
" Muka elo kenapa ditekuk kaya gitu , kecewa nggak bisa ketemu sama bini gue hahh !?? "
Siang itu Bumi menemui Varo di kantornya untuk menggantikan Air karena hari ini Air sibuk untuk menyiapkan sambutan untuk kepulangan mertuanya di rumah utama keluarga Adipraja .
Air dan Varo biasa bertemu satu Minggu sekali untuk perhitungan hasil kue yang di kirim di gerai gerai supermarket milik Varo . Sebenarnya Air bisa menemui managernya tapi Varo lebih senang jika ia sendiri yang menemui wanita itu .
" Jujur sih iya , gue lebih seneng bini elo yang kesini daripada elo ! Empet gue liat muka elo " sahut Varo kesal .
" Tapi dia punya gue !! " kata Bumi dengan menatap tajam pria di depannya .
" Gue belom gila hingga harus merebut istri orang ! Tapi gue pastiin dia akan jadi milik gue kalau sampai elo lepasin dia "
" Langkahin mayat gue dulu !! "
" Jangankan mayat elo , mayat Titan aja bakal gue lewatin " jawab Varo asal .
Varo memijit kepalanya yang semakin pusing menghadapi suami bucin akut seperti pria didepannya .
" Semua laporan udah gue kirim ke email istri elo , semua pembayaran juga udah gue transfer ke rekeningnya "
Bumi mengerutkan keningnya mendengar kata kata Varo barusan .
" Terus ngapain gue kesini !? "
" Ya siapa suruh elo kesini !! "
" Ckk ... pergi gue !! Satu lagi , bawa sepupu gila elo itu pulang biar ada yang merawat . Istri gue ikut repot kalau dia terus terusan di ruko "
" Deniel ? Kenapa dia !? "
" Bonyok habis di gebukin orang katanya sih "
" Serius elo ?? "
Bumi tidak menanggapi Varo , ia meninggalkan tempat itu dengan hati yang dongkol karena ternyata ia tak melakukan hal apapun di tempat itu .
Bumi segera memacu mobilnya kembali ke ruko karena ia harus menjemput Janu di sana . Dia dan Dewa sempat berbagi tugas untuk menjaga bayi itu ketika ibu dan istrinya pergi berbelanja .
Air dan mertuanya berencana ingin memasak makanan khas lndonesia karena setelah lama tinggal di Tiongkok pasti mama dan papanya sangat kangen masakan negeri sendiri .
" Kamu mau ikut Mas pulang Wa ? Air sama ibu sepertinya langsung kerumah utama setelah berbelanja " tanya Bumi yang sudah menggendong Janu untuk di bawa ke rumah utama Adipraja .
" Dewa mau ngawasin toko aja Mas , siapa tahu disini butuh apa apa . Insyaallah besok Dewa ke sana saat Om dan Tante pulang "
" Ya udah , kalau ada apa apa kamu telpon saja ya "
" Ya Mas "
Dewa menciumi keponakannya sebelum bayi gembul itu pergi bersama papanya . Dewa segera ke ruko sebelah ketika kakak ipar dsn keponakannya pergi . Dia ingin melihat kondisi Deniel yang katanya sempat sakit .
Dewa memandang heran pria yang sedang duduk santai di depan televisi besar itu . Deniel sedang terkekeh sambil melihat layar ponselnya .
" Katanya sakit , sempet sempetnya lihat bokep kak "
" Eh elo Wa ... gembul mana ? "
" Sama papanya "
" Siapa bilang gue sakit ? Demam doank mahh kecil . Lagian ngapain juga gue lihat bokep kalau gue udah terlalu sering jadi pemainnya . Kurang kerjaan Wa "
Dewa langsung mendekat dan duduk di sebelah Deniel . Dia tertarik dengan kata kata Deniel yang menurutnya sedikit aneh .
" Pemain ?? Kak Deniel artis bokep !? "
" Bisa di bilang begitu "
" Serius kak !!!!! "
" Gue punya penyakit , makanya elo jangan deket deket orang kayak gue . Ketularan gila ntar "
Deniel tertawa melihat ekspresi muka Dewa yang terlihat terlalu serius menanggapinya .
" Gue divonis hyper ketika gue menginjak remaja . Bokap nyokap udah ngobatin gue kesana kemari mungkin karena malu lihat gue kayak gini . Gue lari ke lndonesia agar bebas dari kekangan mereka , gue ingin mencari jati diri tanpa campur tangan siapa pun . Elo pengen tahu gue kerja apa disini !? "
Dewa mengangguk tanpa mengucapkan apapun . Dewa tahu Deniel sedang ingin mencurahkan isi hati padanya .
" Gue gigolo ... highclass , cuma wanita berduit yang bisa booking gue "
" Enak kak jadi gigolo !!?? "
Deniel terbahak mendengar pertanyaan polos dari Dewa . Pria yang lebih muda darinya , yang mempunyai pemikiran lebih matang darinya , yang lebih baik segalanya dari dia . Hanya satu kelemahannya , Dewa hanya mengenal dua wanita dalam hidupnya yaitu ibu dan kakaknya .
Pria muda itu tak pernah dekat dengan wanita , dia juga sangat menjaga pandangannya pada wanita selain ibu dan kakaknya . Kadang Deniel merasa iri dengan kesederhanaan yang di miliki oleh Dewa .
Dewa sepertinya tidak pernah melihat sebuah masalah serumit dia .
" Jangan pernah mencobanya , atau kau akan menyesal seumur hidup "
" Kakak pernah jatuh cinta ? "
" Gue kagum saat pertama kali lihat kakak elo . Cantik , baik , ramah tapi sayang sudah punya anak dan suami "
" Sempat terlintas dalam pikiran gue untuk rebut kakak elo dari suaminya . Gue ngga bakal biarin Air dan Janu menderita . Tapi akhirnya gue sadar diri , gue juga nggak lebih baik dari suami brengseknya . Gue hanyalah gigolo ... "
" Kadang yang terlihat baik itu bisa jadi jahat , dan kadang yang terlihat jahat itu bisa jadi baik . Jangan suka menghakimi diri sendiri kak ... "
Dewa menepuk pelan bahu Deniel , dia sudah suka karakter Deniel sejak pertama mereka bertemu . Deniel pria yang ramah , baik dan humble .
" Menurut elo , apa pantas orang kaya gue jatuh cinta ? "
" Setiap orang pasti punya masa lalunya sendiri sendiri dan Dewa yakin cinta tak pernah memandang siapa yang akan di datanginya "
Deniel menyandarkan kepalanya di sofa walaupun mungkin yang di katakan Dewa itu benar , tapi dia tak berani untuk merasakan rasa itu , rasa yang mereka sebut sebagai
' cinta ' . Karena tidak mungkin ada wanita yang mencintai pria sekotor dia .