ROH DAN KEMATIAN

ROH DAN KEMATIAN
Sapa


Assalamualaikum, Cinta.


Halo semuanya, apa kabar?


Maaf kalau up hari ini akan mengecewakan.


Tadi pagi ada beberapa komentar yang aku baca dari para pembaca novel ini. Begini ya teman-teman semuanya. Aku berusaha menyajikan cerita dengan pelan karena ini gendrenya horor.


Memang ada sebagian diantara kita yang sudah biasa melihat gaib dan saat dia membaca cerita ini, dia merasa ngak seram. Tapi coba seandainya kalian juga menjadi mereka yang buta akan hal gaib! Segitu aja sudah merasa seram.


Berikutnya, kenapa tokohnya masih terkesan takut-takut? Aku aja biasa ngadapin kayak gitu. Kita balik lagi ke alur cerita yang mengatakan bahwa Sarah ini baru tembus pandang saat sudah dewasa, jadi dia hanya belum biasa dan belum kuat. Semakin kesini semakin kuat kok. Benarkan reader setia R&K?


Berikutnya, mengenai agama. Setiap para pembaca juga mesti beda-beda tentang pemahaman ini karena tergantung didikannya di dalam keluarga, lingkungan dan sekolah. Ada yang sangat beruntung karena hidup dilingkungan agama, namun ada juga yang tidak. Jadi harap mengerti jika saya menjelaskan dengan cara agar semua


kalangan ini bisa mengerti.


Jangan kamu samakan dirimu dengan orang lain! Jika tidak suka, tinggalkan novel ini atau silahkan buat novel sendiri supaya tau bahwa menulis untuk orang banyak itu sulit.


Banyak orang pintar dan hebat, tapi belum tentu bisa menulis dan membawa pembaca dalam pikiran si penulis. Membuat orang lain paham itu sulit, memasukkan unsur agama di dalam tajuk horor itu tidak mudah.


Terakhir, makasih banyak buat pembaca yang beragama non muslim tapi sangat menghargai tulisan saya. Walaupun ayat-ayat di dalamnya tentu berbeda dengan yang ada di gereja. Salut buat kalian.


Terus ada sambungannya ngak Thor? Iya, aku usahakan buat nulis season duanya segera. Soalnya banyak sesuatu yang ingin aku sampaikan, namun karena keadaan, rasanya sulit menuliskannya di sini.


Satu lagi, ini masih banyak tiponya. Ia memang karena ini karya pertama saya di sini dan saya tidak berniat untuk merubahnya. Kenapa? Karena sebuah kenangan itu sangat mahal harganya. Dari titik ini saya bisa menilai perubahan kemampuan saya di dalam menulis.


Besok, saya baru bisa up ya. Soalnya baru pulang dari cek up ke rumah sakit. Kondisi saya sudah mulai membaik, tapi masih perlu istirahat. Upz lupa, ini juga ceritanya berdasarkan yang saya lihat n cek sana sini, so kalau ada yang tidak berkenan. Maafkan saya.


Bay ....


Wassalam.


Bersambung.


Para pembaca, mohon maaf jika aku belum bisa membalas komentarnya satu persatu seperti biasanya ya. Bukan sombong, tapi karena keterbatasan penglihatanku pasca kecelakaan kemarin.


Jangan lupa bantu aku ya. Di kanan atas bagian cover ada 5 simbol bintang yang berderet. Tolong klik tanda bintang tersebut dan berikan penilaian kalian terhadap karyaku ini. Selain itu, jangan lupa terus ikuti episode selanjutnya, tinggalkan komentar, klik like dan favorit untuk mendapatkan notifikasi selanjutnya 🤗.


Plus beri aku dukungan dengan menekan tombol vote pada halaman terdepan. Vote dari teman-teman pembaca semuanya adalah semangat tersendiri bagi saya penulis. Makasih dan semangat membaca.