
" Yakin nggak bisa ikut Hon !!? "
Deniel bertanya pada Vallery yang gagal ikut ke Beijing bersama Deniel . Ada beberapa hal yang harus ia kerjakan berkaitan dengan tugasnya menjadi seorang dokter .
Vallery masih membantu Deniel memasukkan dan mengatur pakaian yang akan di bawa dalam sebuah koper .
" Nggak usah kebanyakan bawanya Hon , bajuku di sana juga ada "
Selesai menyelesaikan semua Val menutup koper dan menyimpannya di samping lemari agar kekasihnya mudah membawanya besok .
Dia duduk di tepi ranjang , sedang Deniel sedang tiduran disampingnya . Vallery mengambil kotak kecil dalam saku jas putih yang tadi ia sampirkan di sofa .
" Sayang ... kamu inget ini hari apa ? "
" Hari Jumat kalau nggak salah , kan Minggu aku berangkat " jawab Deniel sekenanya .
Vallery naik dan duduk di atas perut rata kekasihnya .
"' Bukan itu , tebak lagi ini hari apa !? "
" Turun dulu !! Otakku tiba tiba buntu kalau kamu duduk disitu ... bawaannya khilaf "
Vallery hanya terkekeh melihat raut merah kekasihnya , entah menahan sesuatu atau sedang tersipu malu ! Tapi ia tetap tak beranjak dari tempatnya . Dengan nakalnya ia malah sedikit menggoyangkan area bawahnya .
" Nakal ya ... hari apa. sih aku nggak ngerti ! Mau di jawab hari kemerdekaan udah lewat .. Memang kenapa sama hari ini !? "
" Aku kasih hadiah jika kamu bisa nebak ini hari apa "
" Nyerah Hon ... euuugghhh !! Nggak bisa mikir kalau kamu masih disitu " gerutu Deniel yang mulai terpancing dengan ulah sang kekasih yang saat ini sedang menggambar pola pola abstrak diatas perut dengan jari jari lentiknya .
" Happy birthday sayang ... "
" Happy birthday ??? "
Deniel makin terkejut ketika Val mengambil tangan kanannya dan memasangkan sebuah cincin di jarinya . Cincin polos yang terbuat dari emas putih yang tampak elegan . Dia tak bisa menyembunyikan senyumnya dengan ulah romantis kekasihnya .
" lni sepasang , cantik kan !? "
" Makasih Honey , l love you "
" l love you too sayang ... nih ! "
Vallery memberikan satu lagi barang berupa gulungan selembar kertas yang di ikat pita merah . Deniel berpikir itu adalah satu hadiah yang lain dari kekasihnya . Dia terlihat bersemangat membukanya .
" Ini .. ??? " Dahinya berkerut melihat angka angka di atas kertas itu .
Deniel akhirnya tertawa terbahak bahak , baru kali ini dia di suruh membayar hadiah untuk hadiah ulang tahunnya sendiri .
" Kok ketawa sih , serius ini sayang ! Mahal banget soalnya ... "
" Kamu lucu banget Hon , iya deh aku gantiin " Deniel kemudian .duduk dengan Val yang masih ada di atasnya .
Deniel tidak tahan untuk ******* bibir menggemaskan itu dan Val menyambut ciuman itu dengan tak kalah panas . Dua bibir itu saling bertaut , suara cecapan mereka terdengar indah menghiasi suasana kamar yang tadinya sepi .
Dua tangan Deniel masuk ke dalam kemeja putih yang dikenakan kekasihnya . Dia mulai membelai punggung mulus Val , semakin ke atas hingga ia melepaskan kaitan penyangga yang menghalangi tangannya untuk menikmati kulit punggung yang terasa sangat hangat di tangannya .
Vallery pun tak kalah panas , ia mencium telinga dan leher kekasihnya . Area yang selalu menjadi favoritnya untuk bermain . Deniel hanya bisa menggeram ketika sang kekasih membuat jejak kepemilikan di atas lehernya .
" Honey .. stop it !! "
" Anda yang mulai duluan tuan , siapa suruh lepas tali bra segala !? "
" Tapi aku hanya menyentuh punggungmu "
" Tapi aku ingin kau menyentuh lainnya !! "
" Maksudmu !? "
" Hissshhh nggak peka !! Menyebalkan ... "
Deniel merengkuh dan merebahkan tubuh Vallery ketika dokter cantik itu ingin beranjak dari pangkuannya . Saat ini Deniel yang ada diatas tubuh sintal itu .
Entah siapa yang memulai tapi mereka kembali sibuk menautkan lidah dan bertukar saliva . Deniel meremas gemas dua bukit yang masih tertutup blouse dan penyangganya hingga satu lengguhan lolos dari bibir merah itu .
" Euuugghhh ... sayang "
CEKLEEKK ...
Saat mereka ingin kembali menautkan bibir tiba tiba pintu kamar terbuka dan tiga orang terlihat berdiri mematung .
" Oh my God .. apa yang sedang kamu lakukan nak !!? " laki laki parubaya menatap tak percaya ke arah mereka .
Berbeda lagi dengan pria muda yang tampak terkekeh melihat kejadian di kamar itu . Wajah itu tak kalah tampan dari Deniel .
" Good job brother !! "
" Honey sepertinya kita harus cepat cepat menikahkan mereka !! "
~ Jeng ... Jeng ... Ayo tebak siapa tiga orang itu ?? Emak selipin dikit Deniel sama dokter Val sebelum besok pagi up soal kejelasan calon Bumi junior . Jangan lupa kembang kopinya buat sajen Emak ya .. mau goyang jempol vote n comen juga boleh banget ❤️ ~