Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
BonChapt 25


Hari ini keluarga besar Adipraja akan kembali ke Jakarta , tentu saja kecuali Adam dan Dewa . Mereka tak bisa lama berada di Bali karena mereka juga mempunyai tugas di Jakarta .


" Elo harus lebih hati hati , yang gue denger dari temen temen Gilang udah tega jual istrinya sendiri untuk mendapat suntikan dana untuk usahanya . Pria itu gila !! Gue khawatir kalau ia juga bakal ganggu anak bini elo " kata Jerry .


" Gue bikin mampus dia kalau berani sentuh anak bini gue " jawab Adam dengan entengnya .


Setelah berpamitan dan sedikit berbasa basi keluarga besar itu kemudian kembali ke Jakarta menggunakan pesawat pribadi keluarga Adipraja .


" Yahhhhh ... sepi lagi deh " keluh Dewa .


" Makanya cepetan nikah biar ada temennya , punya anak biar bisa mabar !! "


" Ngapain repot repot nikah kalau cuma pengen mabar !?.Dewa sudah punya pesaing mumpuni buat mabar "


" Gema ?? "


" Iyalah siapa lagi , sumpah anak itu bener bener punya otak brilian !! Diajari apa apa langsung nangkep ! Dewa masih heran kok ada ya ayah yang tidak ngakuin anak sepintar dia "


" Nggak usah di bahas Wa ! Gema udah jadi anak Kakak .. titik "


" Iyaaaaa .. kalau suatu saat Gilang pengen ketemu Kak Diva sama Gema gimana ? "


" Kalau anak dan istri Kakak mau menemuinya ya Kakak nggak bisa larang . Tapi aku akan tetap mengawasinya . Sekali dia buat ulah maka aku sendiri yang akan mengirimnya ke neraka "


" Dewa pasti akan bantu Kak Adam "


" Bantu apa ?? "


" Kirim dia ke neraka ! "


" Nggak usah , kamu lecet dikit malah bisa bisa Kakak yang di kirim kakak ipar kamu ke neraka "


" Ckk .. nggak segitunya juga Kak " gerutu Dewa yang sebal jika ketiga seniornya selalu menganggapnya masih sebagai anak kecil , terlalu overprotektif padanya .


" Nanti siang Kakak keluar sebentar mau mengantar Diva pamit keluar dari pekerjaannya "


" Kakak yang suruh kak Diva keluar ??! "


" Nggaklah , dia mau fokus sama keluarga kita dulu . Kamu kan tahu Kakak nikahnya dadakan "


" Dadakan apanya malam pertama langsung belang belang badannya . Itu sih Kak Adam yang udah ngebet !! "


" Itu sih kepepet Wa !! Rejeki nggak boleh ditolak ! Udah cepetan nikah .. enak tau " sahut Adam sambil tertawa .


Dewa hanya memandang sinis salah satu putra Adipraja yang terkenal dingin dan jutek itu , jika tidak melihatnya sendiri maka orang orang pasti tak akan percaya pria didepannya adalah pria paling tengil yang pernah ia kenal .


Tiba di perusahaan mereka langsung menjadi pribadi yang berbeda . Mereka berdua menjadi CEO dan wakil CEO yang penuh wibawa di depan para pegawainya .


Dan siang harinya Adam pergi menjemput istrinya di mansion untuk menemani wanita itu ke tempat kerjanya . Adam hanya ingin menunjukkan pada Diva jika dia tetap mengutamakan kepentingan sang istri di atas segalanya , dan ia harap.sang istri pun akan melakukan hal yang sama terhadap keluarga kecil mereka .


Dewa sudah berkutat dengan tumpukan berkas yang dari pagi sudah disiapkan Adam untuk ia periksa .


" Ya Nin ?? " Dewa menoleh ketika mendengar sang sekretaris memanggilnya .


" Ada yang ingin bertemu dengan Bapak "


" Siapa ?! "


" Nona Jasmine dari Nusa "


" Nanggung banget sih ini sudah mau jam makan siang . Tapi ya sudah suruh saja masuk "


Dewa meneruskan pekerjaannya walau sudah tahu putri dari John Effendy itu mau bertemu dengannya . Dia tak merasa ada janji untuk membicarakan tentang proyek mereka .


" Hai ... " suara lembut itu menyapanya .


" Selamat siang Nona Jasmine , silahkan duduk " Dewa tetap menerima kedatangan gadis itu dengan sikap formal .


Jasmine duduk dengan kepala tertunduk , ia malu jika mengingat semua kesalahannya yang sudah menganggap remeh pria yang ternyata adalah bungsu dari keluarga Adipraja itu .


" Ada sesuatu yang ingin disampaikan mengenai perjanjian kita kemarin Nona ?? Atau ada yang tidak beres dengan proyek kita !? " tanya Dewa ketika sudah melihat gadis itu duduk terdiam .


" Maaf ... "


" Untuk !? "


" Sikapku padamu "


" Anda minta maaf hanya karena duduk di depanku ?? ltu bukan sebuah kesalahan Nona , sudah seharusnya begitu . Dan saya akan menerima semua tamu saya dengan baik "


Dewa tersenyum dalam hati ketika melihat bibir gadis itu sudah mulai mengerucut . Dia tahu Jasmine adalah gadis yang tidak pernah ' ditolak ' dan diratukan oleh keluarganya .


" Aku bukan gadis manja !! Jadi jangan melihatku seperti itu ! Aku akui aku pernah bersalah padamu . Tapi itu bukan berarti kau akan menjadi hakim untukku "


" Aku belum pernah menghakimi gadis seperti anda , dan tak akan pernah ... "


" Kau membenciku ?? "


" Anda gadis paling menyebalkan yang pernah saya temui . Tapi saya sangat maklum akan hal itu . Tidak akan pernah ada gadis yang suka dengan pria miskin seperti saya . Anda benar saya hanyalah seorang montir sebelum saya bekerja untuk perusahaan ini . Saya hanya punya sebuah bengkel kecil untuk menopang hidup "


" Tapi kau bangga karena bengkel.itu ada karena kerja kerasmu sendiri . Tidak seperti aku . Aku mendapat posisi wakil CEO karena kakakku mengalah untukku . Di usianya yang tergolong muda kakakku sudah mempunyai perusahaan dan yayasan amal sendiri . Daddyku sangat bangga padanya . Hampir setiap bertemu dengan klien atau teman dia selalu menceritakan kesuksesan kakakku . Aku bukan siapa siapa . Dan dengan bodohnya aku kemarin berencana untuk menjerat CEO perusahaan ini . Aku ingin Daddy lebih melihatku !! Aku bodoh kan ? "


" Tidak ... tapi anda salah jika mengincar Kak Adam . Dia sudah menikah "


" Tapi aku sudah tidak mengincarnya , targetku berubah ! "


" Berubah ?? "


" Bersiaplah , karena aku akan mrngejarmu !! "


Dewa terbahak mendengar kata kata yang menurutnya frontal itu . Baru kali ini dia melihat seorang gadis yang terang terangan mengutarakan niat untuk mengejar seorang pria .