ROH DAN KEMATIAN

ROH DAN KEMATIAN
PERJALANAN


Langkah kaki cepat antara aku dan Rian saling beradu. Sebenarnya Rian masih belum tahu apa-apa dan dia tampak bingung, hanya saja dia terus mengikuti permintaanku karena ia tahu jika aku sudah berekspresi keras dan tajam seperti ini, maka terjadi sesuatu yang buruk atau harus segera diselesaikan.


Kami mulai memasuki mobil dan aku mengatakan kepada Rian untuk menyapa Ayah sebelum berangkat agar Ayah tidak curiga dan Rian melakukannya, Ayah pun tampak memaksakan senyumnya agar kami tenang di perjalanan.


"Ayo, Rian!"


"Iya."


Baru 10 menit kami melakukan perjalanan, aku sudah mulai tertekan. Bukan tanpa sebab, mereka tampak sangat ramai. Aku memang sudah terbiasa dengan kehadiran mereka, hanya saja jika mereka datang atau menampakkan wujudnya secara tiba-tiba di depan kaca mobil, maka aku tetap saja terkejut.


"Ada apa, Sarah?"


"Kenapa mereka banyak sekali? Apa urusannya?"


"Sarah, kalau kamu tidak mengerti, aku lebih tidak mengerti lagi," ucap Rian yang sekali-kali melihat ke arah atas mobil karena sering mendengar suara sesuatu berjatuhan di atap mobil.


Aku terdiam sembari menghitung waktu (bulan). Sementara Rian terus membacakan 5 ayat pendek untuk memberikan perisai bagi mobil kami, ditambah lagi dengan ayat kursi dan ayat ke 9 dari surat Yasin.


5 menit berpikir, aku pun mengetahui jawabannya. Sekarang aku paham apa yang terjadi dan mengapa situasi malam ini begitu berbeda. Bahkan sulit aku lihat batasan antara manusia dengan makhluk astral lainnya.


Terkadang aku juga melihat beberapa mobil yang begitu penuh dengan cahaya berwarna merah kehitaman. Dan setelah aku perhatikan dengan baik, ternyata di belakang bagasi mobil tersebut tampak sesuatu seperti aneka bunga yang cukup banyak hingga saat mobil tersebut menabrak batu di jalanan, bunga-bunga dan beberapa alat di dalamnya melompat ke atas sehingga tampak jelas olehku dari kaca belakang mobil orang tersebut.


"Kenapa, Sarah?"


"Mobil itu penuh dengan bunga, Rian."


"Ngelindur kamu. Dimana-mana yang penuh dengan bunga itu taman, bukan mobil Sarah," olok Rian yang berpikir formal.


"Tau dari mana?"


"Beberapa rumah mewah dan megah yang baru saja kita lewati. Cahaya yang keluar dari rumah tersebut, sama dengan cahaya di dalam mobil itu," kata ku sembari menunjuk ke arah mobil yang tepat di hadapan kami. "Aku ingin tau apa isinya, bisa kita potong mobil itu?" tanya ku yabg sangat penasaran.


"Baiklah."


Dengan pandai Rian menyalip mobil yang berada tepat di depan kami dan aku langsung memperhatikan bagian bagasi dari kaca belakang dan kaca samping kanan mobil yang transparan.


"Apa saja isinya?"


"Pisang raja, aneka jajanan pasar, banyak bunga, kendi-kendi kecil berwarna hitam dan sesuatu yang dibungkus rapi dengan kain putih seperti kain kafan."


"Subhanallah ... jadi pikiranmu benar, Sarah?"


"Iya."


"Apa yang mereka lakukan?"


"Ini malam suro, Rian."


Bersambung.


Jangan lupa bantu aku ya. Di kanan atas bagian cover ada 5 simbol bintang yang berderet. Tolong klik tanda bintang tersebut dan berikan penilaian kalian terhadap karyaku ini. Selain itu, jangan lupa terus ikuti episode selanjutnya, tinggalkan komentar, klik like dan favorit untuk mendapatkan notifikasi selanjutnya 🤗.


Plus beri aku dukungan dengan menekan tombol vote pada halaman terdepan. Vote dari teman-teman pembaca semuanya adalah semangat tersendiri bagi saya penulis. Makasih dan semangat membaca