
"Maksud kamu, Sarah?"
"Malam 1 Suro atau 1 Muharram, bagi sebagian orang Jawa dianggap malam keramat. Selain menjalankan tradisi ritual memperdalam kekuatan tubuh atau ilmu kebatinan, juga dilakukan ritual seperti ngumbah gaman dengan tujuan agar aura magis dalam pusaka tersebut tidak memudar."
"Gimana caranya? Apa dengan tumbal?"
"Kalau untuk barang pusaka tidak begitu, Rian. Biasanya, ritual semacam ini dilakukan dengan cara lelaku, puasa mutih, nyepi atau puasa pati geni yang artinya puasa bicara, menghindari bertemu orang lain dan menghindari cahaya matahari. Bahkan, ada juga yang menjalani tapa brata di tempat keramat seperti makam orang sakti dan sebagainya."
"Ada hubungannya dengan para kolektor barang antik nih?"
"Iya, bagi para kolektor benda pusaka, biasanya mereka mencuci pusakanya agar aura pusaka maupun kekuatan magisnya tidak memudar, bahkan semakin bertambah aura kekuatannya."
"Aku pernah dengar sih, katanya dalam adat Jawa, malam 1 Suro atau 1 Muharram itu, identik dengan malam keramat, malam penuh kekuatan mistis. Kalau dalam ajaran Islam, 1 Muharam itu hari bagi umat Islam menjalani setengah kewajibannya untuk prihatin agar bisa menjadi lebih baik setelah tahun baru Hijriyah," terang Rian yang memang cukup paham akan ilmu gaib.
"Iya," sahut ku sambil terus memikirkan Feli. Aku sengaja mengalihkan pembicaraan agar Rian lupa dengan pertanyaan sebelumnya tentang ada apa dan kemana kami akan pergi. Aku harus bisa melakukannya agar Rian tetap tenang.
"Nah," lanjut dia. "Dalam ajaran ilmu Jawa, mereka diperintahkan untuk menjalani puasa. Bagi orang-orang yang mempelajari ilmu kebatinan, malam 1 Suro merupakan hari untuk memperkuat ilmu atau kekuatannya agar tidak luntur. Termasuk meritualkan pusaka keramat. Gitu kan, Sarah?"
"Yang aku tau, sebenarnya kekuatan utama bulan Suro itu, bukan terletak pada 1 Muharram-nya, melainkan satu hari menjelang tahun baru Hijriyah tersebut. Kenapa tiap malam 1 Suro kebanyakan orang Jawa atau para kolektor pusaka selalu ngumbah gaman miliknya? Karena seperti yang aku jelaskan tadi, bahwa 1 Muharram adalah malam penuh keramat, malam penuh dengan kekuatan magis. Karena pusaka-pusaka itu juga dikeramatkan, makanya perlu dirituali di malam 1 Suro, agar kekuatan gaibnya bertambah."
"Kamu tau prosesnya, Sarah?"
"Aku pernah baca, setahuku sebelum mencuci pusaka, seseorang harus melakukan puasa pati geni dalam ruang tertutup satu hari satu malam. Kemudian sebelum malam 1 Suro, dilakukan perendaman pusaka menggunakan bahan-bahan khusus untuk menghilangkan karat. Juga untuk menjaga pamor (corak) keris agar kembali muncul."
"Kemudian dilakukan pembersihan dan pewarangan untuk mengeluarkan kembali bentuk pamor. Selanjutnya dilakukan penjamasan di malam 1 Suro dengan ritual khusus untuk menyatukan kekuatan dari luar keris menyatu dengan kekuatan yang ada dalam keris itu sendiri."
"Lalu bagaimana dengan ilmu hitam lainnya seperti santet, pelet dan persugihan?"
"Sebentar, Rian. Ada makhluk gaib yang mengajakku berkomunikasi."
"Baik."
Bersambung.
Jangan lupa bantu aku ya. Di kanan atas bagian cover ada 5 simbol bintang yang berderet. Tolong klik tanda bintang tersebut dan berikan penilaian kalian terhadap karyaku ini. Selain itu, jangan lupa terus ikuti episode selanjutnya, tinggalkan komentar, klik like dan favorit untuk mendapatkan notifikasi selanjutnya 🤗.
Plus beri aku dukungan dengan menekan tombol vote pada halaman terdepan. Vote dari teman-teman pembaca semuanya adalah semangat tersendiri bagi saya penulis. Makasih dan semangat membaca