
Aku terdiam sesaat, sekitar 5 menit hanya untuk mendengar suara tapak kaki Datuk Belang. Jika suara itu masih kuat, berarti Datuk Belang selamat atau sedang bertarung dalam keadaan hidup, begitu juga dengan Feli.
"Aaauuung." Suara aungan Datuk Belang masih terdengar jelas di telingaku. Bertahanlah Datuk, ucap ku tanpa suara.
"Siapa yang datang, Sarah? Kenapa bisa menyentuh mobil yang sudah aku bacakan asma Allah?" tanya Rian yang menghancurkan konsentrasi ku.
"Dia tidak menyentuh, hanya berteriak dari luar."
"Ooo ... begitu. Apa yang ia inginkan, Sarah?"
"Pulang, dia ingin pulang Rian."
"Begitu? Sekarang kita kemana?"
"Lurus saja! Nanti akan aku beri tahu."
"Iya," ucap Rian sambil melirik ke arah ku. Sepertinya dia sudah mulai curiga.
"Kamu tau? Malam satu suro ini adalah malam bagi mereka penganut ilmu hitam. Bahkan dulu dikatakan bahwa malam satu suro ini adalah waktu lebarannya bagi makhluk astral."
"Tau, tapi tidak terlalu paham karena menurutku semua malam adalah malam terbaik dalam menuntut ilmu Allah."
"Mana mungkin?! Setahuku, semua yang sudah mati tidak akan pernah kembali lagi (roh atau arwah). Kecuali jin qorin, bukan?"
"Heeemh, bukan hanya itu saja, bahkan beberapa orang menambahkan peristiwa lebih seram lagi, dimana mereka meyakini jika pada malam satu suro arwah dari orang-orang yang menjadi tumbal pesugihan akan dilepaskan dan diberi kebebasan pada malam tersebut sebagai hadiah pengabdiannya selama setahun penuh."
"Sarah, menurutku, dalam hal ini, kita harus kembalikan masalah ini kepada Al Qur'an, Al Hadits dan tuntunan para ulama dalam menanggapi fenomena malam satu suro ini."
"Dalam agama, bulan Muharram (dikenal oleh orang Jawa dengan bulan Suro), merupakan salah satu di antara empat bulan yang dinamakan bulan haram. Lihatlah firman Allah Ta’ala (yang artinya), "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, (QS. At Taubah: 36)," sambung Rian.
"Lalu apa saja empat bulan suci tersebut? Aku ingin tau, Rian."
"Dari Abu Bakroh, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, "Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban, (HR. Bukhari)."
"Lalu kenapa bulan-bulan tersebut disebut bulan haram, Rian?"
Bersambung.
Jangan lupa bantu aku ya. Di kanan atas bagian cover ada 5 simbol bintang yang berderet. Tolong klik tanda bintang tersebut dan berikan penilaian kalian terhadap karyaku ini. Selain itu, jangan lupa terus ikuti episode selanjutnya, tinggalkan komentar, klik like dan favorit untuk mendapatkan notifikasi selanjutnya 🤗.
Plus beri aku dukungan dengan menekan tombol vote pada halaman terdepan. Vote dari teman-teman pembaca semuanya adalah semangat tersendiri bagi saya penulis. Makasih dan semangat membaca