Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
92


Air terlihat menghela nafasnya ketika melihat akad nikah Varo dan Erina yang berlangsung di rumah sakit . Mereka terpaksa melakukannya karena siang ini ibunya Erina akan melakukan operasi jantung untuk kedua kalinya .


Bumi memeluk sang istri , dia tahu Air teringat dengan pernikahan mereka yang terjadi beberapa bulan lalu . awal pernikahan yang benar benar tidak ingin ia ingat lagi . Kebodohan terbesar uang ia lakukan terhadap istrinya .


" Sayang ... maaf " bisiknya lirih pada sang istri , sekilas ia cium kening istrinya .


" Hei .. mereka yang menikah kenapa jadi kalian yang romantis ?!! Menyesal karena ingat masa lalu ? Percuma , dosamu tak akan hilang hanya dengan menyesal " ejek Deniel dengan menatap.sinis Bumi .


Wajah sendu Bumi berubah menjadi dingin kembali , dia mengeratkan pelukannya pada Aira untuk menunjukkan pada pria menyebalkan di depannya jika wanita cantik direngkuhannya hanyalah miliknya .


" Deeenn ... " Aira mengingatkan Deniel agar tidak memulai pertengkaran di saat sakral seperti ini .


Air tahu suaminya dan Deniel tidak akan pernah akur karena sampai sekarang Deniel tetap menyebut dirinya sebagai papa Janu di depan Bumi . Dan tentu saja Bumi tidak akan pernah menerimanya .


Setelahnya Bumi membimbing Air untuk memberi selamat pada pengantin yang hari itu sedang berbahagia .


" Mas Varo selamat ya ! Semoga menjadi keluarga sakinah mawadah dan warohmah "


" Terimakasih Air ... terimakasih hadir disini sebagai saksi istriku "


Bumi juga memberinya selamat , dia lega setidaknya berkurang satu orang yang patut ia cemburui . Karena jujur saja Varo adalah saingan beratnya .


Pria itu terlihat sangat penyabar dan sangat dewasa dalam bersikap . Dia juga pria yang sangat mapan . Sepertinya tak akan ada wanita yang menolak untuk menjadi pendamping nya . Janu pun terlihat sangat menyukai Varo .


Bumi dan Air akhirnya pamit pulang terlebih dahulu karena memang ada sesuatu yang mereka kerjakan ..


" Sayang ... kangen banget !! "


" Jangan mulai deh Mas ! Fokus ke jalan nggak usah nengok nengok . Heran sama kamu Mas , badan aja masih terasa pegelnya kamu kerjain semalaman ! Masa iya siang siang panas begini mau lagi "


" Tapi memang aku lagi kangen banget sama kamu sayang , please yaaaa .... "


" Nggak sempet pulang ke apartemen !! Mas Adam juga udah dari tadi telpon kan ? "


Bumi hanya tersenyum smirk , ia membelokkan mobilnya memasuki sebuah tempat yang pasti bisa untuk melaksanakan niatnya .


" Lhoohh Mas , ini kan bukan gedung Wiratama . Mas ada acara di sini ? " tanya Air yang melihat Bumi memarkirkan mobilnya di basement gedung itu .


" Ada , temenin Mas ya soalnya kalau nggak ada kamu acara Mas bisa batal ! "


Air masih belum sadar bahwa gedung yang ia masuki adalah sebuah hotel berbintang yang cukup mewah . Air mengira Bumi memang ada pertemuan di tempat itu .


" Tunggu disini sebentar ya sayang Mas ke resepsionis mau tanya tempatnya " bohong Bumi , padahal dia mau check in kamar . Kaki ini ia ingin Susana yang berbeda ketika bersama dengan istrinya .


" He em "


Unknown : lngat ini ! Laki laki akan terlihat begitu romantis hanya untuk menutupi kesalahan mereka . Kau bukan lagi satu satunya . Dan kupastikan hanya aku yang akan menguasai jiwa dan raganya .


" Sayang .. ayo . Acaranya ada di lantai sepuluh ..Yukk !! " Suara Bumi membuyarkan lamunannya . la masukkan ponselnya kembali ke dalam tas .


Bumi membimbing sang istri menuju pintu lift dan segera memencet angka sepuluh ..Sampai di lantai sepuluh mereka masuk ke sebuah kamar .


" Mas ini kan kamar , kok kita kesini ? "


" Ya memang acara kita di sini sayang "


" Kok acara kita ? Bukannya Mas ada pertemuan disini ? "


Bumi memeluk erat tubuh istrinya , ia melemparkan jasnya ke sembarang arah .


" Mas ... "


Air mulai sadar bahwa Bumi membawanya kesini karena suaminya memang ada. ' acara ' , ia kemudian ingat isi pesan orang tak dikenal itu beberapa hari ini .


" Apa Mas sungguh sungguh mencintai aku ? Apakah aku benar benar ada di hati Mas ? "


Bumi menghentikan aksinya , ia berpikir mungkin Air teringat kembali dengan masa masa awal pernikahan mereka .


" Aku sudah jatuh cinta padamu saat pertama kali aku melihatmu sayang . Waktu itu aku pikir aku sudah menikahi seorang bidadari . Tapi nyatanya kebodohanku merusak segalanya . Aku tahu tidak akan mudah memaafkanku , melupakan semua perlakuan burukku padamu .... Tapi sungguh aku sangat mencintaimu "


" Terlebih aku Mas , aku juga sangat mencintaimu . Tapi ijinkan aku serakah !! Aku tidak ingin jika ada orang lain disalah satu sudut hatimu . Itu menyakitkan !! Jangan bermain hati lain di belakangku "


Bumi melepaskan pelukannya , ia terkejut dengan peryataan sang istri . Ia menatap istrinya tajam .


" Bermain hati ?! Apa kau ingin bilang bahwa aku selingkuh di belakangmu ? "


" Bukan itu Mas ... "


" Memang itu maksudmu , aku bukan laki laki bodoh yang tidak tahu kemana arah pembicaraanmu " Bumi berjalan menuju sebuah sofa meninggalkan Air yang masih berdiri di pinggir ranjang .


" Kemarilah .. " Bumi menepuk sofa di sisinya , ia ingin Air duduk bersamanya .


Air menunduk merasa bersalah telah menuduh suaminya tanpa bukti . Air berpikir pasti Bumi akan marah besar setelah ini .


" Aira Prameswari !! "


Air terlonjak mendengar hanya namanya yang disebut ketika Bumi memanggilnya .


" Mas .. "