
Aku terus memancing Ryan untuk berbicara agar ia tidak memikirkan tentang kenapa dan apa yang kami lakukan saat ini? Satu hal yang aku inginkan yaitu menjadi teman yang terbaik buat mereka berdua. Aku sangat menyayangi Feli dan Rian.
"Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah mengatakan, Dinamakan bulan haram karena dua makna. Pertama, pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian. Kedua, pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan (Lihat Zaadul Masiir, Ibnul Jauziy, tafsir surat At Taubah ayat 36, 3/173, Mawqi’ At Tafasir)."
"Begitu? Tapi banyak yang mengatakan saat ini bulan sial makanya banyak yang mandi kembang."
"Makanya aku merasa aneh jika mengaitkan bulan Haram dengan bulan yang sial, hanya orang yang tak beragama Islam yang menganggap bulan suro penuh sial karena dalam Islam sendiri, Muharram termasuk salah satu bulan yang dimuliakan."
"Iya, kamu benar."
"Bulan Muharram adalah Syahrullah (Bulan Allah). Suri tauladan dan panutan kita, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, "Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR. Muslim)."
"Benarkah? Untung aku bertanya, sungguh ilmu yang bermanfaat, Rian."
"Al Hafizh Abul Fadhl Al ’Iroqiy mengatakan dalam Syarh Tirmidzi, Apa hikmah bulan Muharram disebut dengan syahrullah (bulan Allah), padahal semua bulan adalah milik Allah?”
"Lalu Beliau rahimahullah menjawab apa?"
"Pertanyaan bagus. Disebut demikian karena di bulan Muharram ini diharamkan pembunuhan. Juga bulan Muharram adalah bulan pertama dalam setahun. Bulan ini disandarkan pada Allah (sehingga disebut syahrullah atau bulan Allah) untuk menunjukkan istimewanya bulan ini."
"Jelas sekali bahwa bulan Muharram adalah bulan yang sangat utama dan dimuliakan dalam ajaran Islam. Namun tidak demikian dengan anggapan kebanyakan orang awam. Mereka menganggap Bulan suro adalah bulan penuh musibah, sarat bencana, penuh sial, bulan keramat dan sangat sakral. Itulah berbagai tanggapan terkait bulan Suro atau bulan Muharram yang sebenarnya," ucap ku lirih.
"Iya, Sarah. makanya banyak orang yang salah langkah dengan mengadakan acara buang sial dan mandi kembang. Bahkan yang lebih parah lagi, melakukan tumbal untuk kesejahteraan selama satu tahun kedepannya."
"Sungguh bersyukur orang-orang yang paham, Rian."
"Rian, lampu merah kita belok kanan. Lebih cepat ya!"
"Sebenarnya kita mau kemana, Sarah?"
"Ke rumah barumu."
"Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku?"
"Sebaiknya kita cepat saja, Rian! Nanti setibanya di rumah, kamu juga akan tau."
"Sarah."
"Lebih cepat lagi!" Aku menatap jam di layar ponsel ku. Ini sudah 35 menit, aku berharap semuanya baik-baik saja.
"Iya, baiklah," sahut Rian dengan kedua tangannya yang mulai gemetaran.
Inilah yang membuat aku merahasiakan tentang semua kebenaran kepada Rian karena aku dapat melihat betapa ia sangat mencintai Feli setelah banyak kejadian yang telah kami lalui bersama. Aku tidak bisa membawa kendaraan dalam kondisi panik dan aku tidak ingin Ayah curiga, makanya Rian harus tetap tenang dan fokus sementara aku harus terus berbohong.
Bersambung.
Jangan lupa bantu aku ya. Di kanan atas bagian cover ada 5 simbol bintang yang berderet. Tolong klik tanda bintang tersebut dan berikan penilaian kalian terhadap karyaku ini. Selain itu, jangan lupa terus ikuti episode selanjutnya, tinggalkan komentar, klik like dan favorit untuk mendapatkan notifikasi selanjutnya 🤗.
Plus beri aku dukungan dengan menekan tombol vote pada halaman terdepan. Vote dari teman-teman pembaca semuanya adalah semangat tersendiri bagi saya penulis. Makasih dan semangat membaca