
" Kau harus berjuang lebih keras Kak , aku tidak mau tahu pokoknya kau harus mendapatkan lagi kak Astika ! Tidak apa apa jika kau tidak menikahiku tapi kejar cintamu ! Aku tahu kau masih sangat mencintainya "
" Dulu kau menjebakku hingga kita berakhir di ranjang , sekarang kau memaksaku untuk kembali padanya . Apa kau masih waras !? "
Reyhan memijit dahinya , Jasmine selalu meminta pengorbanan padanya . Jasmine yang menjemputnya dari Aussy untuk kembali ke lndonesia . Dia mengabarkan jika kakaknya akan menikah dengan seseorang .
Rey masih sangat mencintai Astika dan ia tidak rela jika gadis impiannya dinikahi oleh pria lain . Tapi ia tahu diri ketika Astika tidak mau lagi melihatnya . Apa yang diperbuatnya selama ini pasti sangat menyakiti hati gadis itu . Tiga tahun ia pergi tanpa kabar ataupun berita .
Dulu jalinan cintanya dirusak oleh calon adik iparnya sendiri . Jasmine berusaha mencari perhatian padanya saat dirinya memutuskan untuk menikahi Astika tiga tahun yang lalu . Gadis itu tak segan segan menggodanya walau tahu dia dan kakaknya sudah terikat dalam tali pertunangan .
Jasmine menjebaknya dengan memberinya minuman keras hingga mereka berakhir di ranjang . Dia yang merenggut kesucian Jasmine , tapi Rey melakukan semua itu diluar kesadarannya . Adik dari gadis yang ia cintai itu terus saja meminta pertanggung jawaban darinya dengan alasan takut jika tiba tiba saja dia hamil .
Rey tidak mau bertanggung jawab bukan karena dirinya pengecut , tapi dia tidak suka dengan kelicikan Jasmine yang melakukan segala cara untuk mendapatkannya .
Pada akhirnya ia memutuskan untuk menerima tawaran pekerjaan di luar negeri hanya untuk menghindari Jasmine yang selalu saja mengejarnya . Rey sangat memahami sifat Jasmine , gadis manja itu selalu menginginkan apapun yang menjadi milik kakaknya . Dan sayangnya Rey selalu melihat pada akhirnya Astikalah yang mengalah .
Rey benar benar tidak mau berakhir dengan menikahi gadis manja itu . Dan terpaksa ia memutus komunikasinya dengan keluarga Effendy karena ia tahu akan seperti apa akhirnya .
Semua pasti berakhir dengan pernikahannya dengan Jasmine , dan ia akan menderita seumur hidupnya dengan Astika yang selalu membayangi cintanya .
" Dulu aku berjuang untuk dia , tapi kau melakukan segala cara untuk merebutku ! Dan ketika aku sudah pergi kau tetap saja mencariku hanya untuk menggagalkan lamarannya . Aku datang berharap dia masih mencintaiku . Tapi aku tak lagi melihat cintanya untukku , Astika mencintai laki laki itu ... dan kali ini kau ingin menghancurkan kakakmu dengan merebut tunangannya sekali lagi . Terbuat dari apakah hatimu ?? Tak bisakah kau lihat cintanya yang begitu besar untukmu !? "
" Dia selalu saja menemukan laki laki sempurna yang mencintainya dengan tulus . Kenapa kalian laki laki tidak pernah melihatku !! Apa kekuranganku ?? Aku lebih cantik ... aku lebih segalanya dari dia !! " pekik Jasmine putus asa .
" Cantik bukanlah segalanya untuk kami para laki laki . Kau terlalu berambisi .. dan ambisimu terlalu menjijikkan . Kau mampu menyakiti orang orang yang mencintaimu . Kau serahkan kesucianmu padaku , tapi kau mengejar laki laki lain . Kau gadis yang mengerikan ! Sekarang pergi dari sini , aku muak melihatmu "
" Tidak sebelum kau berjanji mengejar Kak Astika lagi !! "
" Keras kepala .. egois !! Aku tidak akan membuatnya menderita lagi "
Rey mengusir Jasmine dari apartemennya , pria itu memutuskan untuk kembali ke Aussy karena dia sudah mulai nyaman hidup disana . Lagipula akan begitu menyakitkan jika ia melihat ataupun mendengar pernikahan gadis yang di cintanya .
" Dia lahir hanya dari wanita masa lalu Daddyku , ibunya bahkan hanya dinikahi siri . Tapi Daddy ku lebih menyayanginya ! Daddy memberikan semua padanya ... dan aku ? Selamanya aku bukan siapa siapa "
" Daddymu tidak menikahi ibunya karena dulu Mommy mu mrngancam bunuh diri jika tidak dinikahi Daddymu . Semua juga tahu kisahnya ! Miris ternyata kalian sama saja , melakukan segala cara untuk merebut milik orang lain "
Tapi pandangan mereka berdua kemudian terpaku pada gadis yang sudah berderaian air mata di depan pintu apartemen Reyhan . Sepertinya wanita itu sudah terlalu lama untuk bisa mendengar semua pembicaraan mereka .
" Kakak ... "
" Sayang ... "