PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 187. APA BELLA PERGINYA LAMA?


“Hem…..begini, misalkan seorang ayah kehilangan anaknya dan tiba-tiba anaknya ketahuan diculik. Apa yang akan dilakukan ayah itu?”


“Mencari anaknya, kalau dia tidak bisa menebusnya maka dia akan mempertaruhkan nyawa untuk mendapatkan anaknya.” jawab Anthony cepat dan tepat.


“Benar sekali!” Dokter Anna tersenyum sambil mengacungkan kedua jempolnya. “Saat kau menjadikannya sebagai umpan dengan kondisinya seperti sekarang akan membuatnya teringat pada masa yang membuatnya kembali sadar saat itu, kau tidak akan bisa menyelamatkan nyawanya.”


“Karena dia mungkin akan melakukan tindakan yang tidak bisa kau duga. Dia bisa menjadi kalut seperti ayah kehilangan anaknya dan akan melakukan apapun untuk mendapatkan anaknya kembali. Yang terburuk adalah masalah dipikiranya bisa membuat dia semakin gila dalam artian mengalami gangguan mental yang sebenarnya, jika itu terjadi pada wanita itu maka dia akan sulit sembuh.”


“Aku mengerti dokter.”


“Kalau begitu aku pamit dulu Anthony! Sebelum kau mengambil tindakan padanya, ada baiknya bicara dulu dengannya dan tunggu hingga kondisinya membaik,” dokter anna pun pergi setelah dia menjelaskan semuanya pada Anthony, dia meninggalkan Anthony berdua bersama Bella.


‘Aihhh….sepertinya aku harus menunggu sampai kau sembuh! Setelah itu baru kita melancarkan rencananya, aku akan tetap melindungimu karena aku hanya ingin menangkap Dante!” Anthony mengingatkan lagi dirinya dan menjelaskan pada Bella yang tergeletak ditempat tidur hanya diselimuti selimut saja.


Dreeetttt dreeetttttt dreeettttt


“Halo Jenderal!”


“Bagaimana hasilnya?”


“Dokter sudah memeriksanya barusan! Aku minta tambahan waktu untuk mengobatinya.”


“Tapi kita sudah tidak punya waktu lagi untuk melawan Dante! Sebentar lagi sudah tahun baru!” Jenderal Robert Kane semakin tidak sabar. Dia sudah lama merencanakan penangkapan Dante.


“tapi kondisi wanita ini akan semakin buruk, kata dokter kalau kita memaksa menjadikannya sebagai umpan Jenderal!” ujar Anthony mengajukan protesnya.


“Tapi ini satu-satunya kesempatan kita. Persiapkan dia kalau aku sudah mengatur strateginya!”


(Diwaktu yang bersamaan dirumah Dante)


“Ayah! Apakah kau tidak menginap disini saja?” tanya Dante pada Omero mencoba membujuk pria yang sedang bermain bersama anaknya itu untuk tetap tinggal disana setidaknya satu hari.


“Tidak Dante. Aku rasa lebih baik aku pulang saja dan aku akan berkunjung lagi kesini nanti! Tapi sekarang aku harus kembali dulu!” ucapnya menolak secara halus.


“Tapi ayah hanya berkunjung kesini satu kali setahun, itupun hanya ingin mengajakku ke makam. Tidakkah kau menganggapku sebagai anakmu, ayah?”


“Tentu saja aku menganggapmu sebagai anakku Dante! Itu hal yang tidak bisa diragukan tapi aku rasa sebaiknya aku pulang saja.” Omero menepuk lengan Dante.


“Kenapa ayah tidak mau tinggal lebih lama disini?”


“Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan dulu! Lain kali saja ya atau kau juga bisa datang kerumahku.” ujar Omero kembali menolak dengan cara halus lalu dia melnatap Alex, “Aku pulang dulu ya Alex.”


“Iya grandpa. Nanti kita ketemu lagi.” ucap Alex yang masih mengaitkan pegangan tangannya.


“Hati-hati dijalan ayah!” ucap Dante sambil melambaikan tangan pada Omero.


“Alex, ayo kita masuk. Kau harus makan dulu Alex. Kau belum makan dari tadi, ini sudah sore.”


“Tidak mau daddy!” Alex menggelengkan kepala sambil mengerucutkan bibirnya.


“Tapi kau belum makan apa-apa hari ini.” Dante merasa resah melihat anaknya.


“Aku sudah makan daddy!” lagi-lagi Alex menolak ajakan Dante dengan menggelengkan kepala.


“Kalau kau tidak mau makan, katakan pada daddy apa yang kau inginkan? Apa kau mau makan sesuatu yang bisa masuk ke perutmu supaya kau tidak lemas dan tetap kuat?”


“Aku mau makan kalau makannya sama Bella!” ucapan Alex sontak membuat Dante meringis didalam hatinya.


“Tadi daddy kan sudah bilang padamu kalau Bella tidak ada dirumah. Dia diculik dan nanti kalau Bella sudah ditemukan baru daddy membawanya padamu, bagaimana?” dia masih berusaha membujuk Alex.


“Sampai berapa lama Bella perginya daddy?”


“Aku minta maaf Alex! Untuk sekarang aku belum bisa mendapatkan Bella. Aku masih terus mencarinya, kau tahu temanku Nicholas?”


“Nick?” Alex mengulang ucapan ayahnya.


“Hemm…..kau ingat dia kan?”


“Apa dia mencari Bella-ku?”


Dante menganggukkan kepala lagi, “Dia sedang mencari Bella untukmu. Kau harus sabar ya.” ucap Dante sambil mengelus rambut anaknya.


“Apa Bella perginya lama?”


“Setelah penculiknya ditangkap, Bella segera kembali padamu.”


“Benarkah daddy?” tanya Alex bersemangat, “Kalau begitu aku bisa main dengan Bella lagi?”


“Alex, mau bermain dengan Bella ya?”


Cepat-cepat Alex menganggukkan kepalanya penuh semangat.


“Baiklah. Kalau begitu biarkan daddy cari Bella dulu setelah Bella ketemu akan daddy bawa pulang!” kata Dante berusaha membujuk anaknya yang tak henti-hentinya menanyakan perihal Bella.


“Terimakasih daddy!” ucap Alex.


“Tumben kau berterimakasih padaku Alex!” ucap Dante tersenyum pada anaknya.


“Bawa Bella-ku kembali padaku daddy!”


Dante mengangguk lagi, “Tentu saja aku akan membawa Bella sesuai dengan keinginanmu. Tapi sekarang kita harus masuk kedalam karena sudah sore, kau belum mandi dari pagi loh Alex!”


“Iya daddy!” Alex menganggukkan kepalanya.


Vrooommmmm……..


Mereka amsih berada diteras saat mendengar suara mobil sport yang baru saja tiba didepan rumah mereka. “Nick!” wajah Alex pun tersenyum ketika dia melihat siapa yang datang.


“Hei Alex! Sepertinya kau senang sekali melihatku?” Nick tersenyum pada Alex tanpa tahu apa yang tadi dibicarakan oleh ayah dan anak itu.


“Mana Bella?” tanya Alex sambil menatap Nick dengan penuh harap.


Sesaat senyum diwajah Nick pun langsung hilang, dia menjadi kaku dan melangkah mendekat lalu berhenti dengan matanya yang melirik pada Dante, “Kenapa anakmu menanyakan itu padaku?” tanya Nick langsung pada Dante.


“Anakku sudah tahu kalau kau sedang mencari Bella yang sedang diculik!”


“Oh begitu!” ujarnya menghembuskan napas mendengus.


“Nick! Dimana Bella-ku?” tanya Alex lagi.


“Aku sedang mencarinya tapi butuh waktu untuk menemukannya.” jawab Nick sekenanya.


“Dimana aku bisa memberikan waktu?” tanya Alex dengan polosnya.


“Alex, Tuhan lah yang memberikan kita waktu bukan kau!” celetuk Nick yang agak bingung bagaimana menjelaskannya pada anak itu. Dia lalu mendekat pada Alex sambil membuka kedua tangannya untuk menggendongnya.


“Kalau begitu, mintalah pada Tuhan waktunya supaya Bella cepat datang kesini!” ujar Alex lagi.


“Yang sabar ya Alex sayang. Kami semua sedang berusaha untuk mencari Bella! Tapi tidak mudah untuk meminta waktu pada Tuhan, kau harus banyak berdoa dan harus menjadi anak yang baik supaya Bella cepat kembali!”


“Aku selalu jadi anak baik dan menurut pada Bella! Dia bilang padaku tidak boleh menangis karena mommy mematikan lampu karena aku bersalah! Kalau aku nggak nakal mommy nggak akan matiin lampu, aku nurut sama Bella. Aku nggak nakal lagi sama mommy! Bella juga bilang aku tidak boleh pakai pampers lagi karena aku sudah besar, aku menurut Bella. Aku pakai celana saja.”