PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 473. HAL TAK TERDUGA


‘Aku harus memberikan jarak agak jauh! Jeff Amadeo, kau pasti berpikir kalau wanita itu adalah Bella dan mungkin saja sekarang kau sudah menyuruh anak buahmu untuk mengikuti! Aku bisa melihat didepanku ada tiga motor dengan dua mobil anti peluru! Mereka tidak mencurigaiku sama sekali karena aku memakai motor biasa milik warga.’


Dante bergumam dan memang motor yang dikendarai oleh Dante bukanlah motor yang bagus dan tidak memiliki tenaga cukup untuk mengejar motor-motor lain didepannya dan mobil yang sedang saling mengejar. Sehingga Dante berusaha menjalankan motornya dengan santai sambil terus mengamati didepannya.


Karena Dante memang tidak berniat untuk menyerang dan saat ini dia masih ingin mengamati hingga. “Helikopter? Aku yakin itu pasti helikopter milik federal.” ucap Dante.


“Tidak! Aku tidak boleh mengikuti mereka. Aku harus mencari jalan pintas!” Dante pun membelokkan motornya dan berusaha masuk ke semak-semak yang berbentuk bebukitan.


Dan ternyata arah yang ditempuh Dante adalah jalan pintas. Mobil yang dikendarai oleh Anthony berjalan mengelilingi bukit karena dia harus ke sisi lain dari bukit itu sedangkan Dante berjalan memotong bukit. Sehingga dia akan segera berpapasan dengan Anthony diujung jalan itu nantinya.


Doooorrr Doooorrr Dooooorrr


“Cih! Cara kuno!” ucap Dante sambil mengendarai motornya sambil tersenyum. “Ternyata instingku memang tepat!” dia merasa sangat senang dengan kenyataan yang baru saja dilihatnya.


‘Fuuhhh! Untung saja aku memotong dari bukit itu. Aku tak bisa bayangkan kalau aku melalui jalan itu.’


Dante menatap lurus kedepan, ‘Andai aku tidak memilih jalan ini tadi, pasti sangat berbahaya sekali bagiku.’ Dante kembali mempercepat laju motornya. Dan saat ini sedang terjadi baku tembak. Mobil yang mengejar Anthony berusaha untuk menghentikan mobil Anthony dan helikopter juga berusaha untuk menyerang.


Anthony diserang dari berbagai arah dan Dante melihat semuanya sambil terus menerjang bukit bersemak itu. Dante sengaja mematikan lampu motornya agar tidak kelihatan oleh helikopter yang berada diatasnya. Hingga akhirnya Dante berhasil mencapai ujung jalan karena dia mengambil jalan pintas.


‘Sial! Saat tidak ada jalan lain kecuali melewati jembatan itu! Kalau aku pergi sekarang maka orang yang ada dihelikopter itu akan melihatku, mereka akan tahu kalau aku mengikuti merka! Orang yang ada di mobil itu juga bisa melihatku. Motor biasa sepert ini tida mungkin melwati highway! Tidak ada cara untuk berkamuflase disana!’


‘Fuuuhh…..aku harus memberikan jaak tapi bagaimana caraku mengikuti mereka nanti?’ Dante mulai berpikir karena kondisi dirinya saat ini hanya menggunakan motor biasa. It bearti tiak ada pengaman lebih untuknya. Ia bisa saja menjadi sasaran empuk dari helikopter ataupun mobl yang sedang diikutinya.


Sekali tembak aja baju anti pelurunya tidak mungkin sanggup menahan butiran peluru yang datang dari helikopter itu. “Sepanjang jalan ini aku thu dia hanya lurus saja! Masih lima puluh kilomter ke depan sana. Itu berarti aku punya waktu untuk mengejarnya.’ tapi sesaat Dante tida tahu harus melakukan apa karena dia tidak bisa mengubuni siapapun.


Kalau ponselnya disadap maka itu berarti semua oang yang meneleponnya atau orang yng dia hubungi akan diketahui oleh Robert Kane.


Dreeetttt dreeetttt dreeettttt


Suara ponsel yang bergeta an berisik membuat Dante menengok pada tempat penyimpanan barang yang ada dibelakang motor itu.


Dia pun lantas berdiri dan membuka tempat penyimpanannya. “Ponsel? Kebetulan sekali ada ponsel disini? Sepertinya pemilik motor ini mencari ponselnya?” Dante bicara karena saat dia melihat kelayar ponsel itu ada pesan masuk yang menanykan keberadaan motornya sekarang.


“Bodoh sekali orang ini! Dia bahkan tidak mengunci ponselnya dengan sandi.”


Dante berdecak dan juga merasa senang karena ini adalah keberuntungan baginya. Dia pun mengeluarkan ponsel lalu mengecek nomor telepon disana dan segera menghubungi nomor pemilik telepon.


“Siapa kau?”


“Nick! Ini aku Dante! Aku tidak tahu apakah line teleponku aman atau tidak. Aku rasa Robert Kane sudah tahu sesuatu!”


“Aku tidak paham apa maksudmu Dante!” ucap Nick.


“Aku? Bagaimana caranya aku melakukan itu?”


“Segera kirim orangmu setelah aku mengirimkan kordinatnya. Kau ikuti mobil yang berjalan itu. Aku minta kau memantaunya sampai dimana mobil itu nanti.”


“Kau harus tetap menjaga jarak dengan mobil itu. Aku akan menunggu di persimpangn dan suruh orangmu untuk menghubungiku di nomor ini.” ucap Dante lagi.


“Baiklah aku paham sekarang. Segera kirimkan kordinatnya padaku.”


“Tolong kau cek juga siapa yang menyadap nomor telepon kita! Kalau ada, maka kau harus melakukan sesuatu unuk menghentikan mereka menyadap! Setelah berhasil segera informasikan padaku!” ujar Dante memberi perintah pada Nick.


Setelah mematikan telepon,Dante pun mengirimka pesan kepada Nick dimana letak kordinatnya. ‘Kau pikir kalau kau bisa mengelabuiku Robert Kane? Tidak akan pernah berhasil! Aku ingin kau mengejarku, tapi kau salah! Dia mengejar orang-orang Jeff Amadeo. Tapi sekarang aku harus berpikir dimana keberadaanmu?’


“Argggggg tidak mungkin kau berada jauh-jauh dari tempat ini! Aku yakin sekali kalau kau ada di sekitar sini.” Dante sudah semakin geram dan dia tidak ingin kehilangan Robert Kane. Dia sangat meginginkan Robert Kane dibandingan dengan Jeff Amadeo. Karena Dante mnyimpan sesuatu didalam hatinya dan dia tahu kalau yang harus dicarinya adalah Robert Kane.


“Anthony! Yang kau lakukan saat ini sudah bagus sekali. Kau membuat semua ini tampak seperti benaran! Kau kabur dengan wanita berwajah Bella dan orang-orang Jeff menyangka kau melarikan diri. Setidaknya ini membuatku leluasa untuk mencari orang yang telah merebutmu dari keluarga kita”


Dante merasa senang sekali saat ini apalagi dia mengingat kejadian itu tapi dia tak mau membuang waktu lgi, Dante pun menghubungi seseorang.


“Iya, ada apa?”


“Ini aku! Ka sudah pasti mengenali suaraku! Tapi tak perlu memanggil namau. Aku menelponmu denga nomor lain karena aku khawatir nomorku sudah disadap.”


“Apakah orang federal yang melakukan itu? Mereka ingin menjebakmu juga? Dante, katakan dimana kau sekarang!”


“Aku sedang mengejar Anthony!”


“Anthony? Untuk apa kau mengejarnya?”


“Aku mngkhawatirkannya. Karena kondisinya sekarang dia sudah ketahuan bekerjasama denganku. Sekarang nyawanya sedang terancam dan aku ingin melindunginya”


“Apa? Jadi sebenarnya apa yang kau inginkan?”


“Aku tidak bisa menjelaskan semuanya sekarang! Tapi bisakah kau melindungi Sarah? Dia sedang bersama Noel sekarang. Bagaimana menurutmu?”


“Dimana mereka?” tanya Eddi lagi.


“Kau hubungi saja mereka. Aku tida bisa menjelasan secara lengkapnya! Tapi aku sudah mengatakan pada mereka kalau ada apa-apa mereka bisa langsung ke kapal kita.”


“Jadi kau sudah merencanakan untuk kabur menggunakan kapal?” tanya Eddie.