PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 290. JEFF MEMBUNUH ISTRINYA


Barack bicara tanpa membalikkan kameranya sehingga kamera itu masih menunjukkan Gabriella sehingga hanya suara Barack saja yang bisa didengar oleh Jeff. Melihat kelakuan adiknya itu membuat Jeff geram dan kesal, dia bisa melihat bagaimana adiknya merendahkan diri pada Barack.


“Aku matikan dulu teleponnya. Kau selesaikan semuanya dan segera kembali, ada banyak hal yang ingin kubicarakan padamu.” ujar Jeff lalu mematikan teleponnya.


“Kurang ajar! Sialan! Kenapa dia menunjukkan pemandangan itu padaku? Dia itu orang gila! Apa yang dia inginkan? Gabriella juga kenapa sampai seperti itu?” ujar Jeff menahan geramnya. “Kenapa gabriella merendahkan dirinya sampai seperti itu? Dari posisi yang aku lihat Rodrigo tampak tak peduli padanya! Tunggu, apa dia benar-benar hilang ingatan?” Jeff memijat keningnya.


“Tentu saja dia kehilangan ingatannya kalau dia tidak hilang ingatan, tidak mungkin dia membunuh White! Pria itu adalah orang yang paling berjasa pada Barack.” bisik hati Jeff kemudian dia berdiri dan berjalan mondar mandir. Dia mendapat informasi dari Tatiana tentang teman-teman Dante. Tapi memang Tatiana tak tahu rahasia Dante tentang chip. Tatiana hanya tahu bahwa Dante ada luka yang katanya terkena tembakan.


Dreeetttttt dreeeetttttt dreeeettttt


Teleponnya bergetar dan dia melirik layar ponselnya untuk melihat siapa yang menghubunginya. Braakk…..bertepatan saat dia hendak menjawab panggilan, pintu ruang kerjanya didobrak dan seorang wanita berjalan memasuki ruangan itu.


“Maaf, Tuan. Nyonya memaksa untuk masuk meskipun saya sudah melarangnya.” asisten Jeff menjelaskan yang akhirnya diberi kode oleh Jeff untuk keluar. Lalu asisten itupun keluar dan menutup pintu ruangan itu. Kini hanya ada Jeff dan seorang wanita didalam ruangan itu.


“Sedang apa kau?” tanya Jeff santai.


“Aku yang harusnya bertanya padamu! Apa yang kau lakukan disini hah? Kenapa kau tidak pulang kerumah?” tanya wanita itu yang adalah istri dari Jeff. Wanita itu terlihat sangat depresi saat bicara dengan Jeff Amadeo.


“Fuuuh!” Jeff tidak menjawab justru menghempaskan tubuhnya di sofa dan memandang wanita itu yang sedang berjalan menghampirinya.


“Aku ini istrimu jeff! Sekarang aku tanya padamu, apa yang kau lakukan disini? Padahal sudah satu bulan lebih kau tidak pulang kerumah! Kita berada di satu kota!” tanya wnaita itu makin frustasi.


“Harusnya kau tahu kalau aku sedang bekerja! Kau tidak boleh menggangguku. Aku sudah menjelaskan ini padamu bukan Katarina?” jawab Jeff datar.


“Dan kau seharusnya ingat ya Jeff, aku adalah anak dari menteri dalam negeri negara ini! Aku yang memberikan posisimu dipolitik sekarang. Karena ayahku, kau bisa mendapatkan semua ini Jeff! Kau tidak bisa bicara kasar begini padaku!” Katarina kembali memarahinya tanpa basa basi meninggikan intonasi suaranya saat bicara pada Jeff.


“Aku tidak kasar padamu. Aku sedang bekerja! Apa kau tidak paham ucapanku?”


“Aku tidak peduli! Tapi aku melihatmu sudah tidak peduli lagi padaku. Dan apa ini? Apa maksudnya ini semua, hah?” Katarina melemparkan sebuah foto ke meja didepan Jeff.


“Kau ingin protes padaku karena aku bersenang-senang?”


Katarina menegakkan tubuhnya, “Biar aku perjelas padamu ya Jeff. Aku tidak suka kalau kau tidur dengan wanita lain! Aku adalah istri sahmu dan aku sekarang sedang mengandung anak keduamu! Usia kandunganku sudah tiga bulan.” ucap Katarina memicingkan matanya pada Jeff.


“Kau tenang saja Katarina.” Jeff berdiri dari tempat duduknya dan mendekati wanita itu sambil membelai rambut Katarina dan mendekatkan bibirnya pada istrinya itu mencoba menyelesaikan ocehannya dengan sentuhan lembut.


“Aku tidak akan mengecewakan!” ucap Jeff di telinga Katarina lalu kembali mengecup tengkuk Katarina.


“Aku hanya takut kehilanganmu, Jeff! Kau tidak kembali padaku dan aku khawatir wanita-wanita itu terus mengganggumu dan kau meninggalkanku karena kau lebih suka bersenang-senang.” Katarina sudah mulai bicara lembut dan dia terlena dengan ucapan suaminya lalu dia melingkarkan kedua tangannya di leher pria itu. Tapi tanpa dia sadari tiba-tiba saja…..


BUG  BUG   BUG   BUG


“Aaaahkkkk!” Katarina berteriak kesakitan. Lalu jatuh ke lantai.


“Cih! Aku tidak suka diancam! Sebagai wanita, kau telah melewati batasanmu. Lagipula aku tak lagi membutuhkanmu sekarang. Itulah alasanku tidak kembali kerumah!” Jeff menatap hina ketika dia melihat tubuh wanita yang baru saja dipukulinya menggunakan palu. Benda itu tadi ada diatas mejanya lalu jeff mengambilnya dengan cepat untuk membuat wanita itu terkulai lemas. Dia memukul kepala istrinya dengan keras hingga wanita itu luruh ke lantai, entah sudah mati atau belum.


“Masuk keruanganku sekarang.” Jeff menghubungi asistennya.


“Taruh wanita ini didalam mobilnya! Posisikan dia di tempat pengemudi dan dorong mobilnay ekdalam jurang.” perintahnya pada sang asisten.


“Maaf Tatiana, aku tadi mematikan teleponnya tiba-tiba.”


“Sedang apa kau?”


“Menyingkirkan sampah!” jawab Jeff sekenanya.


“Baiklah.Apa sekarang sampahnya sudah tidak mengganggu lagi?” tanya Tatiana lagi.


“Hmmm! Sudah aman, mungkin untuk selama-lamanya!” jawab Jeff mendengus.


“Aku juga punya banyak sampah disini. Apa kau bisa membantuku untuk membersihkannya juga?”


“Tentu saja! Apa yang tidak untukmu Nyonya Tatiana?”


“Baiklah. Setelah kita bertemu nanti, aku akan menceritakan padamu siapa sampah yang ingin kusingkirkan itu. Dan kita lihat apakah kau benar-benar bisa menyingkirkannya.”


“Baiklah. Aku menunggumu. Tapi kenapa tadi kau meneleponku?”


“Ah, karena tadi ada orang yang mengantrakan pakaian untukku. Dia menitipkannya pada perawat dan aku hanya ingin menanyakan soal itu padamu.”


“Oh begitu. Sepertinya itu anak buahku.”


“Kenapa dia tidak mengantarkannya sendiri? Kapan mereka akan menjemputku?” tanya Tatiana.Dia bukanlah orang yang sabaran jadi sejak dia menelepon Jeff hingga sekarang itu baginya terlalu lama.


“Kami harus tetap hati-hati. Aku tidak mau ada orang suruhan suamimu yang mengintai dan mengikutimu dan tahu kami ada disana untuk membantumu.”


“Kau benar juga Jeff. Aku sangat senang pemikiranmu matang juga. Hahahaha!”


“Tentu saja Nyonya Tatiana! Aku adalah orang yang penuh perhitungan.”


“Hmmm…..baguslah kalau begitu jangan sampai Dante tahu. Dia bisa tidak kembali padaku kalau dia tahu aku menghubungimu.” ujar Tatiana tersenyum puas.


“Karena itu aku harus menjaga rahasiamu Tatiana.”


“Kapan anak buahmu akan menjemputku? Ini sudah terlalu lama aku menunggu disini.”


“Coba kau baca pesan yang ada di pakaian itu. Memangnya anak buahku tidak meninggalkan pesan dipakaian itu?” tanya Jeff. Dia tahu kalau anak buahnya penuh eprhitungan dan rencana yang sudah dibuat anak buahnya sudah di bicarakan terlebih dahulu dengannya.


“Ada ya? Dimana? Apa kertas label di pakaian itu?”


“Entahlah. Kau cek saja sendiri kalau kemungkinan ada disana, itu adalah pesan yang diberikan oleh anak buahku untukmu. Kau ikuti saja apa isi pesannya.”


‘Dia pintar tapi dia tidak teliti! Ini sangat bagus, aku sudah memikirkan apa manfaatmu untukku Tatiana!’ ucapnya didalam hatinya yang semakin mendalami sifat Tatiana, Jeff semakin tahu apa keuntungan yang bisa di dapatkan dari wanita itu.


“Baiklah. Biar aku akan coba mengeceknya dulu, Jeff!” ujarnya lalu memutuskan panggilan telepon.