ROH DAN KEMATIAN

ROH DAN KEMATIAN
MUKJIZAT


Urusan Ayah sudah selesai, ternyata pihak rumah sakit ingin mengajukan rekomendasi kaki palsu untuk Ayah. Apapun itu aku setuju saja, asalkan Ayah juga tidak keberatan. Mengenai biaya, Ayah masih cukup banyak menyimpan tabungan.


Malam kemarin, Mbah Brahma berhasil menutup mata batin Feli dan sekarang ia tidak lagi memiliki mata seperti mataku. Rasanya, aku sangat lega sekali dan aku juga sangat berhati-hati sekarang karena aku sendiri tidak tau dan tidak mengerti tentang diriku.


Tadi malam, saat di rumah sakit. Rian mengatakan bahwa Mama dan Papanya memberikan ia uang cukup banyak yang bisa digunakan untuk modal usaha agar bisa menghidupi Feli. Walaupun Ayah juga sudah bilang, jika Ayah masih mampu membiayai semuanya. Tapi bagi Rian dan keluarganya Feli adalah kewajiban mereka. Untuk itu Rian tetap harus bertanggung jawab dan bekerja agar dapat memberikan nafkah lahir dan batin kepada Feli.


Selain itu, tadi malam kami juga kedatangan tamu dari keluarga Azura. Benar-benar malam yang ramai dan menyenangkan, walau dalam kondisi seperti ini aku dapat melihat Ayah merasa bahagia atas segala yang sudah terjadi, walaupun semua ini sangat merugikan bagi dirinya.


*****


"Assalamu'alaikum .... " ucap seseorang dari luar kamar perawatan Ayah.


"Waalaikum salam."


"Sarah," sapa Rido dan Papanya.


"Oh iya, silahkan masuk."


"Bagaimana kabarnya, Pak Ardy?"


"Ya beginilah, yang penting semuanya selamat dan masalahnya dapat diselesaikan dengan baik."


"Kami sekeluarga mohon maaf kepada Pak Ardy dan juga Sarah, saya benar-benar tidak menyangka dengan apa yang telah terjadi. Ini murni kesalahan saya dan saat ini saya sudah kehilangan istri saya."


"Sebaiknya yang sudah terjadi, biar saja berlalu Pak. Kita buka lembaran baru yang lebih baik lagi, jalan kanan yang lurus."


"Iya, Pak Ardy."


"Kamu Rido, bagaimana keadaan kamu?"


"Saya, saya baik Om," jawab Rido dengan suara yang pelan dan lamban.


"Iya ... Rido sudah dapat berbicara dengan jelas, walau tidak lancar seperti semula. Tapi yang hebatnya lagi, tulang ekornya dalam keadaan baik. Saya dan juga dokter sangat heran. Bahkan pihak rumah sakit bilang, ini tidak mungkin terjadi."


"Tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah menghendaki. Kun kata Allah, maka terjadilah," ucap ku dengan penuh semangat.


"100," sambung Rian. "Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah karena kekuasaan-Nya tidak pernah bertepi dan tidak mempunyai batas. Yang harus kita lakukan adalah berupaya agar Allah berkenan hadir dalam kehidupan kita. Tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya."


"Ini adalah mukjizat bagi saya karena awalnya, saya rasa tidak mungkin Rido selamat dan bisa sehat kembali. Bahkan saat ini ia bisa duduk dan saya yakin besok dia akan bisa berdiri dan berjalan kembali," ucap Papanya Rido dengan suara yang mulai bergetar dan dengan wajah yang sudah memerah karena menahan air matanya.


“Sesungguhnya, apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya ‘Jadilah!’ maka terjadilah. Maka maha suci Allah yang ditangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan (QS. Yasin: 82-83)," sambung Rian.


"Satu lagi, jangan lupakan juga ibu yang sudah melahirkan kamu, Rido. Kamu tidak pernah tau apa yang sudah ia lakukan untuk mu bukan?" ucap Feli cukup Emosional sembari mengatur nafasnya. "Bisa saja, tulang punggung atau tulang ekor mu saat ini adalah tulang punggung ataupun tulang ekor milik ibu yang sudah melahirkan kamu," sambung Feli yang mulai menangis.


Mendengar ucapan Feli, tiba-tiba Rido menangis terguguh-guguh. Dia pasti merasakan sakit yang luar biasa. Dia tidak menyangka akan pengalaman yang terjadi pada hidupnya yang masih muda.


"Aku ingin sekali berbakti pada kedua Ibuku, apa yang harus aku lakukan? Mamaku sudah merawat ku dengan kasih sayang dan Ibuku sudah berjuang untukku."


"Setelah orang tua meninggal, ada banyak cara bagi seorang anak untuk tetap bisa berbakti kepada orang tuanya. Mereka tetap bisa memberikan kebaikan bagi orang tuanya yang telah meninggal, berupa aliran pahala. Dengan syarat ...."


"Apa syaratnya, Kak?"


"Selama mereka memiliki ikatan iman," sambung Rian, lalu Rido terdiam.


"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan kepada salah seorang sahabat untuk melakukan beberapa amal, agar mereka tetap bisa berbakti kepada orang tuanya."


"Dari Malik bin Rabi’ah As-Sa’idi radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan, ‘Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seseorang dari Bani Salamah. Orang ini bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah masih ada cara bagiku untuk berbakti kepada orang tuaku setelah mereka meninggal? lalu jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,


نَعَمْ، الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا، وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا، وَإِيفَاءٌ بِعُهُودِهِمَا مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِمَا، وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا، وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا تُوصَلُ إِلَّا بِهِمَا


“Ya, menshalatkan mereka, memohonkan ampunan untuk mereka, memenuhi janji mereka setelah mereka meninggal, memuliakan rekan mereka, dan menyambung silaturahmi yang terjalin karena sebab keberadaan mereka.” (HR. Ahmad 16059, Abu Daud 5142, Ibn Majah 3664, dishahihkan oleh al-Hakim 7260 dan disetujui adz-Dzahabi).


"Doa mukmin yang hidup kepada mukmin yang telah meninggal, Allah jadikan sebagai doa yang mustajab. Doa anak soleh kepada orang tuanya yang beriman, yang telah meninggal, Allah jadikan sebagai paket pahala yang tetap mengalir. Itulah yang bisa kamu lakukan Rido."


"Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,"


إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ


“Apabila seseorang mati, seluruh amalnya akan terputus kecuali 3 hal: sedekah jariyah, ilmu yang manfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya.” (HR. Muslim 1631, Nasai 3651, dan yang lainnya).


"Bahkan ikatan iman ini tetap Allah abadikan hingga hari kiamat. Karena ikatan iman ini, Allah kumpulkan kembali mereka bersama keluarganya di hari kiamat."


وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ


“Orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka,” (QS. At-Thur: 21).


"Apa, Kak? mungkin ada yang bisa aku lakukan," tanya Rido tampak sangat antusias sementara kami hanya mendengarkan percakapan antara Rian dan Rido yang semakin memanas.


"Berdoa untuk kedua orang tua, menshalatkan jenazah orang tua, mendoakan orang tua dengan doa rahmat, melunasi hutang orang tua, menunaikan qadha hutang puasa, menunaikan qadha nazar orang tua, menjaga silaturahmi, sedekah atas nama orang tua. Diantara doa yang Allah perintahkan dalam Al-Quran adalah doa memohonkan ampunan untuk kedua orang tua kita,"


وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا


“Berdoalah, Ya Allah, berilah rahmat kepada mereka (kedua orang tua), sebagaimana mereka merawat ku ketika kecil," (QS. Al-Isra: 24).


"Salah satu bentuk berbakti kepada orang tua yang tingkatannya sangat tinggi adalah menjaga hubungan silaturahmi dengan semua keluarga yang masih kerabat dengan orang tua kita dan orang-orang yang menjadi teman dekat orang tua. Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


إِنَّ مِنْ أَبَرِّ الْبِرِّ صِلَةَ الرَّجُلِ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ بَعْدَ أَنْ يُوَلِّيَ


“Bentuk kebaktian kepada orang tua yang paling tinggi, menyambung hubungan dengan orang yang dicintai bapaknya, setelah ayahnya meninggal," (HR. Muslim no. 2552)."


"Dari beberapa cara tadi hanya sedikit yang bisa aku lakukan untuk Ibuku," ujar Rido sambil menundukkan wajahnya.


"Jangan pernah mengukur dengan cara seperti itu, Allah punya penilaiannya sendiri. Allah itu maha baik, bahkan kebaikan sebiji jagung pun tidak luput dari hitungan Allah. Sementara jika kita berdosa dan segera bertaubat, kesalahan sebesar gunung pun segera Allah hapuskan. Subhanallah .... " ujar Rian sambil memegang dada dengan tangan kanannya dan Rido semakin menangis.


"Setiap anak Adam, pasti pernah melakukan dosa. Baik itu dosa kecil maupun dosa besar. Bahkan dosa-dosa besar yang mungkin secara kasat mata tidak akan pernah terampuni. Padahal, tahukah kalian? bahwa Allah mengampuni segala bentuk dosa jika kita bertaubat. Bahkan ketika kita menghadap Allah dengan tumpukan dosa yang begitu menggunung.  Tapi jika kita bertaubat, maka Allah leburkan semua dosa-dosa kita," ujar Mbah Brahma dengan suara yang sangat besar sambil meneteskan air mata.


"Sebuah hadits yang patut jadi renungan, Anas bin Malik menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman, ”Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau menyeru dan mengharap pada-Ku, maka pasti Aku ampuni dosa-dosamu tanpa Aku pedulikan," ucap Mbah Siji yang bertubuh paling besar dengan janggutnya yang sangat panjang berwarna putih.


"Wahai anak Adam, seandainya dosamu membumbung tinggi hingga ke langit, tentu akan Aku ampuni, tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikit pun pada-Ku, tentu Aku akan mendatangi-Mu dengan ampunan sepenuh bumi pula,” (HR. Tirmidzi no. 3540. Abu Isa mengatakan bahwa hadits ini ghorib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).


"Hadits di atas menunjukkan bahwa Allah benar-benar Maha Pengampun. Setiap dosa –baik dosa kecil, dosa besar, dosa syirik bahkan dosa kekufuran pun bisa diampuni selama seseorang bertaubat sebelum datangnya kematian walaupun dosa itu sepenuh bumi."


Aku terus mendengarkan ucapan dari Mbah-Mbah yang berdiri di sisi Rian. Sekarang aku mengerti, ternyata inilah alasan mengapa hatiku seakan menolak dan merasa tidak mampu menolong Nova. Sebab ia mati dalam kekufuran, dalam kesyirikan. Ya Allah ... ucapku tanpa suara lalu aku menyampaikan kembali ucapan dari mereka yang gaib kepada semua yang ada di ruangan ini.


"Iya," sambung Rian. "Hal ini dikuatkan pula pada ayat dalam Al Qur’an, Allah Ta’ala berfirman, “Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS. Az Zumar: 53).


"Ayat ini menunjukkan bahwa Allah akan mengampuni setiap dosa walaupun itu dosa kekufuran, kesyirikan, dan dosa besar (seperti zina, membunuh dan minum minuman keras)."


"Sebagaimana Ibnu Katsir mengatakan, ”Berbagai hadits menunjukkan bahwa Allah mengampuni setiap dosa (termasuk pula kesyirikan) jika seseorang bertaubat. Janganlah seseorang berputus asa dari rahmat Allah walaupun begitu banyak dosa yang ia lakukan karena pintu taubat dan rahmat Allah begitu luas." (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 12/140).


"Jadi bagaimana dengan Ibuku?" tanya Rido kepadaku dan Rian.


"Yang pertama, Ibumu adalah korban dari kedzoliman. Dalam arti, ia tidak berzina," ucap ku. "Yang kedua, semasa ia hidup, ia merupakan seorang putri yang berbakti kepada orang tua dan sangat menyayangi adiknya. Bahkan ia bercita-cita ingin menjadi seorang dokter dan berniat mengabdikan dirinya pada desa terpencil. Yang ketiga, di dalam kehancuran, kesendirian dan ketidak mampuannya, tapi ia tetap dan terus memilih untuk memelihara kamu di dalam rahimnya," jawab ku.


"Setahuku, saat aku kembali ke masa lalu. Aku sama sekali tidak pernah mendengar Ibumu mengutuk takdir yang di garis kan oleh Allah kepadanya. Jika ia mengeluh dan menangis, aku rasa itu wajar saja," sambung Feli.


"Lagi pula, apa yang kita lihat saat di rumah itu, aku sangat yakin, bahwa itu bukanlah Ibumu. Melainkan iblis yang mengambil rupa Ibumu untuk tujuannya, yaitu untuk menyesatkan umat manusia," sambung ku.


"Begitu ya, Kak?"


"Apapun itu, kita serahkan semua kepada Allah. Dan kita yang ditinggalkan, hanya mampu mendoakan dan melakukan apa-apa yang baik atas namanya."


"Aku mengerti, Kak. Aku sangat mengerti. Aku akan belajar ilmu agama dan menjadi anak yang shaleh. Aku akan menjalankan ibadahku dan selalu berusaha untuk ikhlas dengan semua yang telah terjadi. Dan aku akan menjadi anak yang terbaik untuk Papaku."


"Rido, maafin Papa .... "


"Rido juga minta maaf, Pa."


“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya kepada mereka, bertambah (kuat) keimanannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakkal. Yaitu orang-orang yang melaksanakan sholat dan yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat (tinggi) disisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia.” (QS. Al-Anfal:2-4).


Bersambung ....


Jangan lupa bantu aku ya. Di kanan atas bagian cover ada 5 simbol bintang yang berderet. Tolong klik tanda bintang tersebut dan berikan penilaian kalian terhadap karyaku ini. Selain itu, jangan lupa terus ikuti episode selanjutnya, tinggalkan komentar, klik like dan favorit untuk mendapatkan notifikasi selanjutnya 🤗.


Plus beri aku dukungan dengan menekan tombol vote pada halaman terdepan. Vote dari teman-teman pembaca semuanya adalah semangat tersendiri bagi saya penulis. Makasih dan semangat membaca 😘😘😘.