
" Siapa nama putramu !? "
" Terra ... nama lengkapnya Terra Bajhra Gozza . Kau ingat nama itu !! "
" Ap ... apa ?!!!! "
" Dan aku adalah Alexander Gozza .. ayahnya "
Narra langsung beranjak dari pangkuan Alex , dia membenahi bajunya dan segera lari ke arah pintu . Sayangnya ia tak bisa membuka pintunya karena terkunci dari luar . Mungkin Alex sudah tau jiksn akan begini kejadiannya .
Ternyata Alex dan putranya adalah bagian dari masa lalu Narra . Masa lalu yang hampir tidak dia ingat
Dulu Narra adalah gadis cantik yang menjadi idola kaum adam di sekitarnya , tak ada yang tak tertarik padanya . Pembawaannya yang mudah bergaul juga menjadi salah satu hal yang menarik darinya .
Terra , pemuda sederhana yang merupakan teman sekelas Narra ketika masih sekolah menengah atas . Diam diam menjadi pemuja rahasia . Selalu mengirimi Narra dengan puisi puisi indah yang diletakkan di laci meja gadis itu .
Lambat tahun kedoknya terbongkar , Narra dengan tanpa hati mencaci maki Terra di depan orang banyak . Dan keluarga Narra yang tahu kisah itu kemudian memboikot ayah Terra .
Waktu itu Alex dikeluarkan dari pekerjaannya , dan dia sulit untuk mendapatkan pekerjaan kembali . Dan akhirnya seseorang mau menerimanya dengan tangan terbuka . Dia yang membuat Alex bisa meraih mimpi putranya , menjadi seseorang yang berkuasa .
Seorang pengusaha yang menjadikan Alex sebagai orang kepercayaannya , seseorang yang membantunya untuk menjadi pejabat di negeri ini ... Barnett Brown .
" Biarkan aku pergi !! Kalian gila !! "
" Mungkin , aku adalah ayah yang gila ! Aku melakukan apapun demi dia "
Sebuah pintu yang terdapat dalam kamar itu terbuka , seorang laki laki tinggi kurus berjalan ke arah Alex .
" Ayah apa kau sudah membawanya padaku !? " laki laki kurus yang bernama Terra perlahan mendekati Narra .
" Dia di depanmu sekarang , ayah sudah menepati janji ayah "
" Menjauh dariku !! Kalian memang brengsek !! Kau tidak bisa memaksaku disini , papaku pasti akan mencariku jika besok aku tidak pulang " teriak Narra histeris karena Terra semakin mendekat padanya .
" Aku membelimu seharga dua milyar dari seseorang bernama Berryl . Tenang aku hanya memakai jasamu selama satu tahun . Setelah itu kau bebas ! Berryl dan managermu yang melakukan semua untukku . Termasuk alibimu yang sekarang sedang menggapai karir impianmu di Paris . Dan aku yakin papamu tidak akan mencarimu , dia sedang sibuk memikirkan sahamnya yang ada di perusahaan Adipraja "
" Dia Narra ? Kau selalu cantik ... kau mengagumkan sayang " Terra memandangi Narra dengan tatapan kagum .
" Bukankah kau ingin seorang anak darinya ? Sekarang dia ada di depanmu , kau tahu apa yang harus kau lakukan bukan ? "
Narra bergetar ketakutan ketika tangan Terra mulai membelai rambutnya .
" Ya , aku hanya butuh anak darinya .. "
Alex segera meninggalkan kamar itu , saat ini hanya ada Terra dan Narra yang berdiri dengan gemetar karena ketakutan .
" Jangan takut , aku tidak akan berbuat jahat padamu . Tidak aku sangka kau akan seindah ini . Narra ... apa kau juga merindukanku ? "
Satu jari Terra perlahan menyusuri permukaan kulitnya , gaun tipis itu dengan mudah ia singkirkan menyisakan dua kain terakhir berenda hitam , sangat kontras dengan kulit putih Narra .
Tapi tiba tiba saja tatapan penuh kekaguman itu menjadi tatapan penuh kebencian .
" Berani beraninya kau menghinaku !! Kau buat aku dan ayahku menderita !! " pekik laki laki kurus itu .
DUGGHHH ...
" Aarrgghhh ... " jerit Narra tertahan ketika Terra tiba tiba menendang perutnya .
Narra jatuh terkulai dengan masih memegangi perutnya . Dia meringsek mundur ketika Terra berjongkok mendekatinya .
" Sayaaaannngg ... maaf , apakah sakit !? "
Narra hanya memejamkan matanya , ia ingin kejadian ini hanyalah sebuah mimpi . Ia ingin esok hari dia bangun berada di kamarnya sendiri . Sarapan bersama Cherry , mengantarkan gadis kecilnya sekolah .
Cherry , Narra harus kuat demi putrinya . Dia membuka matanya dan berusaha duduk dengan menahan rasa nyeri yang masih tersisa .
" Apa maumu !? "
" Hidupmu ... aku ingin menghancurkan hidupmu seperti kalian telah menghancurkan aku dan ayahku " jawab Terra dengan seringai di bibirnya .
" Dan kita mulai dengan ini , sudah lama aku menginginkan ini . Membawa kendali tubuhmu atas kuasaku "
" Brengsek !! "
" Mulutmu masih kotor seperti dulu . Mungkin lebih baik jika aku buat kau diam "
Terra bangkit ke arah nakas dan mengambil sapu tangan cukup besar yang kemudian dia ikatkan di mulut Narra .
" Kau tidak akan bisa membayangkan dengan apa yang akan aku lakukan jika kau berani membuka ikatan yang aku buat " Terra merengkuh tubuh Narra dan membopongnya menuju ke kasur .
SRREEKKKK ..
Terra dengan kasar merenggut kain segitiga berenda yang menutupi area bawahnya .
" Hei sudah aku bilang , jangan takut ! Aku hanya ingin membuatmu terbang bersamaku sayang " Terra mengangkat dua laki Narra dan mulai menjilatinya .
Narra kalah , ia mulai mengeluarkan suara suara indahnya ketika lidah Terra dengan brutal bermain di bawah sana .
" Kau basah sayang ... "
Dan malam itu Narra benar benar tak berdaya di bawah kendali Terra .
"' Jangan pernah bermimpi bisa kembali keluar sana , selamanya kau akan disini . Karena disini kau akan membayar setiap tetes air mata ayahku " lirih Terra yang sudah melihat Narra terlelap karena kelelahan .
~ lni cuma secuil kisah Narra yang suatu saat ada hubungannya juga sama hiduonya dimasa depan . Semua tokoh akan dijabarkan disini walau pemeran utama tetap mendapat porsi yang paling besar , like vote dan komen biar emak bisa rajin up 😎 ya ~