ROH DAN KEMATIAN

ROH DAN KEMATIAN
SIRAMAN ROHANI (Baca sampai habis!)


Udara terasa panas, aku lebih memilih untuk duduk di bawah pohon beringin yang rindang di lingkungan rumah sakit. Dokter bilang, hari ini aku sudah boleh pulang. Jadi aku tinggal menunggu Ayah dan Feli menjemputku.


Selama duduk sendirian, aku berpikir tentang hidup ini. Bagaimana mungkin ada manusia yang sanggup dan tega begitu jahat mengorbankan kebahagian, bahkan nyawa orang lain hanya untuk harta dan tahta? bagaimana mungkin ada orang yang bisa berpikir bahwa orang mati bisa dihidupkan kembali? aku terus berpikir dan bertanya pada diriku sendiri.


Masih jelas dan kuat terekam dalam ingatanku, sosok makhluk misterius yang dipanggil oleh Pamannya Sinta saat itu. Sangat menakutkan, tapi bayangan itu seakan tidak mau pergi dariku.


Ya Tuhan ... dunia ini ternyata sangat luas. Manusia umumnya hanya melihat dunia sebatas pandangan mata, padahal ... masih banyak sekali hal-hal di luar nalar manusia tapi benar-benar terjadi di sekitar kita. Untuk itu kita harus berhati-hati pada apapaun dan siapapun.


"Sarah .... "


"Rian. Kamu kapan tiba dan ngapain kesini?"


"Maaf kalau kamu kurang berkenan bertemu denganku, Sarah. Aku hanya ingin meminta maaf sekali lagi atas semua yang telah terjadi," ujar Rian sembari membuang nafasnya yang panjang.


"Sudahlah ... bukannya kamu juga tidak menginginkan hal ini terjadi? kamu tidak berniat buruk kan?"


"Demi Allah, nggak Sarah. Tapi tetap saja aku merasa bersalah, apalagi kondisi kamu jadi begini (Cacat)."


"Sudah sudah ... semua sudah takdirnya. Hanya saja, aku sangat bingung dengan apa yang baru saja aku lihat. Tapi aku yakin ini bukan trauma. Aku gadis yang kuat."


"Sarah, Jika kamu mengizinkan dan bersedia, aku bisa memanggil seseorang untukmu dan kamu bisa menanyakan tentang hal apapun kepadanya dengan begitu hatimu bisa jauh lebih tenang."


"Siapa?"


"Pamanku. Beliau seorang Ustaz dan selama ini aku tinggal bersama dengannya. Ya setidaknya setelah Papa dan Mamaku pindah keluar kota dengan alasan pekerjaan. Sementara aku tetap ingin tinggal di kota ini karena aku merasa Sinta masih membutuhkan aku disini."


"Rian .... "


"Ternyata kejadian inilah yang membuat hatiku tertahan sehingga aku tidak ingin ikut dengan kedua orang tuaku ke kota lain, tapi sayangnya apa yang terjadi ini mengorbankan orang lain. Aku sangat menyesal karena begitu bodoh dan tidak tahu tentang apapun. Sekali lagi maafkan aku, Sarah."


"Kapan aku bisa bertemu dengan Paman mu itu, Rian?"


"Kapanpun kamu mau, Sarah."


"Bagaimana kalau malam ini kita ke rumah kamu, Rian?"


"Baiklah, setuju. Nanti setelah pulang dari rumah sakit, kamu istirahat sebentar di rumah. Lalu malamnya setelah shalat Isya, aku akan menjemputmu, begitu juga dengan Feli dan ayahmu. Bagaimana?"


"Setuju."


*****


Matahari telah berganti bulan, dengan kondisi yang belum kuat dan kurang stabil, aku tetap memaksakan diri untuk bertemu dengan Pamannya Rian. Bukan tanpa sebab, sejak kejadian itu, aku sama sekali tidak tenang bahkan sulit untuk tidur. Jadi aku rasa, aku membutuhkan sesuatu yang dapat menguatkan hatiku.


Pukul 20.00 WIB, Rian datang bersama Pamannya. Ternyata Rian menceritakan tentang apa yang telah terjadi beberapa hari yang lalu, hingga mengetuk hati sang Paman untuk menjenguk ku.


Beliau membawakan aku aneka roti dan buah, lalu memegang dahiku layaknya seorang ayah kepada anaknya. "Subhanallah ... masih sangat muda," ucapnya sambil menatapku.


"Paman, ini Feli dan ini Ayah." Lalu Feli dan Ayah juga saling menyapa dengan pamannya Rian.


"Baru saja kita mau kesana, Pak Ustad," ujar Ayah sambil duduk bergabung bersama kami.


"Iya ... saya sudah dengar dari Rian. Tapi saat Rian melanjutkan ceritanya, saya berpikir untuk datang berkunjung agar Sarah bisa istirahat dengan lebih baik dan tidak terkena angin malam dulu."


"Iya Pak Ustadz, terimakasih banyak atas perhatiannya," ujar Ayah dengan senyumnya yang sudah tampak tenang.


"Apa boleh saya melihat cideranya Sarah, Pak?" tanya Pamannya Rian kepada Ayahku.


"Iya, silahkan .... " Lalu beliau menyingkap sedikit baju ku ke atas.


"Ini sampai atas luka bakarny?" tanya Pamannya Rian.


"Iya Ustadz."


"Panggil saja saya Ahmad!" berkata sembari melihat ke arah Ayah. "Pak Ahmad atau Paman saja juga boleh ya, Sarah, Feli."


"Iya, Pak," sahut ku dan Feli.


"Baiklah, apa yang sangat mengganggu pikiranmu, Sarah?"


"Tentang iblis Pak ... sebenarnya bagaimana mereka terhadap manusia? apakah kerjasama seperti itu memang ada?"


"Eeeemh ... sebenarnya yang ada bukanlah kerjasama, melainkan permusuhan."


"Tapi kemarin yang aku dengar ... mereka saling bekerjasama, bukan bermusuhan. Tidak mungkin aku salah dengar, Pak."


"Dengar, Nak!! Permusuhan iblis kepada manusia terus berlangsung hingga hari kiamat. Semenjak terusir dari jannah, ia bersumpah untuk menyesatkan seluruh anak Adam dari jalan yang lurus. Iblis dan pengikutnya selalu meningkatkan keterampilan mereka dalam menggoda manusia. Sumpah iblis ini diabadikan dalam Al-Qur’an,"


“Iblis berkata, “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat) (Al A’raf : 16 – 17)."


"Dari sinilah kita harus hati-hati dan memohon kepada Allah Ta’ala agar diberikan keistiqamahan dan tidak tergoda tipuan setan. Nabi SAW mengajarkan kepada kita do’a agar dibaca pagi dan sore. Do’a tersebut berisi permintaan seorang hamba agar dilindungi Allah Ta’ala dari godaan syetan dari berbagai arah seperti yang saya sebutkan barusan."


اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي


"Artinya, Ya Allah jagalah aku dari arah depan, belakang, kanan, kiri, dari atas, dan aku berlindung pada keagunganMu agar aku tidak tersambar dari bagian bawahku (H.R Abu Dawud dari Ibnu Umar, dishahihkan oleh Syaikh al-Albany)."


"Ayat Al-Qur’an di atas menjelaskan bahwa iblis selalu menghalang-halangi kita dari jalan yang lurus. Dia akan mendatangi kita dari arah depan, belakang, kanan dan kiri. Lalu apa maksud dari keempat penjuru itu?"


"Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan, Kemudian aku (iblis) mendatangi mereka dari depan. Maksudnya, Iblis akan membuat manusia ragu akan permasalahan akhirat (Min baini Aidihim). Dari belakang mereka, maksudnya membuat mereka cinta kepada dunia (Wa Min Kholfihim). Dari kanan, maksudnya urusan-urusan agama akan dibuat syubhat (Wa ‘An Aimaanihim). Dan dari kiri, maksudnya dan manusia akan dibuat tertarik dan senang terhadap kemaksiatan (Wa ‘An Syama’ilihim)."


"Empat arah ini akan saya terangkan satu persatu agar lebih jelas dan lebih bermanfaat bagi kita semua yang mendengarkannya malam ini. Semakin kita memahami tipu daya setan, InsyaAllah kita akan semakin jauh dari jerat-jeratnya."


"Pertama. Dari depan, maksudnya adalah dibuatnya ragu dan lupa pada urusan akhirat. Terpikirkanpun tidak, terbersitpun tidak, dibuat ragu/putus asa terhadap adzab kubur. Hari ini kita sering mendengar guyonan mengenai neraka."


"Mereka mengatakan kalo masuk neraka akan tambah asik karena akan dikumpulkan dengan para bintang film yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng. Sungguh guyonan parah yang bisa menjadikan seseorang keluar dari Islam. Hal ini menunjukkan keberhasilan iblis."


"Manusia dibuat tidak tahu akan pedihnya adzab neraka, sehingga mampu berolok-olok akan neraka yang sangat pedih siksanya. Mereka tidak tahu bahwa api neraka yang hanya sebesar korek api pun jika dijatuhkan pada lautan dunia niscaya akan kering seketika laut dunia, menguap tak bersisa."


Setelah mendengarkan ucapan tersebut, tiba-tiba tubuhku bergetar. Mungkin karena aku sudah pernah merasakan, bagaiamana rasanya terbakar.


"Untuk membentengi diri dari ancaman iblis ini, maka kita harus selalu mengingat kematian. Kemudian juga mempelajari ilmu mengenai alam kubur, siksa dan nikmatnya. Juga mempelajari pedihnya neraka."


"Mempelajari juga betapa nikmatnya surga, sehingga makin jelaslah kenikmatan dan kesengsaraan yang akan didapat nanti. Setiap apa yang kita lakukan akan dibalas di akhirat sana. Setiap kebaikan walau hanya sebesar biji sawi akan dibalas dengan kenikmatan. Sebaliknya, seberat biji sawi dari sebuah kejelekan akan dibalas di akhirat nanti. Inilah inti dari iman kepada hari akhir."


"Kedua. Dari belakang adalah membuat mereka cinta kepada dunia. Maksudnya dunia dibuat sangat indah, elok dan penuh warna. Sehingga orang menjadi senang, gandrung, bahkan mencintai dunia melebihi akhirat. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadist Rasululloh SAW,"


إنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرةٌ ، وإنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا فَيَنْظُرَ كَيفَ تَعْمَلُونَ ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ ؛ فإنَّ أَوَّلَ فِتْنَةُ بَنِي إسرائيلَ كَانَتْ في النِّسَاءِ


“Sesungguhnya dunia itu manis lagi hijau. Dan sesungguhnya Alloh akan menyerahkannya kepada kalian dan melihat apa yang akan kalian lakukan. Maka, berhati-hatilah kalian pada dunia, dan berhati-hatilah juga pada para wanita! Karena fitnah yang pertama kali menimpa Bani Israil datang dari para wanita, (Muslim no. 2742)."


"Kalau seandainya orang diberi pengumuman, barangsiapa sholat shubuh sebulan penuh diberi mobil alphard all new dengan menukarkan absensi yang ditandatangani oleh takmir. Pastilah berbondong-bondong orang shubuhan di masjid. Padahal setiap 2 rakaat sebelum shubuh, Alloh janjikan lebih dari dunia seisinya."


"Hari ini orang-orang gemar mendatangi konser. Jumlahnya bisa puluhan ribu orang dibandngkan yang hadir ke pengajian untuk mencari ilmu yang manfaat. Inilah beberapa contoh keberhasilan iblis yang telah mengembangkan berbagai metode menyesatkan manusia selama beratus-ratus tahun."


"Terapi kegandrung terhadap dunia ialah dengan mengingat bahwa kita hidup dunia ibarat seorang musafir yang berteduh di bawah pohon. Setelah beberapa saat, musafir tersebut akan melanjutkan perjalanannya. Inilah gambaran Rasululloh SAW tentang dunia. Belau bersabda dalam hadistnya,


مَا أَنَا وَالدُّنْيَا إِنَّمَا أَنَا وَالدُّنْيَا كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا


“Apa urusanku dengan dunia ini? sesungguhnya diriku dan dunia ini bagaikan seseorang yg tengah berjalan kemudian berteduh di bawah pohon, lalu aku pergi meninggalkan (pohon tersebut).” (HR. ibnumajah: 4099)."


"Ketiga. Dari kanan, maksudnya adalah urusan-urusan agama dibuat tidak jelas. Manusia pun dibuat berat dalam melaksanakan berbagai kebaikan."


"Saat seseorang hendak bertahajud dan sudah bangun pada malamnya, setan membisikan suara dalam hati, lanjutkan tidurmu, malam masih panjang. Dan ketika ia sudah mendekati subuh, setan membisikkan, terus tidurlah, baru adzan nanti saja kalau sudah iqomah. Dan saat ia sadar bahwa iqamah telah disuarakan oleh muadzin, maka setan membisikkkan, nanti saja, waktu shalat masih lama. Akhirnya ia luput mengerjakan shalat tahajud dan juga shalat subuh berjama’ah."


"Setan terus membisikkan bisikan-bisikan yang menjadikan orang berat untuk beribadah. sehingga banyak orang menyepelekan shalat dan bahkan meninggalkannya karena berkeyakinan bahwa Alloh maha pengampun."


"Setan berusaha untuk menggagalkan atau mengurangi kadar ketaatan seseorang. Maka, kita harus bersegera dalam melakukan kebaikan agar tidak berubah pikiran karena bisikan setan. Bersegera melakukan kebaikan juga merupakan perintah Alloh Ta’ala sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an,


وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ * الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ


“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Alloh menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. Ali Imran : 133-134)."


"Ke empat. Dari kiri, maksudnya, kemaksiatan dikemas dan dipoles sedemikian rupa sehingga nampak indah dan menarik."


"Zina pun dibuat indah dan mengasyikkan dihadapan manusia. Sehingga film-film dan tayangan televisi dipenuhi dengan adegan-adegan yang mengajak orang kepada perzinaan. Seakan-akan bergonta-ganti pasangan selingkuh terasa nikmat dan menjadi tren yang dilakukan oleh orang-orang. Bahkan ada yang bangga dengan prestasinya meniduri banyak wanita."


"Riba pun juga dibuat indah oleh iblis. Produk iblis terkait riba sungguh sangat indah dan paling berhasil. Bisa dilihat bagaimana institusi keuangan seperti bank, leasing dan perkreditan yang sangat marak. Kini, orang bangga manakala bekerja di bank, padahal ia seorang muslim yang selalu sholat 5 waktu. Di masa kini hampir tidak ada orang yang terlepas dari membeli kredit dengan akad yang mengandung riba. Parahnya lagi ibadah haji pun menjadi komoditas rawan riba dalam bungkus dana talangan haji."


"Begitulah iblis dan bala tentaranya menyesatkan manusia. Kita sebagai seorang muslim tidak akan selamat dari jerat-jerata iblis kecuali dengan rahmat Alloh. Karena itu, mintalah selalu kepada Alloh petunjuk dan keselamatan serta berusahalah mengetahui jerat-jerat iblis. Karena memang tidak akan selamat seseorang dari jerat setan kecuali dengan ilmu dan pertolongan Alloh."


"Lalu, apakah tidak ada jalan bagi manusia agar terhindar dari serangan segala penjuru dari iblis?" tanyaku yang mulai frustasi.


"***Diriwayatkan, ketika Iblis mengatakan ucapannya tersebut, para malaikat menjadi kasihan kepada manusia, lalu mereka berkata, Ya Allah, bagaimana mungkin manusia dapat terhindar dari jebakan Iblis? lalu Allah menjawab, masih tersisa dua arah, yaitu atas dan bawah, “Jika manusia mengangkat kedua tangannnya dalam doa dengan penuh rendah hati atau bersujud dengan dahinya di atas tanah dengan penuh kekhusyukan, Aku akan mengampuni dosa-dosa mereka.” (HR Thabrani). 


Bersambung***....


"Bagi para readers yang suka horor dan tajuk islam bercampur dengan roman yang manis, silahkan mampir di judul novel saya " KETURUNAN KE 7," yang mengisahkan tentang kekuatan cinta melawan kekuatan iblis.


Jangan lupa terus ikuti episode selanjutnya ya teman-teman. Tinggalkan komentar, klik like dan favorit untuk mendapatkan notifikasi selanjutnya 🤗


Plus beri aku dukungan dengan menekan tombol vote pada halaman terdepan. Vote dari teman-teman pembaca semuanya adalah semangat tersendiri bagi saya penulis. Makasih 😘😘