ROH DAN KEMATIAN

ROH DAN KEMATIAN
KAMAR KOSONG


Dari kamar sebelah, aku mendengar suara kran yang sangat besar, seperti nya seseorang sengaja membuka kran airnya dengan besar, kemudian di susul dengan suara seseorang yang sedang mandi tapi suara tersebut terdengar sangat kuat di telingaku.


Aku berusaha mengabaikannya.


Braaaak...


dari arah depan aku mendengar suara pintu yang terbuka dengan kuat.


Seeeeeet....


sepertinya sesuatu lewat dengan kekuatan super, cepat sekali. aku mengucek-ucek kedua mataku.


Aku kembali membuka mata ku dan aku melihat wanita itu lagi, dia tengah memegang perutnya sambil menggoyang-goyangkan badannya.


Wanita tersebut terus melihat ke arah perutnya sambil memegangnya... ada perasaan takut dan renyuh saat aku melihatnya karena aku tau, alam kami sudah berbeda, atau mungkin kali ini aku tengah bermimpi lagi.


Aku memalingkan wajahku, pura-pura tidak melihat apa yang terjadi di hadapanku. aura yang tadinya suram, mulai aku rasakan tenang, aku kembali membuka mataku.


Hah hah hah hah hah hah


hah hah hah hah hah hah


Aku terkejut melihat seseorang yang berdiri di sampingku.


aku mengenali wajahnya... dia perawat itu...


Isabela.


kapan dia datang? bagaimana mungkin tiba-tiba iya muncul di hadapanku?...


Rasa takut yang kuat muncul di dalam hatiku, aku memegang erat bahu ayah.


Lalu perawat tersebut membuka mulutnya dan memanggil namaku.


"Saraaahhhh ...


Tolooooooooong ..."


Siapa kamu? aku tidak mengenalimu...


nampaknya suara ku cukup kuat hingga aku membangunkan ayah.


Ayah duduk dan menyapaku, ada apa nak?..


kenapa kamu belum tidur? .... ayo tidur, hari sudah larut (ayah mendorong tubuhku ke ranjang dan menutupinya dengan selimut).


Ayah akan menjaga kamu Sarah .. ayah tidak akan tidur jadi sebaiknya kamu tidur dengan nyenyak agar lekas pulih.


Aku mengangguk-anggukkan kepalaku.


sesekali aku membuka mataku dan mengintip ayah, ternyata ayah memang berjaga, ayah tidak tidur untukku. aku pun merasa sangat nyaman dan aman sehingga mudah untukku memejamkan mata.


Pagi menjelang, aku melihat ayah dan ayah masih terjaga. matanya merah dan berurat. aku tau ayah menjagaku semalaman pasti ayah lelah, tapi ayah melihat ku dengan tatapan bahagia.


Syukurlah tidur mu nyenyak nak, ucap ayah.


akupun tersenyum...


Sarapan pagi pun telah tiba, ayah memegang tanganku untuk turun dari ranjang ke kamar mandi. ayo bersihkan dirimu ucap ayah. setelah itu aku kembali ke ranjang dan duduk sambil menikmati sarapanku yang tentu saja masih disuapi oleh ayah☺️☺️☺️.


Aku juga meminta ayah untuk menyuapkan makanan tersebut ke mulut ayah, ayah pun tidak menolak dan melakukannya. itu baru ayahku, ucapku kepada ayah.


kami tertawa bersama...


Pukul 10.00 wib


Tukang servis AC mulai datang ke kamar kami, sambil mereka memperbaiki Ac-nya, aku memberanikan diri untuk bertanya.


Sarah : pak... aku boleh tanya sesuatu?


tukang AC : iya mbak, ada apa?


Sarah : pasien di kamar sebelah itu laki-laki ya? (sambil menunjuk kamar sebelah kiri/kamar sebelum kamar Sarah)


tukang AC : kamar sebelah kiri sini kosong mbak, nggak ada pasiennya


tukang AC : tapi bener mbak, di sebelah itu kosong, coba lihat sendiri kalau tidak percaya.


Lagi pula mbak, kalau nggak ada pasien, setiap kamar pasti di kunci dari luar. begitu mbak... (jelas tukang AC tersebut). tapi aku yakin sekali dengan pendengaran ku tadi malam, gumamku.


Pukul 11.30 wib


dokter visit dan perawat masuk ke kamarku, dokter tersebut memeriksa kondisiku dan mengatakan kalau kondisiku mulai membaik, hanya saja aku perlu istirahat lebih banyak, selain itu aku perlu city scan besok pagi.


Dokter melangkah pergi dan ayah mengantarnya keluar kamar. seorang perawat tinggal sedang mengganti botol infus ku.


Aku ragu tapi rasanya aku harus bertanya,


Sarah : sus,


perawat : iya (sambil tersenyum)


Sarah : suster kenal perawat yang bernama Isabela?


perawat : (ekspresinya menunjukkan kecemasan), maaf saya baru bekerja di sini jadi tidak terlalu mengenal para perawat disini. saya pamit dulu, masih banyak ruangan lain yang harus dikunjungi.


Sarah : baik sus, terimakasih (ucapku).


Ayah kembali ke sampingku, kamu luar boleh pulang Sarah tapi jika hasil city scan kamu besok menunjukkan hal yang positif dan kita harus tetap rajin kontrol kesini, ayah senang sekali nak.


Apa yang kamu inginkan setelah keluar dari rumah sakit ini untuk yang pertama kalinya Sarah? ayah bertanya dengan sungguh-sungguh


Aku memberanikan diri untuk mengatakan kalau aku ingin bertemu dengan Tante Rima. mendengar jawabanku ayah terlihat bengong dan tidak percaya. "aku ingin menemuinya ayah, ucapku dengan tegas"


Melihat keyakinan ku, ayah mengizinkanku untuk ke penjara tapi dengan catatan, harus pergi bersama ayah dan aku menyetujuinya.


Kami melewati hari dengan cerita yang panjang dan rencana-rencana setinggi gunung. kami ingin ini dan itu, kami ingin ke sana dan kesini, entahlah.... tapi kami menginginkannya.


Hari mulai larut, ayah memintaku untuk beristirahat, agar besok kondisi ku lebih fit untuk melakukan city scan dan akupun mengiyakannya.


Pukul 20.00 wib


aku tidur dan masih di temani ayah. tidak lama, aku mendengar suara pak antok datang untuk menjengukku sekalian membawakan pakaian ganti untuk ayah.


Tolong jaga Sarah dulu y pak... saya mau membersihkan diri dan mengganti pakaian saya. " baik tuan " ujar pak Antok


pak Antok : gimana rasanya non?


Sarah : besok city scan pak, kalau sudah membaik aku diizinkan untuk pulang


pak Antok : syukurlah non


Sarah : (memandang pak Antok dan meminta maaf karena beberapa waktu ini sudah salah paham padanya). pak Antok pun memaafkan sarah.


Sarah : Pak, aku sangat tidak nyaman di sini, aku melihat banyak hal aneh di rumah sakit ini pak (nada suara pelan)


pak Antok : ini kan rumah sakit non, wajar...


(pak Antok memeriksa lehernya) aduh non, ketinggalan di kamar tadi pas mandi saya lepaskan


Sarah : apa pak?


pak Antok : kalung pemberian Mbah Anwar


Non, besok saya janji akan bawakan untuk non Sarah, malam ini sebaiknya non tidur lebih cepat. saya akan berjaga-jaga sampai non Sarah tidur. bagaimana?


Aku mengucapkan terimakasih banyak atas pengertian pak Antok terhadapku, aku merasa bersyukur karena masih ada orang yang perduli terhadapku.


Pukul 21.30 wib


aku memejamkan mataku dan berusaha untuk tidur, menjelang tidurku aku selalu teringat ibuku, terbayang Tania dan si mbok. rasanya rindu sekali.


Batinku selalu memanggil-manggil mereka, aku ingin tau dimana ibu?... dimana Tania? setidaknya .... dimana jasadnya? air mataku mulai menetes, tidak ingin ayah melihatnya aku menahan air mataku dan menggigit bibirku perlahan.


Bersambung....


Jangan lupa terus ikuti episode selanjutnya ya teman-teman. Tinggalkan komentar, klik like dan favorit untuk mendapatkan notifikasi selanjutnya.


Plus beri aku dukungan dengan menekan tombol vote pada halaman terdepan. Vote dari teman-teman pembaca semuanya adalah semangat tersendiri bagi saya penulis. Makasih 😘😘😘