
Dalam posisi berbaring terlentang, aku masih berusaha fokus untuk mengetahui tentang semua yang terjadi. Mungkin Sinta membutuhkan bantuan dariku, sama dengan roh yang lainnya.
Setengah dari penggalian kubur tersebut, pelaku menyiram sesuatu di dalamnya seperti air yang sudah dicampur beberapa jenis bunga kemudian ia membakar sesuatu seperti rokok hingga mengeluarkan asap yang banyak.
Siap dengan aksinya tersebut, pelaku kembali menggali tanah kuburan hingga batas yang sesungguhnya yaitu ia dapat mengambil jasad Sinta.
Saat menyaksikan aksi gila tersebut, hanya ada satu kalimat di dalam hatiku, pastilah pelaku adalah orang yang memiliki perjanjian jahat atau gaib dengan roh halus yang membutuhkan jasad dari manusia suci/bayi atau perempuan perawan.
Tampak sangat jelas olehku, semakin lama mayat Sinta yang masih terbungkus dengan kain putih itu ditarik hingga jauh dari liang lahatnya. Namun aku tidak dapat melihat siapa pelakunya karena arah pandangan ku hanya tertuju kepada pocong Sinta yang kembali diikat.
Setelah merasa jasad Sinta aman, pelaku kembali menutup lubang kuburan dengan tanah yang tadinya iya gali dan serak di sekitar liang lahat milik Sinta.
Aku berusaha untuk melihat ke atas agar dapat menangkap wajah pelakunya, tapi pada saat yang bersamaan, ketika aku hampir saja dapat melihat leher si pelaku, tiba-tiba aku mendengarkan suara teriakan Kak Rio yang mencekam.
Konsentrasi ku terpecah, fokusku teralihkan kepada Kak Rio. Aku segera duduk dan mengatur nafas kemudian berusaha untuk turun dan keluar dari kamar ini sekedar mencari arah suara Kak Rio tersebut. Tapi ketika aku hendak melangkah, sesuatu menarik kedua pergelangan kakiku hingga aku terjatuh dan dahiku membentur lantai kamar Sinta.
"Aduh .... " keluhku sembari memegang dahiku yang tampaknya mengeluarkan sedikit darah.
Aku berusaha untuk berdiri tapi ketika aku mengangkat kepala, seseorang masuk ke dalam kamar Sinta dan aku mengenali jari-jari kaki tersebut. "Kamu enggak papa, Nak?" tanya Ibunya Sinta dengan suara yang lembut sembari mengangkat tubuhku.
"Iya Bu, aku baik-baik saja. Tapi tadi ada sesuatu yang menahan kakiku hingga aku terjatuh seperti ini.''
"Tapi di sini tidak ada siapapun kecuali kamu karena Ibu dan temanmu tadi langsung keluar. Hanya saja, tiba-tiba Ibu mendengar suara teriakan dari temanmu yang Ibu pikir dari arah sini, makanya Ibu datang kemari untuk melihat apa yang terjadi pada kalian berdua."
"Tidak Bu, Kak Rio tidak ada di sini. Bahkan aku bergegas untuk berdiri dan keluar dari kamar hanya untuk mencari asal Kak Rio. Kelihatannya dia dalam masalah. Kalau begitu, aku akan mencari Kak Rio dulu Bu, permisi."
"Tidak, tunggu! Sebaiknya kamu tetap disini. Biar saya saja yang mencarinya. Rumah ini memang tidak luas dan bertingkat tapi lumayan menyulitkan bagi orang asing," ucapnya dengan sangat tenang.
"Baik Bu, terimakasih."
Ibu tersebut langsung meninggalkan aku sendiri di dalam kamar ini tapi aku sangat merasa tidak nyaman berada di sini sehingga aku memutuskan untuk mengikuti langkah beliau. Tapi pada saat aku ingin membuka pintu kamar Sinta, ternyata pintu ini terkunci dari luar, setidaknya itulah yang aku rasakan.
Bingung, aku tidak tahu kenapa aku dikunci dari luar. aku membalik tubuhku dan menghadap ke ranjang. Tiba-tiba aku seperti melihat jari-jari tangan dengan kuku yang tajam, panjang dan berwarna hitam dari arah kanan ku (Pintu kamar mandi di dalam kamar Sinta yang terbuka).
Seketika, tubuhku gemetaran, aku tidak tau harus apa dan kemana. Aku berbicara di dalam hati, seandainya aku memiliki ilmu yang tinggi atau tenaga dalam untuk dapat melempar ,menendang, bahkan menghempas roh gaib yang jahat, pasti aku tidak akan sesulit ini. Pasti aku tidak akan setakut ini.
Aku memang gadis bodoh yang kosong, aku hanya bisa melihat dengan tubuh yang gemetaran tanpa berbuat. Tapi, aku tidak ingin mati sekarang! aku harus mencari jalan keluarnya.
Di dalam tekanan dan rasa takut yang sangat hebat, aku memperhatikan arah depan ranjang Sinta. Di sana ada sebuah sapu lidi yang tidak terlalu besar, mungkin biasanya sapu ini digunakan Sinta untuk membersihkan tempat tidur serta ambal mungil yang terbentang di dalam kamarnya.
Seperti orang bodoh aku berlari dan mengambil sapu lidi tersebut. Dengan penuh keyakinan aku menjalin nya dan menarik karet gelang di salah satu sisi lidi tersebut, kemudian aku ikatkan pada sisi ujung yang lainnya sehingga sapu lidi ini berbentuk bulatan kayu yang tampaknya tangguh.
Aku bukan seorang yang sangat mengerti tentang agama, tapi aku pernah mendengar sebuah ceramah bahwa iblis takut pada sapu lidi yang sudah dibacakan doa. Ceramah Ustaz tersebut pun terngiang di telingaku dan saat itu ia mengatakan, "Bacalah ayat-ayat pendek suci Alquran yang kamu ketahui, ditambah dengan ayat kursi, kemudian kuatkan keyakinan dan hatimu dan jadikanlah sapu lidi tersebut sebagai pedang yang sangat kuat untuk melawan iblis.
Aku melakukan apa yang aku ketahui walaupun selama ini tidak pernah aku praktekkan dan aku tidak tahu tingkat kebenaran serta kesuksesannya. Seakan tidak perduli dengan hasil, aku segera melakukannya.
Arab: أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِِ
Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.
Ayat Kursi
Arab: اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Latin: allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta khużuhụ sinatuw wa lā na ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai im min 'ilmihī illā bimā syā , wasi'a kursiyyuhus\-samāwāti wal\-arḍ, wa lā ya ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm
Artinya: Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.
Al Falaq
Walaupun hanya terdiri dari lima ayat, Al Falaq mengandung arti yang luar biasa. Bahkan, surat ini sering digunakan sebagai ayat pengusir setan.
Arab: قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
Latin: qul a'ụżu birabbil-falaq. Min syarri mā khalaq. Wa min syarri gāsiqin iżā waqab. Wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad. Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad.
Artinya: Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.'
An Nas
Ayat pengusir setan yang terakhir terdapat dalam surat An Nas. Surat ini berisikan keagungan Allah SWT sebagai tempat berlindung dari kejahatan setan dan jin.
Arab: قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ مَلِكِ النَّاسِۙ اِلٰهِ النَّاسِۙ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Latin: qul a'ụżu birabbin-nās. Maikin-nās. Ilāhin-nās. Min syarril-waswāsil-khannās. Allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās. Minal-jinnati wan-nās.
Artinya: Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, Raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia."
Baru aku membacakan ayat-ayat tersebut dengan suara yang nyaring, tapi belum mengayunkan sapu lidi tersebut. Tiba-tiba sosok yang tampaknya agresif itu menjauh dari diriku, ia seperti dipanggil seseorang atau tuannya sehingga aku tidak dapat lagi melihat sosoknya di sekitarku. Apa itu? tanyaku di dalam hati sambil terus memperhatikan sekelilingku
Bersambung....
"Bagi para readers yang suka horor dan tajuk islam bercampur dengan roman yang manis, silahkan mampir di judul novel saya " KETURUNAN KE 7," yang mengisahkan tentang kekuatan cinta melawan kekuatan iblis.
CINTA DAN DOSA, kisah seorang gadis hasil broken home yang mendapatkan perbuatan zholim dari orang dekatnya namun ia mampu melewati masa suram dengan mengayun langkah sambil terseok, sekarang ia menjadi cahaya bagi orang-orang di sekelilingnya.
PERFECTION OF LOVE, merupakan sambungan dari novel Cinta dan Dosa.
Jangan lupa terus ikuti episode selanjutnya ya teman-teman. Tinggalkan komentar, klik like dan favorit untuk mendapatkan notifikasi selanjutnya 🤗
Plus beri aku dukungan dengan menekan tombol vote pada halaman terdepan. Vote dari teman-teman pembaca semuanya adalah semangat tersendiri bagi saya penulis. Makasih 😘😘