
Masih urusan satu topik, sementara topik lainnya ada di deretan akhir dari sesi tanya jawab yang terdengar menyenangkan. Syukurlah, masih ada yang mau bercanda tawa bersamaku.
Allahu la ilaha illa huwal hayyul qayyum, la ta`khudzuhu sinatuw wa la naum, lahu ma fis samawati wa ma fil ard, man dzalladzi yasyfa'u 'indahu illa bi'idznih, ya'lamu ma baina aidihim wa ma kholfahum, wa la yuhituna bisyai'im min 'ilmihi illa bima sya', wasi'a kursiyyuhus samawati wal-ard, wa la ya'uduhu khifdzuhuma, wa huwal 'aliyyul 'adzim. Ucap ku tanpa suara.
"Ini artinya, Wiro. Allah, tiada Tuhan selain Engkau, yang hidup kekal lagi Maha Mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak pula tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa seizin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak sedikit pun mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allahlah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar."
Wiro terdiam tanpa kata dan aku menjadi cemas. Jangan-jangan aku sudah menyakiti dirinya tanpa disengaja. Mungkin aku harus lebih hati-hati lagi kedepannya, ucapku di dalam hati sambil memperhatikan tengkorak bergerak tersebut.
"Apa yang terjadi padamu?" tanya ku sambil memegang tulang-belulang berwarna hitam tersebut dengan jari telunjuk tangan kanan ku.
"Ha ha ha ha ha ha ha, itu terasa sangat menggelitik," sahutnya yang ternyata dalam keadaaan yang baik-baik saja.
"Jangan membuatku khawatir seperti itu! Hah, bikin trauma aja. Jangan ulangi lagi!" ucap ku sambil duduk jongkok dan mengepal tangan kanan ku tepat di depan wajah Wiro.
"Baiklah ... ampun. Ha ha ha ha ha ha. Aku terdiam tadi karena berpikir, itu kursinya Allah sangat besar ya?"
"Meliputi langit dan bumi. Bayangkan saja!"
"Lalu bagaimana dengan yang tadi? Maksudku, tentang keistimewaannya?"
"Anggap saja ini pelajaran singkat ya! Ayat kursi menjadi salah satu ayat yang memiliki keutamaan istimewa. Hal ini sebagaimana hadis Nabi Muhammad yang diriwiyatkan Muslim."
"Suatu ketika Rasulullah bertanya kepada Ubay bin Ka'ab: "Ayat mana yang paling agung dalam Kitabullah? Ubay menjawab, Ayat Kursi'. Maka Rasulullah menepuk dada Ubay seraya berkata, 'Wahai Abu Mundzir, semoga engkau berbahagia dengan ilmu yang engkau miliki (Riwayat Muslim)," sambung ku.
"Berarti jawabannya benar?"
"Iyap," sahut ku penuh semangat.
"Adapun Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan, "Ayat Kursi ini memiliki kedudukan yang sangat agung. Dalam hadis shahih dari Rasulullah disebutkan bahwa Ayat Kursi merupakan ayat teragung yang terdapat dalam Alquran (Tafsir Alquran Al-Adzim). Atas keistimewaan tersebut, banyak kalangan ulama yang menyebutkan berbagai keutamaan Ayat Kursi jika diamalkan oleh seorang muslim. Berikut beberapa diataranya"
"Satu. Dilindungi dari gangguan jin. Keutamaan Ayat Kursi yang pertama ialah mendapatkan perlindungan Allah subhanahu wata'ala dari segala marabahaya dan gangguan jin. Rasulullah dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari bersabda," Apabila engkau mendatangi tempat tidur (di malam hari) bacalah Ayat Kursi, maka Allah akan senantiasa menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi hari (Riwayat Muslim)."
"Waaah ... mengerikan sekali."
"Dua. Dimudahkan segala urusannya. Keutamaan lainnya dari Ayat Kursi ialah dipermudah dalam segala urusannya. Syeikh Al-Bunni menerangkan keutamaan Ayat Kursi, yakni jika diamalkan maka Allah akan memberikan pertolongan kepadanya, dikabulkan hajatnya, dijernihkan pikirannya, dihilangkan kesusahan, serta dimudahkan segala urusannya."
"Tiga. Dijauhkannya dari kefakiran. Ayat Kursi juga memiliki keutamaan bagi orang yang mengamalkannya, maka akan dijauhkan dari kefakiran dalam hidupnya. Hal ini sesuai hadis Nabi yaitu barang siapa yang pulang ke rumahnya dan membaca Ayat Kursi, maka Allah akan menghilangkan segala kefakiran di depannya," sambung ku dan Wiro tampak sangat antusias.
"Wah?"
"Empat. Dimudahkan dalam mempelajari ilmu. Bagi setiap pelajar atau penuntut ilmu, mengamalkan Ayat Kursi juga menjadi salah satu cara untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Hal ini sebagaimana diterangkan oleh Syekh Abu Abbas, ia mengatakan jika siapa saja yang mengamalkan Ayat Kursi dengan membacanya 50 kali dan meniupkan ke air dan meminumnya, maka Allah akan menjernihkan akal pikirannya, serta memudahkannya dalam mendapatkan ilmu."
"Hebat sekali, apa ada lagi?"
"Kalau zaman aku, mau jadi kepala dusun mesti semedi sama tapabrata. Padahal tinggal baca gini aja lebih mudah, ndak kedinginan dan kepanasan. Ndak kehausan dan kelaparan," tukasnya.
"Apa kamu percaya dengan semua yang baru saja aku katakan?"
"Tentu saja, wong aku sudah lihat sendiri mereka terbakar setelah kamu membacakan ayat tersebut. Wus wuuusss, ngono," ujarnya sembari mengingat semua kejadian yang sudah kami lewati bersama. "Apa ada lagi?"
"Masih, enam. Dimudahkannya masuk surga. Rasulullah menjelaskan jika Ayat Kursi bisa menjadi penghalang seorang muslim ketika akan dimasukkan ke dalam neraka, dan menjadi sebab untuknya masuk surga. Hal tersebut sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh An Nasa'i: Barang siapa yang membaca Ayat Kursi setelah selesai salat, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian (Riwayat An Nasa-i dan disahihkan oleh Syekh Al-Albani)."
"Makanya kamu ndak ada niatan untuk menghafal mantra? Cukup satu ayat saja, kamu sudah bisa mengatasi segalanya. Baru tau aku, asem e. Telat banget," gerutunya. Menurut ku, seandainya dia punya bibir saat ini, mestinya aku akan melihat kedua ujung bibir itu meruncing. "Ada lagi?"
"Tujuh. Dientengkan jodohnya. Keutamaan Ayat Kursi yang lainnya ialah dapat mempermudah seseorang dalam menemukan jodohnya. Keutamaan tersebut sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Muhyidin Ibnu Al Arabi. Siapa saja yang membaca Ayat Kursi di malam dan siang hari sebanyak 1,000 kali selama 40 hari, maka demi Allah, demi Allah yang Maha Agung, demi kebenaran Alquran, demi Rasulullah yang mulia, baginya akan dibukakan tabir rohaninya dan seluruh apa yang diinginkan akan diwujudkan."
'Waaah ... aku jadi ingat Candra Ayu," ujarnya sambil berdiri.
"Candra Ayu?" ucap ku mengulang kata Wiro.
"Dia calon bojoku, tapi sayang aku keburu dibunuh. Aku ... jika diijinkan, aku ingin mencarinya."
"Wiro, ini sudah puluhan tahun. Bahkan mungkin ratusan tahun. Kamu mau cari dimana?"
"Ndak tau ...."
"Dunia sudah banyak berubah, bahkan bisa saja kamu lupa jalan pulang," kata Mbah Pecek yang tampak ingin bergabung bersama kami.
"Mosok?"
"Lihat saja sendiri! Wong aku sudah lihat dengan mata kepalaku sendiri kok," ucapnya dengan nada yang mengejek.
"Mbak, Mbah Pecek. Tolong jelaskan tentang Keblek."
"Kenapa bertanya padaku?" jawabnya dengan nada angkuh dan masih terdengar cuek.
"Aku yakin, Mbah sudah pernah menghadapi makhluk itu."
Bersambung.
Jangan lupa bantu aku ya. Di kanan atas bagian cover ada 5 simbol bintang yang berderet. Tolong klik tanda bintang tersebut dan berikan penilaian kalian terhadap karyaku ini. Selain itu, jangan lupa terus ikuti episode selanjutnya, tinggalkan komentar, klik like dan favorit untuk mendapatkan notifikasi selanjutnya 🤗.
Plus beri aku dukungan dengan menekan tombol vote pada halaman terdepan. Vote dari teman-teman pembaca semuanya adalah semangat tersendiri bagi saya penulis. Makasih dan semangat membaca.