PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 378. SALAH PREDIKSI


“Katakan sekarang dimana tempat yang harus aku tuju!” Dante memicingkan matanya tanpa menjawab permintaan Katarina. Jangan ditanya lagi bagaimana perasaan Dante saat ini yang sudah panas membara. Mudah baginya menggerakkan tangannya dan menghancurkan wanita itu hanya dalam beberapa detik saja!


 


‘Tempat yang harus kutuju jadi prioritasku, tapi wanita ini sepertinya ingin bermain-main! Waktuku semakin habis hanya tersisa dua puluh lima menit lagi.’ Dante sangat gusar dan tidak tidak tahu apakah jarak dari tempatnya berada saat ini menuju tempat tujuannya akan bisa dia tempuh. Dia tidak punya pilihan lain selain menunggu Katarina membawanya ke jalur yang benar.


 


“Kau membutuhkanku! Kau ingin pergi ke tempat itu bukan? Kau harus menjawab iya dulu dengan apa yang kuminta tadi, baru aku akan membawa ke arah tujuan yang sebenarnya! Jika tidak maka aku tidak akan menunjukkan arahnya padamu!”


“Aaakkkkk!” hati Dante semakin terbakar mendengar perkataan wanita itu. ‘Apa Barack tahu tentang sikap wanita ini?’ gumamnya sambil mengeluarkan ponselnya dan dia merekam suara tanpa sepengetahuan Katarina.


 


‘Aku tidak mau Barack akan menyalahkanku nanti! Kau harus tahu apa yang dikatakan oleh wanita ini. Bukan aku yang menggagalkan rencanamu, tapi wanita ini yang membuat ulah mengacaukan semuanya, Barack!’ bisiknya dalam hati. Dante pura-pura melihat ponselnya seolah-olah dia sedang membaca pesan agar Katarina tidak curiga.


 


“Bahkan laki-laki bernama Barack itupun aku tidak pernah melihatnya. Aku hanya berhubungan dengan Manuel karena dia yang menyelamatkanku dari Jeff yang ingin membunuhku.” Katarina bicara lagi karena Dante belum mengatakan apapun lagi padanya.


“Seharusnya kau mati saja dibuang ke jurang daripada kau ada disini sekarang!” ujar Dante membalas.


 


“Kau tidak bisa melakukannya. Sekarang pilihanmu hanya satu, penuhi keinginanku, kau menikah denganku dan tinggalkan Bella! Buang dia jauh-jauh! Biarkan aku yang memiliki wewenang penuh dirumahmu! Baru aku akan melakukan apa yang kau inginkan. Aku akan menunjukkan arahnya padamu. Permintaanku cukup simple!”


 


Dante tidak mengatakan apa-apa, dia masih menatap layar ponselnya seolah sedang berpikir.


“Aku bisa memuaskan dirimu lebih dari yang Bella lakukan! Dan aku adalah orang yang memiliki kekuasaan di benua Amerika! Kau bisa mendapatkan apapun disana! Kau bisa mempunyai kekuasaan di Amerika Selatan dan memperluas kekuasaanmu.” ucap Katarina berusaha menawarkan sesuatu yang dia pikir akan menggoyahkan Dante.


 


“Aku menjanjikan hal yang sama pada Jeff! Dan aku pun membuktikannya, dia menjadi penguasa di Amerika! Kau jangan khawatir, aku bisa melakukan hal yang sama padamu juga!” Katarina mencoba mendekat dan memegang tangan Dante.


Tapi…..


“Akkhhhh! Lepaskan tanganku! Ini sakit sekali! Kau tidak tahu aku sedang hamil ya?” teriaknya saat tangannya dicengkeram erat oleh Dante.


 


“Aku tidak suka wanita menyentuhku!” dia memalingkan wajahnya dan mulai menunjukkan sisi gelapnya. “Kau pikir kau itu siapa? Kau tidak ada apa-apanya dibandingkan istriku Bella!”


“Lepaskan tanganku! Kau tidak bisa melakukan apapun padaku. Hanya aku yang tahu arah jalannya.”


“Tapi kau yang membuatku nyasar! Sekarang waktunya tersisa dua puluh menit dan aku tidak akan bisa sampai ke tempat itu tepat waktu.” ucap Dante semakin tidak peduli.


 


“Aku bisa mengantarmu kesana sekarang.” Katarina masih belum sadar juga.


“Percuma! Sudah terlambat! Temanku mengatakan tidak boleh telat! Tapi kau membuatku tidak bisa sampai ditempat itu.” Dante kembali memicingkan matanya dengan ponselnya yang masih menyala.


“Aku…...” Katarina pun bingung harus mengatakan apa. Kini dia merasa usahanya tak berhasil. Dia mulai berpikir apa yang akan dilakukan Dante, karena tiba-tiba saja pria itu seperti acuh.


 


‘Sepertinya dia sudah tidak peduli lagi dengan tempat itu. Mau apa dia sekarang? Bukankah tempat itu penting banginya dan dia harus datang kesana? Seandainya telat pun tidak masalah, bukan?’ Katarina mulai meragukan sikap Dante yang tidak seperti tadi. Dante tidak lagi mengebu-gebu ingin segera tiba ditempat itu. Saat ini pria itu terlihat tenang tapi sangat mengerikan, ekspresi kejamnya sudah terlihat.


 


‘Barack! Maafkan aku, bagaimanapun aku mencoba tidak akan bisa sampai disana tepat waktu. Kalau wanita ini tidak mau menunjukkan jalurnya. Aku merekam semua yang dikatakan wanita ini dan akan kuberikan padamu supaya kau bisa tahu kenapa aku gagal dan semoga keadaanmu disana tidak membahayakan.’ ujar Dante yang merasa khawatir dengan sahabatnya.


 


 


“Ehm...lepaskan tanganku, kau mengancamku! Ingat ya, kalau kau seperti ini terus aku tidak akan pernah mengantarmu ketempat itu.” ujar Katarina lagi. Dia masih tidak sadar juga jika Dante sudah tidak peduli dengan tujuannya.”


“Ck ck ck ck! Aku sudah tidak tertarik lagi pergi ke tempat yang ingin aku tuju itu.” jawab Dante.


 


“Lalu apa maumu sekarang?” tanya Katarina yang mulai merasa ketakutan. ‘Dia lebih kejam daripada Jeff! Sepertinya dia akan melakukan sesuatu yang sangat buruk. Tidak! Dia tidak mungkin bisa melakukan itu! Kami sekarang berada dipinggir jalan. Dia tidak mungkin melakukan itu padaku kan? Orang-orang akan melihatnya.’ ujar Katarina mulai berpikir.


 


‘Aku akan berteriak minta tolong dan kabur. Aku akan bersiasat agar orang tahu betapa buruknya dia. Aku bisa menghancurkan reputasinya dan membuat dia masuk penjara!’Katarina mulai memikirkan cara untuk bisa pergi dari Dante. Dia merasa kalau sesuatu yang buruk akan menimpanya sekarang.


“Kau tanya apa mauku? Kau sudah menghancurkan rencanaku, tentu saja aku akan menghancurkanmu! Kau pikir kau bisa seenaknya bermain-main denganku, hah?” ucap Dante dingin sehingga membuat bulu kuduk Katarina berdiri tiba-tiba.


“Aku sedang hamil! Apa yang mau kau lakukan pada wanita hamil?”


 


“Aku tidak peduli kau hamil! Jika aku membunuhmu, anak itu akan tetap masuk surga. Dia tidak bersalah tapi kaulah yang harus menanggung semuanya!” ancam Dante.


“Apa kau bilang? Kau tidak mungkin membunuhku bukan? Kau harus datang ketempat itu.”


PLAAAKKK


PLAAAAKK


 


“Jangan kau sebut-sebut tempat itu lagi dihadapanku!” Dante memelototi wanita itu yang telah menggagalkan misinya. Dia bahkan menampar Katarina dua kali dengan keras.


“Kau mau apa sekarang?”


“Mau apa kau bilang? Setelah kau menghancurkan rencanaku, kau berani tanya mau apa? Tentu saja aku akan membunuhmu karena kau tidak berguna sama sekali!”


 


“Kau pikir aku takut dengan gertakanmu? Aku bisa berteriak memanggil orang-orang disini.” Katarina memalingkan wajahnya pada setir dan hendak menyentuh klakson.


“Aaakkkhhhhh! Apa yang kau lakukan padaku? Kau baru saja mematahkan tanganku! Aaakkkkhhh sakit sekali pergelangan tanganku.” teriaknya meringis kesakitan. Dia tidak menyangkan Dante akan benar-benar melakukan hal sekejam itu padanya.


 


Katarina mulai menangis merasakan sakit di pergelangan tangannya yang patah.


“Aku sudah memperingatkanmu, kalau aku bekerja tidak bermain-main!”


“Apa mau mu? Cepat bawa aku ke rumah sakit sekarang!” teriak Katarina memerintah Dante.


Dante malah menggelengkan kepalanya dan mencibir, “Tidak ada rumah sakit!”


 


CEP


“Hhhkkkkk!”


“Aku bilang tidak ada rumah sakit.” Dante mengulang kembali ucapannya dengan tegas.


KREEEKKKK


Dia mematahkan tangan Katarina setelah menusuk lehernya dengan pisau sehingga membuat siapapun yang melihatnya akan merinding ketakutan. Lalu Dante dengan ringannya melemparkan tubuh Katarina sesuka hatinya di kursi penumpang hingga kepala wanita itu terbentur ke kaca disampingnya.