
“Oh begitu.” jawab Dante datar.
“Apa rencanamu sekarang Dante?” tanya Manuel serius. “Apa kau masih tidak yakin bukan disana tempatnya ya?”
“Ya aku sangat yakin, dia tidak meletakkan komputer utama disana.” jawab Dante.
“Kau sudah mengatakan itu berulang kali Dante.” kata Anthony memastikan.
Dante diam sejenak ketika drone sudah berhenti disatu tempat. “Ada apa Dante?” tanya Barack.
“Lihatlah tempat ini Barack. Ini sepertinya bukan tempat biasanya. Penjagaannya sangat ketat disana. Coba kau perhatikan penjagaan ditempat itu.” Dante menunjukkan dilayar.
“Ya penjagaannya luar biasa ketat Dante!” sahut barack setelah melihat.
“Apa kau punya sesuatu yang bisa dimasukkan kesana?” tanya Dante pada Barack.
“Aku tidak punya apapun.” jawab Barack. “Tapi aku rasa kita bisa masuk kedalam tanah Dante.”
“Nekat?”
“Iya!” jawab Barack mengangguk. Tapi Dante malah menggelengkan kepalanya menolak ide itu.
“Itu bukan ide yang bagus. Kita tidak tahu apa yang ada didalam sana dan aku tidak mau memprediksi apapun. Resikonya terlalu besar.”
“Lalu apa rencanamu? Apa yang akan kita lakukan untuk bisa masuk kesana?”
“Kita tidak mungkin menunggu saja disini bukan?” Anthony berbicara.
“Aku tahu itu. Tapi aku tahu apa yang harus aku lakukan.” ucap Dante tersenyum.
DUUUAAARRR!
“Wah! Drone mu itu bisa menembak juga?”
“Ya hanya tembakan kecil dan itu tidak dapat merusak apapun. Hanya bisa membuat orang yang berjaga disana teralihkan. Coba kalian lihat, mereka mulai mencari darimana asalnya suara tembakan.”
“Sebenarnya tempat apa itu? Kelihatannya memang seperti tempat yang penting?” Manuel pun jadi penasaran setelah melihat lebih jelas lagi.
“Kau punya celah untuk bisa masuk kesana?” Dante bertanya lagi.
“Aku rasa kalau kita mau masuk kesana kita harus membunuh dulu mereka yang berjaga disana.”
“Sebentar! Pintunya terbuka.” Dante langsung menggerakkan dronenya berubah menjadi kecil dan tidak menimbulkan sura. Sehingga drone itu bisa melesat masuk kedalam tanpa ada yang tahu.
“Apa kita mencari sesuatu?” Barack berbisik ditelinga Dante.
“Manuel! Kau jaga dan lindungi tempat ini! Kalian harus memeriksa sekitarnya jangan sampai ada orang yang melihat kita.” perintah Dante. Manuel pun langsung mengangguk dan melakukan perintah Dante. Sedangkan pria itu kembali fokus pada dronenya.
“Lihatlah! Ada ruangan didalam sana Dante.” Barack menujuk kelayar.
“Jadi dia bersembunyi disana?”
“Aku butuh pendengaran suara mereka.” ucap Dante yang kini mengaktifkan volume suara.
“Mereka pasti ada disekitar sini.” suara Jeff terdengar yang membuat Dante tersenyum.
“Benar dugaanku! Tidak mungkin dia berada dirumah itu. Aku melihat dari pengalamanku ketika kita masuk kerumahnya di Slovenia itu. Terlalu mudah dimasuki! Hanya lewat dapur dan tidak ada orang. Aku bisa langsung naik keatas melakukan apapun disana hanya ada beberapa orang dan mereka baru muncul di saat terakhir. Kau pikir kau bisa menipuku dengan cara yang sama? Tempat sepi seperti itu hanya untuk menjebak. Aku tidak bodoh.”
Dante sudah tahu itu dan sudah memprediksinya. Dia senang sekali sudah mengetahui tempat persembunyian Jeff. Kemudian dia kembali mendengarkan pembicaraan Jeff diruangan itu.
“Tapi kami sudah mengamankan tempat ini Tuan! Tidak akan ada yang bisa masuk.” kata pengawal.
“Cari! Kita tidak tahu bagaimana Dante itu! Dia itu sungguh aneh bisa melakukan hal tak masuk akal.”
“Tapi jarak dari Eropa kesini tidak mungkin ditempuh dalam waktu beberapa jam Tuan. Saya rasa ini adalah perbuatan anggota FBI! Mereka yang mengacak-acak sistem CCTv dan memutuskan sinyal internet dan telepon. Dan satu hal lagi, mereka juga yang mengganggu listrik disini.”
“Saya mengerti Tuan.”
“Kalau begitu, sekarang kau harus mempersiapkan sesuatu untukku.” kata Jeff lagi.
“Apa itu Tuan?” tanya anak buah Jeff lagi.
“Helikoptr! Aku minta kau segera persiapkan helikopter sekarang.” perintah Jeff.
“Apa anda akan pergi dari sini, Tuan?” tanya anak buah Jeff.
Jeff memicingkan matanya. “Tentu saja! Aku tidak mau berada ditempat yang banyak pertarungan seperti ini. Pastikan saja para android melawan mereka dan….” Jeff menatap pria yang berdiri disampingnya. “Apa semua android itu sudah diaktifkan?”
“Sudah Tuan!” jawab pria itu mengangguk.
“Bagus! Sekarang aku ingin kau melakukan sesuatu untukku.” Jeff tersenyum.
“Apa itu Tuan?”
“Sesuatu….aku juga tidak tahu! Benda yang merupakan pengendali android itu, aku ingin membawanya sebelum pihak FBI mengejarku! Setidaknya jika aku memiliki itu, aku bisa mengendalikan android di manapun aku berada.”
“Kau senang sekarang Dante?” tanya Barack melirik sahabatnya yang sedang tersenyum itu. Dante mengangguk puas setelah mendengar semuanya.
“Sesuai dengan dugaanku! Sekarang kau percaya kan?” kata Dante tersenyum puas melihat ekspresi wajah Barack.
Barack mengangguk setuju, dia pun tersenyum dan merasa senang. Setelah penantian sekian lama akhirnya mereka menemukan Jeff.
Dan sekarang mereka sudah tahu apa yang direncanakan pria itu. Ada kemungkinan mereka akan memenangkan pertarungan kali ini.
“Aku juga memikirkan hal yang sama sepertimu.” jawab Barack. Lalu dia mengambil sesuatu di ponselnya. “Karena itu aku tadi foto ini dari atas.”
Dante melihat ponsel Barack dan tersenyum, “Ternyata si bodoh ini teriak-teriak diatas sambil memainkan ponsel bukan hanya sekedar skydiving? Dia mengumpulkan informasi dari atas sana? Kadang bekerja dengannya memang berbeda! Barack selalu melakukan sesuatu yang tidak masuk akal untukku.’ gumam hati Dante. Dia kini tahu dan tidak salah paham lagi dengan sahabatnya.
“Tadi kupikir kau mendadak jadi bodoh Barack.” celetuk Dante.
“Kalau aku bodoh aku tidak akan bisa selamat sampai sekarang Dante.” sahutnya. “Lalu sekarang apa yang akan kita lakukan?”
“Helikopter itu!” ucapan Dante disambut Barack dengan anggukan dan mereka memiliki tujuan sama.
“Jadi bagaimana?”
”Kita akan naik kesana! Urusanku adalah Jeff dan urusanmu adalah mendapatkan data disana.” kata Dante mulai membagi tugas.
“Baiklah. Aku mengerti.” Barack mengangguk paham. “Kalau begitu, sebaiknya kita bersiap sekarang Dante. Waktunya sudah tidak banyak, Jeff akan segera pergi.”
“Barack, apa kau punya sesuatu yang bisa membuat kita bisa lebih dekat pada helikopter itu?”
Barack mencoba berpikir dan akhirnya dia tersenyum setelah mengingat sesuatu didalam tasnya. “Pakai saja ini satu.” ucap Barack memberikan jam tangan kepada mereka.
“Untuk apa ini?”
“Pakai saja ditangan kalian disebelah kanan. Setelah kalian memencet ini kalian akan menjadi hologram dan tidak terlihat. Tapi aku tidak bisa jamin kalau ini aman. Karena aku juga baru menguji cobanya sebentar.”
“Alat-alatmu prematur semua, Barack.” celetuk Manuel.
“Maklumlah, aku kan terbatas. Kalau Dante tidak mengucurkan dana maka tidak bisa bagus.”
“Lalu bagaimana cara kita berkoordinasi?”
Barack menjentikka jarinya, “Coba pencet tombol mereja di earpiece kalian.” kata Barack.
Mereka pun melakukannya dan bisa mendengar sekarang.