
Flashback
"Assalamuallaikum. Ayah ada apa?" tanya ku agak terburu-buru karena khawatir akan kabar buruk yang akan menimpa Ayahku.
"Sarah, kamu sudah tiba. Ada yang ingin dokter sampaikan. Sebaiknya kamu segera ke ruangannya."
"Baik Yah, oh iya ... Rian, sebaiknya kamu pulang duluan ya. Kasian Feli di rumah."
"Kamu juga harus pulang, Sarah," ucap Nenek Nawang Wulan dari balik telingaku.
"Iya," sahut Rian.
"Rian, sebentar. Aku juga ikut pulang tapi .... "
"Ada apa Sarah? kalau memang mendesak, pulanglah ... urusan Ayah masih bisa besok."
"Em," jawab ku tanpa membuka mulut (hanya menganggukkan kepala).
Aku dan Rian bulan secara bersamaan dan meninggalkan ayah sendiri di rumah sakit. Aku yakin Ayah tidak apa-apa dan akan baik-baik saja walaupun aku belum tahu tentang apa sebenarnya hal yang penting dan ingin disampaikan oleh pihak rumah sakit terhadap diriku tentang kondisi ayah.
Back
Setelah tiba di teras rumah, aku dan Rian mendengar suara cara bersikap dari dalam rumah Seperti kayu yang hancur atau patah. aku dan dia akan berusaha untuk membuka pintu dari luar tetapi ternyata pintu rumah dikunci dari dalam dan itu membuat kami kesulitan untuk masuk.
Rian dan aku sudah berusaha untuk mendobrak pintunya tapi ini sangat kuat dan kokoh terpasang sehingga sulit bagi kami untuk melakukannya bahkan Rian cukup depresi hingga ia memilih untuk memukul dan menendang pintu tanpa berpikir logis.
Merasa tidak ada jalan keluar lainnya, aku dan Rian lewat jendela kamar almarhum si Mbok yang tidak di teralis. Rian memecahkan kaca jendela menggunakan batu yang ada di luar, lalu ia membuka jendela nya untuk aku agar bisa masuk.
Kami segera menuju ke arah sumber suara berisik yang terdengar cukup kuat bersama dengan rintihan Feli. Tanpa dapat melihat apapun, Rian langsung mengangkat kedua tangannya sambil berdoa kepada Allah untuk diberikan perlindungan. Sementara aku mencari dimana Feli yang ternyata berada di tidak jauh dari meja dengan wajahnya yang sudah terbungkus rapi dengan kain hordeng.
Dengan sigap, aku segera membuka kain hordeng yang menutupi wajah dan mencengkram leher Feli, tapi ini sangat sulit. Seperti ada Magic di dalamnya bukan hanya kain yang terlilit biasa. "Serahkan ini padaku!" bisik Nenek Nawang Wulan.
Sesaat setelah mendengar ucapan dari Nenek, aku langsung melihat kain tersebut mengeluarkan asap hitam dan tiba-tiba kain tersebut musnah. Dengan sigap, aku mengangkat tubuh bagian atas Feli dan memukul-mukul perlahan pipi kirinya agar dia sadar.
"Feli ... Fel. Ayo bangun, ini nggak lucu. Rian dalam bahaya, aku harus membantunya. Tapi sebelum itu, kamu harus bangun...! Ini perintah, bukan permintaan," ucapku dengan suara yang bergetar karena tidak melihat reaksi positif di dalam diri Feli.
"Pergi!" Biar dia jadi urusanku," ujar Nenek Nawang Wulan yang sudah berwujud tidak jauh dari kaki Feli.
"Baik, Nek."
Rian memang berhasil membuat iblis tersebut terkunci oleh rantai gaib, hanya saja dia bertarung seperti orang buta. Dia tidak tau di mana musuhnya dan dari mana asal serangan berikutnya.
"Rian, di belakangmu. Mari!!" Aku dan Rian mulai melafazkan ayat-ayat suci Al-Quran di pimpin oleh Rian.
Keberadaan setan dan jin telah diakui oleh Allah SWT dalam Al Quran surat Al Jinn ayat 6. Allah SWT berfirman yang artinya setan dan jin membawa kesesatan kepada umat manusia
Arab: وَّاَنَّهٗ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْاِنْسِ يَعُوْذُوْنَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوْهُمْ رَهَقًاۖ
Latin: wa annahụ kāna rijālum minal-insi ya'ụżụna birijālim minal-jinni fa zādụhum rahaqā
Artinya: dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat, begitu juga bagi wanita.
Allah SWT menciptakan setan dan jin dalam kehidupan. Terkadang, keberadaannya bisa mengganggu manusia. Ini adalah ayat pengusir setan dan jin dari rumah yang bisa diamalkan.
Kalimat Audzubillah
Doa mengusir setan dari rumah bisa dengan mengucap kalimat Audzubillah.
Arab: أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِِ
Latin: A'uudzubillaah himinas syaitoon nirrojiim
Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.
Ayat Kursi
Selain mengisahkan keagungan Allah SWT, Ayat Kursi yang terdapat dalam Surat Al Baqarahjuga bisa digunakan sebagai ayat pengusir setan
Arab: اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Latin: allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta khużuhụ sinatuw wa lā na ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai im min 'ilmihī illā bimā syā , wasi'a kursiyyuhus\-samāwāti wal\-arḍ, wa lā ya ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm
Artinya: Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.
Al Falaq
Walaupun hanya terdiri dari lima ayat, Al Falaq mengandung arti yang luar biasa. Bahkan, surat ini sering digunakan sebagai ayat pengusir setan
Arab: قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
Latin: qul a'ụżu birabbil-falaq. Min syarri mā khalaq. Wa min syarri gāsiqin iżā waqab. Wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad. Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad.
Artinya: Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.'
An Nas
Ayat pengusir setan yang terakhir terdapat dalam surat An Nas. Surat ini berisikan keagungan Allah SWT sebagai tempat berlindung dari kejahatan setan dan jin.
Arab: قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ مَلِكِ النَّاسِۙ اِلٰهِ النَّاسِۙ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Latin: qul a'ụżu birabbin-nās. Maikin-nās. Ilāhin-nās. Min syarril-waswāsil-khannās. Allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās. Minal-jinnati wan-nās.
Artinya: Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, Raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia."
"Dia milikku. Aku sudah melakukan perjanjian dengannya, jadi aku berhak atas dirinya," ujar Iblis tersebut lalu ia menghilang dengan kondisi tubuhnya yang hampir hancur dan menyerupai tengkorak.
"Dia milikku. Aku sudah melakukan perjanjian dengannya, jadi aku berhak atas dirinya." Aku mengulangi perkataan iblis tersebut dan Rian mendengarkan dengan baik.
"Dia, dia siapa?" tanya Rian yang sangat heran sambil menatapku tajam.
"Yang jelas bukan aku." Lalu Rian menatap Feli.
"Dan aku yakin, itu bukan Feli."
"Uweeeek." Saat sedang bertatapan dan berpikir, kami mendengar suara Feli yang sudah sadarkan diri dan seperti ingin muntah.
"Astagfirullahalazim, Feli," ucap Rian dengan mata yang sangat khawatir sambil berlari ke arah Feli dan mengangkat kepalanya serta meletakkan di dada Rian. "Sayang, kamu nggak apa-apa?"
"Rian .... "
"Iya .... "
"Sarah .... "
"Dimana dia?" tanyaku dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kamar."
"Kalian berdua tunggu di sini! Apapun yang terjadi, jangan ikut campur!!"
"Ada apa, Sarah?"
"Jaga Feli, Rian."
"Aku mengerti."
Aku meninggalkan Rian dan Feli di ruang tengah, sementara aku berjalan sendiri ke arah kamar, dimana gadis misterius yang tadi kami jumpai saat perjalanan pulang berada. Aku mendekatinya dan langsung bertanya. "Siapa kamu? jawab dan jangan membuat masalah lagi!"
"Aku ... aku Nova," sahutnya dengan suara yang kecil dan basah seperti habis menangis hebat.
"Apa yang kamu inginkan?"
"Tolong aku, aku cuma ingin pulang."
"Dimana rumahmu?" Lalu gadis tersebut menjelaskan alamat rumahnya yang langsung tercatat di dalam otakku. "Kamu ingat alamat rumahmu, lalu mengapa kamu tidak pulang sendiri?"
"Makhluk hitam, tinggi besar itu selalu mengejar ku dan ia menarik tubuhku ke hutan itu. Aku sudah berusaha untuk pergi dan berlari, tapi dia terus mengejar ku."
Apa mungkin makhluk tadi yang dia maksud? tanyaku tanpa suara sambil terus memperhatikannya berbicara. "Apa yang sudah kamu lakukan? Aku akan membantu jika kamu bersedia untuk jujur."
Gadis itu menangis hebat hingga tubuhnya gemetaran luar biasa. Dengan wajah yang masih tertunduk dan ketakutan, ia mulai menceritakan tentang apa yang sebenarnya terjadi.
"Hari ini, sepulang sekolah aku langsung ke rumah pacarku, Kak. Kebetulan senin besok kita kan masuk sekolah lagi, jadi hari ini anggota OSIS berkumpul. Tapi Wayan nggak datang karena sakit."
"Siapa Wayan?"
"Wayan itu pacar aku."
"Lalu?"
Aku ke rumahnya, tapi yang aku dapatin dia malah sama perempuan lain sedang asik di atas ranjangnya, Kak."
"Bagus dong, kamu jadi tau siapa dia sebenarnya. Harusnya kamu berterima kasih kepada Allah."
"Tapi .... "
"Tapi apa?"
"Tapi aku sedang hamil anak Wayan, Kak," ucapnya lalu kembali menangis.
"Astagfirullahhalazim .... " Lalu aku terdiam sambil menatap gadis muda belia tersebut. Kemudian aku membiarkan dia menangis dan memberi waktu kepadanya untuk melanjutkan ceritanya.
"Aku sakit, sedih, stres dan nggak tau harus apa. Aku benci sekali dengan Wayan dan semua kebodohan yang sudah aku lakukan. Aku takut pada Papa dan Mamaku, aku juga malu sama orang-orang, Kak."
"Astagfirullahhalazim ... ini kesalahan yang berat, Nova. Kamu sudah berzina."
"Aku tau Kak, tapi aku cinta banget sama Wayan. Aku nggak kuat dengan semua ini Kak, lalu aku pergi ke hutan pinggir kota."
"Apa yang kamu lakukan di sana? itu tempat kami menemukan kamu tadi sore kan?" tanyaku lalu ia mengangguk kecil.
"Aku menangis dan berteriak mengeluarkan dan meluapkan semua isi hatiku, lalu aku mengatakan bahwa aku sangat membenci Wayan dan aku ingin dia mati. Apapun akan aku berikan untuk kematiannya termasuk jiwa dan ragaku."
"Astagfirullahhalazim ... ya Allah .... "
"Lalu tiba-tiba, entah dari mana asalnya. Aku mendengar suara jeritan persis sama dengan suara Wayan dan aku merasa apa yang aku ucapkan dan aku minta sudah dikabulkan oleh Tuhan."
"Astagfirullahhalazim ... astagfirullahhalazim ... Astagfirullahhalazim, ya Allah," ucapku sambil meraup wajahku dengan kedua tanganku. "Itu bukan perbuatan Allah, Nova."
Jadi itu maksud dari ucapan iblis tadi, mereka sudah melakukan perjanjian, ucapku di dalam hati. "Lalu apa lagi yang kamu lakukan? jujur!!"
"Aku malu dan takut, Kak. Aku mengambil tali pramuka dari tambang ukuran kecil berwarna coklat dari dalam tas ku, lalu aku mengikatnya di pohon beberapa lapis dan aku memasukkan leherku ke dalam lingkarannya."
"Ya Allaaaaaaaahh .... "
"Tapi aku mengurungkan niatku, Kak. Tiba-tiba aku mengingat wajah Mama dan aku berusaha dengan keras untuk menggagalkan rencana ku. Setelah aku lepas dari tali itu, aku berlari untuk pulang. Namun ada makhluk yang sangat mengerikan yang terus mengikuti aku dan menyiksaku hingga akhir aku bertemu kalian semua."
"Ya Allah .... "
"Kak, aku mohon. Antar aku pulang .... " ucapnya sambil melipat kedua tangannya di depan dada. "Aku ingin memohon maaf kepada Papa dan Mamaku. Aku berjanji akan menjadi anak baik setelah ini. Aku akan merubah sikap buruk ku dan aku bersedia menerima semua hukumannya."
"Ya Allah ...." ucapku sambil menangis karena membayangkan semuanya dan apa yang akan terjadi nanti. "Semoga keluarga kamu bisa menerima semuanya, Nova," ucapku sambil menarik air hidungku.
"Apa Kakak bersedia mengantarkan aku pulang? aku ingin bertemu Papa dan Mama."
"Iya. Kalau begitu, bersihkan dirimu dan ikat rambutmu agar lebih rapi!"
"Iya, Kak. Terimakasih banyak," ucapnya sambil mengangkat wajah cantiknya dan saat itu aku terdiam sambil kembali menangis.
"Ya Allah ... ya Allah, ya Tuhanku."
Bersambung ....
Jangan lupa bantu aku ya. Di kanan atas bagian cover ada 5 simbol bintang yang berderet. Tolong klik tanda bintang tersebut dan berikan penilaian kalian terhadap karyaku ini. Selain itu, jangan lupa terus ikuti episode selanjutnya, tinggalkan komentar, klik like dan favorit untuk mendapatkan notifikasi selanjutnya 🤗.
Plus beri aku dukungan dengan menekan tombol vote pada halaman terdepan. Vote dari teman-teman pembaca semuanya adalah semangat tersendiri bagi saya penulis. Makasih dan semangat membaca 😘😘😘.