
" Jangan mendekat ... "
" Nay ... maaf "
Jerry urung menghampiri gadisnya , ia tahu tidak akan secepat ini bisa di maafkan . Dari awal gadis itu masuk tak sekalipun mau melihat ke arahnya .
Jerry mengernyit ketika gadis itu berjalan ke arah overbed table yang tadi sempat ia geser ke samping . Gadis itu mengambil piring yang berisikan sarapan yang sama sekali belum ia sentuh .
" Jangan banyak bergerak dulu kalau Kakak masih sakit , bukankah Nayya sudah berpesan agar Kak Jerry bisa menjaga diri waktu itu !? Kenapa bisa sakit begini ?? Sekarang makan sarapan kakak ! Kakak boleh sakit asal jangan di depanku , jangan sampai aku tahu kakak seperti ini "
" Kenapa ?? "
Bukannya menjawab gadis itu malah menyuapkan satu sendok penuh berisi nasi dan lauknya hingga Jerry kesusahan membuka mulutnya .
Nayya menyendok nasi dan menyuapkan pada pria di depannya sampai habis tak bersisa . Walaupun rasa sarapan itu sangat hambar tapi sepertinya sarapan kali ini akan menjadi sarapan terindah dalam hidupnya . Nayya mengambil tisu dan mengelap ujung bibir pria itu yang terlihat kotor .
Sungguh Jerry ingin waktu berhenti saat ini , ia ingin tetap merasakan kasih dari gadisnya . Sampai sarapan selesai pun gadis itu tetap tak mau membalas tatapan matanya .
Jerry bersorak senang dalam hati karena ternyata gadisnya masih sangat perhatian padanya . Tapi dia tetap diam agar Nayya bisa mencurahkan semua isi hatinya . Jerry tahu Nayya pasti masih sangat kesal padanya .
" Nayya sudah mendengar bahwa hari ini kakak sudah diperbolehkan pulang oleh dokter . Setelah pulang dari sini hiduplah dengan baik karena aku tidak selamanya bisa memaksa kakak makan "
" Kalau begitu , paksa aku Nay .... paksa aku tiap hari . Marahlah padaku jika aku melewatkan jam makanku ... marahlah padaku jika aku bekerja tanpa ingat waktu !! Marahlah padaku jika aku menaruh sepatuku sembarangan lagi , jika aku meletakkan pakaian kotor di sofa ruang tamu !! Marahlah untuk semua kecerobohanku !! Tapi jangan pergi lagi ... aku mohon "
Jerry menghela nafas ketika gadisnya menghindar ketika ia ingin meraih tangannya . Jerry turun dari ranjang untuk menyusul Nayya yang sudah duduk di sofa . Dia tersenyum ketika mendengar gadis itu bergumam .
" Bandel ... "
" Aku hanya tidak mau lagi jauh darimu sayang "
" Kakak yang memintaku untuk pergi jauh dan tak kembali "
" Aku tahu ... aku bersalah padamu dan aku menyesal , maafkan aku ! Apa kau masih marah padaku ?? "
" Jika kakak ada di posisiku saat ini apa yang akan kakak lakukan !? " sengit Nayya .
" Aku pun tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri , aku sudah keterlaluan padamu ! Dengan mudahnya aku bisa dihasut orang yang tidak aku kenal "
Jerry mengulurkan tangannya pada bekas luka yang masih terlihat dengan jelas di dahi gadisnya . Hatinya perih mengingat luka itu ada karena dirinya .
" Apa ini masih sakit "
" Tidak ... tidak sakit sama sekali . Tapi akan menjadi pengingat buat Nayya agar tidak lagi mengemis bantuan pada orang yang salah "
" Sayang jangan begini ... aku menyesal "
Jerry pun sakit ketika di ingatkan lagi tentang dosa dosanya pada gadis di sampingnya .
" Kak ... aku memaafkanmu . Dan aku mohon setelah ini pulanglah karena memang sudah waktumu untuk pulang . Minum obatmu dan jangan sakit lagi , hiduplah seperti kau hidup saat belum mengenalku . Aku tidak mau menjadi beban untuk siapa siapa lagi ... "
" Kau bukan bebanku Nay .... "
" Nay harus pergi , tidak enak jika harus merepotkan Kak Aira dan suaminya untuk menjaga Seno "
" Nay ... jangan pergi ! "
Kali ini gadis itu yang meraih tangannya dan membawanya ke keningnya , sama seperti ketika terakhir kali dia bertemu .
" Ingat kata Nayya , hiduplah dengan baik ! Jangan pernah menyia nyiakan hidup kakak untuk hal yang tidak berguna . Aku sudah memaafkanmu "
Dan Jerry masih membeku ketika gadis itu keluar dari ruangannya , walau sudah di maafkan nyatanya gadis itu tidak mau menerimanya kembali .
Bumi dan istrinya kembali datang beberapa saat setelah gadis itu pergi . Bumi sudah mengurus semua agar siang ini Jerry bisa langsung pulang .
Bumi pun melarangnya kembali menemui Nayya di kamar rawat adiknya dengan alasan agar Nayya bisa menata kembali hati dan hidupnya .
Walau ingin sekali memaksa untuk bertemu tapi kemudian dia sadar , penghinaannya akan menjadi luka yang akan terus membekas di hati gadisnya .
" Maafkan Kakak ya sayang .... "
~ Ayuuuhhh goyang jempol vote n comennya ! Sukur sukur kembang kopi untuk sajennya 😘😘 ... hidup itu nano nano Mas Jer !! Kalau kemarin sudah ngerasain manis yang sekarang tinggal sepet dan kecutnya 😀😀😀 ~