
" Kau bahagia !? " tanya Adam pada Diva yang sedang membersihkan make up-nya di depan meja rias .
Tanpa Diva sadar mata suaminya sudah tertuju padanya sejak pertama mereka memasuki kamar ini . Adam tak bisa berpaling dari kecantikan sempurna sang istri .
Mereka sudah berada dalam kamar Adam yang berada di dalam mansion . Kamar itu memang tidak di hias karena sang pemilik adalah orang yang sangat perfeksionis . Dia tak ingin mengotori kamarnya dengan apapun itu .
Dan mereka belum berniat pergi berbulan madu karena mereka belum sedekat seperti pasangan pasangan yang lain . Masih ada jarak yang ada di antara mereka .
" Aku bahagia ... terimakasih menerima aku dan Gema di keluarga yang hangat dan sangat menyenangkan ini . Demi apapun aku tak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini . Putraku senang ketika bermain dengan adik adiknya ... aku tak oernah melihat Gema sebahagia ini Mas " Diva menunduk dan meneteskan air matanya .
" Jangan menangis ... "
" Aku bahagia "
" Bagaimana bisa orang bahagia bisa menangis ? Aku tidak suka melihatmu meneteskan air mata ... aku tidak akan pernah membiarkannya ! "
" Ckk ... "
Setelah selesai membersihkan make up nya Diva segera membuka kebaya yang dikenakannya karena berniat ingin segera mandi . Sekarang ia hanya tinggal mengenakan hot pant dan korsetnya .
" Kau mau apa !!??? "
" Mandi "
" Kenapa harus buka baju ??? "
" Hissshhh memang ada orang mandi pakai baju ?? "
" Maksudku kau kan bisa melepaskan bajumu di kamar mandi "
Diva berdecak kesal , ia hampir lupa bahwa selain gila suaminya adalah orang yang paling menyebalkan .
" Ini susah bukanya Mas , aku butuh bantuan kamu makanya aku buka disini "
Dalaman yang berupa korset bertali belakang itu membuat Diva susah meraih dengan tangannya . Satu satunya jalan ia harus meminta Adam untuk membukanya .
Adam terasa susah menelan salivanya ketika melihat punggung mulus sang istri yang sudah terbuka , korset model kemben itu mengekspose setengah punggung dan dada istrinya .
Diva berdiri memunggungi suaminya dengan dua tangan menahan bagian depan korsetnya .
" Buka talinya ... " pintanya .
" Tapi ... "
" Cepetan Mas , aku udah gerah banget pengen mandi ! "
" Kau tidak khawatir jika tiba tiba saja aku menerkammu ?? "
" Tidak "
" Kenapa kau bisa yakin seperti itu ?? "
" Karena Mas Adam sudah berjanji untuk memberiku waktu "
Mata Adam tak bisa lepas dari punggung yang sepenuhnya sudah terbuka itu , dia sudah membuka semua tali korsetnya .
" Tapi aku sudah memberimu waktu 12 jam "
" Maksud Mas ?! "
" Kita akad jam 8 tadi pagi , dan ini sudah jam 8 malam ... "
" Mana bisa begitu !! " Diva protes dengan waktu yang tak masuk akal dari suaminya . Tak pernah terbersit di pikirannya jika harus sesingkat itu waktu yang di berikan sang suami padanya .
" Tapi aku memang sudah memberimu waktu , aku sudah menepati janjiku "
" Tapi Mas ... emmpphhhtt "
Sebelum menyelesaikan segala protesnya Adam sudah membungkam mulutnya dengan bibirnya . Dan Diva sama sekali tidak berusaha untuk melawannya , saat Adam sudah mengucapkan ijab kabulnya saat itu juga ia berkewajiban melayani sang suami .
Lagipula ia sungguh bahagia bisa hadir di tengah tengah keluarga yang seperti ini , dia merasa seperti mempunyai keluarga baru . Adam menciumnya dengan penuh kelembutan hingga tanpa sadar ia sudah melepas korsetnya .
" Masss ... "
Kening mereka bertautan , mereka sama sama menata nafas dan debaran jantung mereka . Diva menutup dua aset depannya dengan kedua tangannya ketika menyadari arah pandang mata suaminya .
" Kenapa ditutupi !? "
Diva tidak menjawabnya , ia malah membalikkan badan dan ingin melangkah ke kamar mandi agar bisa meninggalkan sang suami . la ingin bersembunyi dari pandangan nakal itu . Tapi langkahnya terhenti ketika dua tangan kekar itu sudah melingkari perutnya .
' Maaassss ... eugghhhhh "
Diva tidak bisa menyembunyikan suaranya ketika tanpa di sadarinya dua tangan itu sudah meremat lembut dua bukit yang sudah terbuka itu . Tak hanya itu Adam sudah membuat jejak di sekitar tengkuk dan lehernya .
Perlahan satu tangannya menyusup di antara dua kaki istrinya , dan menggerakkan dengan perlahan .
" Maaassss ... " tubuh Diva bergetar hebat ketika gulungan rada nikmat itu menghampiri dirinya .
" lni sudah menjadi milikku , jadi jangan coba coba menyembunyikan dariku "
" Kau memang menyebalkan ... awww Masss !! "
Diva memukul pelan lengan suaminya ketika dengan tiba tiba Adam mengangkat tubuhnya .
" Kita mandi dulu ... aku sudah gerah !! "