PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 541. LEPASKAN AKU


“Apa kau bilang Bella?”


“Ehm….Jeff, biarkan aku menyelesaikan ucapanku dulu.” Bella sebenarnya merasa gugup tapi dia berusaha bicara sejelas mungkin. “Aku sudah menemukannya secara tidak sengaja! Apa kau paham? Aku mencintai Dante! Dan bisakah kau melepaaskanku juga anakku? Aku tidak mau Dante panik karena aku tidak ada dirumah!” ucap Bella sambil menatap pria dihadapannya.


Lalu Bella memalingkan wajahnya menatap seseorang dan berkata, “Apa benar kau juga merubahnya menjadi manusia android?” Bella menujuk pada seorang pria paruh baya yang sudah memiliki luka tembak dibeberapa bagian tubuhnya tapi pria itu masih tetap hidup. Dialah pria yang membawa Bella dengan mengendarai mobil ketempat itu.


“Ya benar! Aku merubah mereka semua menjadi robot! Aku bisa merubah apapun jadi robot! Orang-orang itu akan menurut padaku Bella! Mereka akan patuh pada perintahku.” Jeff tersenyum lalu dia menunjukkan sebuah layar monitor dimana remotenya ada didalam saku Jeff.


“Lihatlah ini Bella! Mereka semua menjadi patuh padaku setelah aku memasukkan serum itu ditubuh mereka!”


Jeff bicara sambil tersenyum puas ketika dia mulai menunjukkan bagaimana reaksi serum itu terhadap tubuh seseorang diawalnya. “Kau lihatlaj ini! Mantan istri Dante juga sudah berubah, Bella! Hahaha!”


“Jeff! Kenapa kau melakukan itu? Kenapa kau menjadikan manusia menjadi android?” Bella tak paham cara berpikir pria itu yang menurutnya sangat kejam, bahkan lebih kejam dari Dante.


‘AKu merasa Jeff tidak seperti ini dulu! Aku merasa dia seperti bukan Jeff yang kukenal! Kata-kata yang keluar dari mulutnya lebih cepat dari gerakan mulutnya.’ Bella merasa curiga tapi dia masih berusaha untuk diam dan hanya memperhatikan saja.


“Karena inilah yang terbaik Bella!” ucap Jeff lagi.


“Kau pasti akan setuju denganku kalau kau sudah berpikir sama sepertiku.”


“Dengan begitu, semua orang akan patuh dibawah kakiku! Tidak akan ada yang menentangku!”


“Tapi itu bukan hidup yang sebenarnya Jeff! Kau tidak bisa membuat semua orang patuh didalam kendalimu! Itu nantinya akan membawa kerusakan dan kau tidak boleh melakukan itu!” kata Bella.


“Bella! Kenapa sekarang kau jadi cerewet sekali sih?” Jeff kembali menaruh remote disaku celananya.


Dan dia menghampiri Bella dan menunjuk dengan jarinya menyentuh wajah Bella dan saat itu Bella pun dia saja karena dia takut hingga semakin erat memeluk tubuh Alex.


‘Dingin, suhu tubuh Jeff tidak pernah sedingin ini! Ada apa sebenarnya? Apa dia sudah jadi robot juga?’ Bella bergumam didalam hatinya tapi tidak berani bicara karena takut terjadi sesuatu pada putranya.


“Kenapa denganmu Bella? Bukankah kau selalu senang kalau aku datang? Kemana senyummu?” kata-kata Jeff itu terdengar pelan ditelinga Bella dengan posisi yang sangat dekat. Jeff kembali bertanya ulang dan dia sudah tersenyum simpul.


“Ehm….Jeff, sudah kukatakan padamu kalau sekarang tidak sama seperti dulu lagi! Aku yang sekarang sudah berbeda dan aku sudah menikah!”


PLAK!


“Mommy Bella! Kenapa kau memukul mommy?” Alex yang melihat Bella ditampar langsung berteriak dan menatap tajam pada Jeff.


“Apa kau berani melawanku? Tubuh masih kecil saja kau berani berteriak! Sebaiknya kau berhati-hati kalau bicara denganku, anak kecil!” ucap Jeff dengan marah menatap Alex.


“Jangan sentuh anakku!” Bella langsung memeluk erat Alex.


“Dia anakmu? Bukankah dia anaknya Dante?” tanya Jeff memicingkan matanya menatap tajam.


Dengan mata berkaca-kaca Bella mencoba menjelaskan, “Aku mohon Jeff! Lepaskan aku dan anakku! Aku sudah bahagia sekarang. Tolong jangan ganggu aku.”


“Begitukah? Apa kau lupa darimana asalmu, heh?”


“Aku mohon!” Bella sudah menangis dan semakin erat memeluk anaknya.


“Baik Tuan!” jawab anak buahnya lalu keluar dari ruangan itu.


Bella mencoba untuk berjalan mundur dan memberi jarak lebih jauh dari Jeff ketika anak buah pria itu sudah menutup pintu. Dia sangat ketakutan dan tak ingin sesuatu yang buruk menimpa anaknya.


“Kenapa Bella? Kau takut padaku? Bukankah kau bilang kalau aku adalah yang terbaik?” kalimat itu terdengar seperti penekanan ditelinga Bella yang sudah bercucuran airmata.


“Iya, dulu memang kau sangat baik sekali! Aku selalu merasa nyaman berada didekatmy.” Bella tidak mau melupakan kebaikan Jeff dimasa lalu yang banyak membantunya dan dia mencoba menggunakan trik ini untuk meluluhkan Jeff.


“Lalu kenapa sekarang kau ketakutan melihatku? Apa aku tidak bisa membuatmu nyaman lagi?”


Semua yang dilakukan Bella tidak berhasil malah membuat pria itu semakin menyudutkannya.


“Jangan maju lagi Jeff! Tolong menjaga jarakmu dariku.” Bella mencoba memohon dan dia menggendong anaknya dengan erat dengan airmata bercucuran.


“Jadi kau tidak mau aku mendekatimu lagi Bella?” geram Jeff dan dia sudah mengepalkan tangannya didalam saku celananya.


“Kehidupanku sudah berubah Jeff! Aku sudah mengingat siapa Dante! Dia adalah orang yang membuatku memiliki Alex! Dia adalah pria pertamaku.”


“Pria yang sering kau ceritakan padaku?” Jeff mengerutkan kedua alisnya menatap Bella.


Bella mengangguk pelan, “Iya, dialah orangnya. Dante adalah orang itu.”


“Bukankah kau sangat membencinya?” Jeff bertanya ulang.


“Iya aku memang sangat membencinya! Tapi sebenarnya aku juga sangat mencintainya! Setiap malam aku merindukanna, merindukan tubuhnya dan sikapnya! Saat itu aku tidak pernah tahu bagaimana wajahnya. Dan asal kau tahu sikapmu yang sedikit kasar padaku mengingatkanku padanya, Jeff! Karena itu aku mencoba menikmati permainanmu tapi setelah bersamamu aku selalu merindukannya lebih dari sebelumnya.”


“Jadi kau membandingkan aku dengannya?” tanya Jeff yang semakin gusar didalam hatinya.


Tok tok tok Sebelum Bella bisa menjawab, terdengar suara ketukan dipintu dan diiringi oleh seorang wanita berusia empat puluhan yang masuk keruangan itu.


“Madam Windy?” Bella membelalakkan matanya melihat siapa yang baru saja masuk.


“Halo Bella!” sapaan yang tidak ingin didengar lagi oleh Bella. Dia semakin mengeratkan pelukannya pada Alex dan dia benar-benar ketakutan sekarang. Alex pun merasakan ketakutan ibunya.


“Mommy Bella, aku akan melindungimu. Kau jangan menangis mommy!” ucap Alex.


“Iya Alex! Terima kasih, aku tidak mau menangis.” ucap Bella mencoba tersenyum pada putranya dan merapikan rambuat serta menghapus airmatanya.


‘Ya Tuhan! Ada apa ini? Aku tidak mengerti situasinya. Aku tidak mau terjadi sesuatu pada anakku! Aku yakin mereka ingin berbuat sesuatu pada putraku.’ bisik hati Bella.


“Kenapa kau tidak menjawab sapaanku Bella? Apa kau masih mengingatku?” wanita itu terus saja menyapa dengan senyumnya yang tidak pernah bisa dilupakan oleh Bella. Wanita itu yang dulu selalu menerornya dan membuat Bella ketakutan seperti sekarang ini.


“Madam Windy?” akhirnya Bella pun bersuara.


“Kau tahu apa yang dilakukan Dante pada suamiku?” tanya Madam Windy yang kini berjalan mendekat kesamping Jeff. Dia sudah marah sekali pada Bella dan menunggu saat-saat seperti ini untuk membalaskan dendamnya.


‘Bagus sekali Jeff membawa Bella ke kediamanku. Dan aku senang karena pria itu sudah memberiku rumah baru. Untung saja aku bertemu dengan wanita itu dijalan.’