
“Dante, apakah mungkin istrimu? Maksudku mantan istrimu Tatiana bekerjasama dengan Jeff untuk melakukan semua ini? Bukankah mantan istrimu masih memiliki akses kerumahmu mungkin kan?”
“Tatiana? Aku tidak tahu! Tatiana tidak mungkin bisa melakukan ini!” ujar Dante ragu.
“Sebelum aku pergi aku melihat Jeff berbicara dengan Tatiana didalam kamar!” ujar Manuel.
“Tapi aku tidak bisa masuk ke kamar itu. Dan setelah kami berangkat, Tatiana pun juga berangkat ke satu tempat! Dia berama dengan seorang pria lainya. Aku mengenal namanya adalah Jake!”
“Apa hubungan mereka dengan Jeff Amadeo?” Dante bertanya sambil berpikir sesuatu.
“Aku tidak tahu! Makanya aku bertanya padamu. Apa yang bisa dilakukan mantan istrimu itu?”
“Kau adalah asisten Jeff Amadeo! Jadi kau tidak tahu menahu tentang manusia robot itu?”
“Aku tidak tahu, Dante! Apakah ada kemungkinan Jeff sudah mencurigai aku dan Barack?”
“Kalau begitu, tidak ada lagi yang bisa kukatakan pada kalian berdua selain berhati-hatilah.” kata Dante. ‘Bodoh! Pasti kalian berdua sudah membicarakan sesuatu berdua tanpa menjaga rahasia.’
‘Tidak mungkin ketiga wanita itu bisa berada disini! Robot-robot itu datang karena keteledoran kalian berdua! Hah, kalau kau memang ingin menjadi mata-mata seharusnya kau bilang padaku Barack! Jangan kau bermain sendiri seperti ini dan sekarang kalian berdua kebingungan sendiri harus bagaimana bukan?’ keluh Dante.
Sebenarnya dia juga merasa pusing memikirkan jika terjadi sesuatu pada Barack karena saat ini Sarah ada bersama pria itu. Tapi Dante tidak bisa melakukan apapun! Dia adalah tipe orang yang dingin tidak seperti Hans yang bisa meluapkan sesuatu yang manis atau menunjukkan bahwa dirinya khawatir.
“Kami paham! Sekarang aku harus segera memberitahu komandanku supaya mereka bisa melindungi Henry disana.” ujar Manuel.
“Ya, aku titip keselamatan Henry padamu! Terima kasih untuk alamatnya, aku akan mencoba masuk kesana dengan caraku sendiri! Sampai jumpa ditempat yang sudah kita janjikan!”
Dante tidak lagi memperpanjang pembicaraan, dia sudah mematikan teleponnya dan sekarang Manuel hanya menatapi layar ponselnya dengan pikiran yang berkecamuk.
‘Android! Jadi android itu sudah di produksi oleh Jeff? Tapi kenapa aku tidak tahu tentang itu? Apa yang sudah aku lewatkan? Aku adalah asistennya dan dia selalu mengatakan segalanya padaku.’ pikir Manuel.
‘Ada apa ini sebenarnya? Apa yang sudah terjadi? Apa Jeff sudah mengetahui tentang identitas kami yang sebenarnya? Tapi bagaimana mungkin? Kami selalu menjaga rahasia dengan baik?’ hati Manuel pun menjadi kacau balau.
Dia tahu betapa keamnya Jeff Amadeo. Dia tidak takut akan kematian tapi saat ini yang dikhawatirkannya adalah misi yang selama ini diembannya.
“Apa yang sedang kau pikirkan Manuel?” Barack bertanya saat dia melihat rekannya itu diam saja.
“Sesuatu telah terjadi! Tapi mungkin bukan hal penting! Aku akan bicara soal ini nanti.” jawab Manuel sekenanya menanggapi pertanyaan Barack.
“Katakan saja sekarang! Kenapa harus menunggu nanti?” Barack sedikit memaksa karena penasaran.
Barack menatap Manuel melalui kaca spion dan Manuel pun melakukan hal yang sama. Melalui tatapan matanya Manuel memberikan isyarat pada Barack, dia tidak tahu apakah Barack mengerti atau tidak pesan yang disampaikannya itu.
“Nanti sajalah! Kau menyetir saja yang benar. Nanti kalau pekerjaan kita sudah selesai barulah aku akan menceritakan semuanya padamu!” ujar Manuel sambil mengetuk-ngetuk bahu Barack.
‘Apa iya bisa begitu?’ tanya Barack dalam hatinya. Lalu dia mengembalikan ponsel milik Manuel. Keduanya pun langsung diam dan tenggelam dalam pikiran masing-masing ketika mereka sudah mendekati tempat tujuannya.
‘Dari tadi aku sudah banyak bicara! Kalau memang Gabriella masih aktif berarti dia bisa mengirimkan pesan suara tadi kepada Jeff.’ pikir Barack lagi.
‘Pria itu pasti tahu apa saja yang aku dan Manuel bicarakan! Aduhhh tapi apa yang terjadi pada Dante? Android? Apakah ada robot yang aktif?’ pertanyaan-pertanyaan itu kembali memenuhi pikiran Barack. Dia mulai merasa tidak nyaman dan perjalanan mereka hanya kurang dari tiga kilometer lagi untuk sampai ke kediaman Jeff Amadeo.
Tapi kalau Gabriella memang bisa mendengarkan semua pembicaraan mereka itu berarti Barack harus memikirkan backup plan untuk mereka.
“Apa yang sedang kau lakukan Manuel?” tanya Barack tiba-tiba.
“Tidak ada! Aku tidak melakukan apapun. Kau menyetirlah lebih cepat supaya kita cepat sampai.” jawab Manuel sambil melirik kearah Gabriella dan wanita itu tampak masih memejamkan matanya.
‘Kalau wanita ini masih menutup matanya, tidak mungkin dia bisa merekam apapun disini! Lagipula kami tidak memasukkan kamera pengintai dimatanya tapi pada telinganya aku sama sekali tidak tahu apakah Jeff meminta timnya untuk melakukan perubahan?’ gumam Manuel sendiri didalam hatinya.
‘Tapi kemarin aku sudah melakukan perubahan!’
‘Aku sudah melakukan perubahan pada Gabriella dan mereka semua tidak ada yang tahu!’ Manuel jadi bingung sendiri bagaimana menyikapi hal ini. Mereka sama sekali tidak mengetahui tentang android yang dikirimkan oleh Jeff. Tapi memang Jeff memiliki kemampuan melakukan itu. Dia sudah menciptakan manusia android lebih dulu.
Mereka sudah memiliki markas untuk itu dan sudah siap beraksi kapan saja. Hanya tinggal menunggu waktu dan uji coba saja. “Ada yang ingin kau bicarakan denganku?”
“Tidak ada! Mungkin aku hanya sedikit mengantuk saja.” jawab Manuel tapi dia sudah menyerahkan ponselnya kepada Barack lagi.
(Siapkan backup plan! Kalau aku memikirkan tentang hal ini kurasa Gabriella memang mendengar semua yang kita katakan! Tapi dia mungkin tidak menyadarinya sekarang tapi telinganya masih tetap aktif mengirimkan sinyal! Kau tahu kan saat orang tidur, indera pendengarannya itu masih aktif)
‘Mati aku! Tadi semuanya sudah kukatakan dan kami juga banyak bicara! Kalau begini Jeff pasti sudah tahu kalau wanita yang ada bersamaku ini adalah Bella palsu!’ otak Barack pun kembali pusing dan dia menghentikan mobilnya sejenak di pinggir jalan dengan jarak mereka masih dua setngah kilometer lagi dari tempat tujuannya.
“Ada apa? Kenapa kau berhenti disini?” tanya Manuel.
“Sial! Mesin mobil bermasalah!” ujar Barack tapi Manuel sudah bisa melihat gerakan bibir Barack yang memberinya kode.
“Biar aku saja yang mengecek.” kata Manuel.
“Baiklah. Lakukan secepatnya! Kita tidak boleh terlambat!” Barack menyuruh Manuel keluar.
“Apa kau sudah menemukan sesuatu yang rusak?” tanya Barack lagi setelah dia membuka pintu dan menghampiri Manuel. Barack sudah mengambil kunci mobilnya karena merasa khawatir jika Gabriella terbangun dan mengambil kunci mobil itu.
“Entahlah! Harus ku cek dulu!” ujar Manuel dengan suaranya yang dibuat berintonasi tinggi dan masih bisa mendengar Barack yang menutup pintu mobil.
“Kau yakin?” Barack berbisik dan kap mobil sudah dibuka membatasi pemandangan dari dalam mobil kearah luar. Percakapan mereka pelan sekali bahkan hanya bisa didengar oleh mereka berdua saja.
(Jangan bicara! Kau tahu kan pendengarannya sudah dirubah menjadi sangat sensitif? Suara sekecil apapun bisa terdengar jelas oleh Gabriella! Dia bisa mendengar suara berbisik dengan jarak maksimal dua puluh meter dari posisinya)