
Perjalanan yang cukup panjang. Harusnya aku bisa beristirahat, tapi kenyataannya aku malah duduk tegang di bangku belakang. Apa yang harus aku lakukan sekarang, Tania? tanyaku tanpa suara.
"Dia juga akan segera menyusul," ucap Komandan kepada Ayah yang sama-sama duduk di kursi depan.
"Apa tau dimana letaknya?"
"Sepertinya begitu. Tapi ini saya kirimkan lokasinya lewat aplikasi. Walaupun masuk pedesaan, tapi rumah ini terkenal. Setidaknya itulah yang saya dengar dari penduduk sekitar saat menjemput Azura."
"Heeem ... firasat saya jadi tidak enak sekali," kata Ayah sambil menatap jalanan lurus yang masih ramai.
"Lima jam dari sekarang, berarti kita akan tiba saat waktu shalat Isa."
"Sebaiknya kita berhenti untuk shalat saat masuk jamnya, Pak Komandan. Karena saat ini, hanya Allah yang mampu menolong."
"Apa ada yang kamu ketahui dan kamu simpan, Sarah?"
"Banyak. Apa anda siap Pak, jika saya menceritakan segalanya?"
"Siap tidak siap, Sarah. Jika itu sebuah kebenaran pasti akan saya dengar. Saya sangat yakin sekali, setiap kejadian pasti ada alasan."
Filling seorang polisi memang sangat kuat, apalagi beliau adalah orang yang sangat baik. Yang aku tau, walaupun beliau seorang pemimpin, tapi beliau tetap saja turun ke lapangan secara langsung untuk membantu menyelesaikan masalah. Itu sebabnya aku sering bertemu dengan beliau.
Aku mulai menceritakan tentang apa yang terjadi padaku saat aku menyentuh Feli, sesaat setelah ia masuk ke dalam ruang IGD hingga aku melintasi waktu dan melihat semua tragedi yang dialami oleh Mira, hingga aku tersadar kembali sesaat setelah Mira mengalami kecelakaan hebat yang merenggut nyawanya.
Saat aku mengakhiri ceritaku, aku dapat melihat kedua laki-laki yang berada di depan kursi tempat duduk ku sedang menarik air hidung dan menyeka air matanya. "Wajar saja dia menjadi iblis dan menuntut untuk balas dendam," kata Ayah sambil menggenggam kedua tangannya.
"Kalian tau, dunia ini tampaknya sudah tua. Banyak sekali tindakan kriminal yang kejam dan menyayat hati. Hampir tiap minggu saya menemukannya dan itu membuat saya tidak selera makan. Seandainya waktu bisa diputar kembali, saya pasti tidak akan memilih pekerjaan seperti ini," ucapnya yang tampak sangat menyesali diri.
Hari mulai memasuki magrib dan perasaanku semakin tidak enak. Tiba-tiba dari arah samping kiri, kami melihat sesuatu melintas dengan cepat tanpa aba-aba sehingga Komandan menabrak tubuhnya dan sepertinya ia terpental dan berguling-guling tepat di depan mobil.
Ini sudah memasuki kawasan pedesaan dan disini sudah jarang sekali mobil yang lalu lalang. Selain itu, kiri dan kanan penuh dengan rerumputan liar dan pohon-pohon besar yang tampak menyeramkan dan berpenghuni.
Komandan yang memiliki rasa tangung jawab yang tinggi, langsung berniat keluar dari dalam mobil untuk membantu korban tabrakan yang tidak disengaja tersebut. Tapi hatiku berkata lain, "Tunggu!!" ujar ku saat pintu mobil akan dibuka.
"Saya harus bertanggung jawab, Sarah."
"Tunggu!! Ayah, bantu aku! Baca ayat pengusir setan, sekarang!" ucapku sambil terus menatap ke depan, sementara Komandan tampak terdiam sambil memperhatikan ke arah orang yang baru saja ia tabrak dan masih tergeletak di atas jalan aspal.
أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِِ
Latin: A'uudzubillaah himinas syaitoon nirrojiim
Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.
Latin: allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta khużuhụ sinatuw wa lā na ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai im min 'ilmihī illā bimā syā , wasi'a kursiyyuhus\-samāwāti wal\-arḍ, wa lā ya ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm
Artinya: Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha tinggi, Maha besar.
Saat kami membaca ayat tersebut, tiba-tiba korban yang tadinya berada di bawah, menempel dengan jalan aspal langsung berdiri dengan wajah yang terluka dan berlumuran darah (tampak dari samping) dan saat ia memutar arah pandang dan tubuhnya kepada kami, aku langsung dapat melihat siapa yang sedang berdiri di sana. "Mira."
Tanpa bertanya, Ayah dan Komandan terus mengucap dan membacakan ayat-ayat untuk melindungi diri dari gangguan setan dan jin. Mungkin baru kali ini Ayah dan Komandan benar-benar menyaksikan mayat hidup. Dan itu membuat mereka takut, hingga saat mereka berucap, suara mereka terdengar bergetar.
Mira tampak ingin melawan dan menyakiti kami, tapi saat ia memperlihatkan wajah buruk dan menyeramkan serta ingin menyerang kami, tiba-tiba tubuhnya terpental ke jalanan. Ia tidak mampu mendobrak mobil dan pertahanan kami melalui ayat-ayat suci Al-Quran.
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
Latin: qul a'ụżu birabbil-falaq. Min syarri mā khalaq. Wa min syarri gāsiqin iżā waqab. Wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad. Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad.
Artinya: Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.'
Ayat pengusir setan yang terakhir terdapat dalam surat An Nas. Surat ini berisikan keagungan Allah SWT sebagai tempat berlindung dari kejahatan setan dan jin. Aku, Komandan dan Ayah pun membaca surat ini dengan suara yang kuat.
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ مَلِكِ النَّاسِۙ اِلٰهِ النَّاسِۙ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Latin: qul a'ụżu birabbin-nās. Maikin-nās. Ilāhin-nās. Min syarril-waswāsil-khannās. Allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās. Minal-jinnati wan-nās.
Artinya: Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhannya manusia. Raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia."
"Aaaaakkk .... " teriak Mira lalu ia menghilang.
di dalam mobil, kami mengatur nafas yang sudah terengah-engah sambil menatap ke arah jalan. "Dia sudah pergi? dimana dia?" tanya Ayah yang tampak sangat ketakutan. Sementara Komandan tampak melongo dan terdiam.
"Pengalaman yang sangat mengerikan," ucap Komandan sambil menatap ke arahku. "Ternyata kamu dan Feli sangat kuat, Sarah. salut buat kalian berdua."
"Apa hal seperti itu sering terjadi?" tanya Ayah sambil terus mengatur nafasnya dan menatap diriku yang terlihat jauh lebih tenang dibandingkan Ayah dan Komandan.
"Bahkan lebih buruk, Ayah."
Bersambung ....
Para readers, bantu aku ya. Di kanan atas bagian cover ada 5 simbol bintang yang berderet. Tolong klik tanda bintang tersebut dan berikan penilaian kalian terhadap karyaku ini. Atas perhatiannya diucapkan terimakasih.
Jangan lupa terus ikuti episode selanjutnya ya teman-teman. Tinggalkan komentar, klik like dan favorit untuk mendapatkan notifikasi selanjutnya 🤗
Plus beri aku dukungan dengan menekan tombol vote pada halaman terdepan. Vote dari teman-teman pembaca semuanya adalah semangat tersendiri bagi saya penulis. Makasih 😘😘