ROH DAN KEMATIAN

ROH DAN KEMATIAN
SITUASI BARU


Pukul 16.45 wib Aku dipindahkan ke ruang perawatan kamar melati nomor 101. Dengan kursi roda, ayah mendorongku ditemani seorang perawat yang memberikan petunjuk kepada ayah tentang lokasi kamarku.


Perawat tersebut membukakan pintu kamar dan mendorong ku untuk masuk. Dengan posisi digendong oleh ayah, aku pindah ke ranjang pasien dan perawat mulai mengecekkeadaan dan kumudian menstabilkan infus ku.


Kamar ini terasa lembab, aku meminta ayah untuk menghidupkan lampunya agar lebih hangat dan tidak menakutkan. Ayah pun segera menuruti permintaan dariku.


Siap dengan pekerjaanku, perawat mulai beranjak pergi dan meninggalkan aku bersama ayah. Ayah duduk di ranjang ku dan mengatakan kalau ayah ingin aku segera pulih, untuk itu aku harus kuat. Itulah yang ayah katakan padaku. dan akupun menyetujui nya.


Tidak lama, seorang petugas yang membawakan makanan masuk dan mengatakan kalau aku harus segera makan, lalu ayah menyuapiku. Ayah menyuapiku sembari mengeluarkan kelakarnya, dan kami saling bercanda sambil tertawa.


"Sebentar ya Sarah, ini sudah waktunya magrib, ayah tutup dulu pintu kamarnya. " Ucap ayah, ayah pun berjalan menuju pintu kamar agar bisa menutupnya.


Tapi pada saat ayah berjalan, aku melihat perempuan yang tengah hamil tua yang menurut perawat sudah meninggal dunia tersebut melintasi kamarku. " Hah ...." Ucapku di dalam hati.


Aku sangat yakin dengan penglihatan ku, jantungku tiba-tiba berdetak kencang, tanganku mulai gemetaran. Aku yakin sekali kalau yang melintas tersebut adalah perempuan di samping ranjang ku saat aku berada di ruang ICU.


"Sarah ... Sarah ...." Ayah menyapaku tapi aku tidak menyadarinya. "Sarah." Ayah memegang pundak ku dan aku seakan-akan tersadarkan dan ayah dapat mengalihkan pandanganku.


"Ayah .... " Ucapku dengan wajah yang bingung.


"Ada apa Sarah ? " Tanya ayah. " Nak ... kamu jangan sering-sering melamun, itu tidak baik. Lusa paman dan bibikmu mungkin akan datang kemari nak, mereka sudah tau segalanya. Semoga kamu lebih tenang dan bahagia saat bersama mereka nanti." Ucap ayah dengan senyumnya yang manis.


"Ayah, tapi aku ingin bersama ayah. Mulai saat ini aku ingin bersama ayah. Aku ingin tinggal bersama ayah, aku bersekolah di sini saja yah, aku sudah tidak ingin berpisah lagi dengan ayah." Ucapku memohon dan memelas hingga hampir menangis.


"Apa kamu yakin nak? " Tanya ayah yang tampak ragu dengan keputusan ku.


"Iya yah." Aku pun menjawab dengan tegas.


Pukul 19.30 wib. Ayah membuka pintu kamar ku kembali. Sebenarnya aku tidak ingin ayah melakukan itu tapi cuaca yang tadinya lembab sekarang terasa panas. Ditambah lagi dengan kondisi AC di ruangan kami yang sedang rusak.


Ayah berusaha menelpon pihak rumah sakit agar segera memperbaiki Ac-nya tapi kata pihak rumah sakit baru pagi besok bisa diperbaiki.


Ayah mengambil buku tipis dari kumpulan dokumen di dalam tasnya lalu mengipas- ngipas wajahku. Aku tau Ayah juga sangat lelah, makanya aku bilang pada ayah jika Ayah tidak perlu melakukannya untuk ku tapi ayah bersikeras melakukannya dan beliau terus mengipaskan.


"Tidurlah ... kamu harus banyak istirahat Sarah." Ucap ayah dengan lembut. Akupun memejamkan kedua mataku tanpa ragu. Aku sudah mulai kehilangan kesadaranku, rasanya sangat mengantuk sekali.


2 jam kemudian.


Kreaaak kreaaak kreaaak kreeeeeereak ...


(suara pintu kamarku yang membuka dan menutup dengan cepat. Suara itu sangat menggangguku sehingga aku terbangun).


Aku melihat ke arah ayahku, ternyata ayah masih tidur dengan nyenyak, kepalanya di samping tanganku dan tubuhnya di topang dengan kursi seadanya.


Pukul 23.00 wib, aku berusaha berdiri untuk menutup pintu kamarku tapi aku tidak bisa, kepala ayah berada tepat di tangan kananku. Aku berpikir jika saat ini aku berdiri, pastinya ayah akan terbangun sedangkan ayah baru saja beristirahat, jadi aku memutuskan untuk tetap berbaring di atas ranjang.


Alu berusaha untuk tenang dan kembali tidur, tapi mataku selalu menatap ke arah luar kamarku. Ada hal yang mengganggu pikiranku saat ini sehingga aku sulit untuk tidur kembali. "Aku benar-benar tidak bisa tidur. Apa yang harus aku lakukan? lalu aku kembali mengingat Tania. " Keluh ku.


Bersambung....


Jangan lupa terus ikuti episode selanjutnya ya teman-teman. Tinggalkan komentar, klik like dan favorit untuk mendapatkan notifikasi selanjutnya.


Plus beri aku dukungan dengan menekan tombol vote pada halaman terdepan. Vote dari teman-teman pembaca semuanya adalah semangat tersendiri bagi saya penulis. Makasih 😘😘😘