PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 575. APA YANG AKAN TERJADI?


"Kau serius Barack? Pesta pernikahan kita sesuai keinginanku?" Sarah semakin penasaran dan Barack menganggukkan kepalanya lagi.


"Pernikahan seperti apa yang kau inginkan?" tanya Barack.


Sarah berpikir dengan posisi tangannya menyangga tubuhnya. Dia menatap Barack seraya tersenyum malu-malu. "Hmmm....apakah berlebihan kalau aku meminta padamu untuk menikahiku di ruang angkasa?"


Barack memelototi Sarah. "Mau apa kau menikah di ruang angkasa? Kau ingin mendatangi stasiun ruang angkasa? Atau kau mau tamunya alien semua?"


"Hahahahaha.....kalau tidak bisa juga tidak apa-apa. Kita bisa memilih tempat lain." Sarah tertawa melihat ekspresi wajah Barack.


"Aku tidak masalah jika kau memang ingin menikah disana! Aku akan meminta Henry untuk mempersiapkan semmuanya." jawab Barack.


"Henry?" Sarah mengerutkan alisnya.


"Iya, Henry! Aku akan memberitahunya kalau kau menginginkan pernikahan seperti itu."


"Memangnya Henry bisa mewujudkan itu?" Sarah mengerjapkan matanya dan Barack mengangguk.


"Dia adalah orang penting! Henry juga bisa bernegosiasi dengan baik. Aku yakin dia bisa mengatur pernikahan spektakuler seperti itu."


"Jadi, kita akan menikah diruang angkasa Barack?"


"Kita tetap menikah disini!" ucap Barack, "Tapi setelah menikah, kita bakan memakai pakaian penganti kesana."


"Wow! Apakah itu mungkin?" Sarah mengerjapkan matanya tak percaya.


"Hmmm.....sebenarnya sulit ! Di luar angkasa kita harus memakai pakaian khusus. Tapi karena ini keinginanmu maka aku akan mencoba memikirkan bagaimana cara untuk mewujudkannya!"


Sarah dengan cepat menggelengkan kepalanya. "Tidak usah! Kita menikah dirumah saja. Aku tidak mau disana! Nanti repot dan tidak mungkin semua orang pergi bersama kita."


"Bukankah kau menginginkan pernikahan seperti itu?" Barack bertanya ulang untuk memastikan.


"Tidak Barack! AKu hanya bercanda saja. Kita buat pernikahan yang sederhana saja. Lagipula akku takut sekali kalau harus pergi ke ruang angkasa dengan pesawat sekecil itu. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada pesawatnya?"


(Sementara itu saat Henry dan Omero meninggalkan ruangan dimana Anthony dan Anna masih berada didalamnya)


"Tuan, sepertinya anda sangat bahagia." ucap Henry yang memperhatikan raut wajah Omero.


"Ya kau benar sekali Henry! Aku memang sedang bahagia." jawab Omero. "Aku merasa senang sekali dan merasa lega. Semuanya sudah berakhir dan anakku sudah kutemukan lagi!"


"Meskipun anak anda yang lain...." Henry menghentikan kalimatnya karena merasa tidak enak melanjutkan kata-katanya. Dia menahan dirinya yang mengerti tentang apa yang dialami Omero.


"Anakku yang lain tidak ada disini Henry! Cassandra putri kecilku sudah menyusul ibunya. Sama seperti anakku yang satu lagi juga sudah menyusul ibunya!" ucap Omero lirih.


"Maafkan saya, Tuan!"


Omero menggelengkan kepalanya, "Aku merasa semuanya ini adalah yang terbaik." jawab Omero ketika pintu lift terbuka dan mereka masuk kedalam lift.


"Saya juga berpikir begitu Tuan!"


Omero menatap pintu lift yang tertutup rapat dan tersenyum, "Aku berharap ini adalah akhir semuanya! Tidak ada lagi pertarungan seperti ini. Karena sekarang semuanya sudah mengerikan." ucap Omero karena dia belum pernah mengalami pertarungan seperti ini.


'Mateo! Sejak dulu aku sudah memperingatimu agar menjauhi Robert Kane! Dia bukan orang yang tepat tapi kau tidak mendengarkanku. Lihatlah akibatnya, kau mempercayainya waktu itu dan hari ini dunia hampir saja berubah menjadi sesuatu yang mengerikan. Dia membuat begitu banyak manusia robot.' gumam Omero didalam hatinya.


'Tapi aku tidak menyalahkanmu karena putramu Dante bisa menyelesaikan semuanya. Kau seperti menabuh racun tapi kau juga sudah menyiapkan obatnya.' bisik hati Omero lagi.


"Anda benar sekali Tuan! Semuanya sangat mengerikan. Bahkan kami dari pihak keamanan internasional hampir tidak bisa menanggulanginya. Andaikan mereka tidak menemukan solusinya." sahut Henry.


"Lalu bagaimana nasib menantuku Dante sekarang, Henry?" tanya Omero dengan wajah muram. "Apa mereka akan tetap mencari dan menginginkan menantuku?"


"Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku Henry?" ucap Omero menautkan kedua tangannya.


"Saya mohon maaf, Tuan! Berdasarkan informasi yang saya peroleh, mereka tidak akan melakukan apapun pada Tuan Dante. Mereka akan membebaskannya karena tanpa bantuan Dante maka semua masalah ini tidak akan pernah terpecahkan." akhirnya Henry mengatakan semua yang sudah direncanakan oleh petinggi FBI.


"Apa kau yakin apa yang mereka katakan itu benar? Apa menurutmu mereka bisa dipercaya?" tanya Omero yang masih merasa ragu dengan apa yang barusan didengarnya.


Henry hanya menggelengkan kepalanya ketika pintu lift terbuka dan mereka keluar dari lift. "Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, Tuan. Tapi apa yang mereka katakan sekarang karena bantuan Tuan Dante dan teman-temannya sehingga mereka tidak perlu melakukan apapun untuk mengatasi masalah itu. Sehingga mereka memberikan penangguhan kepada Tuan Dante."


"Apa maksudnya penangguhan?"


"Hm, apabila Tuan Dante memiliki bisnis ilegal lagi maka mereka akan menindaknya nanti." jawab Henry.


"Ah begitu rupanya." Omero tersenyum kecil. Mereka bahkan lupa jika semua bisnis yang mereka jalankan saat ini adalah bisnis ilegal dengan banyaknya anggota mafia yang berlindung dibawah naungan mereka.


"Untuk saat ini FBI masih memandang saya Tuan! Mereka tidak akan melakukan tindakan apapun pada tuan Dante dan mungkin untuk beberapa tahun kedepan mereka juga akan memandang Manuel. Jadi mereka tidak mungkin melakukan sesuatu yang buruk pada Tuan Dante! Namun jika ada perubahan di pemerintahan dan pimpinan nantinya, saya tidak tahu Tuan!" ujar Henry.


"Kita tidak pernah tahu siapa pemimpin selanjutnya dan seberapa licik dan seberapa besar keinginannya untuk mendapatkan informasi mengenai dimiliki Tuan Dante. Kita tidak bisa membayangkan semuanya sekarang." Henry mengatakan yang sebenarnya.


Dia tidak ingin menutupi dan mereka membicarakan hal ini secara terbuka karena mereka pun mengetahui bagaimana permainan yang ada di pemerintahan. Keduanya saat ini sedang berjalan berkeliling dan berhenti di taman belakang bunker.


Di bunker itu juga memiliki taman yang disinari dengan cahaya. "Ini yang aku takutkan! Haaah! Sebaiknya kita kembali saja ke kamarku, Henry!" ucap Omero mengalihkan pandangan matanya pada teman-teman Dante yang sedang menyiapkan minuman.


"Tunggu sebentar Henry." Omero meminta Henry yang mendorong kursi rodanya untuk berhenti sejenak. Pandangan mata Omero pun menatap dengan senyum pada teman-temannya Dante.


"Ada apa Tuan?" tanya Henry.


"Lihatlah mereka. Sepertinya mereka sedang mengadakan perayaan." ujar Omero yang masih tersenyum.


Henry pun tersenyum menatap kearah yang ditunjukkan Omero. Mereka melihat kebahagiaan yang ditunjukkan oleh teman-teman Dante. "Mereka ingin merayakan kemenangan hari ini Tuan!"


"Ya, tapi mereka tetap berhati-hati." ucap Omero mengangguk.


"Ya, saya tahu Tuan!" Henry kembali menatap kerumuman itu.


"Ini yang aku khawatirkan. Apa yang akan terjadi padanya nanti? Apa yang akan terjadi pada putranya Alex? kepada kehidupannya kalau Dante tidak lagi ada didunia ini?" suara Omero terdengar lirih.


"Bisnis hitam ini memang sudah tidak bisa di negosiasi lagi Tuan. Sekali masuk maka akan sulit untuk keluar apalagi orang yang setenar Tuan Dante! Mereka akan menjadikannya incaran. Yang saya khawatirkan kalau Tuan Dante tidak meneruskan bisnisnya. Mereka akan menjadikan Tuan Dante sebagai santapan untuk menaikkan jabatan mereka."


"Maksudmu dengan memutar balikkan fakta?" Omero mengeryitkan dahinya.


"Iya Tuan." Henry mengangguk. "Tapi saya akan tetap melindungi Tuan Dante dan melakukan yang tebraik untuknya." ucap Henry lagi.


"Aku hanya menginginkan agar Dante bisa hidup dengan tenang dan bahagia bersama putriku dan cucuku. Aku ingin semua masalah ini selesai karena sudah tidak ada dendam lagi Henry."


"Hei, kenapa kalian tidak bergabung bersama kami disini? Kemarilah dan minum bersama kami." Hans yang melihat kedua pria paruh baya itu pun langsung menyapa mereka.


"Kalian minum dan bersenang-senanglah. Kami hanya melihat-lihat saja." jawab Omero menolak dengan menggelengkan kepalanya. "Selamat untuk kemenangan kalian."


"Tidak ada kemenangan tanpaku! Kenapa kalian malah meninggalkanku?" terdengar suara seseorang membuat mereka langsung menoleh kearah datangnya suara.


"Eddie! Akhirnya kau datang juga." sapa teman-temannya.


"Ya aku baru saja menyelesaikan urusan penyelamatan beberapa anggota kita. Ternyata mereka adalah satu-satunya kelompok yang selamat dari anggota kita." kata Eddie lagi.


"Kita mengalami banyak kekalahan. Anak buah Dante banyak yang gugur di pertempuran kali ini bukan?" ujar Omero yang dijawab Eddie dengan anggukan kepala.