PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 423. MAYAT GABRIELLA


Barack menyeret Nick masuk kedalam salah satu kamar mandi. Dia juga memastikan tidak ada cairan darah dilantai kamar mandi. Sikap Barack itu membuat Nick merasa bingung dan heran.


‘Kenapa harus menyembunyikan wanita ini? Kita bisa saja pergi dari tempat ini, kenapa harus melakukan semua hal bodoh ini? Apa lagi rencana Barack disini? Sudah ketahuan bukannya pergi mencari tempat aman tapi dia malah masih meneruskan aktingnya.’ bisik hati Nick.


 


Dia tidak tahu apa keinginan Barack tapi dia mencoba untuk mengikuti saja permainan Barack karena tadi dia melihat wajah Barack yang panik. Rasa bersalahnya memaksa Nick patuh kali ini.


“Aku tidak punya waktu Nick! Kau diam saja disini dulu dan jangan kemana-mana. Kalau kau mendengar suara dari jangan bicara apapun juga, kau paham?”


 


Nick mengangguk.


“Kau tunggulah sampai aku datang. Kalau ada yang mengetuk dan mengatakan kalau itu adalah orang suruhanku, kau boleh keluar. Percayalah padanya dan ikuti arahan darinya.” ucap Barack. Lagi-lagi Nick hanya mengangguk membuay hati Barack cukup tenang untuk pergi dari sana.


“Terima kasih Nick. Aku pergi dulu!”


 


Dengan wajah cemas Barack keluar dari dalam kamar mandi dan melihat sekelilingnya. ‘Syukurlah tidak ada yang melihat tapi suara itu? Fuuuhhh! Dia pasti sudah tahu karena terhubung ke komputer miliknya. Nick kau tidak tahu apa yang ada didalam tubuh wanita itu! Saat dia dalam bahaya maka bunyi tadi akan muncul. Mereka sudah menanamkan chip didalam tubuhnya untuk mengatur kerja syaraf didalam tubuhnya.’ bisik hati Barack yang terlihat berjalan dengan cemas.


‘Mereka akan segera mencari Gabriella! Mereka akan  melacak keberadaannya dimana! Ahhhhh…..Nick kau merepotkanki saja! Bertindak sesukamu…...apa yang sebenarnya kau lakukan hingga datang ketempat ini?’ gumam Barack didalam hatinya.


 


Tubuh Gabriella memang menjadi kelinci percobaan Jeff Amadeo kakaknya sendiri, dia tidak puas hanya memasukkan pengganggu di otak Gabriella tapi Jeff juga menggunakan penanda alarm bahaya apabila sesuatu terjadi pada Gabriella. Ini untuk melindungi dirinya sendiri karena apabila mereka mengautopsi Gabriella maka benda ditubuhnya itu akan meledak.


 


Sehingga semua informasi tentang dirinya akan selalu aman dan tak terdeteksi, hal itulah yang membuat Barack pusing dan marah sehingga dia langsung menulis pesan kepada seseorang.


“CCTV! Aku minta CCTV yang ada di restoran tolong semua dimatikan. Suruh siapapun untuk melakukannya dan pergilah ke kamar mandi pria! Satu orang temanku ada disana dan tolong keluarkan dia dan ambil Gabriella! Aku akan mengamankan taman.”


 


Pesan yang dikirimkan oleh Barack kepada Manuel, kini dia berjalan menjauh dari kamar mandi dan langsung bertemu dengan orang-orang Jeff yang membuat kepalanya berdenyut untuk mencari alasan agar melarang pria-pria berbadan besar itu menuju kamar mandi pria dimana dia menyembunyikan Gabriella dan Nick.


 


“Kalian mau kemana?” tanya Barack pada para pengawal Jeff itu.


“Tuan Jeff menyuruh kami mencari adiknya Nona Gabriella! Bukankah tadi anda bersamanya Tuan?”


“Betul!” Barack mengangguk. “Dia tadi mengikutiku tapi aku tidak tahu kemana dia sekarang.” jawab Barack sambil mengangkat bahunya.


 


‘Semoga saja mereka percaya padaku. Aduhhh sulit sekali aku memberikan alasan kalau begini.’ bisik hati Barack yang merasa takut dan cemas didalam hatinya tapi ekspresi wajahnya tetap tenang tak ada sedikitpun kecemasan.


“Kalau begitu, bisakah kau membantu mencarinya?”


 


Barack mengangguk dengan perasaan lega karena mereka semua mempercayai ucapannya. ‘Setidaknya hubunganku dengan Gabriella membuat mereka sedikit memberiku muka.’ bisik hatinya.


Orang-orang Jeff sekarang memang lebih patuh pada Barack dibandingkan dulu. Sejak mereka mengetahui dan berpikir jika Barack memiliki hubungan spesial dengan Gabriella adiknya Jeff.


 


“Aku akan mencarinya kesana! Mungkin kalian bisa mencarinya kesana dan kesana.” ucap Barack sambil menunjuk kearah kanan dan kiri yang menggunakan jari telunjuknya.


“Baiklah! Kami permisi dulu.” ucap pria itu.


‘Wah bodoh juga kalian! Tapi baguslah mereka mempercayaiku...hahahha…..’ Barack senang sekali karena tidak ada yang mendekati kamar mandi.


 


 


“Rodrigo!”


Suara seorang pria memanggil Barack sebelum dia sampai ke kamar mandi. Panggilan itu sontak membuat Barack kesal lalu menoleh kearah suara.


‘Aduh! Kenapa dia kesini? Apa dia punya alat pelacak dimana adiknya berada ya? Tapi Manuel tidak pernah menceritakan ini padaku. Mereka memiliki pelacak tempat tapi apa sedetail ini sampai dia tahu kalau adiknya di kamar mandi?’


 


Barack mulai ketakutan jika sampai ketahuan apa yang terjadi di kamar mandi. Dia belum memikirkan rencana cadangan kalau sampai ketahuan oleh Jeff. “Ada ada kau mencariku Jeff?”


Barack tidak bergeming dari tempatnya berdiri, membiarkan Jeff yang datang menghampirinya. ‘Sebaiknya aku disini saja tidak terlalu dekat dengan kamar manda agar Jeff tidak curiga.’ bisik hatinya.


 


“Apa kau melihat adikku?” tanya Jeff dengan wajah cemasnya.


“Tadi dia mengikutiku tapi aku tidak tahu kemana dia perginya.” Barack menoleh kekanan dan kirinya.


“Tapi sekarang aku tidak tahu dia kemana, tadi ada penjaga juga yang menanyakan padaku. Memangnya ada masalah apa? Apa dia mengganggumu?”


 


“Tidak! Dia tidak melakukan apapun denganku tapi aku khawatir dengan keberadaannya sekarang. Apa kau benar-benar tidak ada melihatnya?” tanya Jeff mencoba memastikan sekali lagi sambil menatap Barack dengan serius untuk melihat ekspresi wajah pria itu.


‘Sepertinya dia memang tidak tahu keberadaan adiknya. Dia terlihat mencarinya, baguslah kalau begitu! Aku jadi bisa bernapas lega sekarang. Meskipun dia terlihat berhati-hati dan memperhatikan sekitar kamar mandi.’ bisik Barack didalam hatinya.


 


Sebenarnya Barack sudah tidak tenang karena dia ingin fokus menyelesaikan apa yang ada di kamar mandi tapi Jeff malah mengajaknya bicara. Barack pun tak lengah, dia terus memperhatikan jika ada orang yang berjalan ke pintu masuk kamar mandi tanpa membuat Jeff curiga.


 


“Kenapa kau mencarinya?” tanya Barack.


“Aku…..” Jeff tidak mau menceritakan apapun karena itu adalah rahasianya.


“Barack?”


Sebelum Jeff melanjutkan perkataannya, sudah terdengar suara wanita yang memanggil Barack. “Sedang apa kau disini?” ujar Jeff menyapa wanita itu.


 


Tak mempedulikan sapaan Jeff, wanita itu masih tetap memperhatikan Barack. Dia menghampiri pria itu tapi Barack tetap diam dengan kedua tangannya masih berada di dalam saku celananya. Dia membiarkan wanita itu mendekat, hal itu membuat si wanita pun heran dan bertanya-tanya jika pria itu adalah orang yang dia kenal.


 


‘Kenapa dia diam saja? Apa benar dia Barack? Ah, tidak mungkin aku salah orang! Dia memang Barack sahabat Dante! Fuuhhhh….jadi dia juga mengkhianati Dante? Oh jadi begini permainannya. Aku bisa mengadukannya pada Dante dan mungkin dengan cara itu aku bisa kembali pada Dante. Tapi bagaimana kalau dia bertanya tentang Jeff? Dia kan sudah tahu hubunganku dengan Jeff? Aihhhh kenapa jadi sulit begini?’


 


“Kau Barack kan?” tanyanya lagi karena masih tidak ada respon dari Barack.


"Hei!kau salah orang Tatiana, dia bukan Barack tapi Rodrigo!”


“Hah? Rodrigo? Kenapa bisa begitu? Tapi wajahnya mirip sekali dengan Barack! Tidak mungkin aku salah orang karena dia adalah salah satu orang kepercayaan Dante!”


 


Tatiana memicingkan matanya memperhatikan Barack. Dia memang tidak terlalu dekat dengan teman-teman Dante karena pria itu tidak mengijinkannya untuk bergaul dengan mereka tapi Tatiana sangat mengenal Barack jadi dia yakin kalau pria didepannya ini adalah Barack.