ROH DAN KEMATIAN

ROH DAN KEMATIAN
BENTENG HATI


Mia tengah tergeletak tidak bergerak diantara kerumunan orang-orang yang menyaksikan ketidaksadarannya di dalam bertindak atau bertingkah laku. Tidak ada yang berani untuk mendekati apalagi menolongnya, tapi tidak dengan Feli dan aku tambah merasa yakin bahwa sahabatku ini semakin hari jiwa sosialnya semakin tinggi.


Feli mengangkat bagian kepala Mia, lalu membersihkan bagian mulut dengan tisu yang ia ambil dari dalam tasnya. Melihat keadaan aman dan terkendali,beberapa orang langsung mendekati Mia dan Feli serta membantunya.


"Ayo, angkat dia ke ruang kesehatan!" ucap Kenzi sambil menatap ke beberapa teman satu kelas kami. Sementara Dosen senior kami di bawa ke rumah sakit. Tapi sebelum beliau benar-benar pergi, aku menghentikan langkahnya.


"Sebentar, Pak. Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya ku sambil menatap tajam ke arah beliau yang tampak berusaha menyembunyikan sesuatu.


"Ini bukan urusan kamu! Sebaiknya kamu bersikap sewajarnya saja! Belajar dan mengikuti semua tata tertib di kampus ini dengan baik."


"Lalu bagaimana jika kejadian seperti ini terjadi lagi, Pak? apa saya disuruh diam juga? atau pura-pura tidak tau? bahkan tidak perlu membantu?"


"Kami akan mengusahakan yang terbaik. Sebentar lagi, orang pintar akan datang kesini. Beliau orang yang sejak awal sudah mengurus dan mengunci tempat ini. Jadi sebaiknya kamu pulang saja dan jangan ikut campur!" ujarnya sambil berjalan meninggalkan aku dan sejuta pertanyaan di dalam otakku.


"Baik, Pak. Maaf .... "


Setelah dosen senior tersebut pergi, aku membalik tubuh dan menatap semua mata yang berada di sekeliling ku. Tidak tau tentang isi otak mereka, aku pun bertanya sambil menantang semua mata itu. "Kenapa? apa ada yang aneh?" tanyaku sambil menatap semuanya tanpa mengedipkan kedua mataku.


Aku adalah Sarah yang baru, seandainya aku Sarah yang dulu, pasti aku sudah gemetaran dan tidak dapat mengangkat suaraku saat semua orang mantapkan dengan pandangan yang seperti itu.


"Sarah, tadi itu ... apa?" tanya Lia salah satu teman sekelas ku.


"Iya, tadi itu apa?" sambung Putra, sang ketua yang berdiri agak jauh dari Lia.


"Kalau kamu nggak ngasih penjelasan, aku nggak bakalan mau dekat-dekat sama Mia lagi. Kayak iblis sih, serem," kata Rosa yang merupakan sahabat Mia.


"Semua itu bukan salah Mia. Dia tidak tau apa-apa dan tidak sadar dengan apa yang baru saja terjadi. Selain itu, apa yang baru saja menimpa Mia, bisa saja menimpa kita semua. Makannya jangan lengah!!"


"Lengah?" tanya Kenzi.


"Jangan melamun, jangan memikirkan hal yang tidak masuk akal, jangan menyimpan rasa marah hingga menjadi dendam, jangan melupakan nama Rob yang sudah menanamkan roh di dalam jasad mu!"


Tiba-tiba seluruh tubuhku bergetar dan aku merasa ada banyak angin dingin menerpa kulitku. Ini seperti saat aku baru saja berada di luar ruangan dalam kondisi panas terik, kemudian aku masuk ke dalam rumah dan membuka kulkas yang sangat dingin. Sejuk sekali sehingga mampu menurunkan nada suaraku yang hampir menggebu-gebu dan tidak terkontrol dengan cepat.


"Jangan jauhi Mia! Dia sama sekali tidak bersalah dan tidak tau apa-apa. Jika kalian begitu, bisa saja kejadian tadi menimpa kalian dan tidak ada satu orang pun yang akan membantu kalian semua," ancam ku karena merasa semua ini akan menyudutkan Mia. "Paham?" ucapku sekali lagi seakan sikap pemimpin ku mencuat guna mengontrol sikap dan praduga teman-teman satu kelas ku.


"Paham, Sarah," sahut teman-teman yang lain sambil saling menatap satu sama yang lainnya.


Diantara mereka semua, sebenarnya sangat banyak teman-teman satu kelas kami. Oleh karenanya, aku merasa bahwa urusan ini harus di selesaikan dengan baik. Jangan sampai ada yang disingkirkan atau dikucilkan karena sikap seperti ini bisa membuat seseorang terpojok dan semakin membuka lebar lubang hitam di dalam hatinya.


"Sebaiknya kita lihat Mia dulu sebelum pulang," kata Putra sambil menatap teman-teman yang lainnya.


"Itu lebih baik karena motivasi dari kalian semua bisa saja menjadi obat sekaligus penguat bagi jiwanya yang lemah," ujar ku seolah akulah pemimpin yang sesungguhnya.


"Ayooo .... " ajak Putra kepada teman-teman yang lain, sementara mahasiswa dan mahasiswi dari kelas lain terus menatap ku tanpa henti.


"Sarah, ayo!!" ajak Kenzi yang melihat ku sama sekali tidak bergerak banyak sejak tadi karena memang rasanya kedua kakiku sangat berat sekali, seperti ada yang membelenggunya.


"Iya .... "


Aku sama sekali tidak tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi di sini, tapi semua ini pasti ada hubungannya dengan waktu dan juga perjanjian Llama yang mungkin saja dilupakan atau tidak ditunaikan.


Sejak awal, sebenarnya aku dan Feli sudah tahu bahwa tempat ini merupakan lokasi yang tidak biasa. Bukan hanya aku dan Feli, tapi juga satpam mengetahui tentang hal tersebut.


Aku berjalan bersama Kenzi dan ia terus melangkah perlahan seiring dengan langkah kakiku. "Sarah, kamu nggak apa-apa?"


"Iya ... aku cuma kaget."


"Sama," ujarnya sembari menghela nafas panjang. "Oh iya ... apa yang kamu ajarkan padaku beberapa bulan yang lalu, sangat bermanfaat loh. Sekarang aku sudah bisa lebih tenang dan tidur dengan nyenyak. Ya walaupun prosesnya lama."


"Prosesnya lama?"


"Iya."


"Coba introspeksi diri dulu! Apa kamu sudah menjalankan ibadah mu dengan baik? setidaknya apa kamu sudah mendirikan shalat 5 waktu?"


"Aku berusaha untuk itu, walaupun masih bolong-bolong."


"Padahal shalat itu nggak mengeluarkan tenaga yang banyak kan? sementara kalau olahraga raga seperti fitnes aja, kamu sanggup berlama-lama."


"Nah ... itu dia yang aneh. Aneh sekali bukan?" ujarnya sambil menggeleng-geleng kan kepala dan tampak mulai berpikir keras. "Padahal ngangkat barbel 5 kg di setiap tangan itu lumayan berat lho, apalagi kalau dalam waktu yang lama. Tapi kenapa saat aku mengangkat takbir tanpa beban, rasanya lebih sulit dan berat?"


"Semua itu karena iblis terus menghasut jiwa kamu. Tidak, bukan hanya kamu tapi juga kita semua."


"Kamu benar, Sarah. Aku janji akan berusaha untuk nggak bolong-bolong lagi shalatnya."


"Berjanjilah pada dirimu sendiri karena kamu sudah dewasa. Saat ini, dosa ditanggung masing-masing ya. Jangan iri nanti kamu! Jika melihat salah satu temanmu ada yang bahagia di tempat yang sejuk dan dikelilingi bidadari yang cantiknya luar biasa, sementara kamu berada di lubang api dengan banyak iblis bertanduk dan terus menertawakan kamu ketika kulitmu mulai terkelupas bahkan terbakar hangus tidak tersisa."


"Sarah?!"


"Aku serius ini."


"Iya-iya. Bawel kamu. Pinter banget nakut-nakutin," gerutu Kenzi dan aku hanya tersenyum kecil.


*****


Kami tiba di ruangan dan saat itu aku melihat Mia sudah sadarkan diri. Ia terus meludah (membuang air liurnya yang mungkin terasa amis bagi dirinya). Sedangkan teman-teman yang lain tampak sangat peduli dan mulai memahami bahwa semua yang sudah terjadi, bukanlah kehendak Mia.


Mia menatap ruangan yang hampir penuh dengan teman-teman satu kelas. Dia tampak bingung, tapi tidak berani untuk bertanya. Sambil meneguk beberapa tetes air mineral, Mia terus menatap kami semua.


"Kamu sudah merasa nyaman, Mia?" tanya Feli yang duduk tidak jauh dari Mia.


"Iya. Aku kenapa ya? dan kalian semua kenapa?"


"Tadi kamu kehilangan kesadaran, Mia."


"Pingsan? tapi seumur hidup, aku nggak pernah pingsan, Feli. Bahkan dalam keadaan sakit sekalipun."


"Kamu kerasukan, Mia," sahut Rian.


"Kerasukan?"


"Mia, kalau ada apa-apa cerita saja! Biasanya kamu selalu berbagi padaku," ucap Lia yang merupakan sahabat karib Mia.


"Iya .... " sahut Mia sambil tertunduk.


"Baru sekali aku melihat orang kerasukan seperti itu tadi," ucap Kaisar yang selama ini selalu tutup mulut (pendiam). "Itu sangat tidak masuk akal," tambahnya.


"Berarti kerasukan itu bukan tahayul ya?" tanah Mia sambil melihat Rian.


"Peristiwa kerasukan memang benar adanya, bahkan dikabarkan dalam Al Qur’an dan hadits. Kitabullah menyebut kerasukan setan sebagai ungkapan untuk mereka yang memakan riba. Allah berfirman, “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (QS. Al-Baqarah : 275).


"Begitu?" ujar teman-teman yang lain.


"Adapun dalam hadits, Rasulullah pernah meruqyah seorang anak yang kerasukan jin. Dari Ya’la bin Murrah Radhiyallahu ‘anhu, ia mengisahkan. Seorang ibu datang kepada Rasulullah dengan membawa anaknya yang kerasukan jin. Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (kepada jin yang berada dalam tubuh anak itu)," ucap Rian yang memang paham tentang hal seperti ini.


"Keluarlah, wahai musuh Allah. Aku adalah Rasulullah.’ Lalu, anak itu sembuh dan ibunya menghadiahkan untuk Nabi dua ekor domba, keju, dan minyak samin. Rasulullah mengambil keju dan samin serta seekor domba, dan mengembalikan seekor domba lainnya kepadanya.” (HR. Imam Ahmad).


"Lalu kita harus apa?" tanya Mia yang mulai duduk sembari memegang dadanya yang terasa sakit.


"Iya ... bagi-bagi ilmu dong buat yang tau. Gila ... serem tau kerasukan kayak gitu," seru teman-teman yang lain dan kemudian mereka mengambil posisi duduk rapi di bawah, dekat lantai putih tidak jauh dari ranjang dimana Mia sudah mulai bisa duduk.


"Berdzikir untuk perisai diri," sahut ku dari jarak yang cukup jauh (pintu masuk ruang kesehatan).


"Benar. Rasulullah sudah mengajarkan umatnya bagaimana cara melindungi diri dari gangguan makhluk api. Dzikir adalah cara yang ampuh untuk mengusir segala gangguan mereka. Seperti ini bacaan dzikir untuk membentengi diri agar tak dirasuki jin dan syaitan," sambung Rian.


"Pertama, dzikir Rutin. Membaca ayat Kursi dan Mu’awwidzatain, yakni Surah An Naas dan Al Falaq, serta surah Al Ikhlas, adalah benteng yang kokoh untuk menolak segala gangguan jin dan syaitan. Rutinlah membaca ayat-ayat tersebut setiap harinya, setiap seusai shalat, dan sebelum tidur," jelas Rian.


"Selain itu, baca pula dua ayat terakhir surah Al Baqarah,serta dzikir pagi dan petang sebagai perisai agar tak dirasuki para makhluk jahat. Bacalah dzikir pagi seusai shalat shubuh sebelum matahari terbit, dan bacalah dzikir petang selepas Ashar sebelum matahari tenggelam. Hanya 15-30 menit untuk membacanya, namun Allah akan melindungi mu sepanjang hari dengannya, insya Allah," sambung ku.


"Benar," sambung Rian. "Kemudian yang kedua, ada lagi dzikir saat singgah di suatu tempat. Ketika bepergian, dan singgah di suatu tempat, terkadang manusia tak menyadari ada jin yang tinggal di sana. Oleh karena itu, berlindunglah kepada Allah agar tak diganggu dan tak dirasuki oleh jin dan setan yang usil."


"Dari Khaulah binti Hakim radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah bersabda. Barang siapa yang singgah di sebuah tempat dan dia membaca a’udzubikalimaatillahi-ttaammaati min syarri mas kholaq (artinya aku berlindung dengan firman-firman Allah yang sempurna dari keburukan apapun yang telah Allah ciptakan), maka tiada satu pun dapat mencelakakannya hingga dia meninggalkan tempat tersebut.” (HR. Muslim).


"Merinding aku," ujar Putra. "Harus diamalkan itu, agar kita aman dan terus berjaga," ujar Putra.


"Simpel juga," sambung Kaisar.


"Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda dengan perintah, “Jika salah seorang di antara kalian singgah di sebuah tempat hendaklah ia membaca, a’udzubikalimaatillahi-ttaammaati min syarri mas kholaq (aku berlindung dengan firman-firman Allah yang sempurna dari keburukan apapun yang telah Allah ciptakan)!” (HR. Muslim)


"Yang ketiga nih teman-teman, merupakan doa sehari-hari. Dalam doa sehari-hari juga dijumpai permohonan kepada Allah agar dilindungi dari setan. Bacaan tersebut membentengi manusia agar tak dirasuki si makhluk ghaib. Salah satunya yakni do'a memasuki kamar mandi yang diajarkan Nabi. Ada yang tau?" tanya ku dengan posisi sudah berdiri di samping ranjang Mia.


"Diriku, Beb," sahut Amelia sambil mengacungkan tangannya tanpa ragu.


"Apa?" tanya ku dan teman-teman yang lainnya.


“Allahumma inni a’uzubika min-al-khubutsi wa-l-khobaaits (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan.” (HR. Muslim).


"Bagus," sahut ku. "Jangan lupa untuk selalu membaca doa tersebut sebelum masuk ke toilet atau kamar mandi. Pun doa sehari-hari yang lain seperti doa masuk rumah dan keluar rumah, doa sebelum dan sesudah makan, doa hendak dan bangun tidur, dan sebagainya."


"Kasih tau do'a keluar rumah dong!? Penting itu dan juga kehebatannya."


"Do'a keluar rumah itu berbunyi,


بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّ


BISMILLAHI, TAWAKKALTU ’ALA ALLAH, LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH


“Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.”


"Keutamaan doa ini. Dalam hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam menjelaskan keutamaan doa ini,


إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، قَالَ: يُقَالُ حِينَئِذٍ: هُدِيتَ، وَكُفِيتَ، وَوُقِيتَ، فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ، فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ: كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ؟


”Apabila seseorang keluar dari rumahnya kemudian dia membaca doa tersebut, maka disampaikan kepadanya, Kamu diberi petunjuk, kamu dicukupi kebutuhannya, dan kamu dilindungi. Seketika itu setan-setan pun menjauh darinya. Lalu salah satu setan berkata kepada temannya, bagaimana mungkin kalian bisa mengganggu orang yang telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi." (HR. Abu Daud, no. 5095; Turmudzi, no. 3426; dinilai shahih oleh Al-Albani).


"Unsur penting dalam doa di atas ada 3: [i] Berlindung kepada nama Allah, dengan kalimat bismillah. [ii] Tawakkal kepada Allah, dalam kalimat tawakkaltu ’alallah. [iii] Pengakuan tiada daya dan kekuatan kecuali milik Allah, dalam kalimat laa quwwata illaa billaah," sambung Rian.


"Begini teman-teman, rahasia keutamaan doa keluar rumah. Jika kita perhatikan, doa keluar rumah ini sangat pendek, ringan diucapkan, namun memiliki keistimewaan yang besar. Kita bisa bayangkan, hanya dengan membaca doa ini, Kita bisa mendapatkan jaminan keamanan, jaminan kecukupan, berikut hidayah dari Allah. Yang semua itu merupakan sumber kebaikan dunia dan akhirat bagi hamba," ujar Feli yang sejak tadi hanya diam.


"Iya, Perlindungan dari setan merupakan jaminan keamanan dari segala masalah yang merupakan sumber kejahatan dan kerusakan bagi kehidupan dunia dan akhirat. Benar kan? coba lihat tadi, gara-gara setan, tanpa sengaja Mia sudah menyakiti dan melukai orang lain," sahut Kenzi yang tampaknya mulai antusias dengan ilmu agama.


"Al-Munawi menukil satu penjelasan yang sangat indah dari Ath-Thibi tentang doa ini,"


فإذ استعاذ العبد بالله باسمه المبارك فإنه يهديه ويرشده ويعينه في الأمور الدينية وإذا توكل على الله وفوض أمره إليه كفاه فيكون حسبه {ومن يتوكل على الله فهو حسبه} ومن قال لا حول ولا قوة إلا بالله كفاه الله شر الشيطان


“Apabila seorang hamba memohon perlindungan kepada Allah melalui nama-Nya yang penuh berkah, maka Allah akan memberinya petunjuk, membimbingnya, dan menolongnya untuk dimudahkan dalam urusan agama. Apabila seorang bertawakal kepada Allah dan menyerahkan urusannya kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya. Dan karunia Allah yang mencukupinya, sebagaimana di ayat (yang artinya), ’Barang siapa yang bertawakal kepada Allah, maka Dia akan mencukupinya. Sementara orang yang membaca laa quwwata illaa billaah, Allah akan lindungi dia dari kejahatan setan.” (Faidhul Qadir, Al-Munawi, 5:123).


"Ya ampun ... aku merinding loh. Sebaiknya kita sering-sering berbagi seperti ini karena tidak banyak diantara kita yang paham Rian, Sarah," ujar Putra dengan nada suara yang rendah.


"Satu lagi, bagaimana dengan anak kecil yang belum bisa bicara atau berdoa? apa ada bacaan khusus atau seperti apa?" tanya Kayla yang memang memiliki seorang adik bayi yang baru saja dilahirkan oleh mamanya. Jarak usia mereka sangat jauh dan Kayla tampak sangat perduli dengan saudaranya tersebut.


"Iya, tentu saja ada dzikir untuk anak kecil seperti ini. Jin dan setan yang jahat tak pandang bulu dalam mengganggu. Mereka tak segan merasuki tubuh anak kecil yang notabene belum bisa membaca dzikir sendiri. Untuk melindungi anak-anak, orang tua bisa membacakan sebuah dzikir yang dibaca Rasulullah kepada cucu beliau, Hasan dan Husain," kata Kak Rio yang masuk ke dalam ruangan serta bergabung bersama kami.


"Kak Rio," ujar ku dengan suara yang pelan.


"Audzubikalimaatillahi-ttammah, min kulli-syaithaani wa hammah, wa min kulli amin laammah. Artinya, aku memohon perlindungan kepada Allah dengan firman-firman Allah yang sempurna, dari gangguan setan dan binatang, serta dari bahaya sihir ‘ain yang tajam." (HR. Al Bukhari).


"Selain membentengi diri dengan dzikir dan doa, seorang muslim hendaknya meninggalkan perbuatan dosa dan maksiat. Segeralah bertaubat jika melakukan kesalahan dan berjanji untuk tak mengulanginya. Inilah cara ampuh agar tak dirasuki jin dan syaithan, biidznillah," tegas Kak Rio.


"Sebentar Kak Rio, aku catat dulu. Ulangi, please," kata Kayla yang tampak mengeluarkan pulpen dan bukunya.


"Audzubikalimaatillahi-ttammah, min kulli-syaithaani wa hammah, wa min kulli amin laammah," ucap Kak Rio perlahan sekali lagi, sambil menatapku dan tersenyum.


Ya Allah ... aku sangat mengagumi Ciptaan-Mu yang satu ini, ucapku tanpa suara sambil membalas senyuman yang tenang dari bibir Kak Rio.


"Sebaiknya kita semua pulang karena pihak kampus sudah memberikan perintah secara langsung dan sebaiknya kita mengikutinya."


"Iya, Kak Rio," sahut teman-teman yang lainnya.


Tidak ingin mencari masalah. Sesaat setelah mendengar ucapan dari Kak Rio, Lia dan Kenzi langsung membantu Mia untuk berdiri agar kami bisa segera meninggalkan kampus.


Kami berjalan bersamaan saling beriringan sekitar 15 orang, tapi pada saat yang bersamaan, ketika kami hampir keluar dari pintu utama, tangan Mia ditarik paksa dengan sangat kuat oleh seseorang yang tidak kami kenali dengan banyak air liur berbusa di mulutnya serta mata putih yang menelan mata bagian hitam miliknya.


Bersambung ....


Jangan lupa bantu aku ya. Di kanan atas bagian cover ada 5 simbol bintang yang berderet. Tolong klik tanda bintang tersebut dan berikan penilaian kalian terhadap karyaku ini. Selain itu, jangan lupa terus ikuti episode selanjutnya, tinggalkan komentar, klik like dan favorit untuk mendapatkan notifikasi selanjutnya 🤗.


Plus beri aku dukungan dengan menekan tombol vote pada halaman terdepan. Vote dari teman-teman pembaca semuanya adalah semangat tersendiri bagi saya penulis. Makasih dan semangat membaca 😘😘😘.