Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
49


" Kau cantik "


Entah setan apa yang merasukinya hingga ia benar benar tergoda dengan wanita yang ada didepannya .


Varo mulai menyentuh kaki jenjang yang menyilang karena ingin menutupi bagian bawah yang hanya dibalut kain segitiga transparan hingga tak bisa menutupi keindahan di dalamnya .


CUPP ...


" Manis .. "


Varo mencium bibir yang sedari terkatup , tapi malah membuatnya penasaran untuk merasainya . Dan rasa manis itu ternyata membuatnya ingin lagi mencobanya .


Perlahan dilum*tnya bibir yang lirih mengeluarkan suara suara yang membuat sesuatu berkobar dalam dirinya . Dua tangannya sudah menggila , meraih apapun yang dia bisa sentuh .


" Eeuugghh ... "


Lama kelamaan suara suara lirih itu menjadi lengguhan yang semakin membuatnya larut dalam rasa yang ia sendiri sulit untuk mengatakannya .


" Kau nikmat sekali sayang ... "


Tanpa dua sadari setiap kata dan sentuhannya sedang melukai wanita di bawahnya . Wanita itu bahkan membenci dirinya sendiri ketika dia mulai menikmati semua yang dilakukan pria di atasnya .


SRREEKKK ..


Dengan tidak sabar dia merobek kain tipis yang dirasa menghalanginya untuk menikmati seluruh keindahan yang mulai membuatnya gila . Varo membuat jejak hampir disetiap inchi tubuh wanita itu .


Puas menikmati setiap lekuk yang berada di bawah kungkungannya Varo kemudian melucuti pakaiannya sendiri , ada sesuatu yang ingin segera ia tuntaskan !


Hanyut dalam naluri laki lakinya Varo mulai menindih wanita yang mulai memejamkan matanya .


" Jangan ... " lirih wanita itu , tapi ia terlihat tak berdaya untuk menolak semua sentuhan yang Varo lakukan .


Wajah cantik itu terlihat mulai ketakutan ketika Varo mulai membuka kakinya lebar lebar . Air matanya sudah mengalir begitu deras karena tahu sebentar lagi ia akan kehilangan sesuatu yang sudah ia jaga selama ini .


" Arrrgghhh .. sakit "


Wanita itu berteriak kesakitan ketika Varo memaksakan untuk masuk di bawah sana . Varo sepertinya sudah tidak bisa mendengar jerit kesakitan wanita di bawahnya , dirinya sudah dikuasai gairah yang sudah meledak ledak dalam dirinya .


Varo semakin berpacu lebih cepat ketika melihat wanita dibawahnya sudah mulai bisa menikmati permainannya . lni adalah pengalaman pertama untuknya , dan ia sangat menikmati setiap sensasi yang ia rasakan .


Hingga akhirnya mereka menjerit bersamaan karena mencapai titik klimas bersamaan . Varo ambruk diatas tubuh polos wanita itu , nafas mereka sama sama tersengal .


Malam itu Varo sudah benar benar menggila , tak cukup sekali ! Dia bahkan memacu dirinya sampai pagi menjelang , hingga tanpa sadar keduanya tidur dengan posisi berpelukan karena rasa lelah yang mendera .


Varo membuka matanya , ia merasa asing ketika melihat sekelilingnya . lni bukanlah kamarnya ! Ketika mulai tersadar ia dikejutkan dengan adanya gadis muda yang tidur dalam pelukannya .


Wajah gadis itu terlihat sangat lelah , dengan nyamannya ia berbaring dengan bantalan lengan kekarnya . Satu jarinya menyibak sehelai rambut yang menghalangi pandangannya untuk menikmati wajah yang masih terlelap itu .


Tubuh mereka sama sama polos ! Perlahan ia bisa mengingat kepingan kepingan kejadian semalam . Betapa liarnya ia memacu gadis cantik dalam pelukannya .


Varo sadar ada yang tidak beres dalam dirinya semalam . Rasa bersalah mulai menggelayuti hatinya , baru kali ini ia merusak seorang wanita walau itu di luar kesadarannya .


Varo beranjak dari ranjang untuk pergi membersihkan diri . Tapi betapa terkejutnya dia ketika selesai mandi dia sudah tidak melihat gadis itu lagi . Gadis itu sepertinya pergi dari kamar ketika dirinya sedang membersihkan diri di kamar mandi .


" Kemana dia ... "


Gadis , Varo yakin wanita itu masih seorang gadis sebelum ia menyentuhnya . Lagipula ia juga melihat noda darah di sprei ranjang itu . Varo segera memakai pakaiannya kembali dan segera berlari keluar .


Berharap mungkin ia bisa kembali menemukan gadisnya . Varo bertekad akan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya . Ia akan membuat gadis itu menjadi satu satunya wanita dalam hidupnya .


" Kau milikku , selamanya hanya akan menjadi milikku ... "