
“Barackkkk! Jadi kau benar-benar tidak mengingatku dan sudah merencanakan itu?”
“Aku sudah bilang, aku tidak perlu mengingat apapun lagi. Ingatanku sudah kembali!” ujar Barack membalikkan badanya dengan santai meninggalkan Nick.
“Arrrggggg!”
Dooorrr doooorrrr doooorrrr
“Kenapa kau menghabiskan pelurumu untuk menembak tembok? Kenapa tidak langsung menembak aku saja? Kau masih bisa melakukannya karena aku sudah membalikkan tubuhku?” Barack terkekeh.
“Aku ingin bicara denganmu Barack! Kau mau pergi kemana?”
“Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan!” Barack melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan Nick yang tidak bisa berbuat apa-apa karena dia sudah berjanji pada Dante untuk menahan dirinya dan tidak melakukan apa-apa pada Barack.
“Arrrhhhh! Bocah kurang ajar itu! Kenapa dia melakukan hal ini padaku? Apa yang mereka tanamkan didalam pikiran Barack? Barack benar-benar amnesia? Kau tidak meledakkan senjata karena alasan kalau dia tahu senjata itu murahan? Benarkah kau kini menjadi musuh kami Barack?” Nick masih belum bisa menerimanya tapi semua yang dikatakan oleh Barack sangat masuk akal dan Nick pun tidak mengejar Barack lagi.
Suara tembakan sudah berhenti dan benar apa yang dikatakan Barack bahwa semua orang yang dikatakannya sudah mati sehingga tidak ada saksi dan bukti di pihak White kalau mereka tidak bersalah! Bahkan anak buah Jeff tidak menyakiti anak buah Nick kecuali Nick yang terluka ditembak oelh Barack.
“Kau tidak apa-apa?”
“Kenapa kau tidak mengejarnya? Kapan kau sudah datang kesini?” tanya Nick gusar saat melihat siapa yang datang menghampirinya.
“Aku sudah datang sejak tadi tapi aku masih bersembunyi. Kakimu sakit?” jawab Eddie menatap kearah kaki Nick yang tertembak.
“Cih! Simpan saja tawamu itu. Apa Dante mengirimmu kesini untuk bersembunyi? Kau bahkan tidak membantuku untuk menyakinkan Barack kalau dia adalah orang kita.”
“Kalau dia benar-benar amnesia maka dia tidak akan mau mendengarmu Nick. Biarkan saja dulu.”
“Tapi sekarang semua anak buah White sudah mati! Apa yang harus kulakukan? Kau tahu orang-orang pasti akan menghujat kita dan berpikir kita curang dan ini akan berpengaruh buruk pada kita. Transaksi mereka adalah transaksi yang terbesar.”
Eddie menggelengkan kepalanya, “Tenang saja aku bersembunyi bukan berarti aku tidak bekerja.”
“Apa maksudmu Eddie?”
“Nick! Jangan pernah lupa kalau setiap kejahatan pasti meninggalkan bukti. Tak peduli seberapa pandainya mereka menghapus jejak.”
Sementara itu dikediaman Dante
“Aku tidak yakin apa semua yang kupikirkan tentang Barack adalah benar. Aku tidak bisa membayangkan kalau Barack benar-benar hilang ingatan dan mendukung Jeff. Barack cukup cerdik dan pikirannya tidak bisa dipahami. Aku akan sedikit pusing dengan urusan yang akan dia buat.” Dante berdecak, “Tapi aku tidak berharap itu akan terjadi. Nick bilang mungkin saja dia tidak hilang ingatan tapi kenapa aku jadi ragu?”
‘Kenapa dia harus repot-repot mengeluarkan senjata itu? Padahal kalau memang dia ingin membuktikan kalau dia setia pada Jeff Amadeo, dia harusnya menghancurkan senjata itu karena pasti ada anak buah Jeff yang bersama dengannya. Kalaupun dia sendiri, aku yakin pasti ada orang yang menguntitnya! Apa Barack tidak memikirkan hal itu?’ Dante bergumam sendiri didalam hatinya.
‘Apa mungkin Jeff sudah mempercayai Barack untuk melakukan ini sendirian? Ah tapi kenapa aku jadi meragukannya? Kata Nick senjata disana hanyalah senjata murah harusnya Barack sudah memeprhitungkan kerugianku, tapi biarlah!’ disatu sisi Dante senang karena seandainya dugaannya benar dan Barack tidak hilang ingatan tapi disisi lain dia curiga karena barang-barang itu tidak seharusnya dikeluarkan.
“Aku juga punya urusan penting. Nick dan Eddie pasti bisa mengurus Barack! Apalagi kalau benar yang mereka katakan dan dugaanku Barack hanya pura-pura amnesia.” ucap Dante menekan nomor telepon seseorang.
“Kenapa kau meneleponku Dante? Hari ini sangat melelahkan bagiku. Aku mau tidur...hoaaammm.”
“Anthony! Jangan menguap ditelingaku.”
“Aku mengantuk sekali, kau mau apa?”
“Buka matamu! Aku sudah sampai dirumahku dan aku ingin menjemput Bella sekarang juga. Waktuku kesana kurang lebih satu jam dengan pesawat.”
“Malam-malam begini kau mau melakukan transaksi?” tanya Anthony mengeryitkan dahinya.
“Ya, bukan transaksi. Aku ingin mengambilnya, menjemputnya! Aku akan menitipkan untukmu satu Bella lagi.” ujar Dante.
“Apa? Aku malas. Besok sajalah.” Anthony dengan cepat menolak.
“Bangun kau! Aku mau Bella sekarang juga. Cukup kau lakukan saja apa yang ku perintahkan. Bukankah kau ingin mendapatkan Jeff Amadeo?”
“Tapi kita partner ya? Aku bukan anak buah. Dan aku tidak berniat menjadi anak buahmu, menjadi mafia! That’s not a such good idea! I don’t want it! Aku bukanlah mafia.” nada suara Anthony seperti mencemooh.
“Cih! Kau pikir aku menjadikanmu anak buahku? Jangan mimpi! Kau cukup bermain dengan anak presiden itu! Karena aku tidak berharap kau dekat denganku.” sindir Dante.
“Hahahaha jadi kau sudah tahu rumor itu? Baiklah, aku bangun. Kalau kau tidak membutuhkanku aku juga tidak membutuhkanmu. Kita hanya partner untuk mendapatkan Jeff, benar begitu?” ujar Anthony tertawa mendengar kalimat sindiran yang diucapkan oleh Dante.
“Good! Kalau kau sudah sadar tentang hubungan kita. Aku akan menjelaskan padamu nanti.”
“Oke!”
“Lalu dimana kita akan bertemu Anthony?” tanya Dante serius
“Eh iya aku pikirkan dulu ya. Aku akan mengirimkan koordinatnya dan aku bersiap sekarang. Satu jam kau akan sampai disini kan? Aku akan pikirkan jarak yang tidak terlalu jauh dari bandara dan juga tidak terlalu jauh dari tempatku.”
“Hmmmm….lakukan sekarang. Ingat! Aku akan sampai dalam satu jam karena itu kau harus bersiap skearang. Aku tidak suka menunggu dan saat transaksi kita selesai aku akan menjelaskan tentang Jeff.”
“Oke, aku percaya padamu kalau begitu sekarang aku matikan teleponnya dulu.” ucap Anthony segera mematikan handphonenya.
Tak menunggu lama, Anthony pun segera mengirimkan koordinat tempat pertemuannya dengan Dante.
‘Apakah yang aku lakukan ini benar? Bekerjasama dengan mafia kelas kakap seperti Dante?’ pikir Anthony lagi, ‘Tapi dia yang paling aku percaya saat ini walaupun aku tahu dia bukan orang baik tapi setidaknya aku tahu kalau dia dalah orang yang selalu menepati janjinya. Dia tidak pernah menipu dengan kata-katany!’ ujar Anthony didalam hatinya untuk menyakinkan diri sendiri.
Anthony bangkit dari tempat tidurnya lalu mengenakan pakian kasual untuk pergi menemui Dante. ‘Aku harus cepat!” ucap Anthony. “Aku tidak boleh membuat kecurigaan yang nantinya membuat ayahku bertanya-tanya tentang loyalitasku pada pihak federal!” lalu Anthony segera mengambil handphone nya dan menghubungi dokter Anna.