Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
99


" Udah ketemu ? "


Bumi berharap Adam sudah menemukan identitas penguntit ya sekaligus orang yang menjadi pelanggan istrinya .


" Elo pikir nyari informasi tentang orang itu gampang ? Lagian kenapa sih gue harus capek capek nyari info pelanggan toko bini elo , kayak kurang kerjaan banget gue "


" Perasaan gue bawaannya nggak enak kalau bini gue cerita tentang orang itu , nggak tenang gue !! Gue terpaksa larang Aira ke toko hari ini . Dia juga cerita ada yang teror dia lewat chat . Peneror bikin gue seolah olah lagi selingkuh sama dia "


" Berarti si peneror itu nggak kenal sama elo , karena orang yang kenal sama elo pasti tahu kalau elo itu bucin mampus sama bini elo "


Bumi berdecih sebal , Adam selalu to the point' tapi.juga selalu benar . Tadi setelah mengantar sang istri ke rumah mertuanya dia sengaja menemui Adam di kantor . Dia ingin membahas tuntas masalah istrinya agar semua cepat selesai .


Bumi tak mau mengambil resiko jika itu berkaitan dengan istri dan anaknya yang merupakan sang pewaris Adipraja .


Adam sempat menelponnya tadi pagi jika salah satu orang yang ditempatkan untuk menjaga Air dan Janu melapor bahwa sudah ada tim khusus Adipraja yang sudah ditugaskan untuk mengawasi menantu dan pewaris Adipraja itu .


Bumi sangat yakin jika ayahnya yang sudah sigap dengan terlebih dahulu mengawasi anak dan istrinya . Sang ayah memang selalu bisa ia andalkan untuk masalah apapun .


" Yang tahu jadwal gue cuma elo sama ... tunggu sepuluh hari yang lalu elo nggak bisa ikut meeting sama gue . Waktu itu sekretaris elo yang gantiin . Gue inget waktu itu klien kita bawa anak perempuan umur 4 tahunan dan dia terus terusan minta digendong sama gue . Jangan jangan parfum yang dicurigai bini gue dari aroma cologne anak itu "


" Itu berarti .... Pantes aja tahu semua jadwal elo . Ckk .. gue panggil dia sekarang ! Biar ngomong sendiri sama elo "


Adam segera keluar menuju ruangannya , tak habis pikir sekretarisnya yang mengganggu istri bosnya .


Sekretaris Adam tampak kebingungan ketika Adam memintanya datang ke ruang CEOnya . Tapi ia tetap saja mengikuti langkah Adam untuk menemui Bumi .


Adam bahkan tak menyuruh sekretarisnya duduk ketika ia sendiri duduk di sofa tepat disamping Bumi .


" Jika nanti aku bertanya , makan yang ingin aku dengar adalah jawaban jujur . Karena hanya itu yang bisa menyelamatkanmu hari ini "


Sekretaris Adam yang bernama Bertha itu langsung memucat , mungkin ia sudah tahu kemana arah perkataan Adam . Dia juga bergidik ngeri melihat wajah dingin Bumi yang tak mau menatap ke arahnya .


" Saya akan mencoba jujur pak , lagipula tidak ada yang saya sembunyikan dari bapak " jawab Bertha berharap Adam percaya padanya .


" Baik aku pegang kata katamu ! Sekarang aku ingin bertanya , apa kau yang selama ini mengirim chat pada Nyonya Aira !? "


Bertha menggelengkan kepalanya dengan cepat , tampak jelas sekali raut ketakutannya .


" Bukan saya yang mengirim chat teror pada nyonya . Saya bersumpah , bukan saya pak !! "


" Brengsek !! "


Bumi menggebrak meja kaca didepannya hingga retak . Tapi Adam mencekal bahunya seakan mengingatkan untuk tidak terbawa emosi .


" Hei Bertha .. aku bahkan hanya menyebut chat saja . Aku tidak menyebut teror di dalamnya . Kau ingin bicara sesuatu pada kami ? "


Tubuh Bertha bergetar , sepertinya ia takut untuk berbicara . Adam berpikir mungkin sekretarisnya ada di bawah ancaman seseorang .


" Aku yang menjamin keselamatanmu jika kau mau berbicara kepada kami "


" Tapi .. saya tidak bisa . Maafkan saya , saya tidak tau kalau akan begini . Saya tidak bermaksud menyakiti nyonya "


" Kau !!! "


" Ckk .. elo diem dulu biar gue yang selesaikan " gerutu Adam yang melihat emosi Bumi .


" Apa Nyonya pernah menyakiti hatimu ? "


" Tidak "


" Apa Nyonya pernah menyinggung perasaan kamu ? "


" Tidak pak "


Bertha luruh ke lantai dan kemudian menangis . Dia memukuli dadanya sendiri seakan sedang mengeluarkan semua sesak yang ada di dalamnya .


" Malam itu saya di undang teman saya ke pesta . Saya terlalu banyak minum dan tanpa saya tahu saya terbangun disisi seorang pria . Dia mengancam saya , saya dipaksa untuk melaporkan semua kegiatan Tuan Bumi padanya tanpa terkecuali . Saya menyanggupinya , saya tidak mengira perbuatan saya akan menganggu nyonya . Sampai akhirnya saya tahu dia selalu meneror nyonya dengan chat yang isinya tidak pantas "


" Kau tahu siapa pria itu ? "


" Tuan Putra ... "


Adam dan Bumi sama sama kaget , tak mengira pria tua itu yang telah membuat ulah .


Bumi tiba tiba beranjak dan melangkah keluar dari ruangannya .


" Mau kemana elo !?? " Adam berteriak saat Bumi sudah tergesa meninggalkan tempat itu . Satu kata membuatnya langsung menyusul sahabat merangkap bosnya itu .


" Gue bunuh dia sekarang juga , berani beraninya dia ganggu istri gue !!! "