
Feli berusaha berdiri menahan semua rasa ketakutannya. Sarah ... ucap Feli di dalam hati sambil membayangkan bagaimana penderitaan sahabatnya tersebut selama ini. Feli menangis dan menahan mulut dengan tangannya sembari berjalan kembali ke arah gadis yang tidak dikenali tersebut.
Saat berada di depan pintu keluar dapur, Feli melihat gadis itu seperti seseorang yang demam tinggi. Tubuhnya meriang hampir sama dengan tubuh Feli. Di dalam hati Feli berkata, mungkinkah gadis ini juga dihantui sama sepertiku tadi.
Feli mendekati gadis tersebut dan mengatakan kepadanya untuk ikut ke kamar saja bersama Feli karena jika di sini sendirian, mungkin saja kamu akan merasa lebih tidak nyaman. Tanpa menjawab perkataan dari Feli, gadis tersebut berdiri dan mengikuti langkahnya.
"Kamu duduk di atas ranjang dulu ya, aku mau shalat dan sekarang ingin ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu," ucap Feli perlahan dengan nada yang tenang.
Sesaat setelah Feli masuk ke dalam kamar mandi, Feli melihat gadis tersebut masih duduk di atas ranjang dengan menggigit kedua bagian Ibu Jari tangannya. Saat merasa semua baik-baik saja, Feli langsung mengambil air wudhu. Tapi pada saat yang bersamaan, Feli melihat wajah gadis tersebut berada di sisi kanannya dan itu membuat Feli sangat terkejut hingga ia menyemburkan air dari dalam mulutnya pada saat ia sedang berkumur-kumur.
"Astagfirullahaladzim ...." ucap Feli yang kaget sambil mundur beberapa langkah.
"Kamu, kenapa kamu bisa berada di sini?" tanya Feli yang bingung.
Kapan gadis tersebut masuk kedalam kamar mandi? karena pintu berada di sisi kiri Feli. Jadi seharusnya jika gadis itu masuk ke dalam kamar mandi, tentunya akan melewati punggung Feli.
"Kamu ingin shalat? ingin mengambil air wudhu?" tanya Feli sekali lagi, tapi masih tidak mendapatkan jawaban apapun dari gadis tersebut.
Tidak ingin berpikir macam-macam dan kehilangan konsentrasi, Feli langsung menyelesaikan air wudhunya dan saat itu ia merasa jauh lebih tenang serta jauh lebih terlindungi.
Selesai, Feli mengurangi sisa-sisa air dari wajahnya sembari melangkah keluar dari kamar mandi. Tapi pada saat sebagian tubuh Feli sudah keluar dari kamar mandi dan ia menatap ke arah ranjang, ia melihat gadis tersebut masih duduk dengan gayanya yang sama seperti saat pertama kali Feli lihat saat masuk ke dalam kamar mandi.
Jantung Feli kembali berpacu dengan sangat cepat, tangannya yang tenang mulai bergetar hebat. Feli melirik ke arah kiri dan ia melihat gadis itu duduk di atas ranjangnya, lalu ia melirik ke arah kanan dan gadis itu berdiri di dalam kamar mandi dengan wajahnya yang tertunduk.
Seakan tidak dapat bergerak, tubuh Feli berada di tengah-tengah pintu kamar mandi dan ia berkata di dalam hati. Ya Allah ... jika itu memang maut ku, maka aku akan ikhlas. Tapi izinkan terlebih dahulu aku menghadap kepadaMu Hanya untuk memohon pengampunan atas semua dosa-dosa yang sudah pernah aku lakukan. Setidaknya, aku bisa merasakan kebahagiaan yang sebenarnya di surga. Walaupun terlebih dahulu harus melewati lautan api neraka.
Setelah memohon kepada Allah. Tiba-tiba tubuh Feli yang tadinya tidak dapat ia gerakkan, kembali dapat bergerak dan ia tahu harus apa. Yang jelas, Feli tidak ingin menambah kecemasan gadis muda tersebut karena tampaknya ia sudah sangat amat tertekan dengan semua situasi dan keadaan yang menghampiri hidupnya.
Feli berjalan meninggalkan kamar mandi tanpa melihat ke arah kanan lagi dan ia mulai menyelimuti tubuhnya dengan mukena putih pemberian Rian, lalu ia mulai mengangkat takbir nya.
"Allahu Akbar," ucap Feli dengan suara yang tipis sambil meneteskan air mata.
"Assalamu'alaikum warohmatuloh .... " ucap Feli sambil menoleh ke kanan.
"Assalamu'alaikum warohmatuloh .... " ucap Feli sambil menoleh ke kiri dan gadis itu sudah tidak lagi berada di atas ranjang.
Heran, Feli menoleh ke belakang, tapi gadis tersebut memang tidak ada lagi di dalam kamar. Khawatir dan takut terjadi hal yang buruk pada dirinya, Feli tidak melanjutkan niatnya untuk mengaji dan langsung mencari gadis tersebut.
Feli melepaskan mukenah nya dan berjalan dengan cepat ke arah luar. Ia menelusuri setiap ruang di rumah, bahkan hingga gudang tua. Tapi Feli tidak mampu menemukan gadis tersebut.
tidak sama dia memang tidak ada di mana-mana
merasa sudah mencari dengan teliti dan jeli, pun merasa lelah dan Ia memutuskan untuk kembali ke kamar sekedar untuk mengganti pakaian tapi pada saat ia berada di pintu kamar, ia melihat gadis tersebut berada tepat di atas ranjang dengan Gayanya yang masih memasukkan kedua Ibu Jari tangannya ke dalam mulut
karena merasa heran dan tidak percaya dengan apa yang ia lihat, Feli langsung berlari ke arah garis tersebut dan memegang kedua lengan gadis tersebut sambil menanyakan kamu dari mana saja Saya mencari Aku mencari kamu kemana-mana padahal tadi kamu tidak disini Ucapkan ditanya Feli dalam posisi badan yang menunduk.
garis tersebut menetap Feli Tapi tampaknya pandangan gadis itu teralihkan kepada sesuatu yang berada tepat di belakang Pelni titik tubuhnya semakin gemetar hebat dan saat itu Feli yakin bahwa ada yang tidak beres di belakang tubuhnya.
Feli terkejut saat melihat sosok dengan ukuran tubuh tinggi besar ar berwajah seram dan penuh luka bernanah yang masih basah. astaghfirullahaladzim sambil duduk di lantai lalu makhluk misterius tersebut menarik kedua kaki Feli keluar dari kamar dan gadis tersebut berteriak sangat histeris sambil menangis.
makhluk tersebut menarik kedua kaki Feli dengan sangat cepat hingga kepalanya beberapa kali membentur ujung-ujung pintu dan tembok yang tajam membentuk segitiga sehingga melukai dua titik di dahi Feli.
Feli tidak menangis walaupun kesakitan. Ia hanya memegang dahinya yang terluka dan kembali berdiri sekedar untuk membacakan ayat-ayat pendek dan menatap makhluk tersebut.
"Hatimu tidak cukup kuat untuk melawan ku," ucapnya dengan suara yang menggema bahkan rasanya rumah ini akan rubuh.
"Aku percaya pada kekuatan Allah."
"Mulutmu percaya, tapi hatimu lemah. Kamu hanya akan menjadi bahan permainan bagiku. Ha ha ha ha ha ha ha .... "
أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِِ
Latin: A'uudzubillaah himinas syaitoon nirrojiim
Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.
"Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ... itu sama sekali tidak cukup!!" teriak iblis tersebut, lalu ia kembali menyiksa tubuh Feli dengan mengangkat dan menghantam kursi kayu pada tubuh Feli.
Saat terterungkup, Feli berusaha menegakkan punggungnya. Tapi iblis tersebut membuat tubuh Feli melayang dan tiba-tiba kain hordeng yang panjang sebagai penghias jendela, menyelimuti wajah Feli dan mengikat lehernya.
Bersambung ....
Jangan lupa bantu aku ya. Di kanan atas bagian cover ada 5 simbol bintang yang berderet. Tolong klik tanda bintang tersebut dan berikan penilaian kalian terhadap karyaku ini. Selain itu, jangan lupa terus ikuti episode selanjutnya, tinggalkan komentar, klik like dan favorit untuk mendapatkan notifikasi selanjutnya 🤗.
Plus beri aku dukungan dengan menekan tombol vote pada halaman terdepan. Vote dari teman-teman pembaca semuanya adalah semangat tersendiri bagi saya penulis. Makasih dan semangat membaca 😘😘😘.