
" Jangan mbak !! " teriak Nayya pada pelayan yang tadi meremehkannya .
Pelayan itu sekarang terlihat sangat menghormatinya hingga Nayya merasa sebal dibuatnya . Bagaimana ia tidak berubah jika tadi Jerry sempat menyodorkan kartu hitamnya untuk pembayaran .
Dia tahu pemilik black card adalah orang orang dari kaum jet set atau kaum atas yang sudah pasti melimpah ruah kekayaannya .
" Ya mbak gimana , ada yang di inginkan lagi ?? Saya tadi udah lihat apa saja yang Embak lihat kok , jadi tidak akan terlewatkan " kata pelayan itu terdengar sangat manis .
" Sayang tapi aku tidak pernah mendengar merk ini sebelumnya !! Disini sepertinya juga terlalu murah . Bikin malu kalau aku pakai kumpul sama teman teman " kata Nayya manja dengan tangan yang sudah bergelayut di tangan Jerry .
Mata gadis itu berkedip kedip pada Jerry sebagai kode agar pria itu meladeni sandiwaranya . Nayya hanya ingin memberi pelajaran pada pelayan sombong itu .
Jerry hanya tertawa dalam hati melihat tingkah gadisnya . Dia memanfaatkan kesempatan itu untuk melingkarkan tangannya di perut rata calon pendampingnya .
" Terserah padamu sayang , tapi yang itu cukup bagus ! " Jerry menunjuk baju yang terakhir tadi dipegang Nayya . Dress kuning seharga dua puluh juta .
" Tidak !!! ltu kurang bagus sayang . Sebaiknya kita ke butik langgananku saja .. Aku sudah pesan baju keluaran terbaru musim ini "
Akhirnya mereka keluar dari toko itu dan Nayya yakin pelayan itu pasti sangat menyesal . Mungkin bukan hanya dia pelayan toko yang bersikap seperti itu .
Nayya hanya ingin mereka lebih menghargai pembeli tanpa memandang penampilan . Karena bukan tidak mungkin orang berpenampilan sederhana malah akan membeli barang yang lebih berharga daripada orang yang berpenampilan bagus .
" Tadi bajunya bagus kok , kenapa nggak dibeli saja ? "
" Banderol harganya saja seharga satu bulan gajiku , kalau buat beli baju terus Nayya mau makan apa nantinya !? "
" Jadi hanya karena itu !?? "
" lni masalah makan !! Bukan ' hanya ' "
" Kita kembali ke toko itu ... " Jerry menarik gadisnya agar kembali melangkah menuju toko yang tadi .
" Kak !! Enggak mau !! "
" Kok kak lagi sih ?? Tadi udah enak banget manggilnya . Sayang ... tadi kan panggil kata gitu ke Kakak "
" Tadi kepepet ... "
" Mulai sekarang denda seratus ribu tiap kamu panggil aku kak "
" Ya nggak bisa dong Kak !! ltu namanya pemaksaan "
" Terserah aku dong ... kan aku bosnya . Satu kali pelanggaran berarti denda seratus ya !! Potong gaji bulan depan "
" Kak Jerry menyebalkan !! "
" Dua ratus ribu ... "
" Haishhh !! "
Jerry mencubit kecil pipi gadisnya , jika saja tidak di depan umum seperti ini pasti dia sudah nekat untuk mencium bibir kemerahan itu .
" Sayang .... "
" Apa ??? "
" Mau ... mau banget "
" Kalau nikah mau ??? "
" Maulah !! "
Jerry menghentikan langkahnya dan ia melihat Nayya yang juga sedang menatapnya . Sepertinya dia salah mendengar jawaban dari gadis itu .
" Kenapa sayang ?? Jawabanku salah ?? " ujar Nayya sambil tersenyum , dia sengaja menekan kata panggilan barunya untuk pria disampingnya .
" Ulangi sekali lagi , aku ingin mendengarnya sekali lagi "
" Apanya ?? "
" Jawaban kamu ... "
" Memang Kak Jerry tanya apa ?? "
" Sayaannng ... jangan begini "
Nayya hanya tertawa menanggapinya , biasanya pria itu yang menggodanya . Sekarang ia berkesempatan untuk membalasnya .
" Ok Nayya ulangi jawabannya tapi setelah Kak Jerry traktir es krim "
" Kelamaan sayaannng .... "
" Ya sudah berarti Nayya batalkan jawabannya !!! "
" Yuk kita makan es krim sekarang ... " Jerry langsung menariknya ke stand es krim di depannya .
Nayya tertawa menang ketika melihat bibir pria itu mengerucut . Dua hari ini dia di kerjai habis habisan oleh pria jahil itu hingga ia seharian menemani di apartemen .
Dan dua hati ini dia berpikir untuk memberi kesempatan pada Jerry untuk menjalin hubungan ke jenjang yang lebih jauh . Biar bagaimanapun ia bisa melihat pria itu serius dengan hubungan mereka .
Dengan tidak sabar Jerry menunggu mangkok es krim di depan gadisnya habis . Ketika tinggal separuh isinya Nayya membuka suaranya .
" Berjanjilah untuk tidak lagi menyakitiku , baik dengan kata atau perbuatan . ltu sangat menyakitkan bagiku "
Jerry meraih tangan gadisnya dan mengecup punggung tangannya berkali kali .
" Aku bersumpah akan membunuh diriku sendiri jika aku berani menyakitimu lagi sayang "
" Berjanjilah agar Kakak bisa menerimaku apa adanya , dan kakak akan mencintai semua keluargaku "
" Aku bukan laki laki yang baik , masa laluku terlalu suram . Tapi aku berjanji akan menjadi laki laki terbaik untukmu , untuk keluargamu ... keluarga kita "
" Jadi maukah kau menikahiku Jerry Addison !? "
Jerry tertawa terbahak , tapi ia juga mengeluarkan air matanya . Jerry terlalu bahagia mendengarnya . Saat ini gadisnya malah sedang melamarnya , hal yang harusnya akan ia lakukan tadi .
" Gadis nakal !! Harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu ... tapi aku akan menjawabnya . Dengan segenap hati dan jiwa aku menerima lamaranmu nona " kata Jerry kembali mencium tangan Nayya .