
Aku kembali ke kamarku. Saat aku masuk aku melihat pak Antok sedang duduk menungguku. Aku menyapanya dan pak Antok tersenyum kepadaku. "Dari mana non Sarah?"
"Cuma keluar sebentar pak, bosan sendirian di sini. " Sahut ku
"Iya non ... saya mengerti. Wong saya baru beberapa menit disini saja, rasanya sudah bosan sekali. " Ujar pak Antok.
Kali ini aku tidak merespon ucapan dari Pak Antok. Melihat kegundahan ku, pak Antok bertanya dan memberikan aku nasihat yang bagus untuk aku dengarkan. " Non, ada apa?" Tapi aku hanya diam.
"Nggak semua urusan di muka bumi ini bisa diselesaikan non, dan tidak semua orang diberikan keistimewaan. Walaupun kadang-kadang keistimewaan tersebut menyulitkan hidup kita bahkan mengancam jiwa raga kita sendiri Non .... "
"Ada apa pak? kenapa bapak bicara begitu?" Tanyaku penasaran.
"Nggak apa-apa Non, hanya saja saya ingin mengatakannya." Sambil tersenyum dan aku bengong terheran karena tidak mengerti maksudnya.
"Ilmu seperti apa pak? " Merasa bingung
"Ya ilmu Non. Ilmu itu, bisa menolong diri kita dari semua kesulitan, tentunya ilmu yang bermanfaat." Sambung pak Antok dan aku mengangguk-anggukkan kepalaku walaupun aku semakin tidak mengerti.
Pukul 20.20 wib. "Pak, aku ingin beristirahat, rasanya ngantuk dan lelah sekali. " Ucapku
"Iya, silahkan non ...."
Aku memang butuh istirahat, aku benar-benar lelah.
_____________________________________
Tes tes tes tes tes tes tes tes tes tes tes tes tes tes tes tes tes tes (suara hujan rintik-rintik yang jatuh di atas seng rumah sakit). Gelegar gelegar gelegar. Sesekali suara petir menyambar dan udara menjadi dingin.
Tiba-tiba, aku mendengar suara teriakan seseorang yang meminta pertolongan. "Toloooong ... toloooong ... tolooooooong .... "
Suara itu semakin keras terngiang-ngiang di telingaku, membuat aku sudah untuk tidur dengan nyenyak.
Aku duduk dan berdiri, mengintip dari celah jendela kamarku. Aku melihat seorang wanita yang berteriak meminta pertolongan. Dari sini memang kurang tampak jelas wajahnya tapi aku bisa melihat perlakuan yang tidak menyenangkan yang diterima oleh wanita tersebut.
Iya ditampar dan dipukuli berkali-kali, dia berusaha melawan tapi dia tidak cukup kuat untuk melakukan pukulan balasan pada seorang lelaki bertubuh tinggi besar dan terlihat berotot tersebut.
Terakhir, lelaki itu mengambil alat pemukul dari pinggangnya dan memukul bagian kepala wanita tersebut. Pukulan yang cukup kuat dilayangkan kepada si wanita sehingga iya terjatuh dan pingsan.
Lelaki itu menggendongnya dan membawa ke ruangan kotor yang pernah aku datangi sebelumnya. "Itu perawat Isabela. " Gumamku. Kali ini aku dapat melihatnya dengan jelas karena lelaki itu membawa suster Isabela melewati kamarku.
Ingin membantunya, aku segera keluar dari kamarku dan mengikutinya. Lelaki tersebut tampak fokus menggendong perawat Isabela, iya tidak melihat kiri kanan dan sekelilingnya.
Lelaki itu meletakkan perawat Isabela di atas ranjang pasien dan mengikatnya. Aku hanya berani mengintip dari celah pintu ruangan tersebut karena masih bingung dengan apa yang sedang aku lihat.
"Awh ...." Suara perawat Isabela yang sudah sadarkan diri sembari menegang kepalanya. Iya berusaha berdiri tapi tidak bisa, tangan dan kaki serta perutnya sudah kuat terikat pada tali ranjang tersebut.
"Apa yang kamu inginkan Dani?" Tanya perawat Isabela kepada lelaki tersebut. Tampaknya iya mengenali lelaki tersebut.
"Kenapa kamu selalu menanyakan hal yang sama padaku Isabel? bukannya kamu sudah tau. Aku sangat mencintai kamu tetapi kamu menyakiti aku. Kamu meninggalkan aku untuk seorang lelaki yang belum tentu mencintai kamu Isabel."
"Tidak, kamu salah. Aku meninggalkan kamu bukan untuk lelaki lain atau siapa pun. Aku meninggalkan kamu karena dirimu sendiri, karena sikap kamu yang arogan, kamu kasar dan sering menyakiti aku." Jawab perawat Isabel
"Itu hanya alasan mu saja Isabel. Sudah 3 tahun kita menjalin asmara tapi kenapa baru kali ini kamu mengatakannya?" Ucap lelaki tersebut sambil membentaknya.
"Itu karena aku sangat mencintai kamu, aku tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini selain kamu Dani tapi kamu semakin kasar. Aku berusaha untuk bertahan, tapi semakin lama kamu semakin menggila. Aku tidak sanggup lagi. Dani ... tolong lepaskan aku! " Ucap perawat Isabel
"Tidak, jika aku tidak bisa memiliki kamu, berarti orang lain juga tidak. Aku akan bertanya sekali lagi padamu Isabela, apa kamu mau menikah dengan ku?"
Aku melihat bagaimana mata lelaki itu saat mengatakan isi hatinya ke pada Isabel, sangat teduh dan penuh cinta tapi pada saat Isabela menolaknya, mata itu berubah menjadi bengis.
Dani tampak geram dan ingin menyakiti Isabel lebih dari yang sebelumnya, Isabel terus berusaha melepaskan dirinya dari tali yang terikat kuat tapi Isabel tidak mampu.
Dani mulai menaiki ranjang dimana Isabela dibaringkan. Iya membuka kancing baju Isabel satu per satu, dan menempelkan bibirnya di leher serta bagian dada Isabel dengan arogan. Isabel berteriak dan melawan dengan mengantukkan kepalanya pada kepala Dani.
Aku melihat Dani sangat marah sekali dengan tindakan perlawanan Isabel dan dia membuka bajunya kemudian mengikatkannya pada mulut Isabel.
Seperti hewan buas, Dani melucuti pakaian Isabel satu persatu dan menikmati tubuhnya. Beberapa kali Isabel mengerang dan meronta-ronta tapi hal itu tampaknya membuat Dani semakin bergairah.
Saat ingin menikmati bagian bawah tubuh Isabela, Dani mengatakan bahwa dia akan merobek kesucian Isabela untuk dapat memiliki dan menikahinya.
Dani mulai menguasai tubuh Isabela, iya menikmati seluruh lekuk tubuh Isabela yang indah hingga puas. Pada titiknya, iya tidak lagi ingin menahan diri.
Iya membuka celananya dan memasukkan senjata miliknya pada Isabela. Aku berlari ke arah Isabela karena ingin menolongnya, tapi aku hanya bisa melihat adegan itu tanpa bisa menyentuh apalagi membantunya.
Aku berdiri di samping perawat isabela sambil berusaha melepaskan ikatan tali di tangannya tapi aku tidak bisa. Aku melihat Isabela tampak kecewa, Isabel terus menggenggam tangannya sambil menangis tapi lelaki biadab itu semakin menikmati tubuh Isabela. Tidak cukup satu kali, iya memasukan kembali senjata miliknya hingga puas.
Aku sangat marah, aku berdiri di depan Dani kemudian aku memukul-mukul tubuhnya yang sudah tak berbusana seperti bayi dewasa. Tapi Dani tidak merasakan sakit sedikitpun.
Aku yang merasa ikut terhina mundur beberapa langkah dari mereka dan terduduk di lantai sambil menundukkan kepalaku serta menekuk kedua kakiku sambil memeluknya dengan tanganku.
Puas dengan kesenangannya, Dani turun dari ranjang dan memakai pakaiannya kembali. Iya lantas membuka ikat mulut Isabela dan sekali lagi iya bertanya dengan nada yang lembut penuh kepuasan.
"Bagaimana Isabel, apa kamu bersedia menikah dengan ku?" sambil mengusap-usap rambut Isabela dengan lembut.
Cuih ....
Isabel yang tampak marah dan kecewa langsung meludahi wajah Dani. "Apa jawabanku ini belum cukup? " Sahut Isabela dengan bibir yang gemetaran.
Paaack ....
Tangan Dani bergerak. Iya melayangkan pukulannya ke wajah Isabela dengan keras hingga bibirnya mengeluarkan darah.
"Ternyata ini semua belum cukup bagimu Isabel? " Tanya Dani sambil memandang isabella dengan kejam.
"Bagaiman jika aku mematahkan tangan atau kakimu sayang? kau akan menjadi wanita cantik yang cacat. Iya ... dengan begitu, tentu tidak akan ada lagi laki-laki yang menginginkan kamu selain aku. " Dani berteriak kencang disambut suara petir yang menggelegar.
"Walaupun begitu Dani ...." Sahut Isabela dengan nada suara yang lemah dan rendah.
"Walaupun hanya tinggal kepalaku saja, aku tidak akan pernah bersedia menikah denganmu. Walaupun di dunia ini hanya ada kamu saja, aku tidak akan rela menikah denganmu. Jelas?" Ucap Isabela menantang kekasihnya tersebut.
Mendengar perkataan Isabela, Dani yang sedang berusaha untuk tenang menjadi gila dan buta. Iya mencekik Isabel dengan seluruh tenaganya.
Bersambung....
"Maaf episode ini jadi sangat lamban lulus review karena ada gambarnya. Jadi saya putuskan untuk membuang gambar tersebut. Makasih buat para pembaca yang sudah sabar menanti up dari saya. "
Jangan lupa terus ikuti episode selanjutnya ya teman-teman. Tinggalkan komentar, klik like dan favorit untuk mendapatkan notifikasi selanjutnya.
Plus beri aku dukungan dengan menekan tombol vote pada halaman terdepan. Vote dari teman-teman pembaca semuanya adalah semangat tersendiri bagi saya penulis. Makasih 😘😘😘