
Air terlihat menghela nafasnya ketika melihat akad nikah Varo dan Erina yang berlangsung di rumah sakit . Mereka terpaksa melakukannya karena siang ini ibunya Erina akan melakukan operasi jantung untuk kedua kalinya .
Bumi memeluk sang istri , dia tahu Air teringat dengan pernikahan mereka yang terjadi beberapa bulan lalu . awal pernikahan yang benar benar tidak ingin ia ingat lagi . Kebodohan terbesar uang ia lakukan terhadap istrinya .
" Sayang ... maaf " bisiknya lirih pada sang istri , sekilas ia cium kening istrinya .
" Hei .. mereka yang menikah kenapa jadi kalian yang romantis ?!! Menyesal karena ingat masa lalu ? Percuma , dosamu tak akan hilang hanya dengan menyesal " ejek Deniel dengan menatap.sinis Bumi .
Wajah sendu Bumi berubah menjadi dingin kembali , dia mengeratkan pelukannya pada Aira untuk menunjukkan pada pria menyebalkan di depannya jika wanita cantik direngkuhannya hanyalah miliknya .
" Deeenn ... " Aira mengingatkan Deniel agar tidak memulai pertengkaran di saat sakral seperti ini .
Air tahu suaminya dan Deniel tidak akan pernah akur karena sampai sekarang Deniel tetap menyebut dirinya sebagai papa Janu di depan Bumi . Dan tentu saja Bumi tidak akan pernah menerimanya .
Setelahnya Bumi membimbing Air untuk memberi selamat pada pengantin yang hari itu sedang berbahagia .
" Mas Varo selamat ya ! Semoga menjadi keluarga sakinah mawadah dan warohmah "
" Terimakasih Air ... terimakasih hadir disini sebagai saksi istriku "
Bumi juga memberinya selamat , dia lega setidaknya berkurang satu orang yang patut ia cemburui . Karena jujur saja Varo adalah saingan beratnya .
Pria itu terlihat sangat penyabar dan sangat dewasa dalam bersikap . Dia juga pria yang sangat mapan . Sepertinya tak akan ada wanita yang menolak untuk menjadi pendamping nya . Janu pun terlihat sangat menyukai Varo .
Bumi dan Air akhirnya pamit pulang terlebih dahulu karena memang ada sesuatu yang mereka kerjakan ..
" Sayang ... kangen banget !! "
" Jangan mulai deh Mas ! Fokus ke jalan nggak usah nengok nengok . Heran sama kamu Mas , badan aja masih terasa pegelnya kamu kerjain semalaman ! Masa iya siang siang panas begini mau lagi "
" Tapi memang aku lagi kangen banget sama kamu sayang , please yaaaa .... "
" Nggak sempet pulang ke apartemen !! Mas Adam juga udah dari tadi telpon kan ? "
Bumi hanya tersenyum smirk , ia membelokkan mobilnya memasuki sebuah tempat yang pasti bisa untuk melaksanakan niatnya .
" Lhoohh Mas , ini kan bukan gedung Wiratama . Mas ada acara di sini ? " tanya Air yang melihat Bumi memarkirkan mobilnya di basement gedung itu .
" Ada , temenin Mas ya soalnya kalau nggak ada kamu acara Mas bisa batal ! "
Air masih belum sadar bahwa gedung yang ia masuki adalah sebuah hotel berbintang yang cukup mewah . Air mengira Bumi memang ada pertemuan di tempat itu .
" Tunggu disini sebentar ya sayang Mas ke resepsionis mau tanya tempatnya " bohong Bumi , padahal dia mau check in kamar . Kaki ini ia ingin Susana yang berbeda ketika bersama dengan istrinya .
" He em "
Unknown : lngat ini ! Laki laki akan terlihat begitu romantis hanya untuk menutupi kesalahan mereka . Kau bukan lagi satu satunya . Dan kupastikan hanya aku yang akan menguasai jiwa dan raganya .
" Sayang .. ayo . Acaranya ada di lantai sepuluh ..Yukk !! " Suara Bumi membuyarkan lamunannya . la masukkan ponselnya kembali ke dalam tas .
Bumi membimbing sang istri menuju pintu lift dan segera memencet angka sepuluh ..Sampai di lantai sepuluh mereka masuk ke sebuah kamar .
" Mas ini kan kamar , kok kita kesini ? "
" Ya memang acara kita di sini sayang "
" Kok acara kita ? Bukannya Mas ada pertemuan disini ? "
Bumi memeluk erat tubuh istrinya , ia melemparkan jasnya ke sembarang arah .
" Mas ... "
Air mulai sadar bahwa Bumi membawanya kesini karena suaminya memang ada. ' acara ' , ia kemudian ingat isi pesan orang tak dikenal itu beberapa hari ini .
" Apa Mas sungguh sungguh mencintai aku ? Apakah aku benar benar ada di hati Mas ? "
Bumi menghentikan aksinya , ia berpikir mungkin Air teringat kembali dengan masa masa awal pernikahan mereka .
" Aku sudah jatuh cinta padamu saat pertama kali aku melihatmu sayang . Waktu itu aku pikir aku sudah menikahi seorang bidadari . Tapi nyatanya kebodohanku merusak segalanya . Aku tahu tidak akan mudah memaafkanku , melupakan semua perlakuan burukku padamu .... Tapi sungguh aku sangat mencintaimu "
" Terlebih aku Mas , aku juga sangat mencintaimu . Tapi ijinkan aku serakah !! Aku tidak ingin jika ada orang lain disalah satu sudut hatimu . Itu menyakitkan !! Jangan bermain hati lain di belakangku "
Bumi melepaskan pelukannya , ia terkejut dengan peryataan sang istri . Ia menatap istrinya tajam .
" Bermain hati ?! Apa kau ingin bilang bahwa aku selingkuh di belakangmu ? "
" Bukan itu Mas ... "
" Memang itu maksudmu , aku bukan laki laki bodoh yang tidak tahu kemana arah pembicaraanmu " Bumi berjalan menuju sebuah sofa meninggalkan Air yang masih berdiri di pinggir ranjang .
" Kemarilah .. " Bumi menepuk sofa di sisinya , ia ingin Air duduk bersamanya .
Air menunduk merasa bersalah telah menuduh suaminya tanpa bukti . Air berpikir pasti Bumi akan marah besar setelah ini .
" Aira Prameswari !! "
Air terlonjak mendengar hanya namanya yang disebut ketika Bumi memanggilnya .
" Mas .. "