irene dengan sengaja ingin membuat wanita itu hanyut dalam rayuannya.
“Ayahku! Aku mau mengatakan pada ayahku agar tidak memperbolehkanmu pergi selama enam bulan! Aku ingin kau tetap disini, lagipula aku tidak tahu bagaimana kau nanti di white house. Seingatku pegawai disana cantik-cantik! Aku tidak mau kau bergaul dengan mereka. Aku tidak mau kau bertemu dengan wanita cantik manapun! Tidak sebelum kau menikah denganku!” ucap Irene yang sangat takut kehilangan Anthony. Dia terobsesi dengan pria tampan itu.
“Tapi itu adalah tugasku, Irene sayang.”
“Kau bisa bertugas disini saja Anthony! Pokoknya aku tidak mau kau berangkat kesana!” ucap Irene yang sudah menghubungi ayahnya dengan mengirimkan pesang singkat. Irene tahu kalau dia tidak boleh menelepon ayahnya sembarangan sehingga yang bisa dia lakukan hanya mengirimkan pesan singkat saja dan menunggu respon dari ayahnya.
‘Yes! Memang ini yang kuinginkan! Kau pintar sekali Vince! Aku bisa memanfaatkan anak manja ini. Hahahaha, kau benar sekali Vince! Sia-sia kalau aku melawan ayahku, tapi dengan memanfaatkan Irene hasilnya akan lebih maksimal. Bella akan aman!” ujar Anthony dihatinya. Dia membiarkan tunangannya itu melakukan pekerjaannya sedangkan Anthony bermain-main dengan tubuh Irene.
“Ssssshhhhh…..ehhmm….”
“Kau suka sentuhanku Irene sayang?” tanya Anthony pada wnaita yang memang tubuhnya sedang dinikmati Anthony dan disentuh lembut.
“Iya Nthony! Ahhh….aku suka kau menyentuh bagian itu, ya begini!” sambil meliukkan tubuhnya.
“Irene, kau tahu betapa sedihnya aku? Aku sudah membayangkan kalau aku tidak akan bisa menyentuhmu lagi selama enam bulan kalau aku pergi tugas ke white house. Padahal aku juga sangat merindukanmu,” Anthony kembali menggombal walaupun didalam hatinya dia mengutuk.
“Benarkah? Aku juga sangat merindukanmu dan aku ingin kau selalu ada disisiku,” hati irene semakin berbunga-bunga kena gombalan Anthony.
‘Kalau bukan karena aku menginginkan sesuatu darimu, aku tidak akan melakukan ini. Sulit sekali aku melepaskan diriku dari wanita ini. Haduh! Aku ingin sekali meninggalkannya tapi lagi-lagi aku terjebak dengan Irene dan sekarang yang lebih parah aku harus melayaninya! Fuuhh!’ tukas Anthony didalam hatinya. Tapi dia tetap berusaha bersikap biasa saja, lalu dia memberikan kecupan hangat pada Irene. Dia melakukannya dengan sangat terpaksa tapi dia bisa melakukannya sehingga terlihat natural.
“Anthony! Aku mau lagi, ini manis sekali aku sangat menyukai semua yang kau lakukan padaku.”
“Kau pikir aku tidak suka? Aku sangat mencintaimu dan menginginkanmu. Aku ingin menyentuh bagian ini, bagian ini yang ini juga. Seluruh tubuhmu adalah milikku, bukankah begitu Irene?” ucap Anthony sambil mengutuki dirinya sendiri didalam hati.
“Kau pikir aku bisa jauh-jauh darimu Irene? Wajah cantikmu selalu terbayang-bayang dimanapun aku.”
Anthony terus saja melancarkan gombalannya yang benar-benar membuat perutnya terasa mual mendengar ucapannya sendiri.
“Jadi kau tidak akan pergi kemanapun kan? Kau akan menolak perintah ayahmu kan demi aku?” pinta Irene dengan wajah memelas.
“Sssshhh….kau tahu seperti apa ayahku itu? Dia sangat sulit untuk ditolak.” bisik Anhtony lagi dengan tangannya merapikan rambut Irene.
“Tidak Anthony! Kau harus menolaknya! Aku tidak ingin kau pergi.” pinta Irene lagi sambil menggelengkan kepala, dia tidak rela kehilangan sentuhan tangan Anthony selama enam bulan.
“Tapi apa yang harus kulakukan? Aku tidak bisa menolak ayahku, aku tidak tega padanya Irene! Dia juga sudah berjanji pada presiden.”
“Ya sudah, biar aku bilang pada ayahku! Nanti ayahku saja yang bicara pada ayahmu. Tapi kau tidak boleh pergi kemana-mana Anthony. Kau disini saja, kau masih butuh istirahat bukan? Nanti aku yang akan datang kesini kalau kau masih lelah tak bisa pergi kemanapun.”
‘Ah, lega rasanya! Baguslah kalau begini aku tidak jadi pergi ke Amerika. Hahahaha!” ucap Anthony senang pada wanita yang sedang bersamanya. Irene memang sangat polos dan terobsesi pada Anthony sehingga pria itu bisa memanfaatkan. Apapun yang dikatakan Anthony pasti dituturi Irene, sayangnya rasa cinta tak bersemu dihati Anthony untuk Irene sehingga Anthony terlihat seperti seorang pemain yang melakukan semua itu tanpa perasaan.
Braaakkkk!
“Anthony!” Jenderal Robert membuka pintu kamar Anthony tanpa mengetuk pintu.
“Ayah?”
“Oh, maafkan aku! Aku tidak tahu kalau kau sedang bersama Irene.” ucap Robert ketika melihat wanita yang sedang bersama dengan Anthony.
“Tunggu dulu disini sebentar. Sepertinya ayahku ingin bicara denganku.”
“Tidak! Aku tidak ingin bicara denganmu. Aku hanya mengecek keadaanmu saja. Kau masih ingat kalau kau harus berangkat?” ujar Robert menatap Anthony.
“Jenderal Robert Kane! Aku tidak mengizinkan Anthony untuk berangkat! Aku sudah memintanya untuk tinggal disini. Ayolah, kau bisa mencarikan orang lain! Lagipula aku sudah bilang pada ayahku untuk membantu mencari orang lain untuk menggantikan Anthony.”
“Apa? Kau sudah menghubungi ayahmy?” tanya Robert terkejut.
“Iya karena aku mau Anthony tetap disini bersamaku! Aku akan kesini lebih sering selama enam bulan terakhir sebelum kami menikah. Banyak yang harus aku lakukan dengan Anthony jadi aku tidak mau dia pergi ke Amerika!”ujar Irene benar-benar menolak keras dan mengutarakan semua isi hatinya.
“Hahahaha aku mengerti. Kalau memang begitu keinginanmu.”
“Kau tidak bisa menyuruh Anthony untuk pergi sekarang! Aku tidak mengizinkannya.” ujar Irene lagi.
“Maafkan aku Irene! Aku tidak tahu kalau kalian sudah punya rencana lain sehingga aku membuat rencana untuknya.” ujar Robert.