ROH DAN KEMATIAN

ROH DAN KEMATIAN
BENAR


Setelah melakukan shalat magrib berjamaah, Kami pun melanjutkan perjalanan pulang ke rumah Ayah. Tapi sebelumnya, kami singgah terlebih dahulu di klinik bersalin Loide tidak jauh dari rumah Ayah.


Hasilnya, Feli positif hamil. Usia kehamilannya masih dini, sekitar 4 minggu. Namun makhluk gaib tampaknya sangat kuat mencium aroma wangi dari janin lunak nan renyah di dalam kandungan seorang wanita, seperti Feli.


"Selamat ya, Feli," ucap ku sambil tersenyum melihat rezeki yang sudah Allah berikan kepada sahabatku tersebut.


"Makasih, Sarah. Datuk Belang benar," kata Feli dengan matanya yang berkaca-kaca. Feli tampak sangat bahagia, begitu juga dengan Rian.


"Rian, selamat ya," ujar ku sambil menatap Rian yang sama terharunya dengan Feli. Sebenarnya aku sangat ingin memeluk Rian, tapi kami bukanlah muhrim. Jadi aku dan Rian hanya saling pandang sambil tersenyum hampir menagis.


"Terimakasih, Sarah."


"Begini rasanya jadi Tante," sahut ku sambil tersenyum haru.


"Ha ha ha ha ha ...." terdengar suara tawa bahagia dari kami bertiga secara bersamaan.


"Papa, Mama dan Ayah harus segera diberi tahu," ucap Feli sambil menggigit bibir bawahnya.


"Iya, Ayah pasti sangat bahagia."


"Oh iya, ada obat dan vitamin yang harus kita tebus," ucap Rian sambil menatap Feli dan aku menyadari arti tatapan tersebut. Sepertinya Rian hanya ingin jalan berdua saja dengan Feli.


Sekitar 20 menit berlalu, aku melihat Rian dan Feli di ujung lorong yang redup menuju ke arah ku. Tapi mereka tidak berdua, ada seseorang yang tidak diinginkan mengikuti langkah Feli dan Rian dengan wajah yang tertunduk dan berpenampilan kusut.


"Astaghfirullah hal azim," ucap ku sambil jalan cepat menuju ke arah Rian dan Feli.


Saat makhluk tersebut mulai menggerakkan tangan kanannya, aku langsung berlari dan mencengkram tangan pucat pasi tersebut dengan sangat kuat.


اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَحْفِظُكَ وَنَسْتَوْدِعُكَ دِيْنَنَا وَأَنْفُسَنَا وَأَهْلَنَا وَأَوْلَادَنَا وَأَمْوَالَنَا وَكُلَّ شَيْءٍ أَعْطَيْتَنَا، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِي كَنَفِكَ وَأَمَانِكَ وَجِوَارِكَ وَعِيَاذِكَ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَرِيْدٍ وَجَبَّارٍ عَنِيْدٍ وَذِيْ عَيْنٍ وَذِيْ بَغْيٍ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ شَرٍّ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ 


"Allaahumma innaa nastahfidhuka wa nastaudi'uka diinanii wa anfusanaa wa ahlanaa wa aulaadanaa wa amwaalanaa wa kulla syai'in a'thaitanaa. Allahummaaj 'alnaa fii kanfika wa amaanika wa jiwaarika wa 'iyaadzika min kulli syaithaanim mariid wa jabbaarin 'aniid wa dzi 'ainin wa dzi baghyin wa min syarri kulli dzi syarrin innaka 'alaa kulli syai'in qadiir."


"Ya Allah, kami memohon penjagaan kepada-Mu dan kami menitipkan kepada-Mu agama kami, diri kami, keluarga kami, anak-anak kami, harta kami, dan segala sesuatu yang Engkau berikan kepada kami. Ya Allah, jadikan lah kami dalam penjagaan-Mu, tanggungan-Mu, kedekatan-Mu, dan perlindungan-Mu dari gangguan setan yang menggoda, dari orang yang kejam, dari mata orang yang berniat jahat, dari orang yang bermaksud zalim, dan dari keburukan apa pun yang membawa keburukan. Sesungguhnya Engkau maha kuasa atas segala sesuatu."


Bersambung.


Jangan lupa bantu aku ya. Di kanan atas bagian cover ada 5 simbol bintang yang berderet. Tolong klik tanda bintang tersebut dan berikan penilaian kalian terhadap karyaku ini. Selain itu, jangan lupa terus ikuti episode selanjutnya, tinggalkan komentar, klik like dan favorit untuk mendapatkan notifikasi selanjutnya 🤗.


Plus beri aku dukungan dengan menekan tombol vote pada halaman terdepan. Vote dari teman-teman pembaca semuanya adalah semangat tersendiri bagi saya penulis. Makasih dan semangat membaca.