PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 450. FINAL BATTLE


“Waktu kita tinggal tiga puluh detik lagi. Ayo cepat!” ujar Dante sambil melepaskan pakaiannya.


“Kenapa anda membuka baju?” tanya Noel saat melihat Dante melepaskan baju yang dipakainya.


“Kita akan berpegangan pada kabel listril. Kita akan main flying fox!” jawab Dante membuat Noel lagi-lagi terkejut dan tidak percaya pada apa yang barusan didengarnya.


 


‘Flying fox dengan kabel listrik?” dia tak paham namun dia melakukan apa yang diperintahkan Dante. Posisi penjara itu memang agak diatas dan mereka melewati pagar penjara menurun ke tiang listrik selanjutnya yang ada diluar penjara, dari menara menuju ke kabel listrik itu jaraknya hanya kurang dari satu meter.


Mereka bertiga membuka pakaian dan menggunakan pakaian itu sebagai jemuran yang dipasangkan di tali jemuran lalu di kedua sisinya mereka berpegangan dan meluncur.


 


“Fuuuuhhh! Aku tidak bisa percaya kalau kita berhasil. Tapi sekarang kita yangkut diatas pohon ini.”


“Lebih baik kita nyangkut di pohon ini sementara waktu. Daripada disana, lihatlah sekarang listrik sudah menyala kembali. Kau yangkut didalam sana dan tak tahu jalan keluar. Apakah tidak repot?”


“Iya benar juga. Anda memang hebat.” ucap Noel menoleh pada ayahnya. “Oh ayah? Apa kau baik-baik saja? Apa kau terluka?”


 


“Aku tidak apa-apa.” jawab Dante Emilio. Dia mencoba menenangkan putranya tapi memang wajahnya seperti sedang menahan sesuatu.


“Apa kau yakin kau tidak apa-apa ayah? Aku tadi mendengar dia bilang dosis? Apa kau meminum sesuatu disana yang mereka berikan?” tanya Noel lagi yang kini merasa cemas.


 


“Jangan khawatirkan aku. Aku tidak apa-apa!” jawab Dante Emilio.


“Kau jangan membohongiku!” kata Dante yang terlihat sedang menatap pria itu dengan serius.


“Aku tahu apa yang terjadi padamu dan aku masih ingin kau tetap hidup karena aku ingin tahu siapa saja tetangga sel yang ada ditempatmu tadi.”


 


Dante menatap pria tua itu tanpa senyum, dia menatapnya dengan serius sekali tanpa peduli jika pria itu lebih tua darinya. Dante sangat tegas kalau sudah berurusan dengan pekerjaan dan menyangkut hidup dan mati. Pria tua itu mendongak menatap Dante dengan tatapan mata yang bahagia.


“Kau mirip sekali dengan ayahmu! Aku senang sekali bisa bertemu denganmu walaupun hanya sekali dalam hidupku. Tapi aku sangat beruntung.” ucap pria itu.


 


‘Ayah? Kenapa semua teman-temanmu sikapnya semua sama seperti Henry? Mereka selalu menutupi sesuatu dariku seakan aku ini seorang anak kecil yang tidak boleh mendapatkan informasi apapun.’ ujar Dante dihatinya.


Lalu di tersenyum, “Aku merasa beruntung karena bisa bertemu denganmu. Orang yang memiliki nama yang sama denganku. Ayahku terinspirasi darimu untuk memberiku nama ini untukku Dante Emilio!”


 


“Sudahlah. Ayahmu itu memang selalu berlebihan.” ucap pria itu.


“Aku akan membawamu kerumah sakit sekarang. Kau jangan banyak bicara dulu. Aku tidak tahu betapa berbahayanya kadar dua puluh persen yang mereka berikan padamu.” ucap Dante.


“Kau tidak mungkin bisa membawaku kerumah sakit.” ucap Dante Emilio tak percaya.


 


Dia memang tidak bisa masuk kerumah sakit karena dia adalah buronan. Jika mereka tahu siapa dia maka dia akan dikembalikan ke penjara lagi. Tempat yang sudah menjadi kutukan untuknya selama puluhan tahun. Dan dia mungkin akan mendapatkan masalah yang jauh lebih besar lagi. Sebuah siksaan mengerikan sebelum mereka memberinya kematian.


 


“Ehm….memangnya ada apa dengan ayahku?” tanya Noel yang mendengar percakapan Dante dengan ayahnya. Dia menatap kedua pria yang memiliki nama yang sama itu.


“Ada racun didalam tubuh ayahmu. Aku tahu rumah sakit mana yang bisa menolongmu.” ucap ante sambil menatap Noel lalu mengalihkan pandangannya pada pria paruh baya yang masih menggunakan seragam narapidana itu.


 


“Maksudmu?” tanya Dante Emilio tak paham.


 


‘Aku tidak tahu otak Dante ini terbuat dari apa. Dia menyuruhku menaruh mobil disini, aku pikir tidak ada gunanya menaruh mobil disini. Aku pikir tidak ada hitung-hitungannya makanya tadi aku sempat protes karena kami harus berjalan kaki dan aku tidak mengerti apa rencana Dante. Ternyata dia sudah memikirkan ini lebih dulu. Dia sengaja menyembunyikan mobil disini dan kami mendarat di pohon ini.’ gumam Noel dihatinya.


 


‘Hahahaha…...dia sudah memperthitungkan kemana arah tiang listrik itu dan sekarang terbukti kami sangkut diatas pohon lalu kami bisa langsung turun kebawah dan naik ke mobil sedangkan kondisi penjara itu sekarang sedang kacau mencari dan memeriksa tahanan yang hilang atau bersembunyi.’ gumam Noel lagi yang semakin mengagumi Dante.


 


Dia tidak menyangka jika Dante bisa memikirkan sampai sejauh ini. Ini sangat jauh dari prediksi Noel. Apalagi sejak tadi Dante memang tidak banyak bicara.


“Ayo cepat naik! Kali ini aku yang menyetir.” ucap Dante dan mereka pun menuruti perintah Dante. Noel duduk disamping Dante sedangkan Dante Emilio duduk di jok belakang sambil menahan rasa sakit yang mulai menggerayangi tubuhnya.


 


“Lepaskan pakaianmu dan gantilah dengan baju yang ada dibelakang tempat dudukmu.”


“Oh, kau sudah mempersiapkannya?” tanya Dante Emilio tersenyum. Dia benar-benar mengagumi cara kerja Dante yang sudah mempersiapkan semuanya sesuai dengan kebutuhannya.


“Setelah kau mengganti pakaianmu, kau minumlah ini.” Dante memberikan sebuah obat yang tidak diketahui Dante Emilio.


 


Pria itu mengambilnya dan dia mempercayai Dante sepenuhnya. “Sepertinya kau tahu apa yang mereka berikan padaku,”


Dante mengangguk, “Mereka tidak akan bisa membunuhmu sebelum dosis terakhir itu diberikan.”


“Ya aku tahu itu.” jawab Dante Emilio.


“Tapi kau harus berhati-hati. Karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi setelah kau meminum itu. Maksudku pengaruhnya pada jantungmu, liver, ginjal, otak dan organ penting lainnya.


 


Dante bicara sambil mengeluarkan ponselnya lagi sebelum dia menyalakan mobil. Noel hanya mengamati Dante tanpa banyak bicara.


“Ada apa lagi Dante? Aku bisa mengamatimu. Kau masih hidup dan detak jantungmu pun masih ada dan kita berlima semuanya masih hidup.” kata Nick.


 


“Aku mau jalan sekarang. Lakukan sesuatu didalam sana. Aku butuh dua menit.” perintah Dante lagi.


“Hah? Apa yang kau inginkan sekarang?” tanya Nick balik.


“Matikan CCTV! Dan nyalakan sirine lagi, buat mereka yang ada di gerbang depan penjara menjadi gaduh. Aku harus lewat dalam waktu dua menit. Kau boleh normalkan kembali setelah aku lewat.”


 


“Dante? Mereka bisa melacak kita?” protes Nick yang merasa khawatir karena mereka sudah berkali-kali mengacak-acak sistem keamanan tempat itu.


“Tidak! Aku sudah memperhitungkan semuanya. Lakukan saja sesuai perintahku.”


“Oke. Baiklah kalau begitu.”


Klik…..


 


Itulah alasan mengapa Dante menyuruh Nick masuk kedalam ruang kendali karena tempat itu terhubung langsung ke empat satelit milik Dante. Dan didalam ruangan itu semua kebutuhan Dante untuk melakukan aktifitas spionase bisa dilakukannya dengan aman.


 


Sementara itu didalam ruangan khusus di ruang bawah tanah milik Dante tampak Nick yang bersungut-sungut setelah menerima perintah Dante barusan.


“Kau benar-benar Dante! Kau benar-benar mengerjaiku ya!” bisik Nick lagi tapi dia segera melakukan apa yang telah diperintahkan Dante padanya.