
" Siapa Kak ?? " bisik Nayya pada Diva .
Diva hanya menggelengkan kepalanya , dia merasa tak perlu menjelaskan siapa wanita ular itu pada dua saudarinya . Ternyata provokasi itu belum berhenti sampai disitu , wanita itu masih saja berkicau di depan mereka .
" Andaikan aku mau , aku bisa mengambil dia dengan sangat mudah !! Semudah ketika aku mengambil suamimu dulu "
Air mengerutkan dahinya dan melihat ke arah Diva , dan Diva hanya mengangguk seakan mengerti dengan arti pandangan Air padanya . Air yakin wanita itu belum tahu dengan pernikahan antara Adam dan Diva .
" Apa kau ingin mencobanya nyonya !? " Air menantang Diana yang masih yakin jika Adam masih sangat mencintainya .
Beberapa hari ini dia selalu kepikiran dengan perubahan Adam yang sudah menjadi pria yang seperti dia idam idamkan . Pria kaya raya dengan harta berlimpah . Diana merasa akan lebih menyenangkan jika ia kembali pada cinta masa lalunya .
Akhir akhir ini dia tahu usaha Gilang tidak sesukses dulu lagi bahkan ia mendengar ada beberapa cabang restoran yang tutup karena sepi pengunjung . Diana tidak siap jika harus hidup susah lagi , dan sepertinya Adam sudah bisa dia andalkan .
Dengan senang hati ia akan kembali ke pelukan Adam karena ia yakin masih ada cinta yang begitu besar di hati pria itu . Dia sempat mendengat jika pria itu jatuh terpuruk ketika dia meninggalkannya , dan itu karena rasa cinta pria itu padanya .
Dia tahu bahwa dia sudah membuat kesalahan di masa lalu tapi dia yakin dengan kekuatan cinta Adam masih bisa memaafkan dan menerima dia kembali .
" Mencoba apa ??! Aku tidak harus menunjukkan apa apa pada kalian !! Dia mencintaiku dan selamanya dia akan selalu ada di bawah kakiku "
" Ok , datanglah nanti di restoran yang ada di depan mall ini saat makan malam . Kekasihmu akan ada disana dan kau bisa mengambilnya ... itu jika kau bisa " kata Air sinis karena muak dengan kelakuan Diana .
" Aku pasti datang ... dan kau Diva ! Bersiaplah untuk menangis kembali karena aku akan mengambil kekasihmu itu !! "
" Tapi Kak Adam dan Kak Diva sudah .... "
" Nay .. " Air memotong perkataan Nayya yang ingin memberitahukan status pernikahan Adam dan Diva .
Air ingin memberi pelajaran pada wanita yang sudah menghina salah satu saudarinya . Dia melihat Diva sudah benar benar tidak mau melihat atau berurusan dengan wanita ular itu lagi .
Sebagai sesama wanita dia tahu sakitnya di campakkan suami . Dia tahu Diva berusaha untuk diam selama ini hanya untuk Gema putranya .
Air menepuk pelan bahu Diva ketika melihat Diana sudah pergi dari hadapan mereka . Nayya yang sebenarnya masih bingung dengan apa yang terjadi pun ikut menenangkan Diva hingga dua saudarinya tersenyum geli .
Pelan pelan Diva tahu bagaimana kuatnya seorang Air dan bagaimana polosnya seorang Nayya . Dia merasa beruntung mendapat saudara baru sebaik mereka .
" Kita kan tidak ada rencana makan malam di depan Mbak ? " tanya Diva pada Air .
Diva mengangguk , Aira benar wanita itu akan selalu mengganggu hidupnya jika dibiarkan . Hanya dia sendiri yang mampu untuk menghentikan kelicikan wanita itu .
Dia tahu belum ada cinta yang kuat antara dirinya dan suaminya , tapi dia tahu suaminya benar benar serius ingin membangun rumah tangga mereka . Membangun kehidupan baru dengan keluarga kecil mereka .
Dulu mungkin dia bisa diam tapi sekarang ada keluarga besar yang harus ia jaga nama baiknya . Dan ia akan melakukan apapun untuk itu .
*
Sore harinya Diva mengatakan niatnya untuk dinner bersama sang suami di tempat yang tadi siang Air tunjuk .
" Ya sudah , tapi berangkatnya jangan terlalu malam kasihan Gema ! Biasanya dia tidur jika sudah jam delapan malam , ikut kebiasaan adik adiknya " kata Adam sambil menggosok rambutnya yang basah dengan handuk kecil .
Dia baru saja mandi setelah seharian ini menemani para pria Adipraja bertemu dengan para klien dengan perusahaan mereka di Bali . Alfian dan Bumi ingin mengenal dengan siapa saja mereka bekerjasama .
" Hanya kita berdua Mas , kita dinner berdua ! Tadi aku sudah titip Gema sama Mbak Aira "
" Oohh rupanya kau sudah ingin selalu berdua denganku sayang , siap siap saja untuk jatuh sejatuh jatuhnya padaku . Seperti katamu dulu sayang " ucapnya dengan mencium pipi istrinya gemas .
" Ya sudah aku mandi dan bersiap siap dulu " Diva beranjak dari duduknya dan melangkah menuju kamar mandi .
Tapi langkahnya terhenti ketika merasa sang suami mengikuti langkahnya .
" Mas mau kemana ?? "
" Mandi ..."
" Tapi kan Mas baru saja mandi "
" Mas hanya mau mandikan kamu ! "
" lsshhh ... Diva bisa mandi sendiri "
" Tidak selama itu ada aku "
Dan Diva hanya diam ketika Adam sudah mengangkat tubuhnya menuju kamar mandi . Dia tahu menolak pun bakal percuma , dia tidak akan bisa menghentikan keinginan sang suami .