Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
BonChapt 40


" Kakak "


" Sayang ... "


Reyhan segera menghampiri tubuh yang sudah terlihat lemah itu , Astika leluasa masuk ke apartemennya karena hanya wanita itu yang tahu password pintunya . Dia tak pernah merubah password pintunya yaitu kombinasi tanggal lahir Astika , belahan jiwanya .


" Rey ... "


Reyhan membopong tubuh Astika dan perlahan ia letakkan di sofa panjang agar sang gadis bisa rebahan . Tapi Astika tetap ingin duduk , ia ingin bicara dengan dua orang di depannya .


" Sayang ... bisakah aku tetap memanggilmu dengan panggilan itu ? Apa kau sudah mendengar semuanya !? "


Astika mengangguk lemah , sungguh ia benar benar tidak menyangka akan mendengar semua ini . Adik yang ia percaya dan sangat ia kasihi mampu melakukan sesuatu yang sangat menyakiti dirinya .


" Maafkan aku , aku meninggalkanmu karena keegoisanku ! Aku bahkan tidak berpikir tentang perasaanmu . Aku kalut waktu itu , aku pergi karena dia ... " Reyhan menunjuk pada gadis yang sudah tertunduk di hadapan kakaknya .


" Waktu itu dia berkeras untuk menjadikan aku miliknya , kami pernah bercinta ... aku mengambil kesuciannya "


PLAKKK ..


Reyhan hanya memejamkan matanya ketika tangan lembut itu menamparnya dengan sangat keras .


" Aku yang menjebaknya , aku yang membiarkan dia menjamah tubuhku ... "


PLAAKKK ..


Tangan Astika reflek menampar keras pipi adiknya hingga dia sendiri terhenyak dengan apa yang barusan dia lakukan . Baru kali ini menyakiti sang adik . Itupun tidak sengaja ia lakukan .


" Kalian menjijikkan .... "


" Iya sayang ... aku memang menjijikkan , itu sebabnya aku pergi ! Karena aku merasa sudah tidak pantas untukmu , aku tidak bisa menjaga cinta kita "


" Seharusnya kau berbagi padaku , seharusnya kita bisa selesaikan bersama Rey ! Bukan dengan cara kabur tanpa kabar " lirih Astika .


" Dan apa yang akan terjadi jika aku mengatakan bahwa aku dan dia sudah tidur bersama ?? Mau tidak.mau pasti aku harus menikahinya . Tidak bisa sayang , aku sama sekali tidak mencintainya . Aku menyentuhnya di luar kesadaranku . Aku tidak bisa menikahi gadis lain karena hati dan jiwaku adalah milikmu , hanya kamu sayang "


" Apa kau mencintainya !? "


" Tidak !!! Kak Astika hanya ingin balas dendam padaku ... Dia ingin mengambil Dewa hanya untuk menyakitiku !! " pekik Jasmine masih saja tak mau mengalah .


" DIAM JAL*NGGGG !!! " teriak Reyhan yang sudah sangat kesal dengan adik dari wanita yang sangat ia cintai .


" Rey .. sudah " Astika masih mencoba menjadi penengah walau ia sendiri sangat kecewa dengan adiknya .


" Kepalanya hanya berisi batu , apapun yang kau lakukan untuk kebahagiaannya tidak akan berarti untuknya . Aku mohon kali ini , raih kebahagiaanmu tanpa memikirkan dia !! Aku tahu kau mencintainya , jangan lepaskan laki laki seperti Dewa . Dia sempurna !! "


" Kak Astika ... kau akan melepaskannya bukan !? Jeje mencintainya .. "


" Jangan dengarkan dia ... " sahut Reyhan sebelum Jasmine meneruskan kata katanya .


Astika merebahkan tubuhnya di sofa panjang itu , entah kenapa tapi tubuh dan pikirannya terasa sangat lelah . Saat ini dia tak ingin berpikir tentang apapun karena semua terasa sangat berat untuknya .


Tiba tiba dia ingin sekali Dewa ada disampingnya saat ini . Hatinya biasanya tenang setelah berbicara dengan pria muda itu . Astika ingin bersandar sekali lagi di bahu kokoh itu , seperti malam sebelumnya ketika mereka menikmati suasana malam dibawah bintang bintang .


" Dewa ... " lirihnya dengan suara yang hampir tak bisa di dengar .


Reyhan menghembuskan nafas kasar ketika wanita yang ia cintai tertidur di atas sofa . Walau lirih ia masih bisa mendengar satu nama yang sempat disebut oleh Astika . Reyhan tahu wanita itu pasti terlalu lelah untuk berpikir hingga tanpa sadar malah jatuh tertidur di sofa .


Reyhan berjalan mendekati Jasmine dan menyeret lengannya menjauh dari tempat itu .


" Keluar dari rumahku !! Mulai saat ini dan selanjutnya jangan pernah berani lagi menginjakkan kakimu disini !! "


" Kau pikir aku sudi datang ke sini lagi ? Tidak !! Kau sudah tidak.berguma untukku ' jawab Jasmine yang kemudian pergi dari apartemen Reyhan .


Reyhan hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap Jasmine yang jauh berbeda dengan Astika . Pantas saja John Effendy sangat menyayangi putri sulungnya karena Astika memang pantas untuk dicintai semua orang .


Reyhan mengambil ponselnya dan menelpon seseorang , dia menelpon seseorang yang bisa menyembuhkan luka hati Astika . Dan dia mendapat nomor itu dari mantan calon mertuanya , John Effendy .


" Halo ... Dewa "