Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
BonChapt 19


" Kau bahagia !? " tanya Adam pada Diva yang sedang membersihkan make up-nya di depan meja rias .


Tanpa Diva sadar mata suaminya sudah tertuju padanya sejak pertama mereka memasuki kamar ini . Adam tak bisa berpaling dari kecantikan sempurna sang istri .


Mereka sudah berada dalam kamar Adam yang berada di dalam mansion . Kamar itu memang tidak di hias karena sang pemilik adalah orang yang sangat perfeksionis . Dia tak ingin mengotori kamarnya dengan apapun itu .


Dan mereka belum berniat pergi berbulan madu karena mereka belum sedekat seperti pasangan pasangan yang lain . Masih ada jarak yang ada di antara mereka .


" Aku bahagia ... terimakasih menerima aku dan Gema di keluarga yang hangat dan sangat menyenangkan ini . Demi apapun aku tak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini . Putraku senang ketika bermain dengan adik adiknya ... aku tak oernah melihat Gema sebahagia ini Mas " Diva menunduk dan meneteskan air matanya .


" Jangan menangis ... "


" Aku bahagia "


" Bagaimana bisa orang bahagia bisa menangis ? Aku tidak suka melihatmu meneteskan air mata ... aku tidak akan pernah membiarkannya ! "


" Ckk ... "


Setelah selesai membersihkan make up nya Diva segera membuka kebaya yang dikenakannya karena berniat ingin segera mandi . Sekarang ia hanya tinggal mengenakan hot pant dan korsetnya .


" Kau mau apa !!??? "


" Mandi "


" Kenapa harus buka baju ??? "


" Hissshhh memang ada orang mandi pakai baju ?? "


" Maksudku kau kan bisa melepaskan bajumu di kamar mandi "


Diva berdecak kesal , ia hampir lupa bahwa selain gila suaminya adalah orang yang paling menyebalkan .


" Ini susah bukanya Mas , aku butuh bantuan kamu makanya aku buka disini "


Dalaman yang berupa korset bertali belakang itu membuat Diva susah meraih dengan tangannya . Satu satunya jalan ia harus meminta Adam untuk membukanya .


Adam terasa susah menelan salivanya ketika melihat punggung mulus sang istri yang sudah terbuka , korset model kemben itu mengekspose setengah punggung dan dada istrinya .


Diva berdiri memunggungi suaminya dengan dua tangan menahan bagian depan korsetnya .


" Buka talinya ... " pintanya .


" Tapi ... "


" Cepetan Mas , aku udah gerah banget pengen mandi ! "


" Kau tidak khawatir jika tiba tiba saja aku menerkammu ?? "


" Tidak "


" Kenapa kau bisa yakin seperti itu ?? "


" Karena Mas Adam sudah berjanji untuk memberiku waktu "


Mata Adam tak bisa lepas dari punggung yang sepenuhnya sudah terbuka itu , dia sudah membuka semua tali korsetnya .


" Tapi aku sudah memberimu waktu 12 jam "


" Maksud Mas ?! "


" Kita akad jam 8 tadi pagi , dan ini sudah jam 8 malam ... "


" Mana bisa begitu !! " Diva protes dengan waktu yang tak masuk akal dari suaminya . Tak pernah terbersit di pikirannya jika harus sesingkat itu waktu yang di berikan sang suami padanya .


" Tapi aku memang sudah memberimu waktu , aku sudah menepati janjiku "


" Tapi Mas ... emmpphhhtt "


Sebelum menyelesaikan segala protesnya Adam sudah membungkam mulutnya dengan bibirnya . Dan Diva sama sekali tidak berusaha untuk melawannya , saat Adam sudah mengucapkan ijab kabulnya saat itu juga ia berkewajiban melayani sang suami .


Lagipula ia sungguh bahagia bisa hadir di tengah tengah keluarga yang seperti ini , dia merasa seperti mempunyai keluarga baru . Adam menciumnya dengan penuh kelembutan hingga tanpa sadar ia sudah melepas korsetnya .


" Masss ... "


Kening mereka bertautan , mereka sama sama menata nafas dan debaran jantung mereka . Diva menutup dua aset depannya dengan kedua tangannya ketika menyadari arah pandang mata suaminya .


" Kenapa ditutupi !? "


Diva tidak menjawabnya , ia malah membalikkan badan dan ingin melangkah ke kamar mandi agar bisa meninggalkan sang suami . la ingin bersembunyi dari pandangan nakal itu . Tapi langkahnya terhenti ketika dua tangan kekar itu sudah melingkari perutnya .


' Maaassss ... eugghhhhh "


Diva tidak bisa menyembunyikan suaranya ketika tanpa di sadarinya dua tangan itu sudah meremat lembut dua bukit yang sudah terbuka itu . Tak hanya itu Adam sudah membuat jejak di sekitar tengkuk dan lehernya .


Perlahan satu tangannya menyusup di antara dua kaki istrinya , dan menggerakkan dengan perlahan .


" Maaassss ... " tubuh Diva bergetar hebat ketika gulungan rada nikmat itu menghampiri dirinya .


" lni sudah menjadi milikku , jadi jangan coba coba menyembunyikan dariku "


" Kau memang menyebalkan ... awww Masss !! "


Diva memukul pelan lengan suaminya ketika dengan tiba tiba Adam mengangkat tubuhnya .


" Kita mandi dulu ... aku sudah gerah !! "