PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 357. PARTNER BARACK


“Kau yakin?” pria itu terkekeh.” Aku rasa kau terlalu percaya diri dan terlalu meremehkanku Dante Sebastian!” ucap pria itu lagi.


“Kau salah!” Dante menggelengkan kepalanya, “Aku bukan orang yang suka meremehkan musuhku. Tapi aku adlaah orang yang tidak suka membuang waktu dengan musuhku! Jadi sebaiknya kau katakan saja apa yang kau ingin lakukan padaku dan apa yang membuatmu menyuruhku menunggu disini!”


“Ehem! Kau tidak takut padaku! Kau bisa melihat itu diwajahmu.” pria itu mengeryitkan dahinya dan tersenyum. “Apa yang dikatakan Barack memang benar! Kau bukan penakut.”


Perkataan pria itu sontak  membuat Dante terdiam dan ekspresi wajahnya berubah seketika.


“Jadi dia tidka hilang ingatan?” pertanyaan itu langsung dilontarkan oleh Dante pada pria itu.


“Kurasa kau bisa berpikir sendiri daripada bertanya padaku.” pria itu menyerahkan sesuatu di tangan kirinya kepada Dante sambil bicara dan senjatanya pun masih menghadap ke arah Dante.


“Kau tidak bisa mengacak-acak denyut di ajm tanganku lagi kalau kau menyerahkan ini!” Dante memberi peringatan pada pria itu.


“Barack yang menyuruhku untuk menyerahkan itu padamu. Lagipula aku tidak perlu mengganggumu dengan jamtangan itu! Kau tidak bisa melepaskan jam tangan itu dari tanganmu lebihd ari dua belas jam. Aku rasa itu sudah menyiksa!”


“Ah, jadi Barck sudah menceritakan padamu rahasia kami?” tanya Dante heran. ‘Kenapa denganmu barack? Kenapa kau percaya sekali dengan pria ini?’ bisik hati Dante. Dia merasa penasaran tapi masih mencoba untuk menjaga wibawanya. ‘Aku akan sabar sampai kau kembali dan menceritakannya!’ bisik hatinya lagi.


“Jadi kau disuruh Barack untuk menyampaikan ini?”


“Tidakjuga.aku datang kesini untuk keperluan khusu menitipkan seseorang padamu!”


“Apa kau bilang? Aku bukan tempat penitipan manusia!” Dante malas mendengarnya.


“Tapi sudah tidak ada jalan lain selain kau.”


Pria itu kembali tersenyum, “Kami akan berperang dengan pasukanmu! Kau pasti mengerti kan? Jadi aku ingin kau menyimpannya sebentar.”


“Begitukah? Cih!” Dante mendengus. ‘Aku harus hati-hati dengan orang ini. Dia sangat baik dan aku tidak boleh memanfaatkannya, juga tak boleh dimanfaatkan.’


Dante tak ingin termakan dengan pujian dan perkataan yang diucapkan pria itu.


“Aku bciara sesuai yang diperintahkannya padaku!”


“Wah….wah….jadi sekarang Barack sudah jadi bos?” ucap Dante tertawa mencibir.


Tapi pria itu menggelengkan kepalanya. “Kami memiliki tujuan yang sama! Jadi kami saling mendukung tapi dia bukan bosku dan aku juga bukan bosnya, bukan anak buahnya.”


“Oke, jadi apa yang mau kau titipkan padaku?” tanya Dante akhirnya. ‘Apa sebenarnya maumu Barack? Kau tidak datang malah menyuruh pria ini.’


‘Apa sebenarnya yang sedang kau lakukan diluar sana? Permaianan apalagi yang sedang kau mainkan Barack?’ Dante sebenarnya tidak suka kalau harus memikirkanhal seperti ini. Tapi dia juga merasa penasaran dengan rencana Barack apalagi Barack sudah membuka sebagian besar tentang organisasinya kepada pria dihadapannya ini. Seberapa percayanya Barack pada orang ini? Dia memang tidak terlihat jahat tapi aku melihat sepertinya ada sesuatu niatan lain!’ bisiknya lagi.


‘Apa ini ada hubungannya dengan pekerjaannya? Atau ini berhubungan dengan dendamnya kepada Jeff Amadeo? Aku tidak paham semua ini. Tapi yang pasti aku akan terus berhati-hati bersikap untuk kepentingan keluargaku dan diriku sendiri.’


“Seseorang! Aku mau menitipkan seseorang.” ucap pria itu yang mundur beberapa langkah sambil menyuguhkan senyum tipisnya pada Dante. Senyum penuh makna dan hanya mereka berdua yang tahu artinya. “Keluarlah.”


“Apa kau yakin?”


“Kemarilah.” pinta pria itu dengan bahasa spanyol memanggil orang yang sedang bersembunyi.


‘Sepertinya orang yang akan dititipkannya padaku orang yang berbahasa Spanyol. Apa dia pikir aku tidak tahu dan tak mengerti bahasa Spanyol?’ Dante memasang telinganya dan bergumam didalam hatinya.


Dia hanya diam dan mendengarkan saja, tak ingin mengganggu pembicaraan diantara dua orang itu.


“Itu yang terbaik untukmu!”


“Tapi kau akan melindungiku? Kau akan datang menjemputku lagi?”


“Jangan banyak bertanya padaku! Kau lakukan saja apa yang kuperintahkan. Setelah kami menyelesaikan semuanya kami pasti akan menjemputmu.”


‘Cih! Apa mereka sepasang kekasih? Dari cara bicaranya sepertinya mereka memang sepasang kekasih. Apa maksudnya ini? Barack memintaku untuk menjaga kekasih seseorang?’ geramnya.


Didalam hatinya Dante berpikir tentang percakapan yang tak terselesaikan. ‘cara bicaranya seperti itu. Kau ingin pergi berperang tapi kau menitipkan kekasihmu padaku.emang kau pikir aku tidak sibuk dengan dua wanita dirumahku itu? Dan satu anak kecil yang ceriwis sekali? Sekarang malah menambah pekerjaanku, Barack! Awas kalau kau kembali nanti.’ geramnya.


“Aku menitipkannya!” lalu pria itu menatap Dante dan bicara.


“Aku sudah dengar semua yang kau katakan padanya. Suruh dia naik ke mobilku.” Dante tak ingin lebih lama lagi berbasa-basi.


“Oke!” pria itupun membuka mobil Dante dan wanita itu mengerti langsung duduk di kursi penumpang.


“Sudah selesai kan? Apalagi yang kau inginkan?” tanya Dante.


“Ini! Barack memintaku untuk memberikan ini padamu!” ujar pria itu menyodorkan sesuatu.


“Apa ini? Untuk apa memberikan ini padaku?” tanya Dante. “Apa selembar kertas ini maksudnya? Dan denah ini untuk apa?” Dante melirik kertas itu lalu kembali menatap pria didepannya.


“Kau lihat saja sendiri kesana, datanglah dan lihat sendiri apa isi tempat itu.”


“Oke.” Dante mengangguk.


“Satu hal lagi yang harus kau ingat! Wanita itu tahu kuncinya. Hanya dia yang menyimpannya. Sebaiknya kau datang besok kesana membawanya!” ucap pria itu menjelaskan alasan dia menitipkan wanita itu pada Dante.


“Hanya itu yang mau kau katakan padaku?”


“Ya! Jangan terlambat! Kau harus pergi ketempat yang ada didenag itu besok.”


“Baiklah, kalau begitu kau pergilah.”


“Saranku saat kau pulang nanti jangan menggunakan mobil.”


“Maksudmu?” Dante mengeryitkan dahinya.


“Gunakanlah kendaraan lain! Mobilmu sudah rusak.saranku kau lebih baik menggunakan helikopter nanti. Tidak ada serangan udara semuanya hanya didarat!” ucap pria itu memperingatkan Dante.


“Kalian tidak punya helikopter?”


“Bukan! Memang sengaja dirancang hanya untuk perjalanan darat.”


“Baiklah. Ada lagi pesan yang mau kau sampaikan sebelum aku pergi?”


“Tidak ada. Hanya itu saja dan aku titip wanita itu padamu.”


“Sampai kapan kau ingin menitipkannya?”


“Aku akan datang setelah selesai! Oh iya, coba kau pencet disana tombol merahnya.”


Dante mengikuti apa yang diperintahkan pria itu, dia memencet tombol merah pada remot yang tadi digunakan oelh orang yang membuat jam tangannya berisik.


“Pesan?? tanya Dante sambil mengeryitkan dahinya.


“Iya. Dia juga bisa menerma pesan. Ada chip didalamnya seperti ponsel tapi tidak terdeteksi.”


“Maksudmu dia bebas operator langsung ke satelit. Kau sudah memodifikasi sedemikian rupa sehingga itu adalah koneksi paling aman.”


“Barack!” ucap Dante sebelum pria yang ada disampingnya itu sempat menjawab pertanyaannya.


“Mau apa dia? Mau membakar dunia ini dengan nuklir sehingga menggunakan koneksi yang aman?” sindir Dante pada pria disampingnya.