Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
188


" Jangan mbak !! " teriak Nayya pada pelayan yang tadi meremehkannya .


Pelayan itu sekarang terlihat sangat menghormatinya hingga Nayya merasa sebal dibuatnya . Bagaimana ia tidak berubah jika tadi Jerry sempat menyodorkan kartu hitamnya untuk pembayaran .


Dia tahu pemilik black card adalah orang orang dari kaum jet set atau kaum atas yang sudah pasti melimpah ruah kekayaannya .


" Ya mbak gimana , ada yang di inginkan lagi ?? Saya tadi udah lihat apa saja yang Embak lihat kok , jadi tidak akan terlewatkan " kata pelayan itu terdengar sangat manis .


" Sayang tapi aku tidak pernah mendengar merk ini sebelumnya !! Disini sepertinya juga terlalu murah . Bikin malu kalau aku pakai kumpul sama teman teman " kata Nayya manja dengan tangan yang sudah bergelayut di tangan Jerry .


Mata gadis itu berkedip kedip pada Jerry sebagai kode agar pria itu meladeni sandiwaranya . Nayya hanya ingin memberi pelajaran pada pelayan sombong itu .


Jerry hanya tertawa dalam hati melihat tingkah gadisnya . Dia memanfaatkan kesempatan itu untuk melingkarkan tangannya di perut rata calon pendampingnya .


" Terserah padamu sayang , tapi yang itu cukup bagus ! " Jerry menunjuk baju yang terakhir tadi dipegang Nayya . Dress kuning seharga dua puluh juta .


" Tidak !!! ltu kurang bagus sayang . Sebaiknya kita ke butik langgananku saja .. Aku sudah pesan baju keluaran terbaru musim ini "


Akhirnya mereka keluar dari toko itu dan Nayya yakin pelayan itu pasti sangat menyesal . Mungkin bukan hanya dia pelayan toko yang bersikap seperti itu .


Nayya hanya ingin mereka lebih menghargai pembeli tanpa memandang penampilan . Karena bukan tidak mungkin orang berpenampilan sederhana malah akan membeli barang yang lebih berharga daripada orang yang berpenampilan bagus .


" Tadi bajunya bagus kok , kenapa nggak dibeli saja ? "


" Banderol harganya saja seharga satu bulan gajiku , kalau buat beli baju terus Nayya mau makan apa nantinya !? "


" Jadi hanya karena itu !?? "


" lni masalah makan !! Bukan ' hanya ' "


" Kita kembali ke toko itu ... " Jerry menarik gadisnya agar kembali melangkah menuju toko yang tadi .


" Kak !! Enggak mau !! "


" Kok kak lagi sih ?? Tadi udah enak banget manggilnya . Sayang ... tadi kan panggil kata gitu ke Kakak "


" Tadi kepepet ... "


" Mulai sekarang denda seratus ribu tiap kamu panggil aku kak "


" Ya nggak bisa dong Kak !! ltu namanya pemaksaan "


" Terserah aku dong ... kan aku bosnya . Satu kali pelanggaran berarti denda seratus ya !! Potong gaji bulan depan "


" Kak Jerry menyebalkan !! "


" Dua ratus ribu ... "


" Haishhh !! "


Jerry mencubit kecil pipi gadisnya , jika saja tidak di depan umum seperti ini pasti dia sudah nekat untuk mencium bibir kemerahan itu .


" Sayang .... "


" Apa ??? "


" Mau ... mau banget "


" Kalau nikah mau ??? "


" Maulah !! "


Jerry menghentikan langkahnya dan ia melihat Nayya yang juga sedang menatapnya . Sepertinya dia salah mendengar jawaban dari gadis itu .


" Kenapa sayang ?? Jawabanku salah ?? " ujar Nayya sambil tersenyum , dia sengaja menekan kata panggilan barunya untuk pria disampingnya .


" Ulangi sekali lagi , aku ingin mendengarnya sekali lagi "


" Apanya ?? "


" Jawaban kamu ... "


" Memang Kak Jerry tanya apa ?? "


" Sayaannng ... jangan begini "


Nayya hanya tertawa menanggapinya , biasanya pria itu yang menggodanya . Sekarang ia berkesempatan untuk membalasnya .


" Ok Nayya ulangi jawabannya tapi setelah Kak Jerry traktir es krim "


" Kelamaan sayaannng .... "


" Ya sudah berarti Nayya batalkan jawabannya !!! "


" Yuk kita makan es krim sekarang ... " Jerry langsung menariknya ke stand es krim di depannya .


Nayya tertawa menang ketika melihat bibir pria itu mengerucut . Dua hari ini dia di kerjai habis habisan oleh pria jahil itu hingga ia seharian menemani di apartemen .


Dan dua hati ini dia berpikir untuk memberi kesempatan pada Jerry untuk menjalin hubungan ke jenjang yang lebih jauh . Biar bagaimanapun ia bisa melihat pria itu serius dengan hubungan mereka .


Dengan tidak sabar Jerry menunggu mangkok es krim di depan gadisnya habis . Ketika tinggal separuh isinya Nayya membuka suaranya .


" Berjanjilah untuk tidak lagi menyakitiku , baik dengan kata atau perbuatan . ltu sangat menyakitkan bagiku "


Jerry meraih tangan gadisnya dan mengecup punggung tangannya berkali kali .


" Aku bersumpah akan membunuh diriku sendiri jika aku berani menyakitimu lagi sayang "


" Berjanjilah agar Kakak bisa menerimaku apa adanya , dan kakak akan mencintai semua keluargaku "


" Aku bukan laki laki yang baik , masa laluku terlalu suram . Tapi aku berjanji akan menjadi laki laki terbaik untukmu , untuk keluargamu ... keluarga kita "


" Jadi maukah kau menikahiku Jerry Addison !? "


Jerry tertawa terbahak , tapi ia juga mengeluarkan air matanya . Jerry terlalu bahagia mendengarnya . Saat ini gadisnya malah sedang melamarnya , hal yang harusnya akan ia lakukan tadi .


" Gadis nakal !! Harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu ... tapi aku akan menjawabnya . Dengan segenap hati dan jiwa aku menerima lamaranmu nona " kata Jerry kembali mencium tangan Nayya .