
Kami meninggalkan rumah mbok yati, tubuh ku memang terasa sangat ringan dan enak tapi tidak dengan kepala ku. Semua yang aku lihat rasanya berputar-putar di sana, bukan hanya itu saja, semua ingatan ku selama kembali ke rumah pun berkeliling di kepala ku, sepertinya aku akan gila, ucap ku di dalam hati.
Ayah melihat dan memperhatikan ekspresi ku lalu bertanya "Sarah, kenapa? kamu pucat sekali?"
"Mungkin sarah lapar yah .... " celetuk Ibu tapi aku sama sekali tidak menjawab apapun.
"Pak Antok, kita stop untuk makan dulu ya, disana ada tempat makan yang sering kami kunjungi dulu. " Perintah Ayah pada Pak Antok
"Apa menu unggulannya yah?" ucapku mulai bersemangat
"Soto nak, ada yang santan dan ada juga soto yang bening. Rasanya macam-macam, ada ayam, daging, babat, dan bisa juga campur Sarah. " Ucap ayah menjelaskannya kepadamu.
"Kok ayah hafal sekali? " Aku bertanya kembali tapi ayah hanya menjawab pertanyaan dariku dengan senyuman.
Kamipun berhenti dan singgah di warung makan pinggir jalan tersebut. Pelayanan warung langsung datang menyapa kami, ibu menanyakan toilet kepada pelayan dan berniat pergi sendirian.
"Nggak papa sendiri saja Bu?" Tanya ayah
"Iya nggak papa kok yah. "
"Aku mau soto santan isi daging yah. "
"Seperti ibu mu ya ... he he he he. " Sembari tertawa kecil dan mengatakan pada si pelayan. "Saya soto bening isi ayam kampung ya mbak. " Ucap ayah
"Pak Antok makan apa?" Tanyaku sambil melihat ke arah pak antok
"Saya sama kayak non Sarah dan nyonya aja." Ucap pak antok
"Baiklah, apa sudah di catat semuanya mbak?" Tanya ayah pada si pelayan.
"Sudah pak, sambil membaca kembali pesanan kami agar tidak terjadi kekeliruan. "
"Tambah lagi thu, minumnya jeruk panas semua ya mbak. "
"Baik pak. " Jawab si pelayan
Selang beberapa menit, 3 orang pelayan datang menyajikan pesanan kami. Sangat wangi aromanya, sepertinya aku akan makan banyak kali ini.
"Ayah sudah memesan menu makanan favoritnya ibu." Ucap ayah dengan senyum lebarnya yang khas.
Tapi tanpa terduga reaksi ibu jauh berbeda dengan angan-angan ayah. Ibu bilang kalau ibu tidak suka soto padahal selama ini menurut ayah, ibu sangat suka mampir ke warung ini setelah pulang dari rumah mbok Yati dan memesan soto bahkan jika ibu dalam keadaan kenyang pun, ibu tetap mampir dan minta di bungkuskan.
Ayah terlihat tidak enak hati, akhirnya ayah menanyakan kepada ibu menu apa yang ibu inginkan? dan ibu minta nasi goreng ayam saja, kemudian ayah menurutinya. Saat pesanan ibu datang, kamipun langsung menikmati menu makanan kami masing
-masing.
Hari mulai sore, kamipun bergegas untuk pulang. "Rasanya hari ini cepat sekali berlalu ya?" Tanya ayah.
"Mungkin karena kita jalan-jalan yah, Kitakan jarang sekali jalan-jalan begini, ayah pun jarang di rumah hanya sibuk dengan pekerjaan ayah saja. " Celetuk ibu
"Maafin ayah ya Bu, Sarah... inipun kemungkinan besar besok pagi ayah berangkat keluar kota untuk 3 sampai 4 hari. "
"Kenpa lama sekali yah?" Tanyaku
"Ayah ada proyek penting nak, ayah pergi menggunakan pesawat jadi pak Antok nanti standbye di rumah, kalau kalian bosan di rumah bisa minta pak antok mengantarkan kalian jalan-jalan." Ucap ayah
Kamipun tiba di rumah pukul 15.00 wib. "Ayah, ibu aku ke kamar duluan ya, aku ingin istirahat. " Ucapku dengan lembut.
"Iya nak,istirahatlah ... " Sahut ibu
"Makasih ya ayah, makasih ibu untuk hari ini. " Sembari tersenyum
"Iya nak ." sambil tersenyum juga seolah-olah membalas senyuman dariku.
Akupun tiba di kamar lalu aku mengganti pakaian ku dan merebahkan tubuhku. Tapi tiba-tiba aku mendengar suara mbok Yati yang berpesan kepadaku untuk menutup dan mengunci pintu kamar jika ingin tidur. Akupun sontak bangun dan mengunci pintu kamar ku.
Bersambung...
Boleh terus menebak ya teman-teman, asal jangan lupa tinggalkan komentarnya, like,
n klik love untuk mendapatkan notifikasi selanjutnya
by....👋👋👋👋