
“Hah? Masa sih daddy.”
“Kau tidak percaya padaku? Apa kau ingat bagaimana dia bertanya padaku tentang Barack saat kita bertemu dengannya pertama kali?”
Alex mengangguk. “Apa kau ingat dengan kalung yang dipakainya itu?”
“Ooooo, iya daddy. Kalungnya aku tahu.”
“Ehm….dia menunggu Barack. Karena itu dia memakai kalungnya.”
“Jadi Sarah tidak mungkin jadi ibuku?”
Dante menggelengkan kepalanya. “Tidak Alex! Sarah tidak akan menjadi ibumu. Dia akan menjadi teman dekatmu dan kau bisa selalu jadi temannya.”
“Ya, berarti aku harus mencari wanita lain?” ucap Alex kecewa.
“Kurasa tidak perli. Bagaimana kalau aku menawarkan wanita lain untuk jadi ibumu?”
“Wanita lain jadi ibuku?”
“Iya Alex.” Dante terlihat semakin serius dan dia sangat bersemangat untuk menceritakan ini pada Alex. Karena dia memang sudah menunggu momen ini.
“Apa dia baik dan suka bermain seperti Sarah?”
“Dia sangat suka bermain dan dia pasti sangat menyayangimu.” janji yang dibuat Dante membuat Alex tersenyum dan matanya berbinar tak sabar ingin tahu siapa wanita itu.
“Apa dia tidak akan menghukumku kalau aku bermain bersama?”
Dante menggelengkan kepalanya lagi. “Dia tidak akan pernah menghukummu. Dia itu sangat suka bermain. Semakin lama kau bermain maka dia semakin senang.”
Wajah anak itu tambah berbinar dan tersenyum seakan dia sudah menyukai wanita ini. “Siapa wanita itu daddy? Calon ibu baruku.”
“Hmm...bagaimana kalau Bella, Alex?” tanya Dante bersemangat.
“No! Aku tidak mau daddy! Pokoknya aku tidak mau. Kau tidak boleh menikah dengan Bella.” Alex menggelengkan kepalanya dengan kuat sambil menatap Dante marah.
‘Heee….kenapa dia jadi melarangku menikah dengan bella? Bukankah Bella adalah favoritnya? Aku sudah lihat sendiri bagaimana dia memeluk wanita itu.’ bisik hati Dante.
“Kau tidak mau? Jadi kau tidak setuju kalau aku bersama Bella?”
Susah payah Dante mengutarakan isi hatinya pada anaknya. Keanehan sikap Alex yang membuatnya merasa pusing. Dante meminta penjelasan kepada putranya kenapa melarangnya menikahi Bella.
“Karena aku mau Bella jadi milikku saja! Pokoknya sampai aku besar aku maunya bersama dengan Bella. Aku juga mau menikah dengan Bella! Daddy tidak boleh menikah dengan Bella!”
Glek!
Dante menelan salivanya, dia terkejut dengan perkataan anaknya sehingga dia tidak bisa berkata-kata lagi. ‘Menikahi Bella? Bodoh! Dia itu adalah ibumu, bagaimana bisa kau menikah dengan ibumu yang melahirkanmu? Apa-apaan ini? Jadi dia memikirkan Bella sampai sejauh itu? Darimana dia belajar tentang hal ini? Apa dia terlalu banyak nonton youtube? Atau apa?’ Dante panik dan pusing sendiri mendengar perkataan anaknya.
“Daddy, kenapa kau diam? Bagaimana daddy? Kau tidak boleh mengambil Bella dariku. Pokoknya kau tidak boleh mencuri Bella dariku! Dia hanya milikku sampai aku besar nanti!” Alex masih berlagak seperti pria dewasa dan mulai mengancam Dante.
“Alex sayang,” Dant berusaha untuk bicara dari hati ke hati dengan anaknya.
“Iya daddy.”
“Boleh aku memberitahumu satu hal?” tanya Dante dan melihat anggukan kepala anaknya. “Aku minta maaf Alex. Aku ingin bicara jujur padamu tentang satu hal lagi.”
“Kau minta maaf lagi daddy? Kau berbohong lagi padaku?”
“Ya.” Dante mengangguk. “Aku berbohong padamu karena aku tidak bisa memberitahukanmu tentang hal ini di awal. Aku belum bisa cerita padamu karena kau belum mengerti.”
“Tapi aku kan pria dewasa, aku pasti mengerti.” balas Alex tak mau dianggap bodoh.
“Iya, sekarang kau adalah pria dewasa. Tapi saat kejadian itu kau masih bayi. Kau belum bisa bicara, belum bisa mengerti apa yang aku katakan.”
“Begini Alex. Kau tahu siapa ibumu?”
“Aku tahu daddy. Mommy namanya Tatiana.”
“Itu salah Alex. Mommy itu bukan mommy mu.” dante menggelengkan kepalanya.
“Jadi mommy bukan mommy ku?” tanya Alex bingung.
“Iya.”
“Tatiana, dia itu sakit. Mommy Tatiana istriku dia sakit. Tidak bisa punya anak Alex. Dan mommy Tatiana ingin punya anak supaya bisa jadi temannya.”
“Aku temannya? Tapi kenapa dia jahat, daddy?”
“Dia mungkin sedang marah padaku dan melampiaskan marahnya padamu.”
“Aku membuatmu bersama dengan Bella. Maksudku adalah kau dulu ada didalam kandungan Bella. Semakin lama semakin besar disana dan orang seharusnya kau panggil mommy adalah Bella.”
‘Apa penjelasanku ini membuatnya pusing ya? Tapi aku juga tidak tahu bagaimana cara membuat perumpamaan lain untuknya. Tapi anakku cukup pintarkan? Dia pasti mengerti lah.’
“Apa kau paham apa yang kukatakan Alex?”
Alex malah menggelengkan kepalanya. Entah apa yang ada dalam pikiran anak itu sehingga tidak merespon ayahnya sehingga membuat pria itu menjadi tak tenang.
“Aku tidak mengerti daddy. Pusing!”
“Oh ya Tuhan!” akhirnya Dante mendengus lalu mendekati anaknya. “Biar aku jelaskan lagi padamu.” sejenak dia berpikir untuk mencari perumpamaan lain yang lebih sederhana untuk dimengerti anaknya.
“Seharusnya Bella jadi ibumu. Bella harus jadi istriku karena dia yang mengandungmu. Mengerti?”
“Dulu kau ada didalam kandungan Bella sama seperti itu.” ucap Dante smabil menunjukkan video do youtube pada anaknya.
“Jadi maksud daddy, ibuku adalah Bella?”
“Iya, dia adalah ibumu. Dia istriku! Jadi dia tidak bisa menjadi istrimu.”
Dante bicara dengantegas sambil meninggikan intonasi suaranya. Ucapannya itu membuat Alex tak senang dan mencembungkan pipinya.
“Kau marah padaku Alex?”
“Kenapa kau mengambil Bella lagi dariku daddy? Kau buat Bella jadi istrimu duluan dari aku! Apa aku tidak boleh menikah dengan Bella?”
Semakin pening kepala Dante melihat protes anaknya. ‘Aku masih banyak kerjaan tapi bocah ini bicaranya macam-macam. Mau aku suruh pergi tapi dia anakku. Mau aku marahi tapi dia anakku. Mau aku titipkan pada Bella, tapi dia pasti akan banyak bertanya pada Bella nanti. Ujung-ujung Bella yang akan menggangguku. Bagaimana lagi aku harus menjawab anak ini.’
“Ehm...maafkan aku Alex. Tapi kalau tidak ada Bella disini maka kau tidak akan ada di dunia ini, Alex.” ucap Dante tanpa mengharapkan anaknya akan mengerti.
“Begitukah daddy?”
Dante mengangguk. ”Kau bisa ada didunia ini karena ada Bella. Dialah yang membuatmu menjadi bayi kecil. Kalau hanya dari aku saja tidak bisa.”
“Jadi aku tidak bisa menikah dengan Bella?” Alex merasa kecewa sekali.
“Kau bisa bersama Bella. Kau bisa memanggilnya mommy. Kau bisa bermain dengannya dan dia akan menemanimu lebih baik dari siapapun. Dia akan menyayangimu lebih dari siapapun. Dia benar-benar ingin tinggal denganmu. Dia akan memberikan cinta sebanyak yang kau inginkan.”
“Jadi dia akan menyayangiku seperti…..”Alex diam sambil menggelengkan kepalanya.
“Ada apa Alex?”
“Aku tidak mau bella menyayangiku seperti mommy! Mommy galak sekali padaku.”
“Bukan begitu Alex. Bukan mommy Tatiana. Tapi mommy Bella! Dia berbeda dan kau akan sangat bahagia dengannya. Dia tidak galak.”